SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought)

Manajemen Krisis Akibat Bencana: Tahapan, Strategi, dan Implementasi di Indonesia

Identifikasi Krisis Kesehatan Akibat Bencana   Saat bencana alam seperti gempa atau banjir menerjang, krisis kesehatan langsung terjadi dengan lonjakan kebutuhan layanan medis yang ekstrem. Ribuan korban luka, trauma fisik maupun mental membanjiri fasilitas kesehatan yang sebagian besar rusak berat atau sulit diakses akibat infrastruktur putus. Selain itu, risiko wabah penyakit menular seperti diare, demam berdarah, atau infeksi pernapasan meningkat tajam karena air bersih langka dan sistem sanitasi lumpuh total.  Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak kecil, ibu hamil, serta penyandang disabilitas mengalami kondisi darurat paling kritis, di mana penyakit kronis seperti hipertensi sulit dikontrol akibat obat terbatas dan stres pascabencana. Akses ke perawatan dasar pun terhambat, sehingga angka morbiditas dan mortalitas bisa melonjak jika tidak ditangani segera, membuat seluruh sistem kesehatan berada di ambang overload. Perencanaan dan Aktivasi Manajemen Krisis Kesehatan  Perencanaan manajemen krisis Kesehatan merupakan salah satu langkah yang krusial yang menjadi awal meminimalisir risiko bencana yang terjadi tahap ini meliputi rencana tanggap darurat mulai dari penetapan struktur komando pembagian peran dan tanggung jawab dan juga penentuan prioritas layanan kesehatan tahap ini harus direncanakan secara matang untuk merespon dengan cepat dan terarah untuk menghadapi lonjakan kebutuhan pelayanan kesehatan yang terjadi akibat bencana.  Aktivitas dalam manajemen krisis kesehatan dilakukan setelah terjadinya bencana dengan mengkoordinasi seluruh sumber daya kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat mulai dari membuka pos pelayanan kesehatan memberikan layanan kesehatan darurat dan juga memastikan rujukan tetap berjalan secara efektif Selain itu koordinasi di semua hal ini atau sektor harus diperkuat untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan meminimalkan lonjakan penyakit atau korban akibat bencana 3. Pelaksanaan Layanan Kesehatan  Layanan kesehatan darurat saat manajemen krisis bencana di Indonesia menekankan respons cepat untuk keselamatan nyawa korban, stabilkan kondisi korban, dan cegah penyebaran wabah. Ini diatur dalam tahapan seperti pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta pemulihan, dengan dasar regulasi PERMENKES Nomor 47 Tahun 2018 yang soroti triase ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Environment). Tahapan Utama Manajemen krisis bencana di bidang kesehatan punya empat fase inti. Pencegahan dan mitigasi: Petakan risiko bencana, kuatkan fasilitas seperti rumah sakit dan puskesmas, dan pelatihan pada masyarakat. Kesiapsiagaan: Siapkan rencana cadangan, stok obat, ambulans, dan tim cepat seperti Rapid Health Assessment (RHA). Tanggap darurat: Evakuasi korban, lakukan triase (merah, kuning, hijau, hitam), beri pertolongan pertama, dan buka posko kesehatan darurat. Pemulihan: Pantau epidemiologi, perbaiki fasilitas, dan tangani trauma psikologis.  Triase dilakukan kilat untuk pilah korban berdasarkan urgensi, di mana kategori merah (ancaman jiwa langsung) dapat prioritas resusitasi dan stabilisasi dulu. Layanan di rumah sakit dibagi level I-IV sesuai kemampuan, mulai resusitasi dasar, bedah darurat, hingga rujuk antarfasilitas. Koordinasi dari desa hingga nasional pastikan evakuasi pakai ambulans gawat darurat.   PMK RI No. 47/2018 wajibkan rumah sakit, puskesmas, dan klinik memberikan layanan 24 jam dengan tenaga ahli dan alat lengkap. Pedoman Kemenkes tekankan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) untuk hubungkan layanan pra, intra, dan antarfasilitas. Di wilayah rawan seperti Yogyakarta, Dinkes Gunungkidul terapkan ini lewat tim tanggap darurat. 4. Manajemen Sumber Daya Kesehatan  Manajemen sumber daya kesehatan merupakan bagian penting dalam menghadapi krisis kesehatan akibat bencana. Saat terjadi situasi darurat, tenaga medis harus diatur dengan baik, termasuk penugasan, mobilisasi, dan sistem kerja yang aman agar layanan kesehatan tetap beroperasi meskipun jumlah pasien meningkat tinggi. Selain itu, distribusi obat dan alat kesehatan harus cepat dan tepat sasaran agar kebutuhan medis masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi tanpa hambatan.  Di sisi lain, manajemen logistik medis dan penggunaan fasilitas kesehatan darurat sangat penting untuk menjaga kelangsungan pelayanan kesehatan. Logistik medis mencakup pengelolaan penyimpanan, pengiriman, dan distribusi perbekalan kesehatan di area yang terkena dampak bencana. Selain itu, pembangunan rumah sakit lapangan dan pos kesehatan darurat menjadi solusi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara efektif dan berkelanjutan ketika fasilitas kesehatan tetap rusak. 5. Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi Krisis   Manajemen krisis kesehatan merupakan mekanisme koordinasi lintas sektor yang solid,alur komunikasi yang jelas dan penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat. Koordinasi lintas sektor melibatkan berbagai lembaga dan organisasi termasuk pemerintah, organisasi kesehatan, lembaga kemanusiaan dan masyarakat sipil. Mekanisme koordinasi ini memungkinkan pertukaran informasi, sumber daya dan keahlian untuk meningkatkan respon krisis.   Alur komunikasi antar lembaga harus jelas dan terstruktur untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa informasi yang akurat disampaikan kepada pihak yang berwenang agar lembaga-lembaga dapat berkoordinasi dalam pengambilan keputusan dan implementasi respons krisis. Penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat juga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan perilaku yang aman. Informasi yang akurat dan tepat waktu dapat membantu masyarakat memahami risiko dan tindakan yang harus di ambil untuk melindungi diri mereka, akan tetapi penyampaian informasi harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kepanikan dan kesalahpahaman.   Pengendalian isu dan kepanikan publik juga merupakan aspek penting dalam manajemen krisis kesehatan, karena informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap dapat memicu kepanikan dan menghambat respons krisis, oleh karena itu lembaga-lembaga harus memiliki strategi untuk mengendalikan isu dan kepanikan publik, termasuk menyediakan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat. 6. Monitoring, Evaluasi, dan Transisi Pemulihan Kesehatan   Monitoring kesehatan pasca bencana merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau dan risiko masalah kesehatan dapat dideteksi secara dini. Melalui pemantauan berkelanjutan terhadap status kesehatan, lingkungan, serta fungsi layanan kesehatan, pihak terkait dapat menyesuaikan intervensi sesuai dengan kebutuhan yang terus berubah. Monitoring yang efektif membantu mencegah terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat dampak lanjutan bencana.   Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan dan kelemahan dari berbagai upaya penanganan kesehatan yang telah dilaksanakan. Proses ini memberikan gambaran mengenai efektivitas pelayanan, pemanfaatan sumber daya, serta dampak intervensi terhadap kesehatan masyarakat. Hasil evaluasi menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan, perbaikan program, dan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi pasca bencana.   Transisi pemulihan kesehatan menandai peralihan dari fase tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkelanjutan. Pada tahap ini, fokus diarahkan pada pemulihan layanan kesehatan rutin, penguatan sistem kesehatan, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. Transisi yang terencana dan terkoordinasi dengan baik akan mendukung pemulihan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penulis : Adminke ’22

