AKSI UIM (Artikel Kritis dan Solutif Mahasiswa UIM), Pendidikan

Divisi Keilmuan BEM Menyelenggarakan Kelas Penulis Akademik

Sebagai bagian dari upaya mahasiswa untuk membiasakan budaya akademik yang kuat dan berkelanjutan, Divisi Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Mulia Yogyakarta melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kelas Penulis Akademik (Dari Rumah Jurnal Ke Daftar Pustaka: Cara Nugas Yang Benar)”. Dipandu oleh Wahno (Administrasi Kesehatan ’22) dan Nurrida Shafa (Perpustakaan dan Sains Informasi ’23), kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Oktober 2025 dan ditujukan khusus bagi mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta sebagai langkah awal dalam mengenalkan dan membekali mereka dengan kemampuan dasar dalam penulisan ilmiah yang sistematis, kritis, dan beretika.    Dalam dunia akademik, kemampuan menulis karya ilmiah bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan merupakan sarana untuk mengekspresikan gagasan ilmiah, menganalisis fenomena, serta menyampaikan hasil pemikiran berdasarkan landasan teori dan referensi yang kredibel. Oleh karena itu, melalui program “Kelas Penulis Akademik” ini, UKM Literasi berusaha memberikan pendampingan intensif agar mahasiswa baru mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip penulisan akademik sejak dini.      Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dengan pengenalan dasar-dasar penyusunan makalah akademik yang meliputi struktur umum sebuah karya ilmiah, mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, pembahasan, hingga kesimpulan. Para peserta dibimbing untuk memahami bagaimana setiap bagian memiliki peran penting dalam menyampaikan gagasan secara runtut dan logis, serta bagaimana bahasa ilmiah digunakan untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas tulisan.       Selain itu, materi tentang pencarian referensi ilmiah yang kredibel juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai portal jurnal ilmiah nasional dan internasional, seperti Google Scholar, Garuda, dan DOAJ, serta diajarkan cara menilai keaslian dan relevansi sumber pustaka yang digunakan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara sumber referensi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan sumber informasi yang tidak memenuhi standar ilmiah.       Tidak hanya berhenti pada pencarian referensi, peserta juga diberikan pelatihan praktis tentang cara membuat kutipan dan daftar pustaka baik secara manual maupun otomatis menggunakan berbagai perangkat bantu seperti Mendeley. Melalui sesi ini, mahasiswa belajar pentingnya etika akademik, khususnya dalam menghindari praktik plagiarisme dan menghargai hak cipta penulis lain. Dengan memahami teknik sitasi yang benar, mahasiswa dapat menulis dengan jujur dan bertanggung jawab secara ilmiah. Kegiatan “Kelas Penulis Akademik” ini tidak hanya bersifat pembekalan teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk langsung mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh. Melalui sesi latihan penulisan, diskusi kelompok, serta pendampingan oleh mentor dari UKM Literasi, mahasiswa diajak untuk menghasilkan karya tulis sederhana yang sesuai dengan kaidah akademik. Proses ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk membangun portofolio akademik dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menulis.      Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Universitas Islam Mulia Yogyakarta dapat memahami bahwa menulis akademik bukanlah sekadar tugas kuliah, melainkan merupakan bentuk kontribusi ilmiah bagi masyarakat luas. Keterampilan ini akan menjadi modal penting dalam perjalanan akademik mereka, baik dalam menyusun tugas perkuliahan, karya ilmiah, maupun penelitian di masa mendatang.   Divisi Keilmuan BEM UIMY bersama UKM Literasi berkomitmen untuk terus menciptakan ruang belajar yang inspiratif dan produktif bagi seluruh mahasiswa. “Kelas Penulis Akademik” menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut—sebuah langkah kecil namun bermakna dalam membangun generasi akademisi muda yang literat, kritis, dan berintegritas tinggi. Nb. Kegiatan ini dikonsep dalam bentuk berseri, jadi bakal ada sesi keduanya. Sampai jumpa di sesi selanjutnya! Penulis : Ellina Qurrota A’yun Aulia Az Zahroh Koordinator Divisi Keilmuan & Bisnis

Uncategorized

Makrab Psychology Connect dan Pelantikan HIMAPSI UIM Wujudkan “Labirin Jiwa” dalam Kebersamaan

Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan gabungan Malam Keakraban (Makrab) bertajuk Psychology Connect dan Pelantikan Pengurus HIMAPSI periode 2025-2026 di Strawberry Krincing Hill, Magelang, pada Sabtu-Minggu (18-19 Oktober 2025). Kegiatan dengan tema “Labirin Jiwa” ini menjadi wadah mempererat hubungan antar mahasiswa sekaligus menumbuhkan semangat kepemimpinan di lingkungan HIMAPSI. Acara dibuka dengan pelantikan resmi pengurus HIMAPSI oleh pembina, Ahmad Lathif Nurrhman S.psi., M.psi., Psikolog. Yang dalam sambutannya berpesan agar pengurus baru mampu menjadi teladan bagi mahasiswa lain.  “Kepengurusan HIMAPSI bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab moral untuk memajukan Psikologi UIM dan membawa perubahan positif,” ujar beliau dalam sambutannya. Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Makrab Psychology Connect yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dan anggota HIMAPSI. Beragam kegiatan digelar, mulai dari materi kepemimpinan yang di bawakan oleh pak Lathif selaku pembina, ice breaking, permainan kelompok, renungan malam, hingga pentas seni yang menampilkan kreativitas mahasiswa Psikologi UIM. Ketua panitia, Musriyadi Kelrey, menjelaskan bahwa penggabungan dua kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan mempererat sinergi antara pengurus baru dan mahasiswa baru. “Sebuah momentum yang sakral, momen nyata untuk transformasi diri. Dalam artian lain tujuan makrab itu adalah tentu untuk menguatkan tali dalam bingkai persaudaraan, mempererat solidaritas antar sesama mahasiswa psikologi,” jelas Musriyadi Kelrey. Salah satu peserta, Annisa Indah Nur Khusnul Fatimah, mengaku senang dengan konsep kegiatan ini. “Acaranya seru, selain bisa mengenal teman-teman baru, kaka panitia juga ramah ramah, kami juga jadi tahu lebih dekat tentang HIMAPSI dan kegiatannya,” katanya antusias. Kegiatan ditutup pada Minggu pagi dengan sesi refleksi, jalan jalan pagi, memetik strawberry dan doa bersama, dilanjutkan foto bersama seluruh peserta dan panitia. Melalui kegiatan gabungan ini, diharapkan HIMAPSI UIM dapat semakin solid dan mahasiswa Psikologi semakin memahami makna kebersamaan dalam perjalanan akademik mereka. Kontributor : Annisa Fahra Amalia & Amalia Ulya (Mahasiswa Prodi Psikologi 2024)

Pendidikan, Uncategorized

Dukungan Suami dan Keluarga Penting bagi Ibu Hamil: UIMY Gelar Sosialisasi di Sedayu

Dukungan Suami dan Keluarga Penting bagi Ibu Hamil: UIMY Gelar Sosialisasi di Sedayu Bantul, 09 November 2025 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) melalui Program Studi Kebidanan bekerja sama dengan Puskesmas Sedayu 1 Bantul mengadakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi bertema “Dukungan Suami dan Keluarga terhadap Perubahan Fisik dan Psikologis pada Ibu Hamil.” Acara ini berlangsung di Aula Kalurahan Argomulyo, Sedayu, dengan mengundang 20 ibu hamil beserta pasangannya. Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu hamil, suami dan keluarga mengetahui perubahan fisik dan psikologis kehamilan sehingga diharapkan suami dan keluarga mampu berperan sebagai pendamping ibu selama masa kehamilan. Pentingnya Dukungan Keluarga Kegiatan ini menekankan bahwa dukungan suami dan keluarga memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan fisik maupun psikologis ibu hamil. Perubahan yang dialami selama kehamilan seringkali menimbulkan tantangan emosional, sehingga kehadiran suami dan keluarga menjadi faktor penentu dalam menciptakan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi ibu hamil. Dilakukannya kegiatan penyuluhan dan sosialisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman suami dan keluarga tentang perubahan fisik dan psikologis ibu hamil,  mendorong keterlibatan aktif suami dan keluarga dalam mendampingi ibu hamil serta menanamkan nilai spiritual dan kasih sayang dalam mendukung kehamilan yang sehat dan bahagia. Sinergi Perguruan Tinggi dan Puskesmas Acara ini mendapat dukungan penuh dari Bidan Koordinator Puskesmas Sedayu I Endah Bekti, S.Tr.Keb., Bdn, yang berkolaborasi dengan dosen Prodi D3 Kebidanan Nurul Ariningtyas, S.ST., MPH dan mahasiswa Prodi Kebidanan semester 5 Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Kelompok mahasiswa yang terlibat dikoordinatori oleh Prita Mawarsih dan anggota; Silky Diana Sugesti, Amita, Indriyani, Tasya Yajira, dan Hasanah Rizka. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan layanan kesehatan primer dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain penyuluhan, kegiatan lainnya turut memeriahkan acara yaitu senam yoga kehamilan, yang dipandu oleh Bidan Puskesmas Sedayu I dan beberapa mahasiswa praktik Puskesmas Sedayu 1. Antusiasme Peserta Sebanyak 20 pasangan ibu hamil dan suaminya mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Mereka terlibat dalam diskusi interaktif mengenai cara memberikan dukungan emosional, membantu aktivitas sehari-hari, serta memahami perubahan fisik yang dialami ibu hamil. Penyuluhan disampaikan dengan media Audio Video dan Kartu Refleksi (berisi kutipan spiritual dan motivasi). Suasana semakin menarik dengan Simulasi peran (role play) yang diperankan oleh penyaji dan diikuti oleh peserta. Harapan Universitas Melalui kegiatan ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta berharap dapat memperkuat peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Dukungan yang baik diharapkan mampu menurunkan risiko stres, meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta mendukung tercapainya kehamilan yang sehat dan aman.  Pewarta:  Nurul Ariningtyas dan Prita Mawarsih

Uncategorized

Pemberdayaan Ibu Nifas melalui ASI Eksklusif dan Pijat Oksitosin: Program D3 Kebidanan UIM Yogyakarta di Bantul

Bantul, 8 November 2025 — Program Studi D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan bertema “Pemberdayaan Ibu Nifas melalui ASI Eksklusif dan Pijat Oksitosin dalam Mendukung Kesehatan Ibu dan Bayi.”Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Jaten, Argosari, Sedayu, Bantul, dan diikuti oleh para ibu nifas serta kader kesehatan setempat. Tujuan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas mengenai pentingnya ASI eksklusif serta teknik pijat oksitosin sebagai upaya mendukung kesehatan ibu dan bayi. Materi dan Pemateri Penyuluhan dipandu oleh Ibu Yulia Adhisty, SST., M.Kes, dosen D3 Kebidanan UIM Yogyakarta yang berfokus pada bidang nifas dan menyusui, serta dibantu oleh mahasiswa kebidanan.Dalam sambutannya, Ibu Yulia menekankan bahwa keberhasilan ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan. Bidan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan konseling menyusui kepada ibu nifas. Materi yang disampaikan meliputi: Pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Manfaat ASI bagi kesehatan ibu dan bayi. Teknik pijat oksitosin untuk melancarkan produksi ASI. Manfaat ASI Eksklusif bagi Ibu dan Bayi Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa ASI eksklusif mampu: Meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Mencegah infeksi dan mendukung tumbuh kembang optimal. Membantu ibu dalam proses pemulihan setelah melahirkan. Mengurangi risiko perdarahan postpartum dan mempercepat involusi uterus. Praktik Langsung Pijat Oksitosin Peserta mendapat kesempatan praktik langsung pijat oksitosin, mulai dari penentuan titik pijat, arah gerakan, durasi, hingga waktu pelaksanaan yang tepat.Kader posyandu juga dilatih agar dapat mendampingi ibu nifas dalam melakukan pijat oksitosin secara benar dan aman. Antusiasme Peserta Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan tentang: Cara meningkatkan produksi ASI. Penanganan puting lecet. Tips menghadapi bayi yang sulit menyusu. Para ibu mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam perawatan diri dan bayi di rumah. Penutup dan Harapan Kegiatan diakhiri dengan sesi monitoring tumbuh kembang bayi serta pembagian leaflet edukasi tentang ASI eksklusif dan pijat oksitosin.Program Studi D3 Kebidanan UIM Yogyakarta berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak di wilayah Bantul dan sekitarnya. Kontributor : Anisa A

Pendidikan, Uncategorized

Universitas Islam Mulia Yogyakarta Gelar Penyuluhan Pranikah untuk Remaja dan Prenatal Yoga bagi Ibu Hamil di Desa Singosaren III

Bantul, Yogyakarta — [Sabtu, 08 November 2025] Sebagai wujud nyata dari pelaksanaan Promosi Kesehatan, Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIM Yogyakarta) kembali mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Persiapan Persalinan dengan Prenatal Yoga ”. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Singosaren III, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, dengan dua fokus utama, yaitu penyuluhan pranikah bagi remaja dan prenatal yoga bagi ibu hamil. Acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta, Ibu Dukuh SingosarenIII , Bapak Lurah Desa Singosaren, Bidan Puskesmas Banguntapan II, serta puluhan peserta yang terdiri dari remaja desa dan ibu hamil. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, ketika para peserta mulai berdatangan ke pendopo yang berada di rumah Ibu Dukuh Singosaren III untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung penuh interaksi dan edukatif. Edukasi Pranikah: Mempersiapkan Generasi Muda yang Matang dan Bertanggung Jawab Sesi pertama kegiatan di fokuskan pada penyuluhan pranikah bagi remaja, yang disampaikan oleh Bapak Sarif Febriandi SKM. M. Kes. Dosen prodi Administrasi Kesehatan  UIM Yogyakarta. Dalam penyuluhan tersebut, para remaja diajak memahami pentingnya kesiapan mental, emosional, spiritual, dan ekonomi sebelum memasuki pernikahan. Materi penyuluhan mencakup berbagai topik penting, antara lain: makna pernikahan dalam perspektif Islam dan kesehatan, dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi, pentingnya komunikasi dan perencanaan keluarga, serta cara menjaga diri dari pergaulan bebas dan perilaku berisiko. Menurut pemateri, kesiapan pranikah merupakan hal mendasar untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan generasi penerus yang sehat. Kegiatan ini disambut baik oleh para remaja peserta yang mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Prenatal Yoga: Menjaga Kesehatan dan Ketenangan Ibu Hamil Usai sesi untuk remaja, kegiatan dilanjutkan dengan prenatal yoga bagi ibu hamil, dipandu oleh instruktur yoga bersertifikat Ibu Fika Pratiwi, S. St, M.Tr. Keb. Dosen prodi Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Sesi ini bertujuan untuk membantu para ibu hamil dalam menjaga kebugaran, memperlancar pernapasan, mengurangi stres, serta mempersiapkan fisik dan mental menjelang persalinan. Dengan suasana yang santai dan bimbingan yang lembut, para peserta diajak mempraktikkan berbagai gerakan sederhana yang aman sesuai usia kehamilan. Kemudian, sesi terakhir adalah materi tentang kehamilan dan yoga yang di sampaikan oleh mahasiswi prodi kebidanan semester 5 UIM Yogyakarta, yakni Ruqoyyatul Himmah dan Naesila Yolanda Putri. Materi tersebut meliputi : Tanda bahaya trimester 3 kehamilan Ketidaknyamanan pada trimester 3 Pengertian dan manfaat yoga Dalam penyampaian materi ini di harapkan agar para ibu hamil paham antara tanda bahaya dan ketidaknyamanan pada kehamilan trimester 3. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Islam Mulia Yogyakarta, pemerintah Desa Singosaren III, dan Puskesmas Banguntapan II. Kepala Desa Singosaren III menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UIM Yogyakarta berhasil menjembatani hubungan antara dunia akademik dan masyarakat. Para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari secara langsung di lapangan, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat, komunikasi edukatif, dan psikologi perkembangan. Ke depan, UIM Yogyakarta berencana memperluas kegiatan serupa ke desa-desa lain di wilayah Bantul, dengan fokus pada edukasi keluarga, kesehatan reproduksi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan penyuluhan pranikah dan prenatal yoga di Desa Singosaren III ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Islam Mulia Yogyakarta dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan kepedulian sosial. Dengan melibatkan remaja dan ibu hamil sebagai sasaran utama, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang siap menikah dengan bijak serta ibu-ibu hamil yang sehat, kuat, dan bahagia dalam menyambut kelahiran buah hati mereka. Kontributor : Fika pratiwi,S.ST.M.Tr.Keb

Pendidikan

Pembekalan Mahasiswa Psikologi UIM Yogyakarta: Membangun Attitude Positif dan Karakter Islami

Bantul, 4 November 2025 — Program Studi Psikologi Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Mahasiswa bagi angkatan 2024 dan 2025 pada Selasa, 4 November 2025, pukul 08.00–09.40 WIB, bertempat di Kampus UIM Yogyakarta, Jl. Wates Km 9, Plawonan, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Psikologi UIM Yogyakarta angkatan 2024 dan 2025 serta para dosen Program Studi Psikologi. Acara dipandu oleh Anisah (mahasiswa Psikologi angkatan 2024) sebagai Master of Ceremony (MC), dan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang indah oleh Muhammad Arif Sugandi Pratama (mahasiswa Psikologi angkatan 2025) sebagai qori’. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Psikologi, Nadea Zulfa Khairunnisa, S.Psi., M.A., menekankan pentingnya kegiatan pembekalan ini sebagai upaya membina dan membangun attitude positif mahasiswa sejak dini. “Kegiatan ini bertujuan untuk membina dan membangun attitude positif pada mahasiswa sebagai bekal dalam mengarungi dunia kerja kelak, sehingga kegiatan ini tidak hanya penting hanya di lingkungan kampus saja,” ungkapnya. Selain pembekalan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Surat Keputusan (SK) Ketua Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta tahun 2025 tentang Peraturan Kedisiplinan Mahasiswa. Materi sosialisasi disampaikan dengan santai dan penuh keakraban oleh Ahmad Latif Nurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Dosen Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta). “Peraturan Kedisiplinan Mahasiswa ini penting untuk membentuk karakter mahasiswa agar lebih tertib dan berintegritas dalam menjalankan perannya sebagai mahasiswa UIM Yogyakarta,” jelasnya. Sebagai penutup, mahasiswa diminta mengisi asesmen rencana studi. Kegiatan asesmen ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga membantu dosen dan program studi dalam membangun lingkungan belajar yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui kegiatan Pembekalan Mahasiswa ini, Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta berharap dapat menumbuhkan kultur kekeluargaan yang positif dan Islami di lingkungan kampus. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, namun juga anggun dalam moralnya, sejalan dengan tagline UIM Yogyakarta: “When Character Shape The Future.” Kontributor : Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Dosen Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta)

Pendidikan

UIMY Teken Kerja Sama Beasiswa Sleman Pintar, Dukung Akses Pendidikan Tinggi Berkualitas

Sleman, 22 Oktober 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung program Beasiswa Sleman Pintar. Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman bersama 51 perguruan tinggi lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph. D., yang menyampaikan apresiasi atas komitmen perguruan tinggi dalam mendukung akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Program Sleman Pintar merupakan inisiatif Pemkab Sleman untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga miskin, rentan miskin, dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui kerja sama ini, UIMY berkomitmen memberikan dukungan akademik dan finansial kepada mahasiswa penerima beasiswa agar dapat menempuh pendidikan tinggi secara optimal. Rektor Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph. D., menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi kampus sebagai institusi pendidikan yang unggul dalam mengabdi pada kepentingan Bangsa dengan dijiwai nilai-nilai islam holistik yang rahmatan lil’alaminin tahun 2044. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap warga. UIMY siap menjadi bagian dari gerakan pendidikan yang berpihak pada masyarakat dan mendukung generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa asal Sleman yang memenuhi kriteria akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan di UIMY, serta pendampingan akademik untuk memastikan keberhasilan studi mereka. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adil dan berkelanjutan. Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat Sleman Pintar untuk tahun 2026 dan menunjukkan komitmen UIMY sebagai kampus yang aktif dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan. Kampus UIMY juga membuka peluang bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk bergabung dalam penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Dengan berbagai program studi unggulan di bidang kesehatan, teknologi, dan pendidikan, serta lingkungan kampus yang religius dan modern, UIMY hadir sebagai pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin berkembang secara akademik dan spiritual. Informasi lengkap mengenai program studi, jalur pendaftaran, dan beasiswa dapat diakses melalui laman resmi kampus: www.uim-yogya.ac.id atau langsung mengunjungi layanan informasi di Kampus Utama UIMY, Sedayu, Bantul. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Universitas Islam Mulia Yogyakarta terus berkomitmen menjadi kampus yang aktif dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan tinggi yang berkualitas, religius, dan berdaya saing. Kontributor : Nurul Ariningtyas

Pendidikan

UIM Yogyakarta Selenggarakan Workshop Akademik: Penyiapan Pembelajaran dan Penyusunan RPS

Yogyakarta, 15 Oktober 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) menyelenggarakan kegiatan Workshop Akademik bertema “Penyiapan Pembelajaran dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)” pada tanggal 09 Oktober 2025. Kegiatan ini bertempat di Aula Utama Kampus UIMY dan diikuti oleh seluruh dosen tetap dan dosen luar biasa dari berbagai program studi. Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran dan kesiapan dosen dalam menyusun perangkat ajar, Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan workshop akademik yang berfokus pada penyiapan pembelajaran dan pembuatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk menjamin pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara profesional dan terstruktur. Tujuan Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dosen tentang prinsip-prinsip penyusunan RPS yang sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi, menyusun RPS yang berbasis capaian pembelajaran dan kebutuhan mahasiswa, menyelaraskan metode pembelajaran, penilaian, dan media ajar secara efektif serta mendorong kolaborasi antar dosen dalam pengembangan kurikulum dan perangkat ajar. Kegiatan dibuka oleh Rektor Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph. D., dengan menyampaikan “Sosialisasi Kebijakan akademik Tahun Ajaran Baru 2025/2026. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang sistematis dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “RPS bukan sekadar dokumen, tetapi cerminan filosofi pendidikan yang kita terapkan di kelas. Dosen harus mampu merancang pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada mahasiswa,” ujarnya. Selama satu hari, peserta mengikuti berbagai sesi seperti pemaparan kebijakan akademik terbaru, praktik penyusunan RPS berbasis OBE (Outcome-Based Education), serta diskusi kelompok. Diskusi berlangsung aktif dan produktif, menghasilkan draft RPS dari masing-masing program studi yang siap untuk difinalisasi dan diimplementasikan. Salah satu narasumber, Bapak Panggah Widiandana, M.Kom., Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Kesehatan sekaligus dosen Program Studi Informatika, menyampaikan bahwa workshop ini sangat membantu dalam menyelaraskan metode pembelajaran dengan kebutuhan mahasiswa. “Kami harapkan dosen di UIMY jadi lebih memahami bagaimana menyusun RPS yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga relevan dan aplikatif,” katanya. Narasumber lainnya, Bapak Yogi Andrianza, M.A., Kepala Biro Administrasi Akademik dan Manajemen Informasi sekaligus dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi menuturkan harapan bahwa “Semoga dengan kegiatan ini, proses akademik terutama sistem pelaporan akademik bisa lebih mudah dan akuntabel”. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta berharap seluruh dosen dapat mengembangkan pembelajaran yang unggul, religius, dan berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Pendidikan

Universitas Islam Mulia Yogyakarta Gelar Matrikulasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026

Yogyakarta, 13 Oktober 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) sukses menyelenggarakan kegiatan matrikulasi bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 8 hingga 10 Oktober 2025, bertempat di ruang 3.4 Kampus UIMY. Kegiatan matrikulasi merupakan bagian dari proses penyambutan dan pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa baru Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan dasar yang menunjang pembelajaran di perguruan tinggi, menyelaraskan latar belakang akademik mahasiswa dari berbagai jurusan/sekolah  serta menumbuhkan kesiapan berpikir kritis dan literasi digital. Narasumber Matrikulasi berbeda tiap sesi, yaitu; untuk sesi Matematika Dasar oleh Bapak Muh Wildanul Firdaus, M. Pd yang merupakan Kaprodi Pendidikan Matematika, sesi Bahasa Inggris oleh Muhammad Fathur Rahman Khalik, M. Pd yang merupakan Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, sesi Filsafat Ilmu oleh Bapak rektor Anwaruddin Hisyam, M.sc., Ph. D dan sesi Literasi Komputer Dasar oleh Bapak Panggah Widiandana, M. Kom Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Kesehatan. Rektor UIMY, Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph. D., menyampaikan bahwa matrikulasi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan langkah awal membentuk generasi mahasiswa yang unggul dan berintegritas. “Kami ingin mahasiswa baru tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki semangat belajar, etika, dan nilai-nilai keislaman yang kuat,” ujarnya. Waktu Pelaksanaan kegiatan selama  3 hari (Rabu–Jumat, 8–10 Oktober 2025) pukul 09.00–15.00 WIB bertempat di ruang 3.4 dan Ruang Laboratorium Komputer. Pesertaadalah mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 dari seluruh program studi. Adapun jumlah peserta Matrikulasi terbagi menjadi 4 sesi: Sesi Matematika Dasar= 2 orang Sesi Bahasa Inggris Dasar= 18 orang Sesi Filsafat Ilmu= 4 orang Sesi Literasi Komputer Dasar= 3 orang Evaluasi menunjukkan bahwa Mahasiswa mempunyai antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh sesi. Namun, untuk sesi terakhir yaitu sesi Literasi Komputer Dasar, semua mahasiswa absen kegiatan dengan tanpa keterangan.  Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan observasi partisipasi aktif. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya diperlukan penguatan materi literasi digital dan pengenalan organisasi kemahasiswaan di tahun berikutnya. Dengan berakhirnya kegiatan matrikulasi, Universitas Islam Mulia Yogyakarta berharap mahasiswa baru dapat segera beradaptasi dan berkontribusi aktif dalam proses akademik dan kegiatan kemahasiswaan, sejalan dengan semangat kampus: religius, ilmiah, dan berdaya saing. Dokumen sertifikat peserta matrikulasi bisa di download dalam link berikut ini: http://bit.ly/4o8IAA2

RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Mahasiswi Amphibi#5 (Wejangan ala-ala untuk para MABA)

Konsep ‘perkuliahan’ cukup rumit. Bukan tanpa alasan takarir twibbon ospek UIM mengandung kalimat berbunyi “Menyandang gelar MAHA di atas kata SlSWA berarti siap mengemban tanggung jawab yang lebih besar dan penuh arti”.    Teman saya menulis artikel berjudul “Belajar dari Jogja” (bila kalian sedang senggang, sangat dianjurkan untuk membaca sekalian artikel tersebut) bahwa ilmu tidak hanya sebatas apa yang kita dapat di kelas melainkan juga di forum-forum diskusi dalam tongkrongan-tongkrongan ringan bersama teman lain. Durasi hidup setiap manusia sangatlah terbatas untuk ilmu yang tiada batas. Menanggulangi hal tersebut, hei para mahasiswa, sadarilah betapa pentingnya kalian mencari komunitas intelektual. Mungkin kisah pengalamanku di bawah dapat menjadi refleksi. ***     Tidak ada yang dapat mengalahkan sensasi terkejut saat melihat realitas telah melampui ekspetasi. Setinggi-tingginya katak melompat, Ia akan sadar masih ada burung yang selalu berada jauh di atasnya. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali dosen menampilkan satu persatu tugas laman web (telah dibahas pada seri sebelumnya) di kelas.      Ide yang sebelumnya kuanggap ‘genial’ ternyata terhitung sangat normal. Bila dibandingkan tugas karya teman-temanku yang lain (contoh milik temanku yang mendapat pujian dosen: https://aimamarifaaa.wixsite.com/mysite) milikku benar-benar sangatlah standar. Tidak ada istimewanya. Bahkan untuk ide bisnisnya saja masih terlalu abstrak. Benar-benar tidak ada yang bisa dibanggakan. UGM berhasil membuatku ciut untuk ke sekian kalinya.     Tidak apa, mentalku sudah cukup terlatih. Justru aku menganggap semua ini adalah nilai lingkungan positif dimana aku terus disadarkan agar tak bosan mengembangkan diri. Seperti kata orang bijak, “Bila kau merasa menjadi orang paling pintar diantara yang lain, artinya kau salah ruangan,”       Meskipun dengan berdinamika bersama UGM menjadikan pola pikirku semakin liar (sempat ku-mention di seri ketiga mahasiswi amphibi), setidaknya aku bisa meng-klaim bahwa aku telah berada di ruang belajar yang benar. Tidak hanya pada matkul Bahasa Prancis Administrasi dan Bisnis, aku juga dibuat kerdil setelah sadar pengetahuanku tentang Sejarah Eropa sangatlah minim disbanding teman-temanku khususnya yang beragama kristen/katolik. Padahal, agamaku sendiri juga ikut berperan mencetak Sejarah penting pada akhir abad pertengahan dalam tragedi runtuhnya Byzantium ke tangan kekaisaran Ottoman. Tidak hanya itu, aku pun baru tahu secara kronologis mengapa Eropa bagian Selatan bisa sangat dipengaruhi oleh budaya islam.     Wah, terlalu luas ya ilmu di dunia ini. Ini baru di bidang Sejarah yang lingkupnya sekedar humaniora. Masih ada lingkup saintek yang juga terbagi menjadi puluhan bidang ilmu lainnya. Benar saja firman Allah di surat Al-Khafi ayat 109, “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”     Seringnya manusia berlagak pintar sebelum sadar bahwa yang Ia ketahui belum seberapa. Contohnya ya, aku. Mentang-mentang bisa kuliah di dua kampus dan bisa menguasai Bahasa Prancis dengan nilai A semua dalam waktu satu tahun, lagaknya bisa punya ide paling cemerlang di tugas pembuatan web. Dasar emang.     Setelah disadarkan, aku sempat menghubungi temanku di jurusan informatika UIM. Kami mendiskusikan hal-hal terkait website, berujung aku kembali disadarkan bahwa wawasanku tentang software dan per-situs-an sangatlah minim. Padahal jurusanku di UIM masuk ke fakultas sains teknologi. Ranah digital anak perpustakaan memang tidak sebanyak anak informatika, namun harusnya bukan menjadi alasan untuk meremehkan ilmu tersebut di era yang sudah serba canggih ini.     Memiliki banyak teman pintar adalah sebuah privillage. Sisi menguntungkannya akan terasa ketika dia mulai menjelaskan berbagai hal yang tidak pernah kita dengar sebelumnya menggunakan bahasa paling sederhana. Bahkan, dia akan sengaja menghubung-hubungkan objek pembahasannya dengan apa yang lazim ditemui dalam jurusan kita. Contoh yang kualami, temanku memulai penjelasan terkait perbedaan situs berbayar dan gratisan dengan menganalogikan bahasa koding dengan Bahasa Prancis. “Koding itu kan Bahasa pengantar kita untuk berkomunikasi dengan computer, jenis bahasnaya ya khusus. Bisa python, javascript, atau php. Sama kayak kalo kamu ngomong sama bule Prancis kan pasti makeknya yo basa prancis toh, bukan boso Jawa atau Sunda? Nah, pada dasarnya kita kalau gunain Bahasa itu gratis, kamu gunain kosa kata prancis kan gak bayar, sama kalau ngoding terus buat system yang ngebuat situs itu gratis, itungannya kita cuma ‘ngobrol’ sama komputer,” Kurang lebih begitu kalimat yang dia lontarkan. Penjelasan berikutnya dia analogikan dengan sesuatu yang lain, namun masih di lingkup yang dekat denganku. “Yang berbayar itu kalau kita pengen situs yang dibuat ini bisa diakses orang. Disini kita butuh server. Anggep aja server tuh kayak penerbit, kalau kamu mau tulisanmu dibaca lebih banyak orang kan kamu perlu bayar buat pencetakkan dan pendistribusiannya. Server itu yang biasanya ada di akhir link itu loh, misal ‘.co.id.’ Dengan server itu, hasil kodingan kita jadi bisa dilihat orang lain dengan jumlah tertentu,”     Tidak berlebihan bila aku menganggap penjelasannya setara dengan matkul 2 sks Pengantar Situs Internet. Karena setelah itu dia juga memberikan contoh cara kerja situs canva sebagai pembeda dengan system hasil kodingan pribadi. Cukup rumit bila kujelaskan ulang, lagipula aku juga tak sehandal dia dalam menyederhanakan materi yang rumit. Kembali lagi pada teoriku di awal, semua ini bisa dia lakukan karena cukup baik mengenalku sehingga dapat merumuskan cara paling efektif saat membagikan wawasan yang dimilikinya.     Semoga kalian semakin faham betapa ilmu yang disampaikan teman akan sama bergunanya dengan kuliah dosen. Mulai sekarang, bila kalian berkesempatan ngobrol dengan teman antarjurusan atau bahkan kakak tingkat, tidak usah ragu untuk mengajak ‘TW’ (Tukar Wawasan). Kalau bisa sih, hindari motif receh semacam ‘modus pdkt’ ya! Masih banyak loh manfaat yang bisa kita dapat tanpa terlibat percintaan di dunia kampus, apalagi baru semester pertama.     Jangan juga sampai salah artikan tulisanku ini sebagai perintah untuk sering-sering nongkrong gak jelas loh ya. Ada hukum alam yang bekerja: syarat memperoleh teman-teman cerdas ber-value tinggi adalah dengan fokus meningkatkan kualitas pribadi terlebih dahulu. Pembahasan lebih jauh akan kubahas di tulisan selanjutnya ya!     Sebagai penutup, izinkan aku memamerkan tampakkan tugas web yang sudah diperbaharui temanku ini: *** Penulis : Syifa Iswi Liani Mahasiswi Perpustakaan Sains & Informasi UIM Yogyakarta Mahasiswi Bahasa & Sastra Prancis UGM Yogyakarta Instagram : @sil_syifa05

Scroll to Top