Author name: admin-im

Kabar & Informasi, Pendidikan, RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Kegiatan Inspire & Grow, Mahasiswa FPP UIMY Hadirkan EdukasiKarakter yang Menyenangkan bagi Anak Panti Asuhan

Langit yang cerah dan udara yang masih sejuk menjadi awal yang hangat bagi berlangsungnya kegiatan Inspire & Grow. Suasana penuh keceriaan mulai terasa saat mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) berkumpul bersama anak-anak Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa (GYD), Yogyakarta, pada Sabtu (27/6). Melalui kegiatan yang merupakan implementasi Mata Kuliah Kewarganegaraan di bawah bimbingan Heru Siddik Nugroho, M.Pd., mahasiswa menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus penuh makna. Bukan sekedar berbagi pengetahuan, Inspire & Grow menjadi ruang bertumbuh yang mempertemukan semangat belajar, kepedulian, dan harapan dalam kebersamaan.  Mengusung tema “Membangun Kepercayaan Diri dan Membentuk Cita-Cita Melalui Edukasi Karakter”, kegiatan ini diinisiasi oleh Annisa Indah Nur K.F, Dinda Aura Latifah, Wita Wilasari, Refan Andi Setiawan, dan Risalda Padu Pinjang. Tema tersebut dipilih karena relevan dengan tahap perkembangan anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, khususnya dalam menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun keberanian untuk bermimpi dan meraih cita-cita. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak Panti Asuhan GYD jenjang SD hingga SMP ini menjadi ruang berbagi yang tidak hanya menghadirkan materi edukatif, namun juga pengalaman belajar yang hangat, interaktif, dan penuh makna. Melalui pendekatan yang menyenangkan, mahasiswa berupaya menghadirkan suasana belajar yang mampu mendorong anak-anak untuk berani mengenali potensi diri sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan kemudian dilanjutkan perkenalan antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan untuk menciptakan suasana yang lebih akrab. Memasuki inti acara anak-anak diajak untuk mengikuti sesi edukasi mengenai bagaimana pentingnya memiliki kepercayaan diri dan keberanian dalam meraih cita-cita. Penyampaian di kemas secara interaktif melalui permainan, diskusi hingga tanya jawab. Untuk mengukur pemahaman peserta, mahasiswa mengadakan kuis sederhana dengan hadiah menarik. Gelaktawa dan antusiasme anak-anak pun mewarnai setiap sesi, hal ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mepererat kedekatan antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan. Setelah itu kami mengajak anak-anak menuangkan impian mereka melalui kegiatan menggambar serta mewarnai sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dan memberikan ruang bagi anak-anak mengekepresikan diri, setiap anak mulai mewarnai gambar sesuai dengan imajinasi mereka masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut mendampingi, memberikan semangat, serta megapresiasi setiap hasil karya anak-anak,sehingga membuat lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide dan harapan mereka. Lebih dari sekedar menjalankan program pengabdian, Inspire & Grow menjadi ruang tumbuh yang menghadirkan pengalaman berharga, baik bagi anak-anak panti asuhan maupun mahasiswa. Anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus motivasi untuk terus percaya pada kemampuan diri mereka. Di sisi lain, mahasiswa belajar bahwa kepedulian, kebersamaan, dan pendidikan karakter dapat tumbuh melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan tulus. Pada akhirnya, kegiatan Inspire & Grow bukan hanya sekedar menghadirkan kegiatan edukatif, tetapi juga menjadi ruang yang menumbuhkan keberanian untuk bermimpi dan keyakinan untuk melangkah. Sebab, setiap anak memiliki potensi yang layak dikembangkan, dan setiap cita-cita pantas diberi ruang untuk tumbuh menjadi kenyataan. Pewarta : Dinda Aura Latifah (Mahasiswa UIMY Prodi PGSD) dan ⁠Annisa Indah Nur K.F (Mahasiswa UIMY Prodi Psikologi)

