Uncategorized

Pengabdian Masyarakat UIMY: Literasi dan Sehat Bersama Ibu PKK

Pengabdian Masyarakat UIMY: Literasi dan Sehat Bersama Ibu PKK di Sleman Yogyakarta, 12 Oktober 2025 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY yang menyasar kelompok ibu-ibu PKK di Sukoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen lintas program studi, yaitu Nurul Ariningtyas, S.ST., MPH dari Prodi Kebidanan, Yogi Andrianza, M.A dari Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, serta Katon Agung Ramadhan, M.Pd dari Prodi Pendidikan Matematika. Kegiatan juga melibatkan empat mahasiswa Prodi Kebidanan semester 5 sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengabdian. Literasi Membaca dan Berhitung sebagai Gaya Hidup Ibu PKK Mengusung tema “Membaca dan Berhitung Itu Gaya Hidup: Literasi untuk Ibu PKK Masa Kini”, kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY ini bertujuan meningkatkan literasi dasar di kalangan ibu rumah tangga. Melalui pendekatan sederhana dan aplikatif, peserta diajak memahami bahwa membaca dan berhitung bukan sekadar keterampilan akademik, melainkan kebiasaan penting yang mendukung pengelolaan keuangan keluarga, pengambilan keputusan, serta pendampingan belajar anak dan cucu di rumah. Antusiasme Ibu PKK dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY Acara yang berlangsung di Gedung RW 16 Perumahan Sukoharjo Indah ini dihadiri oleh sekitar 50–60 ibu PKK dan dilaksanakan pada pukul 09.00–11.30 WIB. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan literasi, diskusi interaktif, hingga berbagi pengalaman seputar penerapan literasi dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan partisipatif. Layanan Pemeriksaan Kesehatan bagi Ibu PKK Selain edukasi literasi, tim Pengabdian Masyarakat UIMY juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Layanan yang diberikan meliputi: Pemeriksaan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) Pemeriksaan darah perifer, meliputi gula darah, asam urat, dan kolesterol Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran awal kondisi kesehatan peserta sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Sinergi Lintas Prodi dalam Pengabdian Masyarakat Kegiatan ini mencerminkan sinergi keilmuan antar program studi di UIMY. Prodi Kebidanan berperan dalam aspek kesehatan, Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi menekankan pentingnya literasi membaca, sementara Prodi Pendidikan Matematika menguatkan kemampuan berhitung sebagai keterampilan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi ini memperkaya materi pengabdian dan memberikan manfaat yang lebih komprehensif bagi masyarakat. Harapan UIMY bagi Masyarakat Sleman Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi agen perubahan dalam membangun keluarga yang sehat, cerdas, dan literat. Dengan bekal pengetahuan literasi dan kesadaran kesehatan, diharapkan para ibu mampu berperan aktif dalam mendukung kualitas keluarga dan masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Pewarta : Nurul Ariningtyas

Pendidikan

Kegiatan Foto KTM dan Pengukuran Jas Almamater Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Yogyakarta, 8 Oktober 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) menggelar kegiatan foto Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan pengukuran jas almamater bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 6 hingga 7 Oktober 2025, bertempat di Ruang 3.4 Kampus Utama UIMY (https://drive.google.com/file/d/1Gmg2v5Y-PWNDitQzrgRULLdctrJLCzxJ/view?usp=sharing ) Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian orientasi akademik dan administrasi mahasiswa baru yang bertujuan untuk melengkapi identitas resmi serta atribut institusional sebagai bagian dari sivitas akademika UIMY. Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kepesantrenan, Drs. Nur Hidayat Pamungkas, M. Pd., kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai program studi. “Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa baru mendapatkan KTM dan jas almamater yang sesuai ukuran dan standar kampus. Ini bukan sekadar atribut, tapi simbol kebanggaan dan identitas sebagai bagian dari keluarga besar UIMY,” ujarnya. Proses pengambilan foto dan pengukuran atribut mahasiswa melibatkan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini, dengan tetap menjaga ketertiban dan protokol kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar mahasiswa baru dan pengenalan awal terhadap budaya kampus. Pihak universitas berharap, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih merasa memiliki dan siap menjalani proses pendidikan di lingkungan UIMY yang religius, ilmiah, dan berdaya saing. Bagi Mahasiswa yang belum berkesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut bisa mengisi link di bawah ini: https://forms.gle/8XcKMA92Xvr7A5t4