Uncategorized

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Psikologi UIM Yogyakarta Gelar Pengabdian Masyarakat di SMAN 2 Playen Gunungkidul

Gunungkidul, 10 Desember 2025 — Program Studi Psikologi Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Playen, Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pendidikan tinggi serta membangun motivasi belajar melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Sinergi Dosen dan Mahasiswa Psikologi UIM Yogyakarta Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta. Sejumlah dosen yang terlibat sebagai pemateri antara lain: Ahmad Latif Nurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog Nadea Zulfa Khairunnisa, S.Psi., M.A. Kukuh Dwi Pamuji, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Psikologi angkatan 2024, yaitu Amalia Ulya dan Reva Aulia, sebagai bentuk implementasi pembelajaran kolaboratif antara dosen dan mahasiswa. Diikuti 150 Siswa Kelas XII SMAN 2 Playen Sebanyak 150 siswa kelas XII SMA Negeri 2 Playen Gunungkidul mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Rangkaian kegiatan dikemas melalui penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman siswa menggunakan metode pre-test dan post-test. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan ice breaking untuk menciptakan suasana yang hangat, nyaman, dan kondusif sehingga siswa lebih siap menerima materi yang disampaikan. Pendidikan sebagai Arah Hidup, Bukan Sekadar Formalitas Materi utama yang disampaikan mengusung tema “Pendidikan sebagai Arah Hidup, Bukan Sekadar Formalitas”. Materi ini menekankan pentingnya mengenali potensi diri, membangun pola pikir yang matang, serta merencanakan masa depan secara terarah dan bertanggung jawab. Ahmad Latif Nurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk mental yang kuat, meningkatkan kompetensi individu, serta memperluas peluang masa depan. “Kesadaran akan pentingnya pendidikan perlu ditanamkan sejak dini agar siswa mampu mengambil keputusan hidup secara bijak,” ujarnya. Mendorong Siswa Menentukan Masa Depan Secara Bijak Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim berharap siswa SMA Negeri 2 Playen mampu menentukan masa depan dengan pertimbangan yang matang, baik dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja, maupun berwirausaha. Keputusan yang bijak adalah keputusan yang diambil dengan memahami manfaat pendidikan tinggi serta mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan di masa depan. Komitmen UIM Yogyakarta dalam Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta terus berupaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan melalui berbagai program pengabdian masyarakat. Kolaborasi dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta ini diharapkan mampu memberikan dampak positif serta memperluas wawasan siswa dalam mempersiapkan masa depan yang lebih terarah. Pewarta : Aji Pangestu – Mahasiswa Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta (2025)