Kabar & Informasi

Cerdas Cermat : Mengulang Ilmu, Meraih Prestasi

Diantara pesatnya kemajuan teknologi, semangat belajar dan kebermanfaatan tetap menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang cerdas, trampil, dan berkarakter. Kegiatan yang dilakukan bukan hanya sekedar mencari pengakuan, melainkan sebagai wujud tanggung jawab dalam mengemban Amanah serta memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa  Fakultas Psikologi dan Pendidikan semester dua melaksanakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan mencerdaskan anak-anak melalui kegiatan edukatif yang menyenangkan. Kegiatan cerdas cermat dilaksanakan pada jumat 03 juli 2026 pukul 15.30 WIB– 17.20 WIB di masjid Al-Huda Perengdawe Daerah Istimewa Yogyakarta dan dihadiri oleh 15 santri dan berjalan dengan sangat lancar, penuh antusias serta semangat. Sebelum itu, panitia telah menyiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan hingga kegiatan terlaksana dengan lancer Sebelum itu, panitia yang terdiri dari Gita Ainiyyah, Lilan Salsabila Kalsum, Aji Pangestu, Ervia Sutarto, Salsabila Putri Aulia, dan Amada Alfin Khakim telah menyiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan hingga kegiatan terlaksana dengan lancar. Kegiatan diawali dengan salam, perkenalan, dan penyampaian tujuan kegiatan. Kegiatan pertama, diawali dengan pembekalan materi untuk keberlangsungan lomba, lalu dilanjutkan dengan pembagian kelompok, Dimana masing-masing kelompok terdiri dari 4 sampai 5 peserta. Setiap kelompok berkumpul menjadi satu untuk memulai ajang perlombaan Cerdas Cermat Anak TPA. Dalam perlombaan setiap kelompok diberi 3 butir soal. Ketika salah satu kelompok tidak dapat menjawab maka soal akan dilempar ke kelompok lain. Selanjutnya, terdapat sesi kuis cepat tepat, Dimana setiap kelompok berebutan untuk menjawab soal yang telah dibacakan oleh panitia. Dalam peraturan lomba, jika peserta menjawab benar maka akan diberi poin 100, namun jika salah maka poin akan dikurangi -50. Pada tahap akhir lomba, yakni pengumuman pemenang dan pembagian hadiah. Dilanjutkan, dengan tahap akhir acara adalah penutupan. Para mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan bertindak sebagai juri, pembaca soal, dan pemandu acara sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. Diakhir acara, pengumuman menang disambut dengan antusias oleh peserta. Para juara mendapatkan bingkisan menarik sebagai apresiasi atas semangat dan kecerdasan mereka. Melalui kegiatan Cerdas Cermat Anak TPA ini, seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan yang ikut serta berharap dapat menanamkan semangat belajar sejak dini kepada anak-anak, sekaligus menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu dapat disampaikan dengan cara yang kreatif tanpa menghilangkan esensi edukasinya, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kepedulian sosial dan tanggung jawab keilmuan di tengah masyarakat. Diharapkan, program pengabdian masyarakat seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi tumbuh kembang anak-anak TPA maupun bagi mahasiswa sebagai bagian dari pengalaman belajar di luar bangku perkuliahan. Semoga semangat berbagi ilmu ini terus menginspirasi generasi muda untuk senantiasa cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan, SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought), Uncategorized

Mengintegrasikan Wahyu dan Akal, FPP UIM Yogyakarta Sukses Luncurkan Islamic Psychology and Education Mini Conference (INSIGHT)

Mengintegrasikan Wahyu dan Akal, FPP UIM Yogyakarta Sukses Gelar INSIGHT 2026 Bantul–Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) sukses menyelenggarakan Islamic Psychology and Education Mini Conference (INSIGHT) 2026 pada Rabu (24/6/2026). Mengusung tema “Islam dan Pengetahuan: Integrasi Wahyu dan Akal dalam Pengembangan Ilmu dan Pendidikan”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun tradisi akademik dan budaya ilmiah di lingkungan FPP UIM Yogyakarta. INSIGHT 2026 merupakan forum ilmiah yang mewadahi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta mempresentasikan gagasan secara akademis. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan sebagai bentuk sinergi dalam menciptakan ekosistem akademik yang produktif. Ketua Panitia INSIGHT 2026, Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menekankan bahwa INSIGHT diharapkan menjadi agenda akademik tahunan Fakultas Psikologi dan Pendidikan yang mampu mendorong lahirnya budaya meneliti, menulis, dan berdiskusi ilmiah di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIMY serta dihadiri oleh berbagai tamu undangan, di antaranya Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta Ir. Anwaruddin Hisyam, Ph.D., Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan Junianto, S.Pd., M.Pd., Drs. Mujidin, M.Si., Ph.D. selaku Keynote Lecture, serta para dosen di lingkungan Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Dipandu oleh Muhammad Arga Hidayatullah dan Sani Nurmalia yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi sebagai Master of Ceremony (MC). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Moh. Hazam Alfian dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ervia Sutarto dari Program Studi Psikologi. Suasana semakin semarak dan meriah dengan penampilan tari yang dibawakan oleh mahasiswa FPP angkatan 2025. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Junianto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya INSIGHT 2026 dan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta aktif berkontribusi dalam lingkungan akademik. Antusiasme peserta semakin meningkat ketika Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta secara resmi meresmikan INSIGHT 2026 sebagai forum akademik baru di lingkungan FPP UIMY. Peresmian tersebut menjadi momentum penting yang menandai hadirnya INSIGHT sebagai ruang kolaborasi, inovasi, dan pengembangan wawasan akademik mahasiswa. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Pada sesi presentasi, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memaparkan artikel ilmiah yang telah mereka susun. Mahasiswa secara bergantian mempresentasikan gagasan, hasil kajian, dan pemikiran inovatif di hadapan dosen serta peserta lainnya. Suasana diskusi akademik berlangsung aktif, tertib, dan inspiratif, mencerminkan semangat mahasiswa dalam mengembangkan tradisi ilmiah di lingkungan kampus. Sesi Keynote Lecture, Drs. Mujidin, M.Si., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya INSIGHT 2026 sebagai langkah positif dalam membangun budaya akademik di Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIMY. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan yang terus menularkan ‘virus positif’ dalam semangat belajar, berkarya, dan berbagi manfaat melalui ilmu pengetahuan. Beliau juga menekankan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan perspektif Islam. Menurutnya, proses pengembangan ilmu tidak hanya bertumpu pada kemampuan akal manusia, tetapi juga perlu didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagai sumber petunjuk. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat memberikan kontribusi yang utuh bagi kemajuan akademik sekaligus pembentukan karakter yang berlandaskan ajaran Islam. Di penghujung acara, panitia mengumumkan penerima penghargaan Best Paper dan Best Presenter yang disampaikan oleh Andi Refan Setiawan (mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika). Penghargaan Best Paper diraih oleh Kelompok 7 yang beranggotakan Amalia Ulya, Adzkia Syamila, dan Musriyadi Kelrey, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024 dengan dosen pembimbing Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sementara itu, penghargaan Best Presenter diraih oleh Kelompok 3 yang beranggotakan Fatchi Abdulloh Ulwan, Indi Syahida, dan Anisah, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024 dengan dosen pembimbing Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas karya ilmiah, kemampuan presentasi, serta kontribusi peserta dalam menciptakan suasana diskusi akademik yang produktif selama kegiatan berlangsung. Melalui penyelenggaraan INSIGHT 2026, Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIM Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan budaya ilmiah di lingkungan kampus. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana yang mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta menyampaikan gagasan akademik secara konstruktif dan bertanggung jawab. Pewarta : Aji Pangestu (mahasiswa Program Studi Psikologi 2025) & Dinda Aura Latifah (Mahasiswa Program Studi PGSD 2025).

Uncategorized

MBG : Peninjauan Ulang dan Harapan Rekonstruksi Layanan SPPG

Rekonstruksi dapur sangat dinantikan masyarakat, babak baru monitoring dan evaluasi untuk transformasi Makan Bergizi Gratis I. Latar Belakang: Janji Besar di Tengah Krisis Gizi Jakarta: Ketika Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 6 Januari 2025, gemuruh optimisme terasa di mana-mana. Program ini disebut-sebut sebagai gebrakan terbesar dalam sejarah kebijakan gizi Indonesia sejak Orde Baru: menyasar 82,9 juta penerima manfaat dari anak PAUD hingga SMA, dari ibu hamil hingga balita dengan anggaran yang di tahap awal dipatok Rp71 triliun, kemudian dinaikkan menjadi Rp171 triliun (Indonesia.go.id, 2025). Angka itu bukan sekadar besar. Ia adalah pernyataan politik. Di balik ambisi tersebut, terdapat urgensi yang nyata. Indonesia hingga 2023 masih mencatat angka stunting 21,5 persen jauh di atas batas toleransi WHO sebesar 20 persen. Skor PISA Indonesia untuk kemampuan membaca, matematika, dan sains terus merosot dalam satu dekade terakhir, dari 2012 hingga 2022, dengan penurunan skor membaca paling tajam: dari 396 menjadi 383 (INDEF, 2024). Para perancang kebijakan meyakini bahwa perbaikan gizi anak sekolah adalah kunci utama untuk membalik tren ini. Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang didirikan pada Agustus 2024, dengan satuan pelaksana lapangan yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur terpusat yang memproduksi dan mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah dalam radius tertentu. Pada awal 2025, hanya 190 SPPG yang beroperasi. Di akhir 2025, angka itu melonjak menjadi 19.188 unit (BGN, 2026) sebuah ekspansi yang mengagumkan sekaligus mengkhawatirkan. “Program ini dirancang untuk membangun generasi Indonesia Emas 2045. Tapi fondasi dapur yang rapuh tidak akan mampu menopang cita-cita sebesar itu.” — Diah S. Saminarsih, Founder & CEO CISDI, April 2025 II. Masalah di Lapangan: Ketika Piring Menjadi Sumber Bahaya Ekspansi yang terlalu cepat tanpa infrastruktur yang memadai selalu memiliki harga yang harus dibayar. Dalam kasus MBG, harganya dibayar oleh anak-anak yang dilarikan ke IGD setelah menyantap makanan yang mestinya menyehatkan mereka. Krisis keracunan massal. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat bahwa hingga 31 Oktober 2025, total korban keracunan akibat MBG mencapai 16.109 orang (JPPI, 2025). Angka ini bukan puncaknya sepanjang 2025, terdapat 177 Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan di 127 kabupaten/kota yang tersebar di 33 provinsi. Artinya, hampir tidak ada provinsi yang bebas dari insiden. Puncak krisis terjadi pada Agustus dan September 2025 (ANTARA, 2026). DATA KRISIS MBG (Kumulatif 2025) Total korban keracunan 16.109 orang (per 31 Okt 2025) KLB keracunan terdokumentasi 177 kejadian di 33 provinsi Kabupaten/kota terdampak 127 dari seluruh Indonesia SPPG tanpa sertifikasi SLHS 98% (11.394 dari 11.592 unit) SPPG bersertifikasi HACCP Hanya 26 unit (0,22%) SPPG dibekukan/suspend 1.738 unit per Mei 2026 Kasus Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi contoh paling gamblang. Pada 26 September 2025, sebanyak 1.333 siswa dari Kecamatan Cipongkor dilaporkan keracunan massal setelah mengonsumsi MBG. Investigasi kemudian mengungkap bahwa bakteri patogen ditemukan dalam sampel makanan, sebuah kegagalan dasar dalam pengendalian mutu yang semestinya bisa dicegah dengan protokol sanitasi standar (Wantimpres RI, 2025). Krisis sertifikasi. The Conversation Indonesia (2025) melaporkan bahwa pada saat kasus-kasus keracunan itu terjadi, hanya 198 dari 11.592 unit SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), artinya 98 persen dapur beroperasi tanpa sertifikasi dasar. Lebih parah lagi, dari seluruh dapur yang beroperasi, hanya 26 unit yang memenuhi standar internasional HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points). BGN baru mewajibkan SLHS pada September 2025, sembilan bulan setelah ribuan korban berjatuhan. Beban produksi yang tidak manusiawi. Banyak dapur SPPG dipaksa memproduksi lebih dari 3.500 porsi per hari demi mengejar target ambisius pemerintah. Proses memasak kerap berlangsung hingga larut malam. Dalam kondisi kelelahan dan tekanan waktu, standar keamanan pangan menjadi korban pertama (The Conversation, 2025). Ketimpangan distribusi wilayah 3T. Di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, beberapa sekolah di wilayah terpencil sama sekali belum terlayani karena kondisi jalan yang ekstrem. Simulasi pengantaran makanan menunjukkan risiko tinggi makanan rusak sebelum tiba di tangan penerima. “Kami sudah coba berbagai skema, termasuk lewat jalur laut. Tapi tetap terkendala biaya operasional dan jarak tempuh,” kata koordinator kecamatan setempat (Pemkab Banggai Kepulauan, 2026). Risiko korupsi sistemik. Transparency International Indonesia (TII) pada Juni 2025 merilis laporan “Risiko Korupsi di Balik Hidangan MBG” yang mengidentifikasi kerentanan serius: ketiadaan regulasi pelaksana yang memadai (program dijalankan hanya dengan petunjuk teknis internal hingga pertengahan 2025), berkelindannya konflik kepentingan dalam pengadaan bahan baku, serta minimnya mekanisme pengawasan eksternal yang independen (TII, 2025). “Anak-anak sekolah bukanlah objek percobaan kebijakan. Mereka adalah subjek yang punya hak atas kesehatan dan wajib dilindungi oleh konstitusi.” — Koordinator Nasional JPPI, September 2025 III. Analisis Masalah: Tiga Akar Kegagalan Deretan masalah di atas bukan sekadar kumpulan insiden teknis yang tidak saling berhubungan. Mereka adalah gejala dari tiga kegagalan struktural yang saling mengunci. Pertama, kegagalan desain kebijakan: terlalu ambisius, terlalu tergesa. CISDI (2025) dalam kajian komprehensifnya mencatat bahwa regulasi dan petunjuk teknis MBG sejak awal sangat terbatas dan tidak tersosialisasikan. Kementerian/Lembaga lain, pemerintah daerah, dan mitra strategis tidak memiliki akses memadai terhadap dokumen-dokumen operasional. Ekspansi dari 190 SPPG ke lebih dari 19.000 dalam waktu satu tahun adalah lompatan yang tidak diimbangi oleh penguatan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur fisik dapur. Kedua, kegagalan pengawasan: sertifikasi sebagai formalitas belakangan. Fakta bahwa kewajiban SLHS baru diberlakukan sembilan bulan setelah program berjalan dan HACCP baru diwajibkan kemudian mengungkap filosofi kebijakan yang salah urutan: jalankan dulu, standardisasi kemudian. Dalam industri pangan massal mana pun di dunia, standar keamanan pangan adalah prasyarat operasi, bukan tambalan darurat. Anggota Komisi X DPR Nurhadi memperingatkan: “Sertifikat tidak otomatis menjamin peningkatan kualitas layanan apabila tidak dibarengi dengan sistem pengawasan yang konsisten dan pembinaan yang berkelanjutan” (Detik, 2025). Ketiga, kegagalan tata kelola: sentralisme yang mengabaikan heterogenitas wilayah. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan karakteristik geografis, sosial, dan ekonomi yang sangat beragam. Program MBG dirancang di Jakarta dengan logika seragam. Akibatnya, skema yang mungkin berhasil di kota besar Jawa menjadi tidak applicable di wilayah 3T. Pendekatan top-down yang kaku ini adalah antitesis dari prinsip kebijakan publik yang responsif terhadap konteks lokal. IV. Solusi Konkret Pemerintah dan Penanganan Cepat Di bawah tekanan publik yang menggelombang, pemerintah akhirnya bergerak. Presiden Prabowo menggelar rapat darurat setelah korban keracunan melampaui 5.000 anak, memberikan arahan teknis dan detail langsung kepada SPPG

Pendidikan

Serunya jadi Mahasiswa “Doktoral” katanya?

Banyak anggapan bahwa mahasiswa doktoral menjalani hari-hari yang penuh tekanan: riset tanpa henti, tumpukan jurnal, serta presentasi yang seolah tak pernah selesai. Benarkah demikian? Citra akademik memang sering tampak berat. Namun, di balik itu semua, ada sisi lain yang jarang terlihat. Menjadi mahasiswa doktoral ternyata bukan semata soal publikasi, indeksasi, atau mengejar kuartil jurnal tertentu. Ada proses belajar yang jauh lebih mendalam daripada sekadar capaian akademik. Sebelum melanjutkan, izinkan saya berpantun sejenak. Pagi-pagi membeli koran,Singgah sebentar membeli roti.Katanya doktoral penuh beban,Nyatanya seru menantang hati. “Cakep.” Begitulah jawaban yang hampir selalu muncul setiap kali pantun itu saya sampaikan. Sebagai mahasiswa doktoral, cara berpikir kami banyak dibentuk oleh ruang-ruang diskusi. Pada tahap ini, belajar bukan lagi sekadar menjawab pertanyaan dosen di kelas. Setiap pertemuan justru menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan perspektif dari kampus asal masing-masing. Dari diskusi-diskusi itulah, sering lahir ide-ide baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Kami datang dari latar yang beragam. Ada yang menempuh studi melalui tugas belajar, ada yang izin belajar. Ada pula yang memperoleh beasiswa, dan ada juga yang membiayai studi secara mandiri. Perbedaan itu tidak menjadi jarak. Justru di situlah letak kekayaan pengalaman yang membuat proses belajar terasa lebih hidup. Keseruan lain yang selalu dinantikan adalah perkuliahan bersama guest lecturer dari luar negeri. Momen seperti ini terasa istimewa karena kami dapat berinteraksi langsung dengan para pakar di bidangnya. Dari mereka, kami tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga inspirasi untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Belajar memang tidak pernah mengenal usia. Belajar adalah jalan bagi siapa pun yang memiliki tekad untuk terus bertumbuh dan memberi manfaat. Kadang saya berpikir, jika kita hanya melihat lingkungan yang itu-itu saja, kita akan mudah merasa cukup. Padahal, rasa cukup yang terlalu cepat sering kali membuat kita berhenti berkembang. Kita merasa aman di zona nyaman, menjalani rutinitas, menyelesaikan Tri Dharma, lalu menganggap semuanya sudah selesai. Benarkah demikian? Mungkin benar, sebagian dari kami menempuh pendidikan doktoral karena tuntutan institusi. Mungkin juga karena sejak awal telah memilih jalan hidup sebagai dosen. Apa pun alasannya, pada akhirnya perjalanan ini menghadirkan ruang pembelajaran yang berharga bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, melainkan juga tentang cara memandang hidup. Karena itu, tetaplah bersemangat. Perjalanan masih panjang, dan di depan sana selalu ada tantangan baru yang menunggu untuk ditaklukkan. Di balik segala kesibukan dan tuntutan, menjadi mahasiswa doktoral tetaplah sebuah pengalaman yang patut dinikmati dengan perasaan bahagia. Pewarta : Nisrina Ajrina Nur Hidayah (Dosen PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta)

Pendidikan

SEUTAS KAIN, SEJUTA MAKNA DI TANGAN MAHASISWA​

SEUTAS KAIN, SEJUTA MAKNA DI TANGAN MAHASISWA Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, mahasiswa kerap dituntut untuk berlari tanpa jeda; mengejar tugas, nilai, dan ambisi yang tak pernah benar-benar selesai. Dunia hari ini seakan memuja kecepatan, seolah siapa yang paling cepat, dialah yang paling hebat. Padahal, tidak semua hal berharga lahir dari tergesa-gesa. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 1 justru menemukan pengalaman berbeda melalui kegiatan Project STEAM membatik yang dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, di bawah bimbingan dosen pengampu mata kuliah, Nisrina Ajrina, M.Pd. Momen itu hadir dalam sebuah Project STEAM–membatik yang sederhana, namun bagi kami momen itu meninggalkan kesan yang begitu dalam. Membatik bukan sekedar aktivitas seni, melainkan perjalanan rasa. Setiap titik yang ditorehkan dengan canting bukan hanya membentuk motif, tetapi juga melatih kesabaran. Dari proses menggambar pola, mencanting, mewarnai, hingga melorodkan malam, semuanya membutuhkan ketelatenan dan ketenangan yang nyaris bertolak belakang dengan ritme kehidupan modern. Bagi kami, membatik menjadi ruang jeda, tempat untuk “melambat” sejenak dari hiruk pikuk akademik. Di sana, waktu terasa lebih panjang, pikiran menjadi lebih jernih, dan tangan bekerja selaras dengan hati. Tidak ada tuntutan untuk cepat selesai, hanya ada proses yang harus dinikmati.   Selain sebagai sarana pengembangan kreativitas. Kegiatan membatik juga memperkenalkan mahasiswa pada nilai budaya yang terkandung dalam batik sebagai salah satu warisan khas Indonesia. Setiap motif memiliki makna filosofis yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga ikut memahami pentingnya menjaga identitas budaya bangsa. Project ini juga menjadi wujud penerapan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pembelajaran. Mahasiswa mempelajari bagaimana lilin dipanaskan pada suhu tertentu sebagai bagian dari aspek sains, menggunakan alat dengan teknik yang tepat sebagai unsur rekayasa. Lalu, menyusun pola dengan perhitungan tertentu sebagai penerapan matematika. Selanjutnya, mengekspresikan keindahan melalui motif sebagai bagian dari seni. Lebih dari sekadar tugas kuliah, pengalaman membatik memberikan pelajaran penting tentang makna proses. Tidak semua goresan menghasilkan bentuk sempurna, tidak semua warna sesuai harapan. Namun justru dari ketidaksempurnaan itulah mahasiswa belajar bahwa proses belajar tidak selalu tentang hasil akhir, melainkan tentang bagaimana seseorang memahami setiap tahap yang dilalui. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengungkapkan bahwa melalui membatik, mereka diajak untuk lebih menghargai setiap proses kecil. “melalui kegiatan membatik, kami seperti diajak untuk “melambat”, menghargai setiap titik lilin yang ditorehkan, setiap motif yang perlahan terbentuk dan setiap kesalahan kecil justru menjadi bagian dari keindahan”. Pada akhirnya, selembar kain yang awalnya kosong berubah menjadi karya penuh makna. Di tangan mahasiswa, kain tersebut bukan hanya hasil praktik pembelajaran, melainkan simbol perjalanan belajar tentang kesabaran, ketekunan, kreativitas, dan penghargaan terhadap proses. Pewarta : Nisrina Ajrina Nur Hidayah (Dosen PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta) Dinda Aura Latifah (Mahasiswa PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta)

Kabar & Informasi, Pendidikan

MILAD KE-2 & HALAL BI HALALUNIVERSITAS ISLAM MULIA YOGYAKARTA“Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan”

Universitas Islam Mulia Yogyakarta telah melaksanakan kegiatan Milad ke-2 dan Halal Bi Halal pada Selasa, 14 April 2026 dengan tema “Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan”. Acara ini diikuti oleh seluruh Civitas Akademika dari Dosen, Karyawan, hingga seluruh Mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Ini bukan hanya sekedar tempat untuk saling memaafkan melainkan sebagai wadah untuk menyambung dan mempererat tali silaturahim oleh seluruh civitas akademika Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Acara ini juga dimeriahkan oleh Narasumber yang begitu hebat yaitu Dr. Caraka Putra Bhakti., M.Pd. Acara dibuka oleh MC dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an untuk menambah keberkahan, yang dilantunkan oleh Zaidan Najhan Albanna Mahasiswa Program Studi S1 Informatika, Acara selanjutnya adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Ami Rahayu Mahasiswi Program Studi Administrasi Kesehatan, Memasuki rangkaian acara selanjutnya ialah sambutan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Amalia Ulya dan dilanjutkan sambutan oleh Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta, Bapak Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph.D, Setelah melewati beberapa rangkaian acara, tibalah momen yang paling ditunggu-tunggu yaitu Orasi Ilmiah “Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan” bersama Bapak Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. dan beliau dibersamai oleh Anisah Mahasiswi Program Studi Psikologi selaku Moderator. Sampailah dipenghujung acara yakni Doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Dede Suratman, M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Acara ini ditutup oleh Halal Bi Halal sekaligus makan bersama oleh seluruh civitas akademika Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Kegiatan ini memberikan kesan tersendiri yaitu antusias para Dosen, Karyawan, Mahasiswa yang sangat luar biasa, sehingga kebersamaan bisa terbangun dengan begitu hangat. Harapannya kebersamaan ini dapat terjaga dengan baik sehingga mampu memberikan kesan terbaik untuk kedepannya dan dapat membawa nama baik Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Pewarta : Amaliya Ulya

Pendidikan

Bincang Pakar: Knowledge Sharing Akuisisi Pengetahuan Lokal Naskah Buku

Yogyakarta, 5 Maret 2026 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk Zoom Meeting bertajuk “Bincang Pakar: Knowledge Sharing Akuisisi Pengetahuan Lokal Naskah Buku” pada Kamis, 5 Maret 2026, pukul 10.00–12.00 WIB. Acara ini menghadirkan Risma Wahyu Hartiningsih, Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (API) Pelaksana Fungsi Akuisisi Pengetahuan Direktorat RMPI BRIN, sebagai narasumber utama. Bertindak sebagai MC sekaligus moderator adalah Khairunisa, Kepala Perpustakaan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Acara ini merupakan wujud implementasi kegiatan dalam kerjasama antara Universitas Islam Mulia Yogyakarta dengan Direktorat Repositori Multimedia dan Penerbitan Ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional (RMPI BRIN).  Kegiatan diikuti oleh sekitar 45–48 peserta, terdiri dari dosen Universitas Islam Mulia Yogyakarta serta perwakilan dosen dari perguruan tinggi mitra kerja sama, yaitu: Universitas Gunung Kidul Institut Pertanian Yogyakarta STIE Isti Ekatana Upaweda STIMIK El Rahma Yogyakarta Universitas Siber Muhammadiyah Sekolah Tinggi Multi Media Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL) sebagai sumber inspirasi dalam penulisan naskah buku. Materi yang disampaikan mencakup: Pemanfaatan Layanan RMPI Ruang Lingkup Pengetahuan Lokal Kekayaan Intelektual Komunal Pengusul dan Kategori Karya. Apresiasi kepada pengusul karya. Skema Penerbitan APL Kategori Buku Kategori Buku untuk Program APL Tahun 2026 Alur Pelaksanaan Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Peserta antusias mengikuti sesi tanya jawab yang memperkaya diskusi, terutama terkait strategi integrasi pengetahuan lokal ke dalam literatur akademik dan tantangan pengembangannya. Peserta semakin tertarik saat narasumber menyebutkan bahwa naskah yang lolos seleksi dalam program APL Tahun 2026 akan mendapatkan insentif dari Direktorat RMPI BRIN.  Dokumentasi dan Sertifikat Video rekaman kegiatan dapat diakses melalui kanal resmi YouTube Universitas Islam Mulia Yogyakarta: [http://www.youtube.com/@uimyogya ] [link video] Materi presentasi narasumber tersedia dalam bentuk file PDF: [Bincang Pakar_Knowledge Sharing APL Kategori Buku_5 Maret (1).pdf] Sertifikat peserta kegiatan dapat diunduh melalui tautan berikut: [SERTIFIKAT APL 2026] Melalui kegiatan Bincang Pakar ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi global, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan Islami. Kegiatan selanjutnya akan di arahkan untuk lebih instensif, seperti pendampingan atau workshop akuisisi pengetahuan lokal hingga bisa terbit dan diakuisisi oleh Direktorat RMPI BRIN. Lampiran Dokumentasi :  Pewarta: Nurul Ariningtyas

Pendidikan

Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan : Aksi Nyata Divisi Keagamaan Hima PGSD

Yogyakarta 1 Maret 2026 – Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang penuh berkah dan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat tali silaturahmi. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci ini, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) menyelenggarakan kegiatan pembagian takjil sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh HIMA PGSD dan dilaksanakan pada Jum’at, 27 Februari 2026 Pukul 16:00 menjelang waktu berbuka puasa di Lampu merah Sedayu, Argomulyo Kab. Bantul, DIY. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini yakni “Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan”. Tema ini dipilih dengan maksud untuk menggambarkan semangat mahasiswa dalam berbagi kepada sesama serta menciptakan kebahagiaan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Pembagian takjil ditujukan kepada masyarakat umum, khususnya para pengguna jalan seperti pengendara motor, pejalan kaki, serta masyarakat sekitar yang melakukan perjalanan menjelang waktu berbuka guna membantu mereka yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka puasa. Para Panitia HIMA PGSD membagikan takjil dengan ramah dan tetap memperhatikan ketertiban lalu lintas sehingga kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh panitia. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat, serta menjadi ladang amal di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar. “Setiap langkah kecil yang kita lakukan dalam berbagi menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan yang luas. Mari terus menebar kebaikan, karena dari satu kebaikan yang tulus lahir kebahagiaan yang tak terhingga” Pewarta : Hima PGSD & Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd

Pendidikan

Mahasiswa UIM Yogyakarta Ikuti Pendampingan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di LLDIKTI Wilayah V

Yogyakarta, 6 Februari 2026 — Mahasiswa Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta mengikuti kegiatan Pendampingan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Kantor LLDIKTI Wilayah V pada Kamis–Jumat, 5–6 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan dari sekitar 24 perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, di antaranya Universitas Madani, Akademi Pertanian, Politeknik LPP Yogyakarta, Universitas Mercu Buana, Universitas Alma Ata, dan berbagai kampus lainnya. Pada kegiatan tersebut, UIM mengirimkan empat proposal PKM yang terdiri dari dua proposal dari Program Studi Psikologi, satu proposal dari Program Studi Kebidanan, dan satu proposal dari Program Studi Administrasi Kesehatan. Mahasiswa yang mewakili UIM adalah Amalia Ulya, Anissa Fahra, Ernita Armelia, dan Anisah (Prodi Psikologi), Widhi Triastika (Prodi Kebidanan), serta Amanda Awliyani (Prodi Administrasi Kesehatan). Kegiatan dibuka dengan arahan dari Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., yang menekankan pentingnya kualitas proposal serta kesiapan mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat nasional. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi seputar PKM dari tiga narasumber, yaitu Dr. apt. Lutfi Chabib, M.Sc. (Universitas Islam Indonesia), Dr. Sukinah, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Retno Purwandari, S.S., M.A. (Institut Seni Indonesia Yogyakarta). Setelah sesi pemaparan, mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai dengan narasumber untuk mendapatkan pendampingan intensif dalam penyusunan proposal, mulai dari penyusunan latar belakang, sistematika dan tata tulis, perencanaan anggaran biaya, hingga strategi penyusunan ide yang inovatif dan relevan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas, kemampuan riset, dan inovasi berbasis solusi nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai keterampilan penelitian, meningkatkan kemampuan analisis dalam mencari solusi atas berbagai persoalan, serta menumbuhkan kepekaan terhadap isu-isu strategis yang dihadapi bangsa Indonesia, baik dalam bidang sosial, pangan, energi, teknologi, maupun kesehatan. Partisipasi aktif mahasiswa UIM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik dan daya saing mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam menghadirkan gagasan inovatif bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Pewarta : Rahma

Scroll to Top