Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan

Semarak Idul Adha: HIMA PGSD Gelar Cerdas Cermat Islami untuk Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Berkarakter

Kegiatan dirancang guna menjadi sarana penguatan identitas keislaman sekaligus pengembangan potensi intelektual generasi muda, sejalan dengan cita-cita pendidikan karakter yang diusung dalam kurikulum PGSD. Tema ini mencerminkan semangat para mahasiswa HIMA PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dalam mendorong anak-anak santri TPA untuk tidak hanya unggul dalam hafalan dan pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan wawasan pengetahuan Islam yang luas. Kegiatan Cerdas Cermat dilaksanakan pada jumat 22 mei 2026 pukul 16.00 WIB – 18.00 WIB di Masjid Al – Amin Bale Asri Daerah Istimewa Yogyakarta dan dihadiri 40 Santri berjalan dengan sangat lancar, penuh antusias dan semangat. Pada hari pelaksanaan, para peserta yang merupakan santri-santri TPA dari berbagai kelompok usia telah hadir lebih awal dengan mengenakan seragam rapi dan wajah penuh antusias. Sebelum itu, Panitia mahasiswa HIMA PGSD menyiapkan seluruh perlengkapan, mulai dari papan skor, lembar soal yang tersusun rapi dalam tiga kategori, hingga dekorasi sederhana namun bermakna yang menambah semarak suasana. Acara dibuka dengan pembacaan doa Bersama dipimpin oleh MC, kemudian dilanjutkan sambutan hangat dari ketua panitia dan perwakilan pengasuh TPA Ibu Fitri.  Kegiatan di awali dengan salam, perkenalan, penyampaian tujuan kegiatan, serta menyanyikan lagu Islami. kegiatan pertama, dimulai dari pembagian kelompok di mana masing – masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Setiap kelompok didampingi pemateri dalam Langkah pembekalan. Selanjutnya, setiap kelompok dikumpulkan Kembali untuk memulai ajang perlombaan Cerdas Cermat Anak TPA. Dalam perlombaan setiap kelompok diberi 5 butir soal. Ketika salah satu kelompok tidak mampu menjawab maka soal dapat diserahkan kepada kelompok lain. Selanjutnya, terdapat sesi kuis cepat tepat setiap kelompok rebutan soal yang telah panitia bacakan. Pada tahap akhir perlombaan, yakni pengumuman pemenang serta pembagian hadiah. Dilanjutkan, pada tahap akhir acara Adalah penutupan. Para mahasiswa hima PGSD bertindak sebagai juri, pembaca soal dan pemandu acara secara bergantian dengan profesional. Keseluruhan rangkaian berjalan tepat waktu dan tertib berkat koordinasi yang matang. Di akhir acara, pengumuman pemenang disambut dengan antusias dan gembira oleh seluruh peserta. Para juara mendapatkan sertifikat penghargaan dan bingkisan menarik sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kecerdasan mereka. Melalui kegiatan Cerdas Cermat ini, seluruh mahasiswa hima PGSD yang terlibat berharap besar agar semangat belajar yang telah tumbuh dalam diri para santri TPA tidak padam begitu kegiatan selesai. Justru sebaliknya, kompetisi yang sehat dan menyenangkan ini diharapkan menjadi titik awal bagi para peserta untuk semakin mencintai ilmu agama, rajin mengulang hafalan, dan terus mengasah kemampuan berpikir mereka dalam suasana yang penuh kasih sayang dan kebersamaan. Hal serupa bagi mahasiswa HIMA PGSD sendiri, kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mengaplikasikan ilmu kependidikan yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Pengalaman ini menjadikan Langkah awal  serta pondasi yang kuat dalam meningkatkan kepekaan sosial dan kompetensi pedagogis mereka sebagai calon guru yang tidak hanya mampu mengajar di kelas formal, tetapi juga mampu merancang program pendidikan nonformal yang bermakna dan berdampak. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang terus digalakkan oleh mahasiswa HIMA PGSD di periode KKN berikutnya maupun oleh pengurus TPA secara mandiri. Dengan demikian, TPA Al-Amin Baleasr dapat tumbuh menjadi lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kecerdasan dan karakter anak-anak generasi penerus bangsa yang diharapkan menjadi pemimpin umat di masa mendatang. HIMA PGSD & Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd.