Pendidikan

Universitas Islam Mulia Yogyakarta Berpartisipasi dalam Festival Literasi DPAK Bantul

Yogyakarta, 4 Oktober 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) turut ambil bagian dalam kegiatan Festival Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten (DPAK) Bantul pada tanggal 1–3 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di kompleks Pemda II Manding Bantul dan diikuti oleh berbagai institusi pendidikan, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Bantul, TBM (Taman Bacaan Masyarakat), Perpustakaan Desa, serta masyarakat umum. Partisipasi UIMY dalam festival ini merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam mendukung gerakan literasi nasional dan penguatan budaya baca di masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, UIMY menghadirkan booth literasi yang menampilkan karya mahasiswa, informasi akademik, serta layanan pemeriksaan kesehatan (pemeriksaan tekanan darah, dan cek darah) dan konsultasi pendidikan tinggi. Selain itu, dosen dan mahasiswa UIMY juga terlibat aktif sebagai narasumber dalam sesi talkshow literasi bertema “Melek Literasi Melek Masa Depan”. Narasumber talkshow Moh. Musryid, SIP., M.A dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi UIMY berkolaborasi dengan Masduki Rahmad, SIP., Lurah Guwosari Pajangan Bantul serta moderator Syifa Iswi Liani mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi UIMY. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul dalam mendorong literasi sebagai gaya hidup masyarakat modern. Rektor UIMY, Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph. D, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. “Kami percaya bahwa literasi adalah fondasi peradaban. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. Kegiatan ini menghasilkan sejumlah output penting, seperti peningkatan jejaring kemitraan, serta edukasi langsung kepada masyarakat. Outcome jangka panjang yang diharapkan adalah meningkatnya kesadaran literasi di kalangan generasi muda dan penguatan peran kampus dalam pembangunan sosial berbasis pengetahuan. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Universitas Islam Mulia Yogyakarta terus berkomitmen menjadi kampus yang unggul, religius, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Uncategorized

