RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Inspirasi Mahasiswa dari Papua : Perjalanan Apriliana Segenil dari Silimo ke Yogyakarta.

Perjalanan Inspiratif Apriliana Segenil: Dari Silimo Menuju Kampus Impian di Yogyakarta Nama lengkap saya Apriliana Segenil, dikenal sebagai April atau Ape Segenil. Saya lahir di Silimo, Kabupaten Yahukimo, Propinsi Papua Pegunungan, pada 6 April 2002. Silimo merupakan desa terpenkecil; perjalanan dari Silimo ke Jayapura membutuhkan waktu sekitar 1 jam 45 menit dengan pesawat kecil (pesawat misi). Akses ke desa tersebut hanya dapat dilakukan melalui jalur udara karena kondisi medan yang sulit untuk pembangunan infrastruktur jalan darat. Oleh karena itu, transportasi udara menjadi satu-satunya akses bagi penduduk desa hingga saat ini. Saya adalah anak ketujuh dari sepuluh bersaudara, dan kedua orang tua saya berprofesi sebagai pendeta dan penginjil di Jemaat Bethel Silimo. Sejak usia enam tahun, saya dibesarkan dan menempuh pendidikan di Sekolah Papua Harapan di Jayapura Propinsi Papua. Sebagai mahasiswa semester dua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIM), saat ini saya berdomisili di Kabupaten Bantul. Cerita ini bertujuan untuk mendokumentasikan perjalanan akademik saya hingga dapat melanjutkan studi S1 di UIM Yogyakarta, sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa perantauan. Kehidupan perantauan memang penuh tantangan, namun melangkah keluar dari zona nyaman merupakan upaya untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pengalaman ini menunjukkan proses kehidupan yang kompleks dan penuh dinamika, mirip dengan jalan raya yang tak selamanya beraspal. Pendidikan dan Kehidupan Asrama: Fondasi Karakter Kuat Sejak usia enam tahun, saya telah terpisah dari orang tua dan saudara kandung, tinggal di asrama dengan sistem orang tua asuh. Para pengasuh di asrama berperan sebagai orang tua pengganti, menciptakan ikatan kekeluargaan yang kuat. Bersama lima teman lainnya, kami direkrut dari Sekolah Papua Harapan, setelah melalui seleksi di Taman Kanak-Kanak Let-Let Silimo, satu-satunya TK di desa asal saya. Kami kemudian bersama-sama melanjutkan pendidikan dasar dan menengah di Sekolah Papua Harapan di Jayapura Provinsi Papua. Kehidupan asrama memberikan pengalaman berharga, baik dalam pengembangan akademis maupun rohani, menekankan pentingnya hubungan erat dengan Tuhan karena “WE ARE NOTHING WITHOUT HIM”. Pengalaman ini juga mengajarkan saya untuk mengasihi dan menghargai mereka yang bukan sedarah dan sekandung dengan saya, yang juga sama pentingnya adalah mengajarkan tentang kerasnya hidup ini Pengalaman Internasional yang Mengubah Pandangan Setelah menyelesaikan pendidikan SD-Menengah Atas (SMA) di Sekolah Papua Harapan (SPH), saya melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi tanpa penundaan. Pengalaman hidup di asrama sejak usia enam tahun, berinteraksi dengan individu dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya telah membentuk karakter saya. Hal ini merupakan pengalaman kedua saya merantau; yang pertama saya meninggalkan keluarga di kampung halaman untuk bersekolah di Jayapura, dan keputusan untuk melanjutkan studi di Yogyakarta merupakan langkah signifikan lainnya. Sebelumnya saya mengikuti program perkuliahan daring selama dua tahun (2021-2023) di Papua Hope Language Institute (PHLI). PHLI adalah lembaga yang memfasilitasi mahasiswa berprestasi orang asli Papua untuk studi di luar negeri dengan seleksi program beasiswa pemerintah PAPUA. Pemerintah melalui PHLI memberikan kesempatan kepada saya untuk kuliah di Seattle Pacific University, Amerika Serikat (daring), mengambil jurusan Nutrisi. Minat saya terhadap perawatan kesehatan dan keinginan untuk berkontribusi pada peningkatan gizi masyarakat di daerah terpencil menjadi motivasi utama. Saya percaya kesehatan fisik dan rohani saling berkaitan, sehingga pembinaan iman merupakan bagian penting. PHLI juga merupakan lembaga yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan (KRISTEN), menyediakan program ibadah mingguan secara rutin. Selain pengajar lokal, Papua Hope Language Institute (PHLI) juga menyediakan bimbingan dari dosen Amerika dan akses ke kelas daring di Corban dan George Fox University, tempat saya mengambil beberapa mata kuliah. Pada Agustus 2023, saya lulus dari PHLI dan menerima sertifikat penguasaan bahasa. Rencana studi lanjut di luar negeri terpaksa dibatalkan karena berpulangnya Bapak Lukas Enembe, Gubernur Papua yang merupakan sponsor program beasiswa bagi para dokter dan guru anak asli PAPUA (Program Seribu Dokter & Guru), termasuk saya. Meskipun demikian, saya bersyukur atas pengalaman berharga selama tiga tahun di PHLI yang telah memberikan bekal pengetahuan yang berharga. Menemukan Kampus Baru dan Merajut Asa di UIM Yogyakarta Setelah lulus dari PHLI pada Agustus 2023, saya melanjutkan rencana studi S1. Dengan sempat mendaftar di beberapa perguruan tinggi di Jayapura, namun saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di luar Papua, sehingga mendaftar di beberapa perguruan tinggi di luar Papua. Hampir semua jalur pendaftaran perguruan tinggi telah ditutup, menyebabkan kebingungan. Suatu hari saat mengakses media sosial (Instagram), saya menemukan informasi penerimaan mahasiswa baru di UIM Yogyakarta. Rasa tak percaya muncul, mengingat persyaratan masuk perguruan tinggi umumnya cukup ketat. Namun, saya memutuskan untuk mendaftar. Puji Tuhan, saya diterima di Universitas Islam Mulia Yogyakarta dengan potongan beasiswa sebesar 79%, berkat pendaftaran pada bulan Agustus, bulan kemerdekaan Indonesia. Meskipun memiliki ketertarikan di bidang medis sebelumnya, saya memilih untuk mengambil program studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Islam Mulia (UIM) karena selaras dengan minat dan pengalaman saya. Dimana saya mengajar Bahasa Inggris dasar kepada anak-anak usia SD hingga SMA bahkan beberapa Mahasiswa (“English Basic for Beginner”) di lingkungan tempat saya tinggal, telah membangkitkan minat dan kepuasan dalam bidang pendidikan, sehingga saya memilih untuk menempuh studi Pendidikan Bahasa Inggris untuk mengembangkan minat di bidang pendidikan. Penerimaan ini merupakan berkat dan anugerah dari TUHAN yang tak terduga, sebuah pencapaian luar biasa dalam perjalanan pendidikan saya. Lingkungan Kampus yang Toleran dan Inklusif Kampus ini sangat toleran, mulai dari rektor, dosen, karyawan, hingga mahasiswa dan warga sekitar. Lingkungan yang aman dan nyaman membuat saya dapat berkuliah tanpa rasa khawatir. Sebagai mahasiswa perantau dari Indonesia Timur, saya merasa diterima dan menjadi bagian integral dari UIM Yogyakarta. Pemilihan UIM Yogyakarta sebagai kampus utama didasari oleh reputasi akademiknya, program studi yang sesuai dengan minat saya, dan suasana belajar yang kondusif. Untuk menutup, seperti ada pepatah, “Sejauh apa pun kita pergi, kita akan selalu punya tempat untuk pulang, yaitu keluarga. Seorang perantau pergi untuk kembali dan membuktikan perubahan pada diri sendiri, keluarga, dan bangsa.” Tekad ini mendorong saya untuk memaksimalkan kesempatan berkuliah demi meraih cita-cita dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Penulis : Apriliana Segenil Mahasiswi Bahasa Inggris UIM Yogyakarta Instagram : @apriliana_segenil

AKSI UIM (Artikel Kritis dan Solutif Mahasiswa UIM)

Feminisme dalam Islam

Feminisme, Liberalisme, dan Islam: Perspektif Kritis Seorang Muslimah Prolog  Di tengah arus zaman yang kian deras dan kompleks, feminisme bukan lagi sekadar wacana pinggiran. Ia hadir sebagai respons atas ketimpangan yang mengakar, dan dalam perjalanannya, bersinggungan erat dengan berbagai ideologi besar dunia—salah satunya, liberalisme. Sebagai dua kekuatan pemikiran yang turut membentuk lanskap sosial di muka bumi ini, tulisan ini mencoba menelusuri relasi keduanya, menggali titik temu dan ketegangan yang muncul ketika perjuangan hak perempuan bersandar pada prinsip-prinsip kebebasan individual. Namun dalam riuhnya perdebatan modern tentang perempuan dan perannya, kadang kita lupa menoleh pada jejak yang telah lebih dahulu hadir—sebuah sosok yang diam tapi pasti, kuat namun tak kehilangan kelembutan, menjadi teladan bukan karena suara kerasnya, melainkan karena keberanian dan keyakinannya yang tenang. Semoga pembacaan ini menjadi pengingat, bahwa arah perjuangan kita tak harus selalu baru untuk menjadi benar. … Halo. Namaku Shafa. Bagi yang mengenalku, bukan rahasia lagi kalau aku memang suka banget budaya Eropa. Dari banyaknya informasi yang kuterima tentang bidang tersebut, melalui berbagai macam media; buku, film, media sosial, berita, dan lain-lain, aku bersyukur masih dapat kesempatan buat mempertahankan kelogisanku sebagai perempuan muslim yang hidup pada zaman sekarang, kesadaranku untuk memisahkan mana yang tidak sesuai ajaran Islam dan tidak boleh dibiarkan memengaruhi perilaku/prinsip ku. Nah, dari pengalaman tersebut, aku terinspirasi untuk menulis artikel ini, sharing pendapat serta pengetahuanku tentang topik feminisme. Tentunya, seperti yang aku mention tadi, karena aku banyak melahap konten dari negara-negara orang berkulit putih, di sini aku hanya menyeret beberapa pendekatan dari dunia industri hiburan Barat, ya, baik perfilmannya maupun dunia sastra-nya, bukan tulisan ilmiah yang didukung beberapa judul studi literatur valid dan relevan. So, let’s just get started! I.Feminisme dan liberalisme Feminisme dapat didefinisikan sebagai suatu paham seputar berbagai isu terkait perempuan di seluruh dunia dengan cara-cara terpilih yang dapat diterapkan pada budaya atau masyarakat tertentu. Perlu digarisbawahi, cara-cara terpilih dan budaya atau masyarakat tertentu. Aku pernah melihat suatu video di media sosial yang memperlihatkan seorang wanita muslim ditanyai, “Apa kamu mengkategorikan dirimu feminis?” Sang wanita butuh waktu sekitar tiga detik sebelum menjawab dengan mantap, “Aku rasa tergantung pada definisi feminis yang kamu maksud. Kita hidup pada zaman di mana feminisme dikorelasikan dengan stereotip perempuan tangguh, berkarir cemerlang, tidak menikah, mandiri dan bebas, pengaruh persebaran sudut pandang orang-orang non-muslim. Kalau yang kamu maksud feminisme seperti itu, yang lekat dan tercampur budaya Barat, maka aku bukan (feminis). Tapi, kalau yang kamu maksud adalah feminisme yang berada pada koridor lurus ajaran-ajaran Islam, tidak keras dan berpedoman pada tokoh wanita tangguh pada zaman Rasulullah (yang tentu saja disesuaikan dengan perubahan zaman sekarang), maka iya, aku adalah seorang feminis.” Wah, setuju banget ini mah! Jawaban wanita tersebut sangat mewakili banyaknya muslimah modern-namun-berprinsip yang resah terhadap rentetan pro dan kontra tentang feminisme, tidak terkecuali aku sendiri. Ngomongin feminisme, apa, sih, landasan dasar dari paham tersebut? Harapan supaya kesetaraan gender dalam berbagai aspek kehidupan bisa terwujud, ‘amarah’ kaum perempuan yang terpelihara selama berabad-abad. Bagi individu yang awam tentang feminisme, sebenernya gak nyalahin kalau pada salah kaprah dalam mendefinisikan istilah tersebut sebagai suatu paham yang seolah ngotot dalam menegakkan keadilan bagi perempuan, terkesan judes tak beralasan terhadap kaum laki-laki. Gak nyalahin, sebab arus informasi yang deras pada zaman sekarang ini memang banyak berkontribusi pada bias pemahaman suatu individu. Tidak jarang memang ada yang sengaja membelokkan arti sesungguhnya atau menambahkan unsur yang tidak diperlukan, supaya banyak yang berkerut kening saat mempelajari topik ini dan lantas menghakimi lalu membenci. Aku pernah memposting story di IG yang bertuliskan “Life without sexist, misogynist, and left-wing-feminist. Life when a rainbow is just a rainbow. Life when a woman is a woman, a man is a man.” Artinya adalah:  “Hidup tanpa kehadiran seorang seksis, misoginis, dan feminis sayap-kiri. Hidup ketika pelangi hanyalah sebatas pelangi. Hidup ketika seorang wanita adalah wanita, pria adalah pria.” Itu merupakan ungkapan keresahanku terhadap budaya Barat (terutama Amerika, tentu saja) yang semakin saja menormalisasikan perilaku sinting mengakui eksistensi gender dan seksualitas lain (iya, tentang si LGBTQ+ itu, lho) dan sebagai pelopor menjamurnya kehadiran seorang seksis, misoginis, dan feminis sayap-kiri. Buat yang belum tahu apa itu seorang seksis dan misoginis, biar aku jelaskan dulu. Seksisme berarti prasangka atau diskriminasi gender, keyakinan bahwa satu jenis kelamin secara intrinsik lebih unggul daripada yang lain. Iya, bisa terjadi pada masing-masing jenis kelamin, tapi seringnya terhadap perempuan (sejarah mencatat itu!). Jadi, seksis dapat dipahami adalah seorang yang rasis terhadap jenis kelamin lainnya. Misogini berarti kebencian dan penghinaan terhadap kaum perempuan. Ini adalah bentuk seksisme yang memosisikan perempuan pada status sosial yang lebih rendah daripada laki-laki, mengamankan peran sosial patriarki. Left-winged feminist merujuk pada impostor aktivis feminisme yang memunculkan bias penilaian terhadap paham tersebut. … Balik lagi ke story IG ku. Gambar yang aku sertakan pada tulisan itu menampilkan ilustrasi gaya hidup tentram, sederhana, cantik, murni. Yang aku maksud dari tulisan dan gambar itu adalah, se-waras ini, lho, kehidupan tanpa kehadiran mereka-mereka itu, dan pada saat sebelum pelangi dikontaminasi sebagai identitas lambang LGBTQ+, serta sebelum normalisasi gender dan jenis kelamin buatan. Oh, ya, gender dan jenis kelamin itu berbeda, ya. Jenis kelamin sudah jelas hanya ada dua, laki-laki dan perempuan (yang bilang ada lagi selain dua itu, berarti dia tersesat, kasihan). Ada pun gender, menurut Mualimah dan Yusuf dalam buku Diskriminasi Gender dalam Promosi Jabatan (2022), adalah “konstruksi sosial tentang perbedaan peran, kedudukan, serta kesempatan antara perempuan dan pria, dalam kehidupan keluarga atau masyarakat.” I.I Feminisme yang sehat Pada umur 16 kemarin (kelas dua SMA), setelah menonton film Little Women (2019) yang dibintangi Saoirse Ronan, Timothee Chalamet, dan salah satu aktris sekaligus tokoh feminisme terkenal yaitu Emma Watson, aku mendapat pandangan baru terkait feminisme yang sehat, yang tidak terkontaminasi kepercayaan sayap kiri generasi sekarang: bahwa itu bukan selalu tentang perempuan menjadi bebas, tidak menikah, berkarir cemerlang, segala cerocosan tentang perempuan harus punya kebebasan dan pilihan sendiri bla bla bla, tapi implementasi yang sehat adalah membiarkan perempuan lain menentukan pilihan jalan hidupnya sendiri, tak terkecuali menjadi wanita berkeluarga. Perlu digaris bawahi, sering dilupakan konsep lain feminisme adalah menghargai pilihan setiap perempuan. Tentang Emma Watson dan pilihannya membintangi film tersebut. Jadi, tokoh utama di Little Women yang bernama Jo March (baik novel maupun adaptasi filmnya) ini merepresentasikan tokoh ‘perempuan berjiwa bebas’. Ia punya tiga saudara perempuan, salah satunya Meg, yang bertolak belakang dengan Jo. Keputusan Emma Watson memilih tokoh Meg, dan bukannya Jo lumayan mengejutkan saat itu. Pasalnya, seperti yang aku bilang tadi, Watson

Uncategorized

Meriah dan Penuh Makna! Inilah Momen Spesial Milad Pertama Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta

Yogyakarta, 17 Februari 2025 – Perayaan Milad ke-1 Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta menjadi tonggak penting dalam perjalanan kampus muda yang penuh semangat ini. Acara yang berlangsung secara khidmat dan meriah ini memperlihatkan komitmen UIM untuk terus tumbuh sebagai institusi pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing global. Rangkaian acara dimulai dengan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Eko Pujiyanto, S.Si., M.T. Dalam orasinya yang visioner, beliau menyoroti peran strategis perguruan tinggi Islam dalam membangun peradaban dan mencetak generasi unggul di tengah tantangan globalisasi. Pesan-pesan inspiratif yang beliau sampaikan membakar semangat sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan umat. Simbol Syukur dan Harapan untuk Masa Depan Setelah orasi ilmiah, acara berlanjut dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas satu tahun perjalanan UIM Yogyakarta. Momen ini dipimpin langsung oleh Rektor UIM, Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph.D, dan turut disaksikan oleh perwakilan Ketua BPH Yayasan Mulia, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, sang Rektor menyampaikan harapan besar agar UIM Yogyakarta terus berkembang menjadi kampus unggulan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat—Rahmatan Lil ‘Alamin. Doa Bersama Penuh Haru Nuansa religius dan kekhusyukan turut mewarnai acara saat doa bersama dipanjatkan oleh Ustadz Nur Hidayat Pamungkas, M.Pd. Doa ini menjadi bentuk pengharapan agar UIM senantiasa diberi keberkahan, kemajuan, dan perlindungan dalam menjalankan visi besarnya di masa depan. Ekspresi Seni dan Semangat Kebhinekaan Mahasiswa Sebagai penutup yang tak kalah menarik, panggung Milad UIM disemarakkan oleh pentas seni mahasiswa dari berbagai program studi. Penampilan yang penuh kreativitas dan kolaborasi ini menjadi cerminan semangat kebersamaan serta kekayaan budaya dalam bingkai keberagaman kampus. Acara Milad ke-1 UIM Yogyakarta bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi refleksi atas capaian dan cita-cita kampus dalam menghadirkan pendidikan Islam yang modern, inklusif, dan berorientasi global. Kontributor : UIM Yogyakarta

Uncategorized

Gaji 20 Juta! UIM Yogyakarta Buka Jalan Lulusan Kerja di Jepang Tanpa Downgrade!

Gaji 20 Juta! UIM Yogyakarta Resmi Jalin Strategic Partnership Employment in Japan dengan PT Kebun Teknologi Indonesia Yogyakarta,  – Kabar baik bagi lulusan Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIM Y) dan SMK! Kampus ini telah menjalin kerja sama Strategic Partnership Employment in Japan dengan PT Kebun Teknologi Indonesia untuk membuka peluang kerja di Jepang dengan gaji mencapai Rp20 juta per bulan. Program ini tidak hanya menjanjikan pekerjaan sesuai bidang keahlian, tetapi juga memungkinkan lulusan untuk mengembangkan karier secara profesional di Jepang tanpa risiko downgrade. Jepang Kekurangan Tenaga Kerja, Peluang Terbuka Lebar! Saat ini, Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor, dengan kebutuhan utama di 14 bidang pekerjaan, antara lain:✅ Perawat✅ Restoran✅ Konstruksi✅ Pembersih bangunan✅ Industri makanan & minuman✅ Perhotelan✅ Pertanian✅ Industri perkapalan ✅ Perikanan✅ Perbaikan mobil✅ Permesinan✅ Perlengkapan elektronik✅ Industri penerbangan✅ Industri material Sejak tahun 2018, lebih dari 1.300 lulusan SMK hingga S2 telah sukses bekerja di Jepang. Kini, dengan Strategic Partnership Employment in Japan, mahasiswa dan lulusan dari Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk meniti karier di negara tersebut. Bagaimana Cara Bergabung dalam Program Ini? Agar peserta siap bekerja di Jepang, mereka harus mengikuti pelatihan bahasa Jepang dan keterampilan profesional selama 1 tahun, dimulai sejak semester 3 perkuliahan.📌 Senin–Jumat: 2 jam per hari📌 Libur Semester: 5–6 jam per hari Setelah itu, peserta wajib mengikuti 2 tahap ujian utama:1️⃣ Ujian JFT Basic (Bahasa Jepang) – Berbasis komputer dan diselenggarakan oleh pemerintah Jepang2️⃣ Ujian Keterampilan & Wawancara Kerja Jika lolos, peserta akan melalui proses pengurusan dokumen dan kontrak kerja sebelum berangkat ke Jepang dengan visa kerja 5 tahun yang bisa diperpanjang hingga pensiun. Berapa Biaya Program Ini? Program ini memiliki skema pembayaran yang fleksibel:💰 Total biaya kursus: Rp43 juta (termasuk semua kebutuhan pelatihan & keberangkatan)💰 DP awal: Rp9 juta (bisa dicicil selama masa kursus)💰 Sisa pembayaran: Bisa dilunasi setelah mulai bekerja atau menggunakan kontrak kerja sebagai jaminan Dengan gaji yang bisa mencapai Rp20 juta per bulan, peserta masih bisa menabung sekitar Rp5–10 juta per bulan, bahkan setelah dipotong biaya hidup di Jepang. Peluang Karier untuk Lulusan Administrasi Kesehatan (Adminkes) Bagi lulusan Administrasi Kesehatan (Adminkes), ada peluang besar untuk bekerja di sektor kesehatan di Jepang. Syaratnya:📌 6 bulan pertama mengikuti kursus bahasa Jepang📌 6 bulan berikutnya mempelajari modul kesehatan Setelah itu, mereka bisa bekerja sebagai caregiver, dengan kesempatan naik jabatan menjadi asisten perawat atau dokter setelah 5 tahun bekerja. Dukungan UIM Y: Pusat Bahasa Jepang & Studi Banding Untuk mendukung program ini, UIM Y berencana membangun Pusat Bahasa Jepang di kampus. Namun, ada saran agar universitas lebih fokus pada kurikulum yang telah sesuai standar Jepang, tanpa perlu mendirikan pusat bahasa sendiri. Selain itu, studi banding ke Batam menjadi opsi agar UIM Y bisa memahami sistem pendidikan yang sudah berhasil menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri.   Kontributor : Warta UIM

Uncategorized

Songsong Ramadhan 1446 H, Masjid Al-Fatah Gelar Pengajian dan Bazar UMKM

Sleman – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H, takmir Masjid Al-Fatah Nglahar Sumbersari, Moyudan, menggelar pengajian bertajuk “Songsong Ramadhan”, Minggu pagi (23/2/2025). Acara ini menghadirkan Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta, Ustaz Anwaruddin Hisyam, sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, Ustaz Anwar mengingatkan bahwa sejak dahulu masyarakat telah terbiasa menjalani hidup sederhana, terutama saat memasuki bulan suci Ramadhan. “Mari kita hidupkan dan fungsikan masjid sebagai pusat kegiatan kebaikan, tidak hanya untuk ibadah mahdhah, tetapi juga untuk ibadah sosial yang bermanfaat bagi seluruh jamaah,” ujar Ustaz Anwar. Ia juga menekankan pentingnya mendidik anak sejak dini untuk belajar, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an hingga usia lanjut. Menurutnya, tidak ada batasan umur untuk terus mengaji dan memperdalam ilmu agama. Sebagai motivasi, ia membagikan pengalamannya dalam mendirikan tempat mengaji bagi lanjut usia. “Santri-santri saya banyak yang sudah berusia di atas 50 tahun dan baru belajar Iqra’. Mereka baru bisa membaca Al-Qur’an dan mengkhatamkannya setelah memasuki usia lanjut,” ungkapnya. Memakmurkan Masjid dan Warga Melalui Kegiatan Sosial Ketua Takmir Masjid Al-Fatah, Muhammad Wazid, menjelaskan bahwa pengajian ini merupakan bagian dari upaya untuk memakmurkan masjid sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga jamaah. “Ketika masjid makmur, maka jamaah juga akan makmur. Oleh karena itu, kami mengadakan bazar UMKM dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat,” jelasnya. Adanya bazar UMKM diharapkan dapat menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ekonomi umat, sehingga semakin banyak aktivitas yang mendukung kesejahteraan jamaah. Selain itu, selama bulan Ramadhan, Masjid Al-Fatah juga mengajak jamaah untuk aktif dalam berbagai kegiatan, seperti:✅ Salat Tarawih berjamaah✅ Salat Subuh dan kajian rutin✅ Tadarus Al-Qur’an✅ Buka puasa bersama✅ Pasar murah dan pemeriksaan kesehatan gratis Takmir masjid juga mengajak seluruh jamaah untuk berinfak dan mendukung pembiayaan seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan. “Dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis, warga bisa lebih memahami kondisi tubuh mereka sehingga dapat menjaga kesehatan selama menjalani ibadah puasa,” tambah Wazid. Melalui kegiatan ini, Masjid Al-Fatah berharap dapat menjadi pusat spiritual, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, sehingga keberkahannya semakin dirasakan oleh seluruh jamaah. (Redaksi KIM Moyudan) Kontributor : Redaksi KIM Moyudan

Uncategorized

“Strategic Partnership: Kesempatan Internship Keperawatan di Kota Monbetsu, Jepang”

Pendahuluan Kampus kami terus memperluas jaringan dan kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam program magang internasional. Salah satu peluang terbaru yang terbuka adalah kemitraan strategis dengan Kota Monbetsu, Jepang, yang menawarkan program internship keperawatan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan teori pendidikan D3 Keperawatan di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan tenaga medis di Jepang, khususnya dalam bidang keperawatan, serta memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam lingkungan internasional. Tentang Kota Monbetsu dan Kondisi Demografi Kota Monbetsu terletak di Pulau Hokkaido, Jepang, yang dikenal dengan suhu ekstremnya yang dapat mencapai -7 derajat Celcius pada musim dingin. Kota dengan jumlah penduduk sekitar 20 ribu orang ini memiliki industri utama di bidang perikanan, pariwisata, dan pertanian, serta dikenal dengan keindahan alamnya, terutama wisata es terapung. Namun, Monbetsu menghadapi tantangan besar terkait kekurangan tenaga kerja, terutama dalam sektor kesehatan. Sebagian besar penduduknya adalah lansia, dengan 36% berusia di atas 65 tahun. Ini mengarah pada kekurangan tenaga medis dan perawat yang signifikan. Lebih dari 50% kapasitas rumah sakit dan fasilitas perawatan lansia tidak dapat terlayani karena kurangnya staf medis. Di sisi lain, mayoritas penduduk muda di Monbetsu adalah pekerja asing yang datang untuk mengisi kekosongan tenaga kerja di Jepang. Peluang Internship di Monbetsu Dalam rangka mengatasi kekurangan tenaga medis ini, Kota Monbetsu bekerja sama dengan universitas dan lembaga pendidikan di Indonesia untuk menyediakan kesempatan internship keperawatan. Mahasiswa yang telah menyelesaikan teori D3 Keperawatan di Indonesia dapat mengikuti program internship ini, yang akan berlangsung di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di Monbetsu. Internship ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk bekerja langsung di lingkungan rumah sakit Jepang, belajar dari tenaga medis profesional, serta mengasah keterampilan mereka dalam praktik keperawatan. Dengan adanya fasilitas pelatihan bahasa Jepang dan teknik keperawatan, peserta program ini akan dipersiapkan untuk bekerja di Jepang dengan efektif. Proses Penerimaan Internship Proses penerimaan internship keperawatan di Jepang terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut: Pendaftaran dan Permohonan VisaMahasiswa yang berminat harus mendaftar dan mengajukan permohonan visa untuk dapat mengikuti program internship ini. Penentuan Tempat InternshipSetelah pengajuan, mahasiswa akan ditempatkan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan di Monbetsu yang telah bekerja sama dengan program ini. Pendidikan dan Pelatihan Pra-keberangkatanSebelum berangkat, peserta akan menjalani pelatihan bahasa Jepang dan teknik keperawatan yang bertujuan untuk mempersiapkan mereka bekerja di Jepang. Support Setelah Penempatan di JepangSetibanya di Jepang, peserta akan mendapat dukungan akomodasi dan bantuan kehidupan sehari-hari agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan baru di Monbetsu. Kenapa Memilih Internship di Monbetsu? Monbetsu menawarkan lebih dari sekadar pengalaman kerja; kota ini juga dikenal dengan komitmennya dalam pelestarian alam dan kualitas hidup yang tinggi. Dalam empat tahun berturut-turut, Monbetsu mendapat peringkat pertama dalam kategori pelestarian alam. Penduduk lokal yang ramah dan fasilitas yang terus berkembang memberikan suasana yang mendukung bagi para intern untuk belajar dan berkembang. Sebagai tambahan, biaya hidup di Monbetsu relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Jepang. Ini membuat Monbetsu menjadi pilihan yang ideal bagi mahasiswa internasional yang ingin mengembangkan karier di bidang keperawatan. Kesimpulan Program internship keperawatan di Kota Monbetsu adalah peluang langka bagi mahasiswa Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja internasional sekaligus membantu mengatasi kekurangan tenaga medis di Jepang. Dengan persiapan yang matang melalui pelatihan bahasa Jepang dan teknik keperawatan, peserta program ini akan siap untuk berkarier di bidang kesehatan global. Kontributor : Nurul Aringintyas

Uncategorized

PARTISIPASI MAHASISWA PRODI PERPUSTAKAAN DAN SAINS INFORMASI “DALAM KEGIATAN SHELVING KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN BANTUL”

Perpustakaan umum merupakan perpustakaan yang melayani masyarakat umum (semua lapisan masyarakat) tanpa membeda-bedakan latar belakang. Sehubungan perpustakaan umum Kabupaten Bantul mau menempati gedung baru maka dilaksanakan kegiatan penataan koleksi / shelving. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bantul sebagai mitra kerjasama Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi sehingga pihak  DPK Kabupaten Bantul mengajukan surat permohonan fasilitasi mahasiswa ke Universitas untuk turut serta dalam kegiatan shelving di perpustakaan umum Kabupaten Bantul yang baru. Koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan jumlahnya besar dan beragam subyek klasifikasinya sehingga memerlukan sumber daya pustakawan yang cukup banyak agar kegiatan shelving dapat selesai sesuai dengan direncanakan. Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Islam Mulia Yogyakarta ikut berpartisipasi dalam kegiatan penataan koleksi (shelving) di Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul. Ada 9 mahasiswa yang turut dalam kegiatan tersebut, tujuh orang dari semester V dan dua orang semester III. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu hari Rabu – Jum’at, tanggal 22 – 24 januari 2025. Pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 08.00 – 14.30 WIB. Mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi yang ikut berpartisipasi merasa sangat senang, antusias dan semangat karena mereka dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam perkuliahan untuk diterapkan langsung di perpustakaan, serta yang utama mereka mendapat mendapatkan pengalaman kerja. Sukses selalu buat mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi. Semoga kegiatan kerjasama dengan mitra DPK Kabupaten Bantul tetap berlanjut (rn).

Uncategorized

Kegiatan webinar dari prodi Perpus dengan tema “Meningkatkan Literasi digital di Era Society 5.0 dan Membangun Kemampuan Berpikir Kritis”

Dampak Literasi Digital dalam Pendidikan Perguruan Tinggi untuk Menambah Skills bagi Mahasiswa Oleh: Pak Heriyanto (UNDIP) Literasi Digital berdasarkan Teori UNESCO (2021) adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi digital mulai dari mencari, mengevaluasi, membuat dan mengkomunikasikan informasi. Ada aspek kritikal thinking. Dampaknya harus ada tanggung jawab terhadap postingan yang dibuat di medsos. ethical engagement, Tidak semua hal bisa di ekspose. Element Literasi Digital: Manfaat, Peran Literasi Digital dalam Pendidikan: Dampak dalam kebutuhan pembelajaran: Harus mampu: Strategi untuk bisa literate: Promosi Digital literasi itu penting di institusi dan masyarakat Teknologi itu kita harus mampu memanfaatkan supaya teknologi itu tidak nganggur dan gunakan aspek positifnya untuk dalam proses belajar mengajar. Literasi Digital di Era Society di dunia kerja Oleh Ibu Zanita Maraknya Hoax di dunia kerja. Daya saing tertinggal yakni 56 dari 63 negara. pengguna internet paling tinggal dari kominfo adalah mahasiswa. Pengunjung perpustakaan juga di Bantul pinter mayoritas mahasiswa S1. Literasi digital itu mampu dan cakap dalam teknologi, harus bisa memilih mana yang valid dan tidak, ada etika juga. manfaat literasi digital Strategi Perguruan Tinggi Strategi Mahasiswa Ketika Dunia kerja akan lebih siap ketika ketrampilan ada, ilmu ada, pengalaman ada. Sknergi pemerintah dan P.T: Harus banyak adaptasi secepat mungkin dengan teknologi. Kincinya Ilmu, Ketrampilan, dan pengalaman.

Uncategorized

Mahasiswa UIM Yogya Gelar Pelatihan Canva & Literasi Digital: Kolaborasi Tiga Prodi dalam Tugas Public Speaking & Leadership

Mahasiswa UIM Yogya Gelar Pelatihan Canva, Literasi Digital, dan Lomba Interaktif di Kulon Progo Kulon Progo, 25 Januari 2025 – Mahasiswa Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta semester tiga dan lima sukses menggelar kegiatan Pelatihan Canva, Literasi Digital, dan Lomba Interaktif di Masjid Trayu Kauman, Tirtorahyu, Galur, Kulon Progo, DIY. Kegiatan bertema Desa Cerdas, Desa Kita ini merupakan bagian dari tugas praktik mata kuliah Public Speaking dan Leadership, dengan bimbingan dosen Muhammad Immawan Aulia, S.Kom., M.Kom., CSA., CPS., Wiwin Irpina, S.SI., M.A., serta Rizky Andhika Surya, S.Kom., M.Kom., CSA. Kegiatan Pelatihan Canva dan Literasi Digital Kegiatan yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini melibatkan 20 peserta pelatihan dan sejumlah anak-anak yang berpartisipasi dalam lomba. Setelah acara dibuka oleh pembawa acara, Intan dan Tiara, peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk mengikuti pelatihan yang berbeda, yaitu Canva dan Literasi Digital. 1. Pelatihan Canva Pelatihan Canva diikuti oleh 11 peserta dari kelas 4-6 SD. Pak Rizky Andhika Surya selaku dosen Informatika memberikan pemaparan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Materi ini dibantu oleh mahasiswa Informatika, yakni Sadam, Fadhlan, dan Medita. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok kecil untuk mempraktikkan desain menggunakan Canva, didampingi oleh Kak Nina, Kak Zya, Kak Adit, dan Kak Azam. Fasilitas laptop telah disiapkan oleh Kak Arif dan Kak Ihsan untuk menunjang pelatihan ini. 2. Pelatihan Literasi Digital Pelatihan Literasi Digital diikuti oleh 9 peserta dari kelas 5-6 SD. Materi dipaparkan oleh Bu Wiwin Irpina, dosen Perpustakaan dan Sains Informasi, dengan bantuan mahasiswa Informatika, yaitu Shafa, Afif, dan Syifa. Setelah pemaparan, peserta juga dibagi menjadi tiga kelompok kecil untuk praktik langsung bersama Kak Alfan dan Kak Nailil, dengan fasilitas laptop yang telah disiapkan oleh Kak Juwosan. Lomba Susun Huruf Hijaiyah dan Estafet Karet Selain pelatihan, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan lomba interaktif yang diperuntukkan bagi anak-anak kelas 1-3 SD. Lomba Susun Huruf Hijaiyah dan Estafet Karet dipandu oleh Kak Haliza, Dera, Afifah, Isnaeni, Nazliyah, dan Nur Hasanah. Antusiasme anak-anak sangat tinggi dalam mengikuti lomba ini. Penghargaan dan Penutupan Acara Setelah kedua pelatihan selesai, peserta pelatihan Canva diarahkan kembali ke Masjid, tempat peserta Literasi Digital menunggu. Berdasarkan capaian nilai per kelompok, juri menentukan juara 1, 2, dan 3 untuk masing-masing pelatihan. Para pemenang lomba interaktif juga diumumkan, dan mereka mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan partisipasi mereka. Acara resmi ditutup setelah semua peserta menerima hadiah, dengan harapan bahwa ilmu yang telah diberikan dalam pelatihan ini dapat bermanfaat bagi peserta dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Kontributor : Nurrida Shafa

Uncategorized

PBI UIM Yogyakarta Fasilitasi Guru Bahasa Inggris SMP se-Kabupaten Sleman Pelajari Pendekatan Deep Learning

Pendekatan Deep Learning untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Sleman, 21 Januari 2025 – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Mulia Yogyakarta bekerja sama dengan Musyawarah Guru Muhammadiyah Mata Pelajaran (MGMMP) Bahasa Inggris SMP se-Kabupaten Sleman menyelenggarakan seminar bertajuk “Pembelajaran dengan Pendekatan Deep Learning.” Kegiatan yang dihadiri guru bahasa Inggris dari SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan diri untuk menyambut implementasi pendekatan pembelajaran baru yang dicanangkan oleh pemerintah. Acara yang dilaksanakan pada Senin, 20 Januari 2025, di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman ini dipandu oleh tim dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UIM Yogyakarta. Mereka memaparkan beberapa topik terkait pendekatan pembelajaran deep learning, mulai dari konsep dasar, elemen-elemen pembelajaran deep learning, hingga aplikasinya dalam pembelajaran bahasa Inggris. Perwakilan dari Badan Kerja Sama (BKS) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman yang hadir, Ibu Yulia Rahmawati, menyampaikan apresiasinya terhadap MGMMP Bahasa Inggris. “MGMMP Bahasa Inggris menjadi yang pertama di Kabupaten Sleman menyelenggarakan seminar tentang deep learning. Ini adalah langkah maju yang patut dicontoh oleh organisasi guru lainnya,” ujarnya. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Muhammad Fathur Rahman Khalik, juga memberikan apresiasi kepada MGMMP atas inisiatifnya. “Kami sangat menghargai MGMMP Bahasa Inggris yang menunjukkan growth mindset. Meskipun kebijakan resmi pemerintah terkait deep learning belum dikeluarkan, MGMMP sudah proaktif mempelajarinya. Inisiatif ini membuktikan semangat mereka untuk terus berkembang,” katanya. Dengan lebih dari 30 peserta yang hadir, seminar ini menjadi tonggak penting dalam sinergi antara dunia akademik dan praktisi pendidikan di Kabupaten Sleman. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan MGMMP berkomitmen untuk terus bekerja sama demi menciptakan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kontributor : Muhammad Fathur Rahman Khalik

Scroll to Top