Pendidikan

SEUTAS KAIN, SEJUTA MAKNA DI TANGAN MAHASISWA​

SEUTAS KAIN, SEJUTA MAKNA DI TANGAN MAHASISWA Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, mahasiswa kerap dituntut untuk berlari tanpa jeda; mengejar tugas, nilai, dan ambisi yang tak pernah benar-benar selesai. Dunia hari ini seakan memuja kecepatan, seolah siapa yang paling cepat, dialah yang paling hebat. Padahal, tidak semua hal berharga lahir dari tergesa-gesa. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 1 justru menemukan pengalaman berbeda melalui kegiatan Project STEAM membatik yang dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, di bawah bimbingan dosen pengampu mata kuliah, Nisrina Ajrina, M.Pd. Momen itu hadir dalam sebuah Project STEAM–membatik yang sederhana, namun bagi kami momen itu meninggalkan kesan yang begitu dalam. Membatik bukan sekedar aktivitas seni, melainkan perjalanan rasa. Setiap titik yang ditorehkan dengan canting bukan hanya membentuk motif, tetapi juga melatih kesabaran. Dari proses menggambar pola, mencanting, mewarnai, hingga melorodkan malam, semuanya membutuhkan ketelatenan dan ketenangan yang nyaris bertolak belakang dengan ritme kehidupan modern. Bagi kami, membatik menjadi ruang jeda, tempat untuk “melambat” sejenak dari hiruk pikuk akademik. Di sana, waktu terasa lebih panjang, pikiran menjadi lebih jernih, dan tangan bekerja selaras dengan hati. Tidak ada tuntutan untuk cepat selesai, hanya ada proses yang harus dinikmati.   Selain sebagai sarana pengembangan kreativitas. Kegiatan membatik juga memperkenalkan mahasiswa pada nilai budaya yang terkandung dalam batik sebagai salah satu warisan khas Indonesia. Setiap motif memiliki makna filosofis yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga ikut memahami pentingnya menjaga identitas budaya bangsa. Project ini juga menjadi wujud penerapan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pembelajaran. Mahasiswa mempelajari bagaimana lilin dipanaskan pada suhu tertentu sebagai bagian dari aspek sains, menggunakan alat dengan teknik yang tepat sebagai unsur rekayasa. Lalu, menyusun pola dengan perhitungan tertentu sebagai penerapan matematika. Selanjutnya, mengekspresikan keindahan melalui motif sebagai bagian dari seni. Lebih dari sekadar tugas kuliah, pengalaman membatik memberikan pelajaran penting tentang makna proses. Tidak semua goresan menghasilkan bentuk sempurna, tidak semua warna sesuai harapan. Namun justru dari ketidaksempurnaan itulah mahasiswa belajar bahwa proses belajar tidak selalu tentang hasil akhir, melainkan tentang bagaimana seseorang memahami setiap tahap yang dilalui. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengungkapkan bahwa melalui membatik, mereka diajak untuk lebih menghargai setiap proses kecil. “melalui kegiatan membatik, kami seperti diajak untuk “melambat”, menghargai setiap titik lilin yang ditorehkan, setiap motif yang perlahan terbentuk dan setiap kesalahan kecil justru menjadi bagian dari keindahan”. Pada akhirnya, selembar kain yang awalnya kosong berubah menjadi karya penuh makna. Di tangan mahasiswa, kain tersebut bukan hanya hasil praktik pembelajaran, melainkan simbol perjalanan belajar tentang kesabaran, ketekunan, kreativitas, dan penghargaan terhadap proses. Pewarta : Nisrina Ajrina Nur Hidayah (Dosen PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta) Dinda Aura Latifah (Mahasiswa PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta)

Kabar & Informasi, Karya Dosen, Pendidikan

Perkuat Perlindungan Karya Inovasi, UIM Yogyakarta Resmi Buka Sentra KI dan Jalin Kerja Sama dengan Kanwil Kemenkumham DIY

YOGYAKARTA – Universitas Islam Mulia  Yogyakarta (UIMY) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tatalaksana kelembagaan dan perlindungan karya intelektual civitas akademika. Komitmen ini diwujudkan melalui pembentukan lembaga Sentra Kekayaan Intelektual (Sentra KI), hingga penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Kanwil Kemenkumham DIY. Rangkaian milestone strategis ini berawal dari undangan resmi Kementerian Hukum Kantor Wilayah DIY melalui LLDIKTI Wilayah V untuk menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi di Yogyakarta”. Kegiatan tersebut berlangsung pada 27 April 2026 di Hotel Grand Mercure Yogyakarta. Dalam forum FGD tersebut, UIM Yogyakarta diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Nurul Ariningtyas, S.ST., MPH., didampingi oleh Ketua LPPM UIM Yogyakarta, Sarif Febriandi, S.K.M., M.Kes.. Pertemuan ini menjadi momentum krusial, di mana Kanwil Kemenkumham DIY menyampaikan niatnya untuk mempererat kerja sama dengan PTS se-DIY sekaligus melakukan pendataan serta optimalisasi Sentra KI di lingkungan kampus. — Langkah Cepat: Pembentukan Sentra KI UIM Yogyakarta Merespons arahan dan potensi kerja sama strategis tersebut, UIM Yogyakarta bergerak cepat melakukan konsolidasi internal. Pada 29 April 2026, Rektor UIM Yogyakarta secara resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor: 01/004/01.UIMY/IV/2026 tentang Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual (Sentra KI) Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Melalui SK tersebut, tersusun struktur kepengurusan Sentra KI UIM Yogyakarta yang digawangi oleh: Ketua                      : Bdn. Fauzul Husna, S.ST., M.Kes. Sekretaris              : Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd. Bidang Layanan KI dan Literasi         : Moh Mursyid, S.I.P., M.A. Bidang Hilirisasi dan Regulasi            : Heru Siddik Nugroho, M.Pd. — Peresmian Kerja Sama dan Hasil Konkret Langkah penguatan kelembagaan ini berlanjut pada 12 Mei 2026, di mana UIM Yogyakarta bersama sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah DIY secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kanwil Kemenkumham DIY di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta. Kerja sama yang terjalin tidak sekadar berhenti di atas kertas. Pasca-penandatanganan MoU, UIM Yogyakarta langsung mengambil peran aktif dalam kegiatan  “Sosialisasi dan Pendampingan Pendaftaran Hak Cipta” yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenkumham DIY di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta. Dalam kegiatan pendampingan tersebut, UIM Yogyakarta mengirimkan tiga perwakilannya, yaitu Bdn. Fika Pratiwi, S.ST., M.Tr.Keb., Bdn. Yulia Adhisty, S.ST., M.Kes., dan Nurul Ariningtyas, S.ST., MPH. Hasil konkret dari pendampingan ini sangat membanggakan, di mana UIM Yogyakarta berhasil memfasilitasi dan mencatatkan 3 Hak Cipta KI resmi karya civitas akademika kampus. Hadirnya Sentra KI dan sinergi bersama Kanwil Kemenkumham DIY ini diharapkan dapat menjadi wadah akselerasi bagi para dosen dan mahasiswa UIM Yogyakarta dalam mengamankan hak cipta, paten, serta melakukan hilirisasi atas hasil riset dan karya inovasi mereka ke depannya. Pewarta: Nurul Ariningtyas

Kabar & Informasi, Pendidikan

MILAD KE-2 & HALAL BI HALALUNIVERSITAS ISLAM MULIA YOGYAKARTA“Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan”

Universitas Islam Mulia Yogyakarta telah melaksanakan kegiatan Milad ke-2 dan Halal Bi Halal pada Selasa, 14 April 2026 dengan tema “Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan”. Acara ini diikuti oleh seluruh Civitas Akademika dari Dosen, Karyawan, hingga seluruh Mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Ini bukan hanya sekedar tempat untuk saling memaafkan melainkan sebagai wadah untuk menyambung dan mempererat tali silaturahim oleh seluruh civitas akademika Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Acara ini juga dimeriahkan oleh Narasumber yang begitu hebat yaitu Dr. Caraka Putra Bhakti., M.Pd. Acara dibuka oleh MC dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an untuk menambah keberkahan, yang dilantunkan oleh Zaidan Najhan Albanna Mahasiswa Program Studi S1 Informatika, Acara selanjutnya adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Ami Rahayu Mahasiswi Program Studi Administrasi Kesehatan, Memasuki rangkaian acara selanjutnya ialah sambutan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Amalia Ulya dan dilanjutkan sambutan oleh Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta, Bapak Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph.D, Setelah melewati beberapa rangkaian acara, tibalah momen yang paling ditunggu-tunggu yaitu Orasi Ilmiah “Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan” bersama Bapak Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. dan beliau dibersamai oleh Anisah Mahasiswi Program Studi Psikologi selaku Moderator. Sampailah dipenghujung acara yakni Doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Dede Suratman, M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Acara ini ditutup oleh Halal Bi Halal sekaligus makan bersama oleh seluruh civitas akademika Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Kegiatan ini memberikan kesan tersendiri yaitu antusias para Dosen, Karyawan, Mahasiswa yang sangat luar biasa, sehingga kebersamaan bisa terbangun dengan begitu hangat. Harapannya kebersamaan ini dapat terjaga dengan baik sehingga mampu memberikan kesan terbaik untuk kedepannya dan dapat membawa nama baik Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Pewarta : Amaliya Ulya

Pendidikan

Bincang Pakar: Knowledge Sharing Akuisisi Pengetahuan Lokal Naskah Buku

Yogyakarta, 5 Maret 2026 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk Zoom Meeting bertajuk “Bincang Pakar: Knowledge Sharing Akuisisi Pengetahuan Lokal Naskah Buku” pada Kamis, 5 Maret 2026, pukul 10.00–12.00 WIB. Acara ini menghadirkan Risma Wahyu Hartiningsih, Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (API) Pelaksana Fungsi Akuisisi Pengetahuan Direktorat RMPI BRIN, sebagai narasumber utama. Bertindak sebagai MC sekaligus moderator adalah Khairunisa, Kepala Perpustakaan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Acara ini merupakan wujud implementasi kegiatan dalam kerjasama antara Universitas Islam Mulia Yogyakarta dengan Direktorat Repositori Multimedia dan Penerbitan Ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional (RMPI BRIN).  Kegiatan diikuti oleh sekitar 45–48 peserta, terdiri dari dosen Universitas Islam Mulia Yogyakarta serta perwakilan dosen dari perguruan tinggi mitra kerja sama, yaitu: Universitas Gunung Kidul Institut Pertanian Yogyakarta STIE Isti Ekatana Upaweda STIMIK El Rahma Yogyakarta Universitas Siber Muhammadiyah Sekolah Tinggi Multi Media Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL) sebagai sumber inspirasi dalam penulisan naskah buku. Materi yang disampaikan mencakup: Pemanfaatan Layanan RMPI Ruang Lingkup Pengetahuan Lokal Kekayaan Intelektual Komunal Pengusul dan Kategori Karya. Apresiasi kepada pengusul karya. Skema Penerbitan APL Kategori Buku Kategori Buku untuk Program APL Tahun 2026 Alur Pelaksanaan Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Peserta antusias mengikuti sesi tanya jawab yang memperkaya diskusi, terutama terkait strategi integrasi pengetahuan lokal ke dalam literatur akademik dan tantangan pengembangannya. Peserta semakin tertarik saat narasumber menyebutkan bahwa naskah yang lolos seleksi dalam program APL Tahun 2026 akan mendapatkan insentif dari Direktorat RMPI BRIN.  Dokumentasi dan Sertifikat Video rekaman kegiatan dapat diakses melalui kanal resmi YouTube Universitas Islam Mulia Yogyakarta: [http://www.youtube.com/@uimyogya ] [link video] Materi presentasi narasumber tersedia dalam bentuk file PDF: [Bincang Pakar_Knowledge Sharing APL Kategori Buku_5 Maret (1).pdf] Sertifikat peserta kegiatan dapat diunduh melalui tautan berikut: [SERTIFIKAT APL 2026] Melalui kegiatan Bincang Pakar ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi global, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan Islami. Kegiatan selanjutnya akan di arahkan untuk lebih instensif, seperti pendampingan atau workshop akuisisi pengetahuan lokal hingga bisa terbit dan diakuisisi oleh Direktorat RMPI BRIN. Lampiran Dokumentasi :  Pewarta: Nurul Ariningtyas

Pendidikan

Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan : Aksi Nyata Divisi Keagamaan Hima PGSD

Yogyakarta 1 Maret 2026 – Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang penuh berkah dan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat tali silaturahmi. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci ini, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) menyelenggarakan kegiatan pembagian takjil sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh HIMA PGSD dan dilaksanakan pada Jum’at, 27 Februari 2026 Pukul 16:00 menjelang waktu berbuka puasa di Lampu merah Sedayu, Argomulyo Kab. Bantul, DIY. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini yakni “Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan”. Tema ini dipilih dengan maksud untuk menggambarkan semangat mahasiswa dalam berbagi kepada sesama serta menciptakan kebahagiaan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Pembagian takjil ditujukan kepada masyarakat umum, khususnya para pengguna jalan seperti pengendara motor, pejalan kaki, serta masyarakat sekitar yang melakukan perjalanan menjelang waktu berbuka guna membantu mereka yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka puasa. Para Panitia HIMA PGSD membagikan takjil dengan ramah dan tetap memperhatikan ketertiban lalu lintas sehingga kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh panitia. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat, serta menjadi ladang amal di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar. “Setiap langkah kecil yang kita lakukan dalam berbagi menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan yang luas. Mari terus menebar kebaikan, karena dari satu kebaikan yang tulus lahir kebahagiaan yang tak terhingga” Pewarta : Hima PGSD & Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd

Pendidikan

Mahasiswa UIM Yogyakarta Ikuti Pendampingan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di LLDIKTI Wilayah V

Yogyakarta, 6 Februari 2026 — Mahasiswa Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta mengikuti kegiatan Pendampingan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Kantor LLDIKTI Wilayah V pada Kamis–Jumat, 5–6 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan dari sekitar 24 perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, di antaranya Universitas Madani, Akademi Pertanian, Politeknik LPP Yogyakarta, Universitas Mercu Buana, Universitas Alma Ata, dan berbagai kampus lainnya. Pada kegiatan tersebut, UIM mengirimkan empat proposal PKM yang terdiri dari dua proposal dari Program Studi Psikologi, satu proposal dari Program Studi Kebidanan, dan satu proposal dari Program Studi Administrasi Kesehatan. Mahasiswa yang mewakili UIM adalah Amalia Ulya, Anissa Fahra, Ernita Armelia, dan Anisah (Prodi Psikologi), Widhi Triastika (Prodi Kebidanan), serta Amanda Awliyani (Prodi Administrasi Kesehatan). Kegiatan dibuka dengan arahan dari Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., yang menekankan pentingnya kualitas proposal serta kesiapan mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat nasional. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi seputar PKM dari tiga narasumber, yaitu Dr. apt. Lutfi Chabib, M.Sc. (Universitas Islam Indonesia), Dr. Sukinah, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Retno Purwandari, S.S., M.A. (Institut Seni Indonesia Yogyakarta). Setelah sesi pemaparan, mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai dengan narasumber untuk mendapatkan pendampingan intensif dalam penyusunan proposal, mulai dari penyusunan latar belakang, sistematika dan tata tulis, perencanaan anggaran biaya, hingga strategi penyusunan ide yang inovatif dan relevan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas, kemampuan riset, dan inovasi berbasis solusi nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai keterampilan penelitian, meningkatkan kemampuan analisis dalam mencari solusi atas berbagai persoalan, serta menumbuhkan kepekaan terhadap isu-isu strategis yang dihadapi bangsa Indonesia, baik dalam bidang sosial, pangan, energi, teknologi, maupun kesehatan. Partisipasi aktif mahasiswa UIM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik dan daya saing mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam menghadirkan gagasan inovatif bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Pewarta : Rahma

Pendidikan

Fakultas Pendidikan dan Humaniora UIM Yogyakarta Selenggarakan Kuliah Pakar tentang Motivasi Belajar

Yogyakarta — Fakultas Pendidikan dan Humaniora (FPH) Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Membangun Motivasi Belajar: Pendekatan Psikologi Humanistik dalam Pembelajaran dan Hubungannya dengan Nilai-nilai Keislaman” pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB dan dilaksanakan secara hibrid (luring dan daring). Kegiatan luring bertempat di Ruang Aula UIM Yogyakarta, sementara peserta daring mengikuti melalui platform zoom meeting. Kuliah pakar ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Humaniora (FPH) sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pengembangan keilmuan mahasiswa. Sebagai pemateri, FPH UIM Yogyakarta menghadirkan Dr. Raden Rachmy Diana, S.Psi., M.A., Psi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pendekatan psikologi humanistik menekankan pentingnya memahami peserta didik sebagai individu yang unik, memiliki potensi, kebutuhan, serta dorongan intrinsik dalam belajar. Motivasi belajar, menurutnya, tidak hanya dibangun melalui aspek kognitif, tetapi juga melalui pemenuhan aspek emosional dan nilai kemanusiaan. Lebih lanjut, Dr. Raden Rachmy Diana mengaitkan pendekatan psikologi humanistik dengan nilai-nilai keislaman, seperti penghargaan terhadap fitrah manusia, pengembangan potensi diri sebagai bentuk ibadah, serta pentingnya niat dan akhlak dalam proses pembelajaran. Integrasi ini dinilai relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan Islam guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkarakter. Melalui kegiatan kuliah pakar ini, Fakultas Pendidikan dan Humaniora UIM Yogyakarta berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya motivasi belajar serta mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang humanis dan islami dalam praktik pendidikan di masa depan. Pewarta : Junianto, M.Pd.

SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought)

Manajemen Krisis Akibat Bencana: Tahapan, Strategi, dan Implementasi di Indonesia

Identifikasi Krisis Kesehatan Akibat Bencana   Saat bencana alam seperti gempa atau banjir menerjang, krisis kesehatan langsung terjadi dengan lonjakan kebutuhan layanan medis yang ekstrem. Ribuan korban luka, trauma fisik maupun mental membanjiri fasilitas kesehatan yang sebagian besar rusak berat atau sulit diakses akibat infrastruktur putus. Selain itu, risiko wabah penyakit menular seperti diare, demam berdarah, atau infeksi pernapasan meningkat tajam karena air bersih langka dan sistem sanitasi lumpuh total.  Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak kecil, ibu hamil, serta penyandang disabilitas mengalami kondisi darurat paling kritis, di mana penyakit kronis seperti hipertensi sulit dikontrol akibat obat terbatas dan stres pascabencana. Akses ke perawatan dasar pun terhambat, sehingga angka morbiditas dan mortalitas bisa melonjak jika tidak ditangani segera, membuat seluruh sistem kesehatan berada di ambang overload. Perencanaan dan Aktivasi Manajemen Krisis Kesehatan  Perencanaan manajemen krisis Kesehatan merupakan salah satu langkah yang krusial yang menjadi awal meminimalisir risiko bencana yang terjadi tahap ini meliputi rencana tanggap darurat mulai dari penetapan struktur komando pembagian peran dan tanggung jawab dan juga penentuan prioritas layanan kesehatan tahap ini harus direncanakan secara matang untuk merespon dengan cepat dan terarah untuk menghadapi lonjakan kebutuhan pelayanan kesehatan yang terjadi akibat bencana.  Aktivitas dalam manajemen krisis kesehatan dilakukan setelah terjadinya bencana dengan mengkoordinasi seluruh sumber daya kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat mulai dari membuka pos pelayanan kesehatan memberikan layanan kesehatan darurat dan juga memastikan rujukan tetap berjalan secara efektif Selain itu koordinasi di semua hal ini atau sektor harus diperkuat untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan meminimalkan lonjakan penyakit atau korban akibat bencana 3. Pelaksanaan Layanan Kesehatan  Layanan kesehatan darurat saat manajemen krisis bencana di Indonesia menekankan respons cepat untuk keselamatan nyawa korban, stabilkan kondisi korban, dan cegah penyebaran wabah. Ini diatur dalam tahapan seperti pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta pemulihan, dengan dasar regulasi PERMENKES Nomor 47 Tahun 2018 yang soroti triase ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Environment). Tahapan Utama Manajemen krisis bencana di bidang kesehatan punya empat fase inti. Pencegahan dan mitigasi: Petakan risiko bencana, kuatkan fasilitas seperti rumah sakit dan puskesmas, dan pelatihan pada masyarakat. Kesiapsiagaan: Siapkan rencana cadangan, stok obat, ambulans, dan tim cepat seperti Rapid Health Assessment (RHA). Tanggap darurat: Evakuasi korban, lakukan triase (merah, kuning, hijau, hitam), beri pertolongan pertama, dan buka posko kesehatan darurat. Pemulihan: Pantau epidemiologi, perbaiki fasilitas, dan tangani trauma psikologis.  Triase dilakukan kilat untuk pilah korban berdasarkan urgensi, di mana kategori merah (ancaman jiwa langsung) dapat prioritas resusitasi dan stabilisasi dulu. Layanan di rumah sakit dibagi level I-IV sesuai kemampuan, mulai resusitasi dasar, bedah darurat, hingga rujuk antarfasilitas. Koordinasi dari desa hingga nasional pastikan evakuasi pakai ambulans gawat darurat.   PMK RI No. 47/2018 wajibkan rumah sakit, puskesmas, dan klinik memberikan layanan 24 jam dengan tenaga ahli dan alat lengkap. Pedoman Kemenkes tekankan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) untuk hubungkan layanan pra, intra, dan antarfasilitas. Di wilayah rawan seperti Yogyakarta, Dinkes Gunungkidul terapkan ini lewat tim tanggap darurat. 4. Manajemen Sumber Daya Kesehatan  Manajemen sumber daya kesehatan merupakan bagian penting dalam menghadapi krisis kesehatan akibat bencana. Saat terjadi situasi darurat, tenaga medis harus diatur dengan baik, termasuk penugasan, mobilisasi, dan sistem kerja yang aman agar layanan kesehatan tetap beroperasi meskipun jumlah pasien meningkat tinggi. Selain itu, distribusi obat dan alat kesehatan harus cepat dan tepat sasaran agar kebutuhan medis masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi tanpa hambatan.  Di sisi lain, manajemen logistik medis dan penggunaan fasilitas kesehatan darurat sangat penting untuk menjaga kelangsungan pelayanan kesehatan. Logistik medis mencakup pengelolaan penyimpanan, pengiriman, dan distribusi perbekalan kesehatan di area yang terkena dampak bencana. Selain itu, pembangunan rumah sakit lapangan dan pos kesehatan darurat menjadi solusi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara efektif dan berkelanjutan ketika fasilitas kesehatan tetap rusak. 5. Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi Krisis   Manajemen krisis kesehatan merupakan mekanisme koordinasi lintas sektor yang solid,alur komunikasi yang jelas dan penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat. Koordinasi lintas sektor melibatkan berbagai lembaga dan organisasi termasuk pemerintah, organisasi kesehatan, lembaga kemanusiaan dan masyarakat sipil. Mekanisme koordinasi ini memungkinkan pertukaran informasi, sumber daya dan keahlian untuk meningkatkan respon krisis.   Alur komunikasi antar lembaga harus jelas dan terstruktur untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa informasi yang akurat disampaikan kepada pihak yang berwenang agar lembaga-lembaga dapat berkoordinasi dalam pengambilan keputusan dan implementasi respons krisis. Penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat juga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan perilaku yang aman. Informasi yang akurat dan tepat waktu dapat membantu masyarakat memahami risiko dan tindakan yang harus di ambil untuk melindungi diri mereka, akan tetapi penyampaian informasi harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kepanikan dan kesalahpahaman.   Pengendalian isu dan kepanikan publik juga merupakan aspek penting dalam manajemen krisis kesehatan, karena informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap dapat memicu kepanikan dan menghambat respons krisis, oleh karena itu lembaga-lembaga harus memiliki strategi untuk mengendalikan isu dan kepanikan publik, termasuk menyediakan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat. 6. Monitoring, Evaluasi, dan Transisi Pemulihan Kesehatan   Monitoring kesehatan pasca bencana merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau dan risiko masalah kesehatan dapat dideteksi secara dini. Melalui pemantauan berkelanjutan terhadap status kesehatan, lingkungan, serta fungsi layanan kesehatan, pihak terkait dapat menyesuaikan intervensi sesuai dengan kebutuhan yang terus berubah. Monitoring yang efektif membantu mencegah terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat dampak lanjutan bencana.   Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan dan kelemahan dari berbagai upaya penanganan kesehatan yang telah dilaksanakan. Proses ini memberikan gambaran mengenai efektivitas pelayanan, pemanfaatan sumber daya, serta dampak intervensi terhadap kesehatan masyarakat. Hasil evaluasi menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan, perbaikan program, dan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi pasca bencana.   Transisi pemulihan kesehatan menandai peralihan dari fase tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkelanjutan. Pada tahap ini, fokus diarahkan pada pemulihan layanan kesehatan rutin, penguatan sistem kesehatan, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. Transisi yang terencana dan terkoordinasi dengan baik akan mendukung pemulihan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penulis : Adminke ’22

Uncategorized

Sosialisasi Asuransi Kecelakaan Mahasiswa Angkatan 2025/2026 Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Yogyakarta – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) bekerjasama dengan PT Jasaraharja Putera menyelenggarakan Sosialisasi Kecelakaan Mahasiswa Tahun Angkatan 2025/2026 pada Selasa, 23 Desember 2025. Acara berlangsung secara daring melalui platform Zoom mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kepesantrenan, Bapak Drs. Nur Hidayat Pamungkas, M.Pd. Sosialisasi menghadirkan dua narasumber utama dari Jasaraharja Putera Yogyakarta, yaitu: Wahyu Ariwigati, SE, MM, AAAIK, AIIS, CRMO, CHRP (Branch Manager JRP Yogyakarta) Handian Erres, SH, AAAIK (Business II Assistant Manager JRP Yogyakarta) Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya perlindungan asuransi bagi mahasiswa sebagai bentuk antisipasi risiko kecelakaan. Kegiatan ini bersifat wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa, khususnya angkatan 2025/2026, sebagai bagian dari program perlindungan kampus terhadap kesejahteraan mahasiswa. Akses Materi dan Formulir Klaim AsuransiUntuk mendukung pemahaman lebih lanjut, mahasiswa dapat melihat tayangan melalui kanal Youtube: www.youtube.com/@uimyogya. Selain itu, formulir klaim asuransi juga tersedia secara daring dan dapat diakses melalui tautan: FORMULIR KLAIM Segera unduh materi dan simpan tautan klaim!Pastikan Anda memahami prosedur perlindungan asuransi yang telah disosialisasikan. Dengan mengakses youtube seminar dan formulir klaim, mahasiswa akan lebih siap menghadapi kemungkinan risiko serta memperoleh hak perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku. Sertifikat Kegiatan dapat diakses di link berikut: SERTIFIKAT Pewarta: Adm. Bidang Kemahasiswaan

Scroll to Top