Universitas Islam Mulia Yogyakarta Terbitkan Buku Panduan Akademik 2025/2026

Yogyakarta, 1 Oktober 2025 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) resmi meluncurkan Buku Panduan Akademik Tahun 2025/2026 sebagai pedoman utama bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika dalam menjalani kegiatan akademik di tahun mendatang. Rektor UIMY dalam sambutannya menegaskan bahwa buku panduan ini bukan sekadar kumpulan aturan, melainkan sebuah kompas yang akan menuntun perjalanan akademik mahasiswa. “Panduan ini adalah wujud komitmen universitas untuk menghadirkan pendidikan yang terarah, transparan, dan sesuai dengan visi kami: mencetak insan mulia yang unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.   Latar Belakang Penyusunan Penyusunan buku panduan akademik dilakukan melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari senat akademik, fakultas, hingga unit layanan mahasiswa. Setiap ketentuan di dalamnya dirancang agar relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan mahasiswa, serta standar mutu pendidikan tinggi nasional. Selain itu, buku panduan ini juga menyesuaikan dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Sains, dan Teknologi, sehingga mahasiswa UIMY dapat menjalani perkuliahan dengan sistem yang selaras dengan regulasi nasional.   Isi Buku Panduan Struktur Kurikulum: Penjelasan detail mengenai mata kuliah wajib, pilihan, serta sistem kredit semester. Aturan Akademik: Ketentuan registrasi, ujian, tugas akhir, hingga mekanisme remediasi. Hak dan Kewajiban Mahasiswa: Panduan etika akademik, disiplin, serta layanan kemahasiswaan. Harapan Universitas Wakil Rektor Bidang Akademik menambahkan bahwa buku panduan ini diharapkan menjadi rujukan utama bagi mahasiswa dalam merencanakan studi. “Dengan adanya panduan ini, mahasiswa dapat lebih mudah memahami jalur akademiknya, sehingga tidak ada lagi kebingungan terkait aturan maupun prosedur,” jelasnya.   Distribusi dan Akses Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat mengakses buku pedoman akademik secara daring melalui laman resmi Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Buku tersedia dalam format digital (PDF) yang dapat diunduh pada link: https://bit.ly/4iZ8ODi  Ayo segera akses dan baca!Jangan lewatkan kesempatan untuk memahami lebih dalam aturan dan panduan akademik yang akan mendukung perjalanan studi Anda. Klik tautan resmi Universitas Islam Mulia Yogyakarta dan pastikan Anda selalu selangkah lebih siap dalam menghadapi setiap proses akademik. Penutup Peluncuran buku panduan ini menjadi momentum penting bagi UIMY dalam memperkuat tata kelola akademik. Dengan pedoman yang jelas, universitas berharap seluruh civitas akademika dapat menjalani kegiatan belajar mengajar dengan lebih terarah, disiplin, dan penuh semangat. Pewarta: Bidang Akademik 

Pendidikan

Mahasiswa KKN UIMY Resmikan Pojok Baca di Masjid Al-Hidayah Demangan sebagai Program Akhir Pengabdian

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) resmi menutup rangkaian pengabdian mereka dengan meresmikan Pojok Baca di Masjid Al-Hidayah, Padukuhan Demangan, pada Sabtu (13/9/2025). Program ini menjadi penutup kegiatan utama selama masa pelaksanaan KKN di wilayah tersebut.    Peresmian Pojok Baca dilakukan sebagai bentuk perhatian mahasiswa terhadap pentingnya literasi di lingkungan masyarakat, khususnya untuk anak-anak. Anak-anak TPA Al-Hidayah bersama warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan membaca berbagai koleksi buku Islami serta pengetahuan umum yang telah disediakan.    Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan, “Pojok baca ini diharapkan bisa menjadi sarana bagi anak-anak dan warga untuk lebih dekat dengan dunia literasi. Bukan hanya untuk membaca, tetapi juga membangun budaya belajar yang positif sejak dini.”    Tujuan utama program ini meliputi: Menumbuhkan minat baca masyarakat, Menjadi alternatif kegiatan edukatif bagi anak-anak, Mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran, selain ibadah.    Antusiasme masyarakat terlihat dari dukungan takmir masjid, warga setempat, dan pak Dukuh Demangan. Mereka menyambut baik program ini dan berkomitmen menjaga serta mengembangkan Pojok Baca agar tetap bermanfaat dalam jangka panjang.    Mahasiswa KKN berharap Pojok Baca ini dapat menjadi warisan program kerja yang berkelanjutan, memberikan dampak positif, serta meningkatkan kualitas literasi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Pendidikan

Les Sinau Bareng Karang Patihan: Kolaborasi Bu Wantik dan KKN UIM Posko II untuk Pendidikan Anak Desa

Les Sinau Bareng Karang Patihan merupakan program pendidikan yang lahir dari kepedulian warga terhadap kualitas pembelajaran anak-anak di Padukuhan Karang Patihan. Kegiatan ini berada di bawah naungan Jagawarga Karang Patihan dan diprakarsai oleh Bu Wantik selaku pengajar utama. LATAR BELAKANG    Sebagai lulusan Ilmu Matematika UIN Sunan Kalijaga, Bu Wantik memiliki keinginan kuat untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan Jagawarga. Namun karena sebagian besar anggotanya adalah bapak-bapak, beliau merasa perlu menciptakan peran yang sesuai dan relevan. Dari situlah muncul inisiatif mendirikan Les Sinau Bareng dengan fokus utama pembelajaran matematika untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 SD yang berdomisili di Padukuhan Karang Patihan.    Program ini bukan hanya menjadi wadah belajar tambahan, tetapi juga upaya nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak desa melalui pendekatan yang dekat dan adaptif. PERAN KKN UIM POSKO IIDALAM PENGEMBANGAN LES    Kehadiran KKN UIM Posko II menjadi angin segar bagi perkembangan Les Sinau Bareng. Program ini diangkat sebagai salah satu proker utama dengan tujuan berbagi ilmu sesuai bidang keilmuan tiap mahasiswa. Pembagian kontribusinya sebagai berikut: 1. Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi     Diampu oleh Ahmad Muntazar, kegiatan ini mengusung konsep literasi. Anak-anak diajak memahami: Apa itu literasi, Pentingnya literasi dalam kehidupan, Contoh penerapan literasi sehari-hari. Metode pembelajaran dikemas menarik melalui cerita mendongeng dan permainan tradisional seperti congklak/dakon. 2. Prodi Informatika   Diampu oleh Vendi Alif Putra Aryana dan Ilhan Mika Maulana. Mereka memperkenalkan teknologi dasar menggunakan aplikasi Canva. Anak-anak belajar membuat: Desain poster sederhana, Surat undangan, Desain kreatif lainnya. 3. Prodi Administrasi Kesehatan     Diampu oleh Nur Hasanah dan Nadia Agustin. Mereka mengajarkan: Pengetahuan kesehatan dasar, Anggota tubuh manusia dan fungsinya, Pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.    Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung ceria karena diselingi permainan edukatif yang menyenangkan dan informatif. Antusiasme anak-anak menjadi bukti bahwa metode yang digunakan tepat sasaran. HARAPAN KKN UNTUK MASA DEPAN LES SINAU BARENG    KKN UIM Posko II berharap Les Sinau Bareng Karang Patihan bukan hanya menjadi tempat belajar matematika, tetapi juga ruang untuk memperluas pengetahuan anak-anak terkait literasi, teknologi, dan kesehatan. Selain itu, mereka berharap: Program ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh KKN berikutnya dari UIM maupun kampus lain. Sistem dan fasilitas Les dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin besar. Anak-anak desa memiliki akses belajar yang lebih modern, kreatif, dan menyenangkan.    Les Sinau Bareng Karang Patihan kini menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi warga dan mahasiswa dalam membangun pendidikan desa secara berkelanjutan.

Pendidikan

Sosialisasi Pengelolaan Limbah Ternak KKN UIMY Banaran Bersama DLH Kulon Progo

Mahasiswa KKN Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) di Dusun Banaran menggelar program Sosialisasi Pengelolaan Limbah Ternak. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo dan dilaksanakan di Posyandu Setia Menanti Banaran.    Sosialisasi ini ditujukan khusus bagi masyarakat, terutama para peternak, agar lebih memahami pentingnya mengelola limbah ternak secara benar—bukan hanya untuk mengurangi pencemaran, tetapi juga agar bisa memberi manfaat ekonomi. Materi Penting tentang Limbah Ternak    Dalam kegiatan ini, narasumber dari DLH Kulon Progo menyampaikan beberapa poin utama, di antaranya: dampak negatif limbah ternak jika tidak dikelola, metode sederhana untuk mengolah limbah, contoh pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik dan biogas ramah lingkungan.    Dengan pendekatan yang praktis, warga mendapatkan gambaran bahwa limbah ternak sesungguhnya bukan masalah, melainkan potensi yang bisa dimanfaatkan. Antusiasme Masyarakat Banaran    Sosialisasi berjalan dengan suasana interaktif. Warga tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai kendala sehari-hari yang mereka hadapi. Antusiasme terlihat jelas ketika topik pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik dan biogas dibahas, karena berhubungan langsung dengan peluang ekonomi yang menjanjikan. Tanggapan Positif dan Harapan Lanjutan    Program ini disambut hangat oleh masyarakat. Para peternak mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya pengelolaan limbah ternak. Meski begitu, keterbatasan waktu membuat detail teknis belum bisa dijabarkan secara mendalam.    Mahasiswa KKN UIMY berharap akan ada program lanjutan berupa pelatihan teknis, sehingga masyarakat dapat langsung mempraktikkan cara pengolahan limbah secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah Awal Menuju Desa Ramah Lingkungan    Sosialisasi ini menjadi langkah awal penting dalam membangun kesadaran masyarakat Banaran mengenai kelestarian lingkungan. Dengan dukungan mahasiswa KKN dan DLH, diharapkan pengelolaan limbah ternak dapat bertransformasi dari masalah menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus peluang ekonomi baru.

Pendidikan

Boxing Class KKN UIM Yogyakarta: Membangun Generasi Tangguh di Dukuh Kijan

Dukuh Kijan, Demangrejo, kembali dipenuhi semangat baru berkat kegiatan kreatif mahasiswa KKN Posko 1 UIM Yogyakarta. Salah satu program kerja (proker) yang menarik perhatian masyarakat adalah Class Boxing, sebuah kegiatan olahraga yang dikemas bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pembinaan karakter generasi muda. Olahraga Seru, Edukasi Bernilai    Class Boxing bukan sekadar mengajarkan teknik dasar pukulan atau gerak kaki. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media bagi anak-anak dan remaja Dukuh Kijan untuk belajar sportivitas, disiplin, kepercayaan diri, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membangun karakter positif yang akan terbawa hingga kehidupan sehari-hari.    Melalui latihan sederhana namun penuh makna, peserta diajak memahami bahwa boxing bukan soal siapa yang paling kuat, melainkan bagaimana mengendalikan diri, menghargai lawan, dan tetap semangat meski menghadapi tantangan. Dukungan untuk Generasi Sehat dan Tangguh    Tujuan utama dari Class Boxing ini adalah mencetak generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, dan memiliki kepribadian tangguh. Kegiatan ini juga memberikan warna baru bagi masyarakat desa, karena tidak semua daerah memiliki kesempatan belajar olahraga modern dengan pendekatan edukatif seperti ini.    Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak dan remaja Dukuh Kijan semakin percaya diri, berani mencoba hal baru, dan mampu mengembangkan potensi diri dengan cara yang positif. Harapan dan Dampak Nyata    Class Boxing tidak hanya meninggalkan keringat dan tawa, tetapi juga semangat baru yang tumbuh di hati masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa kegiatan KKN bisa lebih dari sekadar formalitas; ia bisa menjadi inspirasi dan motivasi nyata bagi lingkungan sekitar.    Ke depannya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda pedesaan.

Pendidikan

“Budidaya dan Pengolahan Aloe Vera: Inovasi Mahasiswa KKN UIMY Kelompok 06 Kenteng”

Pada hari Selasa, 9 September 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) kelompok 06 yang ditempatkan di Dusun Kenteng, Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo melaksanakan program unggulan bertajuk Budidaya dan Pengelolaan Aloe Vera. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi pertanian lokal sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa. LATAR BELAKANG    Wilayah pedesaan di Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, namun hasil panen sering kali dijual dalam bentuk mentah dengan harga rendah. Hal yang sama terjadi di Desa Kenteng, di mana sebagian besar masyarakat bekerja di sektor agraris namun belum maksimal dalam mengolah hasil pertanian.    Melihat kondisi ini, mahasiswa KKN UIMY kelompok 06 menghadirkan program budidaya dan pengolahan Aloe Vera (lidah buaya). Tanaman ini dipilih karena mudah dibudidayakan, cocok dengan iklim tropis, serta memiliki manfaat luas di bidang kesehatan, pangan, dan kecantikan. Lebih dari itu, Aloe Vera memiliki peluang pasar yang menjanjikan, baik dalam bentuk segar maupun olahan. PELAKSANAAN PROGRAM 1. Pembibitan dan Perawatan Aloe Vera Mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai manfaat tanaman Aloe Vera serta teknik dasar pembibitan. Warga diajak praktik langsung menyiapkan media tanam, memilih bibit, hingga menanam di pekarangan rumah. Selain itu, disampaikan pula teknik sederhana untuk perawatan, seperti penyiraman, pencahayaan, dan pengendalian hama. 2. Pengolahan Aloe Vera Menjadi Produk Bernilai Jual Tidak hanya pembibitan, warga juga diperkenalkan pada berbagai produk olahan berbasis Aloe Vera. Mahasiswa menghadirkan pemateri Ibu Etik Agus Tristiyani, S.Sos untuk memberikan pelatihan praktis. Dalam sesi tersebut, warga—khususnya ibu-ibu PKK—mempelajari cara membuat: Nata de Aloe Vera Jus Aloe Vera Squash Aloe Vera Cendol Aloe Vera Pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka wawasan masyarakat tentang peluang usaha rumahan yang sehat dan bernilai ekonomi. 3. Dukungan dan Antusiasme Warga    Antusiasme masyarakat Dusun Kenteng sangat tinggi. Warga mengikuti praktik pengolahan dengan semangat, bahkan muncul ide-ide usaha baru dari kalangan ibu-ibu PKK. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis keterampilan mampu mendorong kesadaran baru dan motivasi untuk memanfaatkan potensi lokal. https://uim-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/lv_7516555540500106549_20250909190317.mp4 *** CAPAIAN PROGRAM    Program budidaya dan pengolahan Aloe Vera berhasil mencapai beberapa capaian penting: Warga menguasai teknik dasar pembibitan Aloe Vera dan dapat mempraktikkannya di pekarangan rumah. Masyarakat mengenal produk olahan Aloe Vera yang sehat dan bernilai jual, seperti jus dan nata. Muncul minat usaha baru, terutama dari ibu-ibu PKK, untuk menjadikan Aloe Vera sebagai peluang ekonomi keluarga. Terjadi transfer pengetahuan yang sistematis berkat kehadiran pemateri ahli, sehingga masyarakat tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. DAMPAK PROGRAM    Program ini memberikan dampak nyata pada masyarakat Dusun Kenteng: Ekonomi: membuka peluang usaha berbasis produk olahan Aloe Vera. Lingkungan: memanfaatkan pekarangan kosong untuk budidaya tanaman produktif. Sosial: meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan hasil pertanian.    Namun, keberlanjutan program masih menjadi tantangan. Sebagian masyarakat memerlukan pendampingan lanjutan agar usaha pengolahan Aloe Vera bisa terus berkembang. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah, lembaga swasta, maupun komunitas terkait. *** KESIMPULAN & HARAPAN   Program Budidaya dan Pengelolaan Aloe Vera yang dilaksanakan mahasiswa KKN UIMY kelompok 06 Kenteng terbukti memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Warga tidak hanya belajar membudidayakan tanaman herbal yang kaya manfaat, tetapi juga mendapat keterampilan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.    Ke depan, diharapkan program ini tidak berhenti pada masa KKN saja, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan. Dengan pendampingan yang tepat, Aloe Vera dapat menjadi komoditas unggulan Desa Kenteng, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta menjadi contoh pengelolaan potensi lokal yang cerdas dan berdaya guna. Terimakasihhh…

Pendidikan

“CERMILIN: Inovasi Mahasiswa UIMY Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Ramah Lingkungan”

Latar Belakang Program CERMILIN Limbah rumah tangga sering kali menjadi masalah serius yang jarang mendapat perhatian. Salah satu limbah yang paling umum adalah minyak jelantah, yaitu minyak goreng bekas yang sudah tidak layak pakai. Banyak masyarakat masih membuangnya begitu saja ke saluran air atau tanah. Padahal, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem air, hingga penyumbatan saluran pembuangan.    Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) kelompok V posko Belik berinisiatif melahirkan sebuah inovasi sederhana namun bermanfaat. Pada hari Sabtu, 13 September 2025, mereka melaksanakan program unggulan bertajuk CERMILIN (Cerdas Kelola Minyak Jelantah Jadi Lilin). Program ini hadir sebagai solusi kreatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah dari minyak jelantah yang sering dianggap sampah. Proses Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah    Salah satu daya tarik utama program CERMILIN adalah proses pembuatannya yang mudah, praktis, dan bisa langsung dipraktikkan masyarakat. Lilin ramah lingkungan dari minyak jelantah ini tidak membutuhkan peralatan mahal ataupun bahan kimia berbahaya. Bahan-Bahan yang Digunakan Minyak jelantah yang sudah disaring Lilin bekas atau parafin sebagai pengikat Sumbu lilin Wadah cetakan sederhana (gelas kecil atau kaleng bekas) Langkah-Langkah Pembuatan CERMILIN Penyaringan Minyak JelantahMinyak bekas digodok terlebih dahulu agar kotoran dan sisa makanan dapat terpisah. Pencampuran BahanMinyak yang sudah bersih dicampur dengan lilin bekas atau parafin dalam perbandingan seimbang. PemanasanCampuran dipanaskan hingga mencair dan tercampur rata. PencetakanCairan dituangkan ke dalam wadah cetakan yang sudah diberi sumbu. PendinginanTunggu hingga cairan mengeras dan lilin siap digunakan. Dengan proses sederhana tersebut, minyak jelantah yang tadinya tidak berguna kini bisa berubah menjadi lilin ramah lingkungan yang bermanfaat sehari-hari. Manfaat Program CERMILIN bagi Masyarakat 1. Solusi Praktis dan Ekonomis Masyarakat dapat menghemat pengeluaran dengan memanfaatkan minyak jelantah yang sebelumnya hanya dibuang. Lilin hasil olahan ini bisa digunakan untuk penerangan darurat atau bahkan dijual kembali sebagai produk bernilai ekonomis. 2. Edukasi Lingkungan yang Kreatif Program CERMILIN tidak hanya memberi manfaat praktis, tetapi juga menjadi sarana edukasi. Warga belajar bahwa limbah rumah tangga bisa dikelola secara kreatif dan menghasilkan produk bermanfaat. Kesadaran ini penting untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dari rumah. 3. Dukungan dan Antusiasme Warga Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Belik. Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahap pembuatan lilin, mulai dari penyaringan minyak hingga proses pencetakan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis keterampilan lebih mudah diterima dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan Keberlanjutan Program CERMILIN    Inovasi mahasiswa KKN UIMY melalui program CERMILIN tidak berhenti sebagai kegiatan sekali jalan. Mahasiswa berharap masyarakat bisa melanjutkan gerakan ini secara mandiri dan menjadikannya bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.    Lebih jauh lagi, CERMILIN memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha kecil menengah (UKM) yang memberdayakan warga sekitar. Dengan pengemasan menarik, lilin dari minyak jelantah bisa dijual sebagai produk unik ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Peluang Kolaborasi dan Pengembangan    Ke depan, program ini bisa berkolaborasi dengan komunitas lingkungan, sekolah, maupun lembaga desa untuk memperluas dampaknya. Selain itu, penelitian lanjutan bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas lilin, misalnya dengan penambahan aroma terapi alami sehingga lebih bernilai jual. Kesimpulan Program CERMILIN (Cerdas Kelola Minyak Jelantah Jadi Lilin) yang digagas oleh mahasiswa KKN UIMY kelompok V posko Belik merupakan contoh nyata bahwa inovasi sