Pendidikan

Bincang Pakar: Knowledge Sharing Akuisisi Pengetahuan Lokal Naskah Buku

Yogyakarta, 5 Maret 2026 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk Zoom Meeting bertajuk “Bincang Pakar: Knowledge Sharing Akuisisi Pengetahuan Lokal Naskah Buku” pada Kamis, 5 Maret 2026, pukul 10.00–12.00 WIB. Acara ini menghadirkan Risma Wahyu Hartiningsih, Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (API) Pelaksana Fungsi Akuisisi Pengetahuan Direktorat RMPI BRIN, sebagai narasumber utama. Bertindak sebagai MC sekaligus moderator adalah Khairunisa, Kepala Perpustakaan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Acara ini merupakan wujud implementasi kegiatan dalam kerjasama antara Universitas Islam Mulia Yogyakarta dengan Direktorat Repositori Multimedia dan Penerbitan Ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional (RMPI BRIN).  Kegiatan diikuti oleh sekitar 45–48 peserta, terdiri dari dosen Universitas Islam Mulia Yogyakarta serta perwakilan dosen dari perguruan tinggi mitra kerja sama, yaitu: Universitas Gunung Kidul Institut Pertanian Yogyakarta STIE Isti Ekatana Upaweda STIMIK El Rahma Yogyakarta Universitas Siber Muhammadiyah Sekolah Tinggi Multi Media Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL) sebagai sumber inspirasi dalam penulisan naskah buku. Materi yang disampaikan mencakup: Pemanfaatan Layanan RMPI Ruang Lingkup Pengetahuan Lokal Kekayaan Intelektual Komunal Pengusul dan Kategori Karya. Apresiasi kepada pengusul karya. Skema Penerbitan APL Kategori Buku Kategori Buku untuk Program APL Tahun 2026 Alur Pelaksanaan Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Peserta antusias mengikuti sesi tanya jawab yang memperkaya diskusi, terutama terkait strategi integrasi pengetahuan lokal ke dalam literatur akademik dan tantangan pengembangannya. Peserta semakin tertarik saat narasumber menyebutkan bahwa naskah yang lolos seleksi dalam program APL Tahun 2026 akan mendapatkan insentif dari Direktorat RMPI BRIN.  Dokumentasi dan Sertifikat Video rekaman kegiatan dapat diakses melalui kanal resmi YouTube Universitas Islam Mulia Yogyakarta: [http://www.youtube.com/@uimyogya ] [link video] Materi presentasi narasumber tersedia dalam bentuk file PDF: [Bincang Pakar_Knowledge Sharing APL Kategori Buku_5 Maret (1).pdf] Sertifikat peserta kegiatan dapat diunduh melalui tautan berikut: [SERTIFIKAT APL 2026] Melalui kegiatan Bincang Pakar ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi global, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan Islami. Kegiatan selanjutnya akan di arahkan untuk lebih instensif, seperti pendampingan atau workshop akuisisi pengetahuan lokal hingga bisa terbit dan diakuisisi oleh Direktorat RMPI BRIN. Lampiran Dokumentasi :  Pewarta: Nurul Ariningtyas

Pendidikan

Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan : Aksi Nyata Divisi Keagamaan Hima PGSD

Yogyakarta 1 Maret 2026 – Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang penuh berkah dan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat tali silaturahmi. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci ini, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) menyelenggarakan kegiatan pembagian takjil sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh HIMA PGSD dan dilaksanakan pada Jum’at, 27 Februari 2026 Pukul 16:00 menjelang waktu berbuka puasa di Lampu merah Sedayu, Argomulyo Kab. Bantul, DIY. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini yakni “Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan”. Tema ini dipilih dengan maksud untuk menggambarkan semangat mahasiswa dalam berbagi kepada sesama serta menciptakan kebahagiaan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Pembagian takjil ditujukan kepada masyarakat umum, khususnya para pengguna jalan seperti pengendara motor, pejalan kaki, serta masyarakat sekitar yang melakukan perjalanan menjelang waktu berbuka guna membantu mereka yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka puasa. Para Panitia HIMA PGSD membagikan takjil dengan ramah dan tetap memperhatikan ketertiban lalu lintas sehingga kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh panitia. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat, serta menjadi ladang amal di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar. “Setiap langkah kecil yang kita lakukan dalam berbagi menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan yang luas. Mari terus menebar kebaikan, karena dari satu kebaikan yang tulus lahir kebahagiaan yang tak terhingga” Pewarta : Hima PGSD & Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd

Pendidikan, Uncategorized

Mahasiswa UIM Yogyakarta Ikuti Pendampingan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di LLDIKTI Wilayah V

Yogyakarta, 6 Februari 2026 — Mahasiswa Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta mengikuti kegiatan Pendampingan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Kantor LLDIKTI Wilayah V pada Kamis–Jumat, 5–6 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan dari sekitar 24 perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, di antaranya Universitas Madani, Akademi Pertanian, Politeknik LPP Yogyakarta, Universitas Mercu Buana, Universitas Alma Ata, dan berbagai kampus lainnya. Pada kegiatan tersebut, UIM mengirimkan empat proposal PKM yang terdiri dari dua proposal dari Program Studi Psikologi, satu proposal dari Program Studi Kebidanan, dan satu proposal dari Program Studi Administrasi Kesehatan. Mahasiswa yang mewakili UIM adalah Amalia Ulya, Anissa Fahra, Ernita Armelia, dan Anisah (Prodi Psikologi), Widhi Triastika (Prodi Kebidanan), serta Amanda Awliyani (Prodi Administrasi Kesehatan). Kegiatan dibuka dengan arahan dari Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., yang menekankan pentingnya kualitas proposal serta kesiapan mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat nasional. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi seputar PKM dari tiga narasumber, yaitu Dr. apt. Lutfi Chabib, M.Sc. (Universitas Islam Indonesia), Dr. Sukinah, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Retno Purwandari, S.S., M.A. (Institut Seni Indonesia Yogyakarta). Setelah sesi pemaparan, mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai dengan narasumber untuk mendapatkan pendampingan intensif dalam penyusunan proposal, mulai dari penyusunan latar belakang, sistematika dan tata tulis, perencanaan anggaran biaya, hingga strategi penyusunan ide yang inovatif dan relevan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas, kemampuan riset, dan inovasi berbasis solusi nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai keterampilan penelitian, meningkatkan kemampuan analisis dalam mencari solusi atas berbagai persoalan, serta menumbuhkan kepekaan terhadap isu-isu strategis yang dihadapi bangsa Indonesia, baik dalam bidang sosial, pangan, energi, teknologi, maupun kesehatan. Partisipasi aktif mahasiswa UIM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik dan daya saing mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam menghadirkan gagasan inovatif bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Pewarta : Rahma

Uncategorized

Fakultas Pendidikan dan Humaniora UIM Yogyakarta Selenggarakan Kuliah Pakar tentang Motivasi Belajar

Yogyakarta — Fakultas Pendidikan dan Humaniora (FPH) Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Membangun Motivasi Belajar: Pendekatan Psikologi Humanistik dalam Pembelajaran dan Hubungannya dengan Nilai-nilai Keislaman” pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB dan dilaksanakan secara hibrid (luring dan daring). Kegiatan luring bertempat di Ruang Aula UIM Yogyakarta, sementara peserta daring mengikuti melalui platform zoom meeting. Kuliah pakar ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Humaniora (FPH) sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pengembangan keilmuan mahasiswa. Sebagai pemateri, FPH UIM Yogyakarta menghadirkan Dr. Raden Rachmy Diana, S.Psi., M.A., Psi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pendekatan psikologi humanistik menekankan pentingnya memahami peserta didik sebagai individu yang unik, memiliki potensi, kebutuhan, serta dorongan intrinsik dalam belajar. Motivasi belajar, menurutnya, tidak hanya dibangun melalui aspek kognitif, tetapi juga melalui pemenuhan aspek emosional dan nilai kemanusiaan. Lebih lanjut, Dr. Raden Rachmy Diana mengaitkan pendekatan psikologi humanistik dengan nilai-nilai keislaman, seperti penghargaan terhadap fitrah manusia, pengembangan potensi diri sebagai bentuk ibadah, serta pentingnya niat dan akhlak dalam proses pembelajaran. Integrasi ini dinilai relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan Islam guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkarakter. Melalui kegiatan kuliah pakar ini, Fakultas Pendidikan dan Humaniora UIM Yogyakarta berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya motivasi belajar serta mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang humanis dan islami dalam praktik pendidikan di masa depan. Pewarta : Junianto, M.Pd.

SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought)

Manajemen Krisis Akibat Bencana: Tahapan, Strategi, dan Implementasi di Indonesia

Identifikasi Krisis Kesehatan Akibat Bencana   Saat bencana alam seperti gempa atau banjir menerjang, krisis kesehatan langsung terjadi dengan lonjakan kebutuhan layanan medis yang ekstrem. Ribuan korban luka, trauma fisik maupun mental membanjiri fasilitas kesehatan yang sebagian besar rusak berat atau sulit diakses akibat infrastruktur putus. Selain itu, risiko wabah penyakit menular seperti diare, demam berdarah, atau infeksi pernapasan meningkat tajam karena air bersih langka dan sistem sanitasi lumpuh total.  Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak kecil, ibu hamil, serta penyandang disabilitas mengalami kondisi darurat paling kritis, di mana penyakit kronis seperti hipertensi sulit dikontrol akibat obat terbatas dan stres pascabencana. Akses ke perawatan dasar pun terhambat, sehingga angka morbiditas dan mortalitas bisa melonjak jika tidak ditangani segera, membuat seluruh sistem kesehatan berada di ambang overload. Perencanaan dan Aktivasi Manajemen Krisis Kesehatan  Perencanaan manajemen krisis Kesehatan merupakan salah satu langkah yang krusial yang menjadi awal meminimalisir risiko bencana yang terjadi tahap ini meliputi rencana tanggap darurat mulai dari penetapan struktur komando pembagian peran dan tanggung jawab dan juga penentuan prioritas layanan kesehatan tahap ini harus direncanakan secara matang untuk merespon dengan cepat dan terarah untuk menghadapi lonjakan kebutuhan pelayanan kesehatan yang terjadi akibat bencana.  Aktivitas dalam manajemen krisis kesehatan dilakukan setelah terjadinya bencana dengan mengkoordinasi seluruh sumber daya kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat mulai dari membuka pos pelayanan kesehatan memberikan layanan kesehatan darurat dan juga memastikan rujukan tetap berjalan secara efektif Selain itu koordinasi di semua hal ini atau sektor harus diperkuat untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan meminimalkan lonjakan penyakit atau korban akibat bencana 3. Pelaksanaan Layanan Kesehatan  Layanan kesehatan darurat saat manajemen krisis bencana di Indonesia menekankan respons cepat untuk keselamatan nyawa korban, stabilkan kondisi korban, dan cegah penyebaran wabah. Ini diatur dalam tahapan seperti pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta pemulihan, dengan dasar regulasi PERMENKES Nomor 47 Tahun 2018 yang soroti triase ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Environment). Tahapan Utama Manajemen krisis bencana di bidang kesehatan punya empat fase inti. Pencegahan dan mitigasi: Petakan risiko bencana, kuatkan fasilitas seperti rumah sakit dan puskesmas, dan pelatihan pada masyarakat. Kesiapsiagaan: Siapkan rencana cadangan, stok obat, ambulans, dan tim cepat seperti Rapid Health Assessment (RHA). Tanggap darurat: Evakuasi korban, lakukan triase (merah, kuning, hijau, hitam), beri pertolongan pertama, dan buka posko kesehatan darurat. Pemulihan: Pantau epidemiologi, perbaiki fasilitas, dan tangani trauma psikologis.  Triase dilakukan kilat untuk pilah korban berdasarkan urgensi, di mana kategori merah (ancaman jiwa langsung) dapat prioritas resusitasi dan stabilisasi dulu. Layanan di rumah sakit dibagi level I-IV sesuai kemampuan, mulai resusitasi dasar, bedah darurat, hingga rujuk antarfasilitas. Koordinasi dari desa hingga nasional pastikan evakuasi pakai ambulans gawat darurat.   PMK RI No. 47/2018 wajibkan rumah sakit, puskesmas, dan klinik memberikan layanan 24 jam dengan tenaga ahli dan alat lengkap. Pedoman Kemenkes tekankan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) untuk hubungkan layanan pra, intra, dan antarfasilitas. Di wilayah rawan seperti Yogyakarta, Dinkes Gunungkidul terapkan ini lewat tim tanggap darurat. 4. Manajemen Sumber Daya Kesehatan  Manajemen sumber daya kesehatan merupakan bagian penting dalam menghadapi krisis kesehatan akibat bencana. Saat terjadi situasi darurat, tenaga medis harus diatur dengan baik, termasuk penugasan, mobilisasi, dan sistem kerja yang aman agar layanan kesehatan tetap beroperasi meskipun jumlah pasien meningkat tinggi. Selain itu, distribusi obat dan alat kesehatan harus cepat dan tepat sasaran agar kebutuhan medis masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi tanpa hambatan.  Di sisi lain, manajemen logistik medis dan penggunaan fasilitas kesehatan darurat sangat penting untuk menjaga kelangsungan pelayanan kesehatan. Logistik medis mencakup pengelolaan penyimpanan, pengiriman, dan distribusi perbekalan kesehatan di area yang terkena dampak bencana. Selain itu, pembangunan rumah sakit lapangan dan pos kesehatan darurat menjadi solusi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara efektif dan berkelanjutan ketika fasilitas kesehatan tetap rusak. 5. Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi Krisis   Manajemen krisis kesehatan merupakan mekanisme koordinasi lintas sektor yang solid,alur komunikasi yang jelas dan penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat. Koordinasi lintas sektor melibatkan berbagai lembaga dan organisasi termasuk pemerintah, organisasi kesehatan, lembaga kemanusiaan dan masyarakat sipil. Mekanisme koordinasi ini memungkinkan pertukaran informasi, sumber daya dan keahlian untuk meningkatkan respon krisis.   Alur komunikasi antar lembaga harus jelas dan terstruktur untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa informasi yang akurat disampaikan kepada pihak yang berwenang agar lembaga-lembaga dapat berkoordinasi dalam pengambilan keputusan dan implementasi respons krisis. Penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat juga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan perilaku yang aman. Informasi yang akurat dan tepat waktu dapat membantu masyarakat memahami risiko dan tindakan yang harus di ambil untuk melindungi diri mereka, akan tetapi penyampaian informasi harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kepanikan dan kesalahpahaman.   Pengendalian isu dan kepanikan publik juga merupakan aspek penting dalam manajemen krisis kesehatan, karena informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap dapat memicu kepanikan dan menghambat respons krisis, oleh karena itu lembaga-lembaga harus memiliki strategi untuk mengendalikan isu dan kepanikan publik, termasuk menyediakan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat. 6. Monitoring, Evaluasi, dan Transisi Pemulihan Kesehatan   Monitoring kesehatan pasca bencana merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau dan risiko masalah kesehatan dapat dideteksi secara dini. Melalui pemantauan berkelanjutan terhadap status kesehatan, lingkungan, serta fungsi layanan kesehatan, pihak terkait dapat menyesuaikan intervensi sesuai dengan kebutuhan yang terus berubah. Monitoring yang efektif membantu mencegah terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat dampak lanjutan bencana.   Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan dan kelemahan dari berbagai upaya penanganan kesehatan yang telah dilaksanakan. Proses ini memberikan gambaran mengenai efektivitas pelayanan, pemanfaatan sumber daya, serta dampak intervensi terhadap kesehatan masyarakat. Hasil evaluasi menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan, perbaikan program, dan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi pasca bencana.   Transisi pemulihan kesehatan menandai peralihan dari fase tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkelanjutan. Pada tahap ini, fokus diarahkan pada pemulihan layanan kesehatan rutin, penguatan sistem kesehatan, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. Transisi yang terencana dan terkoordinasi dengan baik akan mendukung pemulihan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penulis : Adminke ’22

Uncategorized

Sosialisasi Asuransi Kecelakaan Mahasiswa Angkatan 2025/2026 Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Yogyakarta – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) bekerjasama dengan PT Jasaraharja Putera menyelenggarakan Sosialisasi Kecelakaan Mahasiswa Tahun Angkatan 2025/2026 pada Selasa, 23 Desember 2025. Acara berlangsung secara daring melalui platform Zoom mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kepesantrenan, Bapak Drs. Nur Hidayat Pamungkas, M.Pd. Sosialisasi menghadirkan dua narasumber utama dari Jasaraharja Putera Yogyakarta, yaitu: Wahyu Ariwigati, SE, MM, AAAIK, AIIS, CRMO, CHRP (Branch Manager JRP Yogyakarta) Handian Erres, SH, AAAIK (Business II Assistant Manager JRP Yogyakarta) Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya perlindungan asuransi bagi mahasiswa sebagai bentuk antisipasi risiko kecelakaan. Kegiatan ini bersifat wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa, khususnya angkatan 2025/2026, sebagai bagian dari program perlindungan kampus terhadap kesejahteraan mahasiswa. Akses Materi dan Formulir Klaim AsuransiUntuk mendukung pemahaman lebih lanjut, mahasiswa dapat melihat tayangan melalui kanal Youtube: www.youtube.com/@uimyogya. Selain itu, formulir klaim asuransi juga tersedia secara daring dan dapat diakses melalui tautan: FORMULIR KLAIM Segera unduh materi dan simpan tautan klaim!Pastikan Anda memahami prosedur perlindungan asuransi yang telah disosialisasikan. Dengan mengakses youtube seminar dan formulir klaim, mahasiswa akan lebih siap menghadapi kemungkinan risiko serta memperoleh hak perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku. Sertifikat Kegiatan dapat diakses di link berikut: SERTIFIKAT Pewarta: Adm. Bidang Kemahasiswaan

Uncategorized

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Psikologi UIM Yogyakarta Gelar Pengabdian Masyarakat di SMAN 2 Playen Gunungkidul

Gunungkidul, 10 Desember 2025 — Program Studi Psikologi Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Playen, Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pendidikan tinggi serta membangun motivasi belajar melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Sinergi Dosen dan Mahasiswa Psikologi UIM Yogyakarta Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta. Sejumlah dosen yang terlibat sebagai pemateri antara lain: Ahmad Latif Nurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog Nadea Zulfa Khairunnisa, S.Psi., M.A. Kukuh Dwi Pamuji, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Psikologi angkatan 2024, yaitu Amalia Ulya dan Reva Aulia, sebagai bentuk implementasi pembelajaran kolaboratif antara dosen dan mahasiswa. Diikuti 150 Siswa Kelas XII SMAN 2 Playen Sebanyak 150 siswa kelas XII SMA Negeri 2 Playen Gunungkidul mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Rangkaian kegiatan dikemas melalui penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman siswa menggunakan metode pre-test dan post-test. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan ice breaking untuk menciptakan suasana yang hangat, nyaman, dan kondusif sehingga siswa lebih siap menerima materi yang disampaikan. Pendidikan sebagai Arah Hidup, Bukan Sekadar Formalitas Materi utama yang disampaikan mengusung tema “Pendidikan sebagai Arah Hidup, Bukan Sekadar Formalitas”. Materi ini menekankan pentingnya mengenali potensi diri, membangun pola pikir yang matang, serta merencanakan masa depan secara terarah dan bertanggung jawab. Ahmad Latif Nurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk mental yang kuat, meningkatkan kompetensi individu, serta memperluas peluang masa depan. “Kesadaran akan pentingnya pendidikan perlu ditanamkan sejak dini agar siswa mampu mengambil keputusan hidup secara bijak,” ujarnya. Mendorong Siswa Menentukan Masa Depan Secara Bijak Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim berharap siswa SMA Negeri 2 Playen mampu menentukan masa depan dengan pertimbangan yang matang, baik dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja, maupun berwirausaha. Keputusan yang bijak adalah keputusan yang diambil dengan memahami manfaat pendidikan tinggi serta mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan di masa depan. Komitmen UIM Yogyakarta dalam Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta terus berupaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan melalui berbagai program pengabdian masyarakat. Kolaborasi dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta ini diharapkan mampu memberikan dampak positif serta memperluas wawasan siswa dalam mempersiapkan masa depan yang lebih terarah. Pewarta : Aji Pangestu – Mahasiswa Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta (2025)

Uncategorized

Tasqif UIM Yogyakarta: Menggali Keberkahan Hidup Melalui Surah Al-Mulk

Yogyakarta, 28 November 2025 — Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melalui Badan Pengurus Harian (BPH) kembali mengadakan kegiatan tasqif bertema “Keberkahan dalam Hidup”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen dan karyawan UIM sebagai upaya meningkatkan kualitas spiritual dan pemahaman keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Tadabbur Surah Al-Mulk sebagai Pembuka Kegiatan dibuka dengan pembacaan Al Ma’tsurat Kubro yang dipimpin Ust. Nur Hidayat Pamungkas. Selanjutnya, peserta mendalami tafsir Surah Al-Mulk ayat 1: “Tabārakalladzi bi yadihil mulk wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.” Ust. Khudhori menjelaskan bahwa kata “tabāraka” menggambarkan kelimpahan kebaikan dan keberlanjutan nikmat dari Allah. Seorang muslim diajak untuk selalu berharap dan memohon keberkahan dalam segala aktivitas. “Keberkahan bukan sekadar banyak, tetapi membuat sesuatu menjadi lebih bermanfaat dan menenangkan,” jelas Ust. Khudhori. Memahami Makna Keberkahan dalam Kehidupan Dalam sesi berikutnya, peserta diajak mengenali berbagai bentuk keberkahan yang hadir dalam hidup, meliputi: Keberkahan usia Keberkahan ilmu Keberkahan harta Keberkahan makanan Keberkahan waktu Keberkahan hubungan keluarga dan masyarakat Pemateri menegaskan bahwa keberkahan akan lahir dari niat yang baik, adab yang benar, dan kebiasaan berdoa sebelum memulai aktivitas. Contoh Ucapan dan Doa Keberkahan dalam Tradisi Islam Tasqif semakin hidup dengan contoh doa keberkahan yang biasa diamalkan umat Islam: Doa untuk Umur“Barakallāhu fī umrik”Bermakna harapan agar umur seseorang dipenuhi manfaat dan ketaatan. Doa Sebelum Makan“Allāhumma bārik lanā fīma razaqtanā wa qinā ‘adzāban-nār”Sebagai permohonan agar makanan menjadi sumber kebaikan dan kesehatan. Ucapan Saat Mendengar Kabar Baik“Barakallahu laka” atau “Allahumma baarik”Doa ini menunjukkan harapan agar nikmat yang diterima bernilai baik dan berkelanjutan. Antusiasme Dosen dan Karyawan UIM Sesi diskusi menjadi salah satu bagian paling berkesan. Para peserta berbagi pengalaman terkait keberkahan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari—baik dalam kemudahan belajar, ketenangan keluarga, maupun kelancaran rezeki. “Keberkahan sering muncul dari hal-hal sederhana seperti doa sebelum makan atau saling mendoakan saat ulang tahun,” ungkap salah satu peserta. Menjadikan Keberkahan sebagai Gaya Hidup Menutup kegiatan, Ust. Ahsanul Fuadi selaku Ketua BPH UIM mengajak seluruh dosen dan karyawan untuk menjadikan keberkahan sebagai pedoman hidup, mulai dari memperbaiki niat hingga menjaga hubungan baik dengan sesama. Beliau berharap kegiatan tasqif ini menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih tenang, produktif, dan penuh keberkahan bagi seluruh sivitas akademika UIM Yogyakarta. Kontributor : Yulia Adhisty

Pendidikan

Bimtek Kader Posyandu: Wujudkan Generasi Sehat, Remaja Hebat dan Launching Website Reaksi yang Bersinergi dengan Kelas Remaja Sehat

Bimtek Kader Posyandu: Wujudkan Generasi Sehat dan Remaja Hebat dengan Launching Website Reaksi Sambirejo, 12 Novermber – Bimtek Kader Posyandu Angkatan I kembali digelar di Kelurahan Sambirejo, Prambanan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama bagi remaja. Bimtek ini didanai oleh Kemendikti Saintek melalui Program Hibah Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Yulia Adhisty, SST., M.Kes bersama tim: Riadinata Shinta, SST., M.Kes; Mahardika Ratih Resti Andini, SKM., M.Kes; serta Anisa Anggraini dan Syahru Rizky Nasution. Sambutan Pembuka dari Lurah Sambirejo Kegiatan Bimtek Kader Posyandu dibuka oleh Lurah Sambirejo, Bapak Wahyu Nugroho, S.E., S.P. Beliau menegaskan bahwa kesehatan adalah investasi masa depan. Beliau mengapresiasi semangat kader posyandu dalam meningkatkan kompetensi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Pelatihan Dasar Kader Posyandu Materi utama disampaikan oleh Ibu Siti Puryanti. Pelatihan ini menekankan pentingnya penguasaan keterampilan dasar posyandu. Sistem layanan posyandu terdiri dari: Meja 1 – Pendaftaran Meja 2 – Pemeriksaan dan Pengukuran Meja 3 – Pencatatan dan Input Data Meja 4 – Tindak Lanjut oleh Tenaga Kesehatan Meja 5 – Edukasi dan Penyuluhan Melalui yel-yel “Sehat dimulai dari saya!”, peserta diingatkan bahwa perubahan gaya hidup sehat dimulai dari diri sendiri. Pencegahan Anemia dan Bahaya NAPZA Anemia pada remaja putri menjadi isu penting dalam Bimtek ini. Penyebab utama adalah kurangnya asupan zat besi dan pola makan tidak seimbang. Solusi yang dianjurkan antara lain: Konsumsi tablet tambah darah (TTD) Konsumsi makanan bergizi tinggi protein dan sayur Rutin berolahraga Materi juga menyoroti bahaya rokok dan NAPZA bagi remaja, terutama yang berpotensi memasuki masa kehamilan. Membangun Percaya Diri dan Kemampuan Kader Materi kedua disampaikan oleh Ibu Triwinarni dari Puskesmas Piyungan. Beliau menekankan pentingnya rasa percaya diri dan pemahaman kader terhadap sasaran layanan posyandu, mulai dari ibu hamil hingga lansia. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup: Hemoglobin (HB) Gula darah Kolesterol Asam urat Pemberian TTD Pelatihan ini tidak berhenti di ruangan, tetapi dilanjutkan melalui praktik langsung di posyandu masing-masing. Digitalisasi Posyandu: Website Reaksi Inovasi berikutnya dalam Bimtek Kader Posyandu ini adalah digitalisasi layanan melalui Website Reaksi. Sistem ini diperkenalkan oleh Bapak Masduki Rahmad dan memiliki dua keluaran utama: Basis data kesehatan remaja Sambirejo Notifikasi WhatsApp untuk pengingat pemeriksaan kesehatan Digitalisasi diharapkan mempercepat proses pencatatan dan meningkatkan akurasi data kesehatan masyarakat. Menggali Peluang Wirausaha Berbasis Herbal Sesi inspiratif diisi oleh Mba Septi, owner Sekar Jawi. Beliau berbagi pengalaman dalam mengolah rempah menjadi minuman sehat dan kosmetik herbal. Tradisi “Acaraki” yang sudah ada sejak Majapahit dinilai semakin relevan dengan tren wellness tourism saat ini. Kesimpulan Melalui Bimtek Kader Posyandu ini, para kader diharapkan semakin terampil, percaya diri, dan siap menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dan pelaku usaha lokal menjadi bukti bahwa gerakan kesehatan masyarakat dapat tumbuh dari bawah demi mewujudkan generasi remaja yang sehat dan berkualitas. Kontributor : Yulia Adhisty, SST., M.Kes

Pendidikan

Penyuluhan Promosi Kesehatan Tentang Keluarga Berencana (KB) untuk Pasangan Usia Subur di Pedes Argomulyo, Sedayu, Bantul oleh Mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) melaksanakan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan tentang Keluarga Berencana (KB) kepada pasangan usia subur (PUS) di wilayah RT 07, Pedes, Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.   Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 1 November 2025, dengan dosen pembimbing Ibu Sri Widarti, S.Si.T., MKM yang turut mendampingi dan memberikan arahan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkelanjutan melalui penggunaan alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan.      Dalam kegiatan penyuluhan ini, para mahasiswa D3 Kebidanan UIMY berperan aktif sebagai pendidik dan fasilitator kesehatan, dengan menyampaikan materi secara komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Penyuluhan dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan metode diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat berinteraksi secara terbuka dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penggunaan alat kontrasepsi. Suasana kegiatan berlangsung dengan sangat antusias, ditunjukkan oleh partisipasi aktif para pasangan usia subur yang hadir dan rasa ingin tahu mereka terhadap berbagai informasi mengenai KB.     Materi penyuluhan dimulai dengan penjelasan tentang pengertian Keluarga Berencana (KB). Para mahasiswa menjelaskan bahwa KB merupakan upaya untuk membantu pasangan suami istri dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak melalui penggunaan metode kontrasepsi yang aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan individu. Program KB juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat secara umum.     Selanjutnya, disampaikan pula materi mengenai macam-macam alat kontrasepsi (Alkon) yang umum digunakan di Indonesia. Jenis-jenis Alkon yang diperkenalkan antara lain kontrasepsi hormonal (seperti pil, suntik, dan implan), kontrasepsi non-hormonal (seperti kondom, IUD atau spiral), serta metode mantap (tubektomi dan vasektomi). Mahasiswa juga menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing metode agar peserta dapat menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan, usia, serta rencana kehamilan mereka di masa depan.       Bagian penting lain dalam penyuluhan ini adalah penjelasan mengenai cara kerja dari masing-masing alat kontrasepsi. Misalnya, kontrasepsi hormonal bekerja dengan menekan ovulasi dan mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit mencapai sel telur, sedangkan IUD berfungsi dengan mencegah pertemuan sperma dan ovum di dalam rahim. Pemahaman mengenai cara kerja ini diharapkan membantu peserta memahami mekanisme dasar dari alat kontrasepsi yang mereka pilih, sehingga dapat menggunakannya dengan benar dan efektif.    Mahasiswa juga memaparkan tentang efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan alat kontrasepsi, seperti perubahan pola haid, peningkatan berat badan, nyeri kepala ringan, atau gangguan emosional pada pengguna kontrasepsi hormonal. Penjelasan ini disampaikan dengan menekankan bahwa sebagian besar efek samping bersifat sementara dan tidak berbahaya, serta dapat diatasi dengan konsultasi kepada tenaga kesehatan. Selain itu, disampaikan pula kontraindikasi penggunaan Alkon, yaitu kondisi tertentu di mana seseorang tidak disarankan menggunakan metode kontrasepsi tertentu, misalnya pada wanita dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi berat, atau gangguan pembekuan darah untuk metode hormonal, serta infeksi panggul untuk metode IUD.     Selama sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta tampak sangat antusias dalam menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pengalaman mereka dalam menggunakan alat kontrasepsi, serta mencari saran mengenai metode yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga mereka. Mahasiswa menjawab setiap pertanyaan dengan penuh perhatian dan berdasarkan pengetahuan ilmiah yang telah mereka pelajari di bangku perkuliahan, dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan yang berlaku di masyarakat setempat.     Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari, tetapi juga memperkuat kemampuan komunikasi, empati, dan profesionalisme sebagai calon tenaga kesehatan yang akan terjun langsung ke masyarakat. Di sisi lain, masyarakat RT 07 Pedes Argomulyo mendapatkan manfaat nyata berupa peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya keluarga berencana sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga.    Kegiatan penyuluhan promosi kesehatan tentang KB ini diharapkan menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mendukung program pemerintah dalam menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan serta mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkualitas. Universitas Islam Mulia Yogyakarta melalui Program Studi D3 Kebidanan berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai wilayah sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dan kontribusi dalam mencetak bidan profesional yang berintegritas tinggi dan berorientasi pada pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Penulis : Ellina Qurrota A’yun Aulia Az Zahroh Mahasiswi Prodi D-3 Kebidanan ’23 Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Scroll to Top