Uncategorized

Tasqif UIM Yogyakarta: Menggali Keberkahan Hidup Melalui Surah Al-Mulk

Yogyakarta, 28 November 2025 — Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melalui Badan Pengurus Harian (BPH) kembali mengadakan kegiatan tasqif bertema “Keberkahan dalam Hidup”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen dan karyawan UIM sebagai upaya meningkatkan kualitas spiritual dan pemahaman keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Tadabbur Surah Al-Mulk sebagai Pembuka Kegiatan dibuka dengan pembacaan Al Ma’tsurat Kubro yang dipimpin Ust. Nur Hidayat Pamungkas. Selanjutnya, peserta mendalami tafsir Surah Al-Mulk ayat 1: “Tabārakalladzi bi yadihil mulk wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.” Ust. Khudhori menjelaskan bahwa kata “tabāraka” menggambarkan kelimpahan kebaikan dan keberlanjutan nikmat dari Allah. Seorang muslim diajak untuk selalu berharap dan memohon keberkahan dalam segala aktivitas. “Keberkahan bukan sekadar banyak, tetapi membuat sesuatu menjadi lebih bermanfaat dan menenangkan,” jelas Ust. Khudhori. Memahami Makna Keberkahan dalam Kehidupan Dalam sesi berikutnya, peserta diajak mengenali berbagai bentuk keberkahan yang hadir dalam hidup, meliputi: Keberkahan usia Keberkahan ilmu Keberkahan harta Keberkahan makanan Keberkahan waktu Keberkahan hubungan keluarga dan masyarakat Pemateri menegaskan bahwa keberkahan akan lahir dari niat yang baik, adab yang benar, dan kebiasaan berdoa sebelum memulai aktivitas. Contoh Ucapan dan Doa Keberkahan dalam Tradisi Islam Tasqif semakin hidup dengan contoh doa keberkahan yang biasa diamalkan umat Islam: Doa untuk Umur“Barakallāhu fī umrik”Bermakna harapan agar umur seseorang dipenuhi manfaat dan ketaatan. Doa Sebelum Makan“Allāhumma bārik lanā fīma razaqtanā wa qinā ‘adzāban-nār”Sebagai permohonan agar makanan menjadi sumber kebaikan dan kesehatan. Ucapan Saat Mendengar Kabar Baik“Barakallahu laka” atau “Allahumma baarik”Doa ini menunjukkan harapan agar nikmat yang diterima bernilai baik dan berkelanjutan. Antusiasme Dosen dan Karyawan UIM Sesi diskusi menjadi salah satu bagian paling berkesan. Para peserta berbagi pengalaman terkait keberkahan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari—baik dalam kemudahan belajar, ketenangan keluarga, maupun kelancaran rezeki. “Keberkahan sering muncul dari hal-hal sederhana seperti doa sebelum makan atau saling mendoakan saat ulang tahun,” ungkap salah satu peserta. Menjadikan Keberkahan sebagai Gaya Hidup Menutup kegiatan, Ust. Ahsanul Fuadi selaku Ketua BPH UIM mengajak seluruh dosen dan karyawan untuk menjadikan keberkahan sebagai pedoman hidup, mulai dari memperbaiki niat hingga menjaga hubungan baik dengan sesama. Beliau berharap kegiatan tasqif ini menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih tenang, produktif, dan penuh keberkahan bagi seluruh sivitas akademika UIM Yogyakarta. Kontributor : Yulia Adhisty

Pendidikan

Bimtek Kader Posyandu: Wujudkan Generasi Sehat, Remaja Hebat dan Launching Website Reaksi yang Bersinergi dengan Kelas Remaja Sehat

Bimtek Kader Posyandu: Wujudkan Generasi Sehat dan Remaja Hebat dengan Launching Website Reaksi Sambirejo, 12 Novermber – Bimtek Kader Posyandu Angkatan I kembali digelar di Kelurahan Sambirejo, Prambanan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama bagi remaja. Bimtek ini didanai oleh Kemendikti Saintek melalui Program Hibah Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Yulia Adhisty, SST., M.Kes bersama tim: Riadinata Shinta, SST., M.Kes; Mahardika Ratih Resti Andini, SKM., M.Kes; serta Anisa Anggraini dan Syahru Rizky Nasution. Sambutan Pembuka dari Lurah Sambirejo Kegiatan Bimtek Kader Posyandu dibuka oleh Lurah Sambirejo, Bapak Wahyu Nugroho, S.E., S.P. Beliau menegaskan bahwa kesehatan adalah investasi masa depan. Beliau mengapresiasi semangat kader posyandu dalam meningkatkan kompetensi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Pelatihan Dasar Kader Posyandu Materi utama disampaikan oleh Ibu Siti Puryanti. Pelatihan ini menekankan pentingnya penguasaan keterampilan dasar posyandu. Sistem layanan posyandu terdiri dari: Meja 1 – Pendaftaran Meja 2 – Pemeriksaan dan Pengukuran Meja 3 – Pencatatan dan Input Data Meja 4 – Tindak Lanjut oleh Tenaga Kesehatan Meja 5 – Edukasi dan Penyuluhan Melalui yel-yel “Sehat dimulai dari saya!”, peserta diingatkan bahwa perubahan gaya hidup sehat dimulai dari diri sendiri. Pencegahan Anemia dan Bahaya NAPZA Anemia pada remaja putri menjadi isu penting dalam Bimtek ini. Penyebab utama adalah kurangnya asupan zat besi dan pola makan tidak seimbang. Solusi yang dianjurkan antara lain: Konsumsi tablet tambah darah (TTD) Konsumsi makanan bergizi tinggi protein dan sayur Rutin berolahraga Materi juga menyoroti bahaya rokok dan NAPZA bagi remaja, terutama yang berpotensi memasuki masa kehamilan. Membangun Percaya Diri dan Kemampuan Kader Materi kedua disampaikan oleh Ibu Triwinarni dari Puskesmas Piyungan. Beliau menekankan pentingnya rasa percaya diri dan pemahaman kader terhadap sasaran layanan posyandu, mulai dari ibu hamil hingga lansia. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup: Hemoglobin (HB) Gula darah Kolesterol Asam urat Pemberian TTD Pelatihan ini tidak berhenti di ruangan, tetapi dilanjutkan melalui praktik langsung di posyandu masing-masing. Digitalisasi Posyandu: Website Reaksi Inovasi berikutnya dalam Bimtek Kader Posyandu ini adalah digitalisasi layanan melalui Website Reaksi. Sistem ini diperkenalkan oleh Bapak Masduki Rahmad dan memiliki dua keluaran utama: Basis data kesehatan remaja Sambirejo Notifikasi WhatsApp untuk pengingat pemeriksaan kesehatan Digitalisasi diharapkan mempercepat proses pencatatan dan meningkatkan akurasi data kesehatan masyarakat. Menggali Peluang Wirausaha Berbasis Herbal Sesi inspiratif diisi oleh Mba Septi, owner Sekar Jawi. Beliau berbagi pengalaman dalam mengolah rempah menjadi minuman sehat dan kosmetik herbal. Tradisi “Acaraki” yang sudah ada sejak Majapahit dinilai semakin relevan dengan tren wellness tourism saat ini. Kesimpulan Melalui Bimtek Kader Posyandu ini, para kader diharapkan semakin terampil, percaya diri, dan siap menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dan pelaku usaha lokal menjadi bukti bahwa gerakan kesehatan masyarakat dapat tumbuh dari bawah demi mewujudkan generasi remaja yang sehat dan berkualitas. Kontributor : Yulia Adhisty, SST., M.Kes

Pendidikan

Penyuluhan Promosi Kesehatan Tentang Keluarga Berencana (KB) untuk Pasangan Usia Subur di Pedes Argomulyo, Sedayu, Bantul oleh Mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) melaksanakan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan tentang Keluarga Berencana (KB) kepada pasangan usia subur (PUS) di wilayah RT 07, Pedes, Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.   Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 1 November 2025, dengan dosen pembimbing Ibu Sri Widarti, S.Si.T., MKM yang turut mendampingi dan memberikan arahan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkelanjutan melalui penggunaan alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan.      Dalam kegiatan penyuluhan ini, para mahasiswa D3 Kebidanan UIMY berperan aktif sebagai pendidik dan fasilitator kesehatan, dengan menyampaikan materi secara komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Penyuluhan dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan metode diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat berinteraksi secara terbuka dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penggunaan alat kontrasepsi. Suasana kegiatan berlangsung dengan sangat antusias, ditunjukkan oleh partisipasi aktif para pasangan usia subur yang hadir dan rasa ingin tahu mereka terhadap berbagai informasi mengenai KB.     Materi penyuluhan dimulai dengan penjelasan tentang pengertian Keluarga Berencana (KB). Para mahasiswa menjelaskan bahwa KB merupakan upaya untuk membantu pasangan suami istri dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak melalui penggunaan metode kontrasepsi yang aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan individu. Program KB juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat secara umum.     Selanjutnya, disampaikan pula materi mengenai macam-macam alat kontrasepsi (Alkon) yang umum digunakan di Indonesia. Jenis-jenis Alkon yang diperkenalkan antara lain kontrasepsi hormonal (seperti pil, suntik, dan implan), kontrasepsi non-hormonal (seperti kondom, IUD atau spiral), serta metode mantap (tubektomi dan vasektomi). Mahasiswa juga menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing metode agar peserta dapat menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan, usia, serta rencana kehamilan mereka di masa depan.       Bagian penting lain dalam penyuluhan ini adalah penjelasan mengenai cara kerja dari masing-masing alat kontrasepsi. Misalnya, kontrasepsi hormonal bekerja dengan menekan ovulasi dan mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit mencapai sel telur, sedangkan IUD berfungsi dengan mencegah pertemuan sperma dan ovum di dalam rahim. Pemahaman mengenai cara kerja ini diharapkan membantu peserta memahami mekanisme dasar dari alat kontrasepsi yang mereka pilih, sehingga dapat menggunakannya dengan benar dan efektif.    Mahasiswa juga memaparkan tentang efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan alat kontrasepsi, seperti perubahan pola haid, peningkatan berat badan, nyeri kepala ringan, atau gangguan emosional pada pengguna kontrasepsi hormonal. Penjelasan ini disampaikan dengan menekankan bahwa sebagian besar efek samping bersifat sementara dan tidak berbahaya, serta dapat diatasi dengan konsultasi kepada tenaga kesehatan. Selain itu, disampaikan pula kontraindikasi penggunaan Alkon, yaitu kondisi tertentu di mana seseorang tidak disarankan menggunakan metode kontrasepsi tertentu, misalnya pada wanita dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi berat, atau gangguan pembekuan darah untuk metode hormonal, serta infeksi panggul untuk metode IUD.     Selama sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta tampak sangat antusias dalam menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pengalaman mereka dalam menggunakan alat kontrasepsi, serta mencari saran mengenai metode yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga mereka. Mahasiswa menjawab setiap pertanyaan dengan penuh perhatian dan berdasarkan pengetahuan ilmiah yang telah mereka pelajari di bangku perkuliahan, dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan yang berlaku di masyarakat setempat.     Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari, tetapi juga memperkuat kemampuan komunikasi, empati, dan profesionalisme sebagai calon tenaga kesehatan yang akan terjun langsung ke masyarakat. Di sisi lain, masyarakat RT 07 Pedes Argomulyo mendapatkan manfaat nyata berupa peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya keluarga berencana sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga.    Kegiatan penyuluhan promosi kesehatan tentang KB ini diharapkan menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mendukung program pemerintah dalam menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan serta mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkualitas. Universitas Islam Mulia Yogyakarta melalui Program Studi D3 Kebidanan berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai wilayah sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dan kontribusi dalam mencetak bidan profesional yang berintegritas tinggi dan berorientasi pada pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Penulis : Ellina Qurrota A’yun Aulia Az Zahroh Mahasiswi Prodi D-3 Kebidanan ’23 Universitas Islam Mulia Yogyakarta

AKSI UIM (Artikel Kritis dan Solutif Mahasiswa UIM), Pendidikan

Divisi Keilmuan BEM Menyelenggarakan Kelas Penulis Akademik

Sebagai bagian dari upaya mahasiswa untuk membiasakan budaya akademik yang kuat dan berkelanjutan, Divisi Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Mulia Yogyakarta melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kelas Penulis Akademik (Dari Rumah Jurnal Ke Daftar Pustaka: Cara Nugas Yang Benar)”. Dipandu oleh Wahno (Administrasi Kesehatan ’22) dan Nurrida Shafa (Perpustakaan dan Sains Informasi ’23), kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Oktober 2025 dan ditujukan khusus bagi mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta sebagai langkah awal dalam mengenalkan dan membekali mereka dengan kemampuan dasar dalam penulisan ilmiah yang sistematis, kritis, dan beretika.    Dalam dunia akademik, kemampuan menulis karya ilmiah bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan merupakan sarana untuk mengekspresikan gagasan ilmiah, menganalisis fenomena, serta menyampaikan hasil pemikiran berdasarkan landasan teori dan referensi yang kredibel. Oleh karena itu, melalui program “Kelas Penulis Akademik” ini, UKM Literasi berusaha memberikan pendampingan intensif agar mahasiswa baru mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip penulisan akademik sejak dini.      Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dengan pengenalan dasar-dasar penyusunan makalah akademik yang meliputi struktur umum sebuah karya ilmiah, mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, pembahasan, hingga kesimpulan. Para peserta dibimbing untuk memahami bagaimana setiap bagian memiliki peran penting dalam menyampaikan gagasan secara runtut dan logis, serta bagaimana bahasa ilmiah digunakan untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas tulisan.       Selain itu, materi tentang pencarian referensi ilmiah yang kredibel juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai portal jurnal ilmiah nasional dan internasional, seperti Google Scholar, Garuda, dan DOAJ, serta diajarkan cara menilai keaslian dan relevansi sumber pustaka yang digunakan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara sumber referensi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan sumber informasi yang tidak memenuhi standar ilmiah.       Tidak hanya berhenti pada pencarian referensi, peserta juga diberikan pelatihan praktis tentang cara membuat kutipan dan daftar pustaka baik secara manual maupun otomatis menggunakan berbagai perangkat bantu seperti Mendeley. Melalui sesi ini, mahasiswa belajar pentingnya etika akademik, khususnya dalam menghindari praktik plagiarisme dan menghargai hak cipta penulis lain. Dengan memahami teknik sitasi yang benar, mahasiswa dapat menulis dengan jujur dan bertanggung jawab secara ilmiah. Kegiatan “Kelas Penulis Akademik” ini tidak hanya bersifat pembekalan teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk langsung mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh. Melalui sesi latihan penulisan, diskusi kelompok, serta pendampingan oleh mentor dari UKM Literasi, mahasiswa diajak untuk menghasilkan karya tulis sederhana yang sesuai dengan kaidah akademik. Proses ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk membangun portofolio akademik dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menulis.      Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Universitas Islam Mulia Yogyakarta dapat memahami bahwa menulis akademik bukanlah sekadar tugas kuliah, melainkan merupakan bentuk kontribusi ilmiah bagi masyarakat luas. Keterampilan ini akan menjadi modal penting dalam perjalanan akademik mereka, baik dalam menyusun tugas perkuliahan, karya ilmiah, maupun penelitian di masa mendatang.   Divisi Keilmuan BEM UIMY bersama UKM Literasi berkomitmen untuk terus menciptakan ruang belajar yang inspiratif dan produktif bagi seluruh mahasiswa. “Kelas Penulis Akademik” menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut—sebuah langkah kecil namun bermakna dalam membangun generasi akademisi muda yang literat, kritis, dan berintegritas tinggi. Nb. Kegiatan ini dikonsep dalam bentuk berseri, jadi bakal ada sesi keduanya. Sampai jumpa di sesi selanjutnya! Penulis : Ellina Qurrota A’yun Aulia Az Zahroh Koordinator Divisi Keilmuan & Bisnis

Uncategorized

Makrab Psychology Connect dan Pelantikan HIMAPSI UIM Wujudkan “Labirin Jiwa” dalam Kebersamaan

Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan gabungan Malam Keakraban (Makrab) bertajuk Psychology Connect dan Pelantikan Pengurus HIMAPSI periode 2025-2026 di Strawberry Krincing Hill, Magelang, pada Sabtu-Minggu (18-19 Oktober 2025). Kegiatan dengan tema “Labirin Jiwa” ini menjadi wadah mempererat hubungan antar mahasiswa sekaligus menumbuhkan semangat kepemimpinan di lingkungan HIMAPSI. Acara dibuka dengan pelantikan resmi pengurus HIMAPSI oleh pembina, Ahmad Lathif Nurrhman S.psi., M.psi., Psikolog. Yang dalam sambutannya berpesan agar pengurus baru mampu menjadi teladan bagi mahasiswa lain.  “Kepengurusan HIMAPSI bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab moral untuk memajukan Psikologi UIM dan membawa perubahan positif,” ujar beliau dalam sambutannya. Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Makrab Psychology Connect yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dan anggota HIMAPSI. Beragam kegiatan digelar, mulai dari materi kepemimpinan yang di bawakan oleh pak Lathif selaku pembina, ice breaking, permainan kelompok, renungan malam, hingga pentas seni yang menampilkan kreativitas mahasiswa Psikologi UIM. Ketua panitia, Musriyadi Kelrey, menjelaskan bahwa penggabungan dua kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan mempererat sinergi antara pengurus baru dan mahasiswa baru. “Sebuah momentum yang sakral, momen nyata untuk transformasi diri. Dalam artian lain tujuan makrab itu adalah tentu untuk menguatkan tali dalam bingkai persaudaraan, mempererat solidaritas antar sesama mahasiswa psikologi,” jelas Musriyadi Kelrey. Salah satu peserta, Annisa Indah Nur Khusnul Fatimah, mengaku senang dengan konsep kegiatan ini. “Acaranya seru, selain bisa mengenal teman-teman baru, kaka panitia juga ramah ramah, kami juga jadi tahu lebih dekat tentang HIMAPSI dan kegiatannya,” katanya antusias. Kegiatan ditutup pada Minggu pagi dengan sesi refleksi, jalan jalan pagi, memetik strawberry dan doa bersama, dilanjutkan foto bersama seluruh peserta dan panitia. Melalui kegiatan gabungan ini, diharapkan HIMAPSI UIM dapat semakin solid dan mahasiswa Psikologi semakin memahami makna kebersamaan dalam perjalanan akademik mereka. Kontributor : Annisa Fahra Amalia & Amalia Ulya (Mahasiswa Prodi Psikologi 2024)

Uncategorized

Pemberdayaan Ibu Nifas melalui ASI Eksklusif dan Pijat Oksitosin: Program D3 Kebidanan UIM Yogyakarta di Bantul

Bantul, 8 November 2025 — Program Studi D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan bertema “Pemberdayaan Ibu Nifas melalui ASI Eksklusif dan Pijat Oksitosin dalam Mendukung Kesehatan Ibu dan Bayi.”Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Jaten, Argosari, Sedayu, Bantul, dan diikuti oleh para ibu nifas serta kader kesehatan setempat. Tujuan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas mengenai pentingnya ASI eksklusif serta teknik pijat oksitosin sebagai upaya mendukung kesehatan ibu dan bayi. Materi dan Pemateri Penyuluhan dipandu oleh Ibu Yulia Adhisty, SST., M.Kes, dosen D3 Kebidanan UIM Yogyakarta yang berfokus pada bidang nifas dan menyusui, serta dibantu oleh mahasiswa kebidanan.Dalam sambutannya, Ibu Yulia menekankan bahwa keberhasilan ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan. Bidan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan konseling menyusui kepada ibu nifas. Materi yang disampaikan meliputi: Pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Manfaat ASI bagi kesehatan ibu dan bayi. Teknik pijat oksitosin untuk melancarkan produksi ASI. Manfaat ASI Eksklusif bagi Ibu dan Bayi Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa ASI eksklusif mampu: Meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Mencegah infeksi dan mendukung tumbuh kembang optimal. Membantu ibu dalam proses pemulihan setelah melahirkan. Mengurangi risiko perdarahan postpartum dan mempercepat involusi uterus. Praktik Langsung Pijat Oksitosin Peserta mendapat kesempatan praktik langsung pijat oksitosin, mulai dari penentuan titik pijat, arah gerakan, durasi, hingga waktu pelaksanaan yang tepat.Kader posyandu juga dilatih agar dapat mendampingi ibu nifas dalam melakukan pijat oksitosin secara benar dan aman. Antusiasme Peserta Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan tentang: Cara meningkatkan produksi ASI. Penanganan puting lecet. Tips menghadapi bayi yang sulit menyusu. Para ibu mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam perawatan diri dan bayi di rumah. Penutup dan Harapan Kegiatan diakhiri dengan sesi monitoring tumbuh kembang bayi serta pembagian leaflet edukasi tentang ASI eksklusif dan pijat oksitosin.Program Studi D3 Kebidanan UIM Yogyakarta berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak di wilayah Bantul dan sekitarnya. Kontributor : Anisa A

Pendidikan, Uncategorized

Universitas Islam Mulia Yogyakarta Gelar Penyuluhan Pranikah untuk Remaja dan Prenatal Yoga bagi Ibu Hamil di Desa Singosaren III

Bantul, Yogyakarta — [Sabtu, 08 November 2025] Sebagai wujud nyata dari pelaksanaan Promosi Kesehatan, Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIM Yogyakarta) kembali mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Persiapan Persalinan dengan Prenatal Yoga ”. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Singosaren III, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, dengan dua fokus utama, yaitu penyuluhan pranikah bagi remaja dan prenatal yoga bagi ibu hamil. Acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta, Ibu Dukuh SingosarenIII , Bapak Lurah Desa Singosaren, Bidan Puskesmas Banguntapan II, serta puluhan peserta yang terdiri dari remaja desa dan ibu hamil. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, ketika para peserta mulai berdatangan ke pendopo yang berada di rumah Ibu Dukuh Singosaren III untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung penuh interaksi dan edukatif. Edukasi Pranikah: Mempersiapkan Generasi Muda yang Matang dan Bertanggung Jawab Sesi pertama kegiatan di fokuskan pada penyuluhan pranikah bagi remaja, yang disampaikan oleh Bapak Sarif Febriandi SKM. M. Kes. Dosen prodi Administrasi Kesehatan  UIM Yogyakarta. Dalam penyuluhan tersebut, para remaja diajak memahami pentingnya kesiapan mental, emosional, spiritual, dan ekonomi sebelum memasuki pernikahan. Materi penyuluhan mencakup berbagai topik penting, antara lain: makna pernikahan dalam perspektif Islam dan kesehatan, dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi, pentingnya komunikasi dan perencanaan keluarga, serta cara menjaga diri dari pergaulan bebas dan perilaku berisiko. Menurut pemateri, kesiapan pranikah merupakan hal mendasar untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan generasi penerus yang sehat. Kegiatan ini disambut baik oleh para remaja peserta yang mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Prenatal Yoga: Menjaga Kesehatan dan Ketenangan Ibu Hamil Usai sesi untuk remaja, kegiatan dilanjutkan dengan prenatal yoga bagi ibu hamil, dipandu oleh instruktur yoga bersertifikat Ibu Fika Pratiwi, S. St, M.Tr. Keb. Dosen prodi Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Sesi ini bertujuan untuk membantu para ibu hamil dalam menjaga kebugaran, memperlancar pernapasan, mengurangi stres, serta mempersiapkan fisik dan mental menjelang persalinan. Dengan suasana yang santai dan bimbingan yang lembut, para peserta diajak mempraktikkan berbagai gerakan sederhana yang aman sesuai usia kehamilan. Kemudian, sesi terakhir adalah materi tentang kehamilan dan yoga yang di sampaikan oleh mahasiswi prodi kebidanan semester 5 UIM Yogyakarta, yakni Ruqoyyatul Himmah dan Naesila Yolanda Putri. Materi tersebut meliputi : Tanda bahaya trimester 3 kehamilan Ketidaknyamanan pada trimester 3 Pengertian dan manfaat yoga Dalam penyampaian materi ini di harapkan agar para ibu hamil paham antara tanda bahaya dan ketidaknyamanan pada kehamilan trimester 3. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Islam Mulia Yogyakarta, pemerintah Desa Singosaren III, dan Puskesmas Banguntapan II. Kepala Desa Singosaren III menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UIM Yogyakarta berhasil menjembatani hubungan antara dunia akademik dan masyarakat. Para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari secara langsung di lapangan, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat, komunikasi edukatif, dan psikologi perkembangan. Ke depan, UIM Yogyakarta berencana memperluas kegiatan serupa ke desa-desa lain di wilayah Bantul, dengan fokus pada edukasi keluarga, kesehatan reproduksi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan penyuluhan pranikah dan prenatal yoga di Desa Singosaren III ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Islam Mulia Yogyakarta dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan kepedulian sosial. Dengan melibatkan remaja dan ibu hamil sebagai sasaran utama, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang siap menikah dengan bijak serta ibu-ibu hamil yang sehat, kuat, dan bahagia dalam menyambut kelahiran buah hati mereka. Kontributor : Fika pratiwi,S.ST.M.Tr.Keb

Pendidikan

Pembekalan Mahasiswa Psikologi UIM Yogyakarta: Membangun Attitude Positif dan Karakter Islami

Bantul, 4 November 2025 — Program Studi Psikologi Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Mahasiswa bagi angkatan 2024 dan 2025 pada Selasa, 4 November 2025, pukul 08.00–09.40 WIB, bertempat di Kampus UIM Yogyakarta, Jl. Wates Km 9, Plawonan, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Psikologi UIM Yogyakarta angkatan 2024 dan 2025 serta para dosen Program Studi Psikologi. Acara dipandu oleh Anisah (mahasiswa Psikologi angkatan 2024) sebagai Master of Ceremony (MC), dan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang indah oleh Muhammad Arif Sugandi Pratama (mahasiswa Psikologi angkatan 2025) sebagai qori’. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Psikologi, Nadea Zulfa Khairunnisa, S.Psi., M.A., menekankan pentingnya kegiatan pembekalan ini sebagai upaya membina dan membangun attitude positif mahasiswa sejak dini. “Kegiatan ini bertujuan untuk membina dan membangun attitude positif pada mahasiswa sebagai bekal dalam mengarungi dunia kerja kelak, sehingga kegiatan ini tidak hanya penting hanya di lingkungan kampus saja,” ungkapnya. Selain pembekalan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Surat Keputusan (SK) Ketua Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta tahun 2025 tentang Peraturan Kedisiplinan Mahasiswa. Materi sosialisasi disampaikan dengan santai dan penuh keakraban oleh Ahmad Latif Nurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Dosen Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta). “Peraturan Kedisiplinan Mahasiswa ini penting untuk membentuk karakter mahasiswa agar lebih tertib dan berintegritas dalam menjalankan perannya sebagai mahasiswa UIM Yogyakarta,” jelasnya. Sebagai penutup, mahasiswa diminta mengisi asesmen rencana studi. Kegiatan asesmen ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga membantu dosen dan program studi dalam membangun lingkungan belajar yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui kegiatan Pembekalan Mahasiswa ini, Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta berharap dapat menumbuhkan kultur kekeluargaan yang positif dan Islami di lingkungan kampus. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, namun juga anggun dalam moralnya, sejalan dengan tagline UIM Yogyakarta: “When Character Shape The Future.” Kontributor : Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Dosen Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta)

Scroll to Top