Uncategorized

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan, SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought), Uncategorized

Mengintegrasikan Wahyu dan Akal, FPP UIM Yogyakarta Sukses Luncurkan Islamic Psychology and Education Mini Conference (INSIGHT)

Mengintegrasikan Wahyu dan Akal, FPP UIM Yogyakarta Sukses Gelar INSIGHT 2026 Bantul–Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) sukses menyelenggarakan Islamic Psychology and Education Mini Conference (INSIGHT) 2026 pada Rabu (24/6/2026). Mengusung tema “Islam dan Pengetahuan: Integrasi Wahyu dan Akal dalam Pengembangan Ilmu dan Pendidikan”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun tradisi akademik dan budaya ilmiah di lingkungan FPP UIM Yogyakarta. INSIGHT 2026 merupakan forum ilmiah yang mewadahi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta mempresentasikan gagasan secara akademis. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan sebagai bentuk sinergi dalam menciptakan ekosistem akademik yang produktif. Ketua Panitia INSIGHT 2026, Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menekankan bahwa INSIGHT diharapkan menjadi agenda akademik tahunan Fakultas Psikologi dan Pendidikan yang mampu mendorong lahirnya budaya meneliti, menulis, dan berdiskusi ilmiah di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIMY serta dihadiri oleh berbagai tamu undangan, di antaranya Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta Ir. Anwaruddin Hisyam, Ph.D., Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan Junianto, S.Pd., M.Pd., Drs. Mujidin, M.Si., Ph.D. selaku Keynote Lecture, serta para dosen di lingkungan Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Dipandu oleh Muhammad Arga Hidayatullah dan Sani Nurmalia yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi sebagai Master of Ceremony (MC). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Moh. Hazam Alfian dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ervia Sutarto dari Program Studi Psikologi. Suasana semakin semarak dan meriah dengan penampilan tari yang dibawakan oleh mahasiswa FPP angkatan 2025. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Junianto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya INSIGHT 2026 dan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta aktif berkontribusi dalam lingkungan akademik. Antusiasme peserta semakin meningkat ketika Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta secara resmi meresmikan INSIGHT 2026 sebagai forum akademik baru di lingkungan FPP UIMY. Peresmian tersebut menjadi momentum penting yang menandai hadirnya INSIGHT sebagai ruang kolaborasi, inovasi, dan pengembangan wawasan akademik mahasiswa. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Pada sesi presentasi, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memaparkan artikel ilmiah yang telah mereka susun. Mahasiswa secara bergantian mempresentasikan gagasan, hasil kajian, dan pemikiran inovatif di hadapan dosen serta peserta lainnya. Suasana diskusi akademik berlangsung aktif, tertib, dan inspiratif, mencerminkan semangat mahasiswa dalam mengembangkan tradisi ilmiah di lingkungan kampus. Sesi Keynote Lecture, Drs. Mujidin, M.Si., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya INSIGHT 2026 sebagai langkah positif dalam membangun budaya akademik di Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIMY. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan yang terus menularkan ‘virus positif’ dalam semangat belajar, berkarya, dan berbagi manfaat melalui ilmu pengetahuan. Beliau juga menekankan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan perspektif Islam. Menurutnya, proses pengembangan ilmu tidak hanya bertumpu pada kemampuan akal manusia, tetapi juga perlu didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagai sumber petunjuk. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat memberikan kontribusi yang utuh bagi kemajuan akademik sekaligus pembentukan karakter yang berlandaskan ajaran Islam. Di penghujung acara, panitia mengumumkan penerima penghargaan Best Paper dan Best Presenter yang disampaikan oleh Andi Refan Setiawan (mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika). Penghargaan Best Paper diraih oleh Kelompok 7 yang beranggotakan Amalia Ulya, Adzkia Syamila, dan Musriyadi Kelrey, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024 dengan dosen pembimbing Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sementara itu, penghargaan Best Presenter diraih oleh Kelompok 3 yang beranggotakan Fatchi Abdulloh Ulwan, Indi Syahida, dan Anisah, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024 dengan dosen pembimbing Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas karya ilmiah, kemampuan presentasi, serta kontribusi peserta dalam menciptakan suasana diskusi akademik yang produktif selama kegiatan berlangsung. Melalui penyelenggaraan INSIGHT 2026, Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIM Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan budaya ilmiah di lingkungan kampus. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana yang mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta menyampaikan gagasan akademik secara konstruktif dan bertanggung jawab. Pewarta : Aji Pangestu (mahasiswa Program Studi Psikologi 2025) & Dinda Aura Latifah (Mahasiswa Program Studi PGSD 2025).

Uncategorized

MBG : Peninjauan Ulang dan Harapan Rekonstruksi Layanan SPPG

Rekonstruksi dapur sangat dinantikan masyarakat, babak baru monitoring dan evaluasi untuk transformasi Makan Bergizi Gratis I. Latar Belakang: Janji Besar di Tengah Krisis Gizi Jakarta: Ketika Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 6 Januari 2025, gemuruh optimisme terasa di mana-mana. Program ini disebut-sebut sebagai gebrakan terbesar dalam sejarah kebijakan gizi Indonesia sejak Orde Baru: menyasar 82,9 juta penerima manfaat dari anak PAUD hingga SMA, dari ibu hamil hingga balita dengan anggaran yang di tahap awal dipatok Rp71 triliun, kemudian dinaikkan menjadi Rp171 triliun (Indonesia.go.id, 2025). Angka itu bukan sekadar besar. Ia adalah pernyataan politik. Di balik ambisi tersebut, terdapat urgensi yang nyata. Indonesia hingga 2023 masih mencatat angka stunting 21,5 persen jauh di atas batas toleransi WHO sebesar 20 persen. Skor PISA Indonesia untuk kemampuan membaca, matematika, dan sains terus merosot dalam satu dekade terakhir, dari 2012 hingga 2022, dengan penurunan skor membaca paling tajam: dari 396 menjadi 383 (INDEF, 2024). Para perancang kebijakan meyakini bahwa perbaikan gizi anak sekolah adalah kunci utama untuk membalik tren ini. Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang didirikan pada Agustus 2024, dengan satuan pelaksana lapangan yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur terpusat yang memproduksi dan mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah dalam radius tertentu. Pada awal 2025, hanya 190 SPPG yang beroperasi. Di akhir 2025, angka itu melonjak menjadi 19.188 unit (BGN, 2026) sebuah ekspansi yang mengagumkan sekaligus mengkhawatirkan. “Program ini dirancang untuk membangun generasi Indonesia Emas 2045. Tapi fondasi dapur yang rapuh tidak akan mampu menopang cita-cita sebesar itu.” — Diah S. Saminarsih, Founder & CEO CISDI, April 2025 II. Masalah di Lapangan: Ketika Piring Menjadi Sumber Bahaya Ekspansi yang terlalu cepat tanpa infrastruktur yang memadai selalu memiliki harga yang harus dibayar. Dalam kasus MBG, harganya dibayar oleh anak-anak yang dilarikan ke IGD setelah menyantap makanan yang mestinya menyehatkan mereka. Krisis keracunan massal. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat bahwa hingga 31 Oktober 2025, total korban keracunan akibat MBG mencapai 16.109 orang (JPPI, 2025). Angka ini bukan puncaknya sepanjang 2025, terdapat 177 Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan di 127 kabupaten/kota yang tersebar di 33 provinsi. Artinya, hampir tidak ada provinsi yang bebas dari insiden. Puncak krisis terjadi pada Agustus dan September 2025 (ANTARA, 2026). DATA KRISIS MBG (Kumulatif 2025) Total korban keracunan 16.109 orang (per 31 Okt 2025) KLB keracunan terdokumentasi 177 kejadian di 33 provinsi Kabupaten/kota terdampak 127 dari seluruh Indonesia SPPG tanpa sertifikasi SLHS 98% (11.394 dari 11.592 unit) SPPG bersertifikasi HACCP Hanya 26 unit (0,22%) SPPG dibekukan/suspend 1.738 unit per Mei 2026 Kasus Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi contoh paling gamblang. Pada 26 September 2025, sebanyak 1.333 siswa dari Kecamatan Cipongkor dilaporkan keracunan massal setelah mengonsumsi MBG. Investigasi kemudian mengungkap bahwa bakteri patogen ditemukan dalam sampel makanan, sebuah kegagalan dasar dalam pengendalian mutu yang semestinya bisa dicegah dengan protokol sanitasi standar (Wantimpres RI, 2025). Krisis sertifikasi. The Conversation Indonesia (2025) melaporkan bahwa pada saat kasus-kasus keracunan itu terjadi, hanya 198 dari 11.592 unit SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), artinya 98 persen dapur beroperasi tanpa sertifikasi dasar. Lebih parah lagi, dari seluruh dapur yang beroperasi, hanya 26 unit yang memenuhi standar internasional HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points). BGN baru mewajibkan SLHS pada September 2025, sembilan bulan setelah ribuan korban berjatuhan. Beban produksi yang tidak manusiawi. Banyak dapur SPPG dipaksa memproduksi lebih dari 3.500 porsi per hari demi mengejar target ambisius pemerintah. Proses memasak kerap berlangsung hingga larut malam. Dalam kondisi kelelahan dan tekanan waktu, standar keamanan pangan menjadi korban pertama (The Conversation, 2025). Ketimpangan distribusi wilayah 3T. Di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, beberapa sekolah di wilayah terpencil sama sekali belum terlayani karena kondisi jalan yang ekstrem. Simulasi pengantaran makanan menunjukkan risiko tinggi makanan rusak sebelum tiba di tangan penerima. “Kami sudah coba berbagai skema, termasuk lewat jalur laut. Tapi tetap terkendala biaya operasional dan jarak tempuh,” kata koordinator kecamatan setempat (Pemkab Banggai Kepulauan, 2026). Risiko korupsi sistemik. Transparency International Indonesia (TII) pada Juni 2025 merilis laporan “Risiko Korupsi di Balik Hidangan MBG” yang mengidentifikasi kerentanan serius: ketiadaan regulasi pelaksana yang memadai (program dijalankan hanya dengan petunjuk teknis internal hingga pertengahan 2025), berkelindannya konflik kepentingan dalam pengadaan bahan baku, serta minimnya mekanisme pengawasan eksternal yang independen (TII, 2025). “Anak-anak sekolah bukanlah objek percobaan kebijakan. Mereka adalah subjek yang punya hak atas kesehatan dan wajib dilindungi oleh konstitusi.” — Koordinator Nasional JPPI, September 2025 III. Analisis Masalah: Tiga Akar Kegagalan Deretan masalah di atas bukan sekadar kumpulan insiden teknis yang tidak saling berhubungan. Mereka adalah gejala dari tiga kegagalan struktural yang saling mengunci. Pertama, kegagalan desain kebijakan: terlalu ambisius, terlalu tergesa. CISDI (2025) dalam kajian komprehensifnya mencatat bahwa regulasi dan petunjuk teknis MBG sejak awal sangat terbatas dan tidak tersosialisasikan. Kementerian/Lembaga lain, pemerintah daerah, dan mitra strategis tidak memiliki akses memadai terhadap dokumen-dokumen operasional. Ekspansi dari 190 SPPG ke lebih dari 19.000 dalam waktu satu tahun adalah lompatan yang tidak diimbangi oleh penguatan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur fisik dapur. Kedua, kegagalan pengawasan: sertifikasi sebagai formalitas belakangan. Fakta bahwa kewajiban SLHS baru diberlakukan sembilan bulan setelah program berjalan dan HACCP baru diwajibkan kemudian mengungkap filosofi kebijakan yang salah urutan: jalankan dulu, standardisasi kemudian. Dalam industri pangan massal mana pun di dunia, standar keamanan pangan adalah prasyarat operasi, bukan tambalan darurat. Anggota Komisi X DPR Nurhadi memperingatkan: “Sertifikat tidak otomatis menjamin peningkatan kualitas layanan apabila tidak dibarengi dengan sistem pengawasan yang konsisten dan pembinaan yang berkelanjutan” (Detik, 2025). Ketiga, kegagalan tata kelola: sentralisme yang mengabaikan heterogenitas wilayah. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan karakteristik geografis, sosial, dan ekonomi yang sangat beragam. Program MBG dirancang di Jakarta dengan logika seragam. Akibatnya, skema yang mungkin berhasil di kota besar Jawa menjadi tidak applicable di wilayah 3T. Pendekatan top-down yang kaku ini adalah antitesis dari prinsip kebijakan publik yang responsif terhadap konteks lokal. IV. Solusi Konkret Pemerintah dan Penanganan Cepat Di bawah tekanan publik yang menggelombang, pemerintah akhirnya bergerak. Presiden Prabowo menggelar rapat darurat setelah korban keracunan melampaui 5.000 anak, memberikan arahan teknis dan detail langsung kepada SPPG

Uncategorized

Sosialisasi Asuransi Kecelakaan Mahasiswa Angkatan 2025/2026 Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Yogyakarta – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) bekerjasama dengan PT Jasaraharja Putera menyelenggarakan Sosialisasi Kecelakaan Mahasiswa Tahun Angkatan 2025/2026 pada Selasa, 23 Desember 2025. Acara berlangsung secara daring melalui platform Zoom mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kepesantrenan, Bapak Drs. Nur Hidayat Pamungkas, M.Pd. Sosialisasi menghadirkan dua narasumber utama dari Jasaraharja Putera Yogyakarta, yaitu: Wahyu Ariwigati, SE, MM, AAAIK, AIIS, CRMO, CHRP (Branch Manager JRP Yogyakarta) Handian Erres, SH, AAAIK (Business II Assistant Manager JRP Yogyakarta) Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya perlindungan asuransi bagi mahasiswa sebagai bentuk antisipasi risiko kecelakaan. Kegiatan ini bersifat wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa, khususnya angkatan 2025/2026, sebagai bagian dari program perlindungan kampus terhadap kesejahteraan mahasiswa. Akses Materi dan Formulir Klaim AsuransiUntuk mendukung pemahaman lebih lanjut, mahasiswa dapat melihat tayangan melalui kanal Youtube: www.youtube.com/@uimyogya. Selain itu, formulir klaim asuransi juga tersedia secara daring dan dapat diakses melalui tautan: FORMULIR KLAIM Segera unduh materi dan simpan tautan klaim!Pastikan Anda memahami prosedur perlindungan asuransi yang telah disosialisasikan. Dengan mengakses youtube seminar dan formulir klaim, mahasiswa akan lebih siap menghadapi kemungkinan risiko serta memperoleh hak perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku. Sertifikat Kegiatan dapat diakses di link berikut: SERTIFIKAT Pewarta: Adm. Bidang Kemahasiswaan

Uncategorized

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Psikologi UIM Yogyakarta Gelar Pengabdian Masyarakat di SMAN 2 Playen Gunungkidul

Gunungkidul, 10 Desember 2025 — Program Studi Psikologi Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Playen, Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pendidikan tinggi serta membangun motivasi belajar melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Sinergi Dosen dan Mahasiswa Psikologi UIM Yogyakarta Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta. Sejumlah dosen yang terlibat sebagai pemateri antara lain: Ahmad Latif Nurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog Nadea Zulfa Khairunnisa, S.Psi., M.A. Kukuh Dwi Pamuji, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Psikologi angkatan 2024, yaitu Amalia Ulya dan Reva Aulia, sebagai bentuk implementasi pembelajaran kolaboratif antara dosen dan mahasiswa. Diikuti 150 Siswa Kelas XII SMAN 2 Playen Sebanyak 150 siswa kelas XII SMA Negeri 2 Playen Gunungkidul mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Rangkaian kegiatan dikemas melalui penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman siswa menggunakan metode pre-test dan post-test. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan ice breaking untuk menciptakan suasana yang hangat, nyaman, dan kondusif sehingga siswa lebih siap menerima materi yang disampaikan. Pendidikan sebagai Arah Hidup, Bukan Sekadar Formalitas Materi utama yang disampaikan mengusung tema “Pendidikan sebagai Arah Hidup, Bukan Sekadar Formalitas”. Materi ini menekankan pentingnya mengenali potensi diri, membangun pola pikir yang matang, serta merencanakan masa depan secara terarah dan bertanggung jawab. Ahmad Latif Nurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk mental yang kuat, meningkatkan kompetensi individu, serta memperluas peluang masa depan. “Kesadaran akan pentingnya pendidikan perlu ditanamkan sejak dini agar siswa mampu mengambil keputusan hidup secara bijak,” ujarnya. Mendorong Siswa Menentukan Masa Depan Secara Bijak Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim berharap siswa SMA Negeri 2 Playen mampu menentukan masa depan dengan pertimbangan yang matang, baik dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja, maupun berwirausaha. Keputusan yang bijak adalah keputusan yang diambil dengan memahami manfaat pendidikan tinggi serta mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan di masa depan. Komitmen UIM Yogyakarta dalam Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta terus berupaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan melalui berbagai program pengabdian masyarakat. Kolaborasi dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta ini diharapkan mampu memberikan dampak positif serta memperluas wawasan siswa dalam mempersiapkan masa depan yang lebih terarah. Pewarta : Aji Pangestu – Mahasiswa Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta (2025)

Uncategorized

Tasqif UIM Yogyakarta: Menggali Keberkahan Hidup Melalui Surah Al-Mulk

Yogyakarta, 28 November 2025 — Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melalui Badan Pengurus Harian (BPH) kembali mengadakan kegiatan tasqif bertema “Keberkahan dalam Hidup”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen dan karyawan UIM sebagai upaya meningkatkan kualitas spiritual dan pemahaman keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Tadabbur Surah Al-Mulk sebagai Pembuka Kegiatan dibuka dengan pembacaan Al Ma’tsurat Kubro yang dipimpin Ust. Nur Hidayat Pamungkas. Selanjutnya, peserta mendalami tafsir Surah Al-Mulk ayat 1: “Tabārakalladzi bi yadihil mulk wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.” Ust. Khudhori menjelaskan bahwa kata “tabāraka” menggambarkan kelimpahan kebaikan dan keberlanjutan nikmat dari Allah. Seorang muslim diajak untuk selalu berharap dan memohon keberkahan dalam segala aktivitas. “Keberkahan bukan sekadar banyak, tetapi membuat sesuatu menjadi lebih bermanfaat dan menenangkan,” jelas Ust. Khudhori. Memahami Makna Keberkahan dalam Kehidupan Dalam sesi berikutnya, peserta diajak mengenali berbagai bentuk keberkahan yang hadir dalam hidup, meliputi: Keberkahan usia Keberkahan ilmu Keberkahan harta Keberkahan makanan Keberkahan waktu Keberkahan hubungan keluarga dan masyarakat Pemateri menegaskan bahwa keberkahan akan lahir dari niat yang baik, adab yang benar, dan kebiasaan berdoa sebelum memulai aktivitas. Contoh Ucapan dan Doa Keberkahan dalam Tradisi Islam Tasqif semakin hidup dengan contoh doa keberkahan yang biasa diamalkan umat Islam: Doa untuk Umur“Barakallāhu fī umrik”Bermakna harapan agar umur seseorang dipenuhi manfaat dan ketaatan. Doa Sebelum Makan“Allāhumma bārik lanā fīma razaqtanā wa qinā ‘adzāban-nār”Sebagai permohonan agar makanan menjadi sumber kebaikan dan kesehatan. Ucapan Saat Mendengar Kabar Baik“Barakallahu laka” atau “Allahumma baarik”Doa ini menunjukkan harapan agar nikmat yang diterima bernilai baik dan berkelanjutan. Antusiasme Dosen dan Karyawan UIM Sesi diskusi menjadi salah satu bagian paling berkesan. Para peserta berbagi pengalaman terkait keberkahan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari—baik dalam kemudahan belajar, ketenangan keluarga, maupun kelancaran rezeki. “Keberkahan sering muncul dari hal-hal sederhana seperti doa sebelum makan atau saling mendoakan saat ulang tahun,” ungkap salah satu peserta. Menjadikan Keberkahan sebagai Gaya Hidup Menutup kegiatan, Ust. Ahsanul Fuadi selaku Ketua BPH UIM mengajak seluruh dosen dan karyawan untuk menjadikan keberkahan sebagai pedoman hidup, mulai dari memperbaiki niat hingga menjaga hubungan baik dengan sesama. Beliau berharap kegiatan tasqif ini menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih tenang, produktif, dan penuh keberkahan bagi seluruh sivitas akademika UIM Yogyakarta. Kontributor : Yulia Adhisty

Uncategorized

Makrab Psychology Connect dan Pelantikan HIMAPSI UIM Wujudkan “Labirin Jiwa” dalam Kebersamaan

Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan gabungan Malam Keakraban (Makrab) bertajuk Psychology Connect dan Pelantikan Pengurus HIMAPSI periode 2025-2026 di Strawberry Krincing Hill, Magelang, pada Sabtu-Minggu (18-19 Oktober 2025). Kegiatan dengan tema “Labirin Jiwa” ini menjadi wadah mempererat hubungan antar mahasiswa sekaligus menumbuhkan semangat kepemimpinan di lingkungan HIMAPSI. Acara dibuka dengan pelantikan resmi pengurus HIMAPSI oleh pembina, Ahmad Lathif Nurrhman S.psi., M.psi., Psikolog. Yang dalam sambutannya berpesan agar pengurus baru mampu menjadi teladan bagi mahasiswa lain.  “Kepengurusan HIMAPSI bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab moral untuk memajukan Psikologi UIM dan membawa perubahan positif,” ujar beliau dalam sambutannya. Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Makrab Psychology Connect yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dan anggota HIMAPSI. Beragam kegiatan digelar, mulai dari materi kepemimpinan yang di bawakan oleh pak Lathif selaku pembina, ice breaking, permainan kelompok, renungan malam, hingga pentas seni yang menampilkan kreativitas mahasiswa Psikologi UIM. Ketua panitia, Musriyadi Kelrey, menjelaskan bahwa penggabungan dua kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan mempererat sinergi antara pengurus baru dan mahasiswa baru. “Sebuah momentum yang sakral, momen nyata untuk transformasi diri. Dalam artian lain tujuan makrab itu adalah tentu untuk menguatkan tali dalam bingkai persaudaraan, mempererat solidaritas antar sesama mahasiswa psikologi,” jelas Musriyadi Kelrey. Salah satu peserta, Annisa Indah Nur Khusnul Fatimah, mengaku senang dengan konsep kegiatan ini. “Acaranya seru, selain bisa mengenal teman-teman baru, kaka panitia juga ramah ramah, kami juga jadi tahu lebih dekat tentang HIMAPSI dan kegiatannya,” katanya antusias. Kegiatan ditutup pada Minggu pagi dengan sesi refleksi, jalan jalan pagi, memetik strawberry dan doa bersama, dilanjutkan foto bersama seluruh peserta dan panitia. Melalui kegiatan gabungan ini, diharapkan HIMAPSI UIM dapat semakin solid dan mahasiswa Psikologi semakin memahami makna kebersamaan dalam perjalanan akademik mereka. Kontributor : Annisa Fahra Amalia & Amalia Ulya (Mahasiswa Prodi Psikologi 2024)

Pendidikan, Uncategorized

Dukungan Suami dan Keluarga Penting bagi Ibu Hamil: UIMY Gelar Sosialisasi di Sedayu

Dukungan Suami dan Keluarga Penting bagi Ibu Hamil: UIMY Gelar Sosialisasi di Sedayu Bantul, 09 November 2025 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) melalui Program Studi Kebidanan bekerja sama dengan Puskesmas Sedayu 1 Bantul mengadakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi bertema “Dukungan Suami dan Keluarga terhadap Perubahan Fisik dan Psikologis pada Ibu Hamil.” Acara ini berlangsung di Aula Kalurahan Argomulyo, Sedayu, dengan mengundang 20 ibu hamil beserta pasangannya. Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu hamil, suami dan keluarga mengetahui perubahan fisik dan psikologis kehamilan sehingga diharapkan suami dan keluarga mampu berperan sebagai pendamping ibu selama masa kehamilan. Pentingnya Dukungan Keluarga Kegiatan ini menekankan bahwa dukungan suami dan keluarga memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan fisik maupun psikologis ibu hamil. Perubahan yang dialami selama kehamilan seringkali menimbulkan tantangan emosional, sehingga kehadiran suami dan keluarga menjadi faktor penentu dalam menciptakan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi ibu hamil. Dilakukannya kegiatan penyuluhan dan sosialisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman suami dan keluarga tentang perubahan fisik dan psikologis ibu hamil,  mendorong keterlibatan aktif suami dan keluarga dalam mendampingi ibu hamil serta menanamkan nilai spiritual dan kasih sayang dalam mendukung kehamilan yang sehat dan bahagia. Sinergi Perguruan Tinggi dan Puskesmas Acara ini mendapat dukungan penuh dari Bidan Koordinator Puskesmas Sedayu I Endah Bekti, S.Tr.Keb., Bdn, yang berkolaborasi dengan dosen Prodi D3 Kebidanan Nurul Ariningtyas, S.ST., MPH dan mahasiswa Prodi Kebidanan semester 5 Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Kelompok mahasiswa yang terlibat dikoordinatori oleh Prita Mawarsih dan anggota; Silky Diana Sugesti, Amita, Indriyani, Tasya Yajira, dan Hasanah Rizka. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan layanan kesehatan primer dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain penyuluhan, kegiatan lainnya turut memeriahkan acara yaitu senam yoga kehamilan, yang dipandu oleh Bidan Puskesmas Sedayu I dan beberapa mahasiswa praktik Puskesmas Sedayu 1. Antusiasme Peserta Sebanyak 20 pasangan ibu hamil dan suaminya mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Mereka terlibat dalam diskusi interaktif mengenai cara memberikan dukungan emosional, membantu aktivitas sehari-hari, serta memahami perubahan fisik yang dialami ibu hamil. Penyuluhan disampaikan dengan media Audio Video dan Kartu Refleksi (berisi kutipan spiritual dan motivasi). Suasana semakin menarik dengan Simulasi peran (role play) yang diperankan oleh penyaji dan diikuti oleh peserta. Harapan Universitas Melalui kegiatan ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta berharap dapat memperkuat peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Dukungan yang baik diharapkan mampu menurunkan risiko stres, meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta mendukung tercapainya kehamilan yang sehat dan aman.  Pewarta:  Nurul Ariningtyas dan Prita Mawarsih

Uncategorized

Pemberdayaan Ibu Nifas melalui ASI Eksklusif dan Pijat Oksitosin: Program D3 Kebidanan UIM Yogyakarta di Bantul

Bantul, 8 November 2025 — Program Studi D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan bertema “Pemberdayaan Ibu Nifas melalui ASI Eksklusif dan Pijat Oksitosin dalam Mendukung Kesehatan Ibu dan Bayi.”Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Jaten, Argosari, Sedayu, Bantul, dan diikuti oleh para ibu nifas serta kader kesehatan setempat. Tujuan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas mengenai pentingnya ASI eksklusif serta teknik pijat oksitosin sebagai upaya mendukung kesehatan ibu dan bayi. Materi dan Pemateri Penyuluhan dipandu oleh Ibu Yulia Adhisty, SST., M.Kes, dosen D3 Kebidanan UIM Yogyakarta yang berfokus pada bidang nifas dan menyusui, serta dibantu oleh mahasiswa kebidanan.Dalam sambutannya, Ibu Yulia menekankan bahwa keberhasilan ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan. Bidan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan konseling menyusui kepada ibu nifas. Materi yang disampaikan meliputi: Pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Manfaat ASI bagi kesehatan ibu dan bayi. Teknik pijat oksitosin untuk melancarkan produksi ASI. Manfaat ASI Eksklusif bagi Ibu dan Bayi Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa ASI eksklusif mampu: Meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Mencegah infeksi dan mendukung tumbuh kembang optimal. Membantu ibu dalam proses pemulihan setelah melahirkan. Mengurangi risiko perdarahan postpartum dan mempercepat involusi uterus. Praktik Langsung Pijat Oksitosin Peserta mendapat kesempatan praktik langsung pijat oksitosin, mulai dari penentuan titik pijat, arah gerakan, durasi, hingga waktu pelaksanaan yang tepat.Kader posyandu juga dilatih agar dapat mendampingi ibu nifas dalam melakukan pijat oksitosin secara benar dan aman. Antusiasme Peserta Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan tentang: Cara meningkatkan produksi ASI. Penanganan puting lecet. Tips menghadapi bayi yang sulit menyusu. Para ibu mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam perawatan diri dan bayi di rumah. Penutup dan Harapan Kegiatan diakhiri dengan sesi monitoring tumbuh kembang bayi serta pembagian leaflet edukasi tentang ASI eksklusif dan pijat oksitosin.Program Studi D3 Kebidanan UIM Yogyakarta berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak di wilayah Bantul dan sekitarnya. Kontributor : Anisa A

Pendidikan, Uncategorized

Universitas Islam Mulia Yogyakarta Gelar Penyuluhan Pranikah untuk Remaja dan Prenatal Yoga bagi Ibu Hamil di Desa Singosaren III

Bantul, Yogyakarta — [Sabtu, 08 November 2025] Sebagai wujud nyata dari pelaksanaan Promosi Kesehatan, Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIM Yogyakarta) kembali mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Persiapan Persalinan dengan Prenatal Yoga ”. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Singosaren III, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, dengan dua fokus utama, yaitu penyuluhan pranikah bagi remaja dan prenatal yoga bagi ibu hamil. Acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta, Ibu Dukuh SingosarenIII , Bapak Lurah Desa Singosaren, Bidan Puskesmas Banguntapan II, serta puluhan peserta yang terdiri dari remaja desa dan ibu hamil. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, ketika para peserta mulai berdatangan ke pendopo yang berada di rumah Ibu Dukuh Singosaren III untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung penuh interaksi dan edukatif. Edukasi Pranikah: Mempersiapkan Generasi Muda yang Matang dan Bertanggung Jawab Sesi pertama kegiatan di fokuskan pada penyuluhan pranikah bagi remaja, yang disampaikan oleh Bapak Sarif Febriandi SKM. M. Kes. Dosen prodi Administrasi Kesehatan  UIM Yogyakarta. Dalam penyuluhan tersebut, para remaja diajak memahami pentingnya kesiapan mental, emosional, spiritual, dan ekonomi sebelum memasuki pernikahan. Materi penyuluhan mencakup berbagai topik penting, antara lain: makna pernikahan dalam perspektif Islam dan kesehatan, dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi, pentingnya komunikasi dan perencanaan keluarga, serta cara menjaga diri dari pergaulan bebas dan perilaku berisiko. Menurut pemateri, kesiapan pranikah merupakan hal mendasar untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan generasi penerus yang sehat. Kegiatan ini disambut baik oleh para remaja peserta yang mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Prenatal Yoga: Menjaga Kesehatan dan Ketenangan Ibu Hamil Usai sesi untuk remaja, kegiatan dilanjutkan dengan prenatal yoga bagi ibu hamil, dipandu oleh instruktur yoga bersertifikat Ibu Fika Pratiwi, S. St, M.Tr. Keb. Dosen prodi Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Sesi ini bertujuan untuk membantu para ibu hamil dalam menjaga kebugaran, memperlancar pernapasan, mengurangi stres, serta mempersiapkan fisik dan mental menjelang persalinan. Dengan suasana yang santai dan bimbingan yang lembut, para peserta diajak mempraktikkan berbagai gerakan sederhana yang aman sesuai usia kehamilan. Kemudian, sesi terakhir adalah materi tentang kehamilan dan yoga yang di sampaikan oleh mahasiswi prodi kebidanan semester 5 UIM Yogyakarta, yakni Ruqoyyatul Himmah dan Naesila Yolanda Putri. Materi tersebut meliputi : Tanda bahaya trimester 3 kehamilan Ketidaknyamanan pada trimester 3 Pengertian dan manfaat yoga Dalam penyampaian materi ini di harapkan agar para ibu hamil paham antara tanda bahaya dan ketidaknyamanan pada kehamilan trimester 3. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Islam Mulia Yogyakarta, pemerintah Desa Singosaren III, dan Puskesmas Banguntapan II. Kepala Desa Singosaren III menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UIM Yogyakarta berhasil menjembatani hubungan antara dunia akademik dan masyarakat. Para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari secara langsung di lapangan, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat, komunikasi edukatif, dan psikologi perkembangan. Ke depan, UIM Yogyakarta berencana memperluas kegiatan serupa ke desa-desa lain di wilayah Bantul, dengan fokus pada edukasi keluarga, kesehatan reproduksi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan penyuluhan pranikah dan prenatal yoga di Desa Singosaren III ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Islam Mulia Yogyakarta dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan kepedulian sosial. Dengan melibatkan remaja dan ibu hamil sebagai sasaran utama, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang siap menikah dengan bijak serta ibu-ibu hamil yang sehat, kuat, dan bahagia dalam menyambut kelahiran buah hati mereka. Kontributor : Fika pratiwi,S.ST.M.Tr.Keb

Uncategorized

Pengabdian Masyarakat UIMY: Literasi dan Sehat Bersama Ibu PKK

Pengabdian Masyarakat UIMY: Literasi dan Sehat Bersama Ibu PKK di Sleman Yogyakarta, 12 Oktober 2025 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY yang menyasar kelompok ibu-ibu PKK di Sukoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen lintas program studi, yaitu Nurul Ariningtyas, S.ST., MPH dari Prodi Kebidanan, Yogi Andrianza, M.A dari Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, serta Katon Agung Ramadhan, M.Pd dari Prodi Pendidikan Matematika. Kegiatan juga melibatkan empat mahasiswa Prodi Kebidanan semester 5 sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengabdian. Literasi Membaca dan Berhitung sebagai Gaya Hidup Ibu PKK Mengusung tema “Membaca dan Berhitung Itu Gaya Hidup: Literasi untuk Ibu PKK Masa Kini”, kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY ini bertujuan meningkatkan literasi dasar di kalangan ibu rumah tangga. Melalui pendekatan sederhana dan aplikatif, peserta diajak memahami bahwa membaca dan berhitung bukan sekadar keterampilan akademik, melainkan kebiasaan penting yang mendukung pengelolaan keuangan keluarga, pengambilan keputusan, serta pendampingan belajar anak dan cucu di rumah. Antusiasme Ibu PKK dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY Acara yang berlangsung di Gedung RW 16 Perumahan Sukoharjo Indah ini dihadiri oleh sekitar 50–60 ibu PKK dan dilaksanakan pada pukul 09.00–11.30 WIB. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan literasi, diskusi interaktif, hingga berbagi pengalaman seputar penerapan literasi dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan partisipatif. Layanan Pemeriksaan Kesehatan bagi Ibu PKK Selain edukasi literasi, tim Pengabdian Masyarakat UIMY juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Layanan yang diberikan meliputi: Pemeriksaan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) Pemeriksaan darah perifer, meliputi gula darah, asam urat, dan kolesterol Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran awal kondisi kesehatan peserta sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Sinergi Lintas Prodi dalam Pengabdian Masyarakat Kegiatan ini mencerminkan sinergi keilmuan antar program studi di UIMY. Prodi Kebidanan berperan dalam aspek kesehatan, Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi menekankan pentingnya literasi membaca, sementara Prodi Pendidikan Matematika menguatkan kemampuan berhitung sebagai keterampilan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi ini memperkaya materi pengabdian dan memberikan manfaat yang lebih komprehensif bagi masyarakat. Harapan UIMY bagi Masyarakat Sleman Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi agen perubahan dalam membangun keluarga yang sehat, cerdas, dan literat. Dengan bekal pengetahuan literasi dan kesadaran kesehatan, diharapkan para ibu mampu berperan aktif dalam mendukung kualitas keluarga dan masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Pewarta : Nurul Ariningtyas

Scroll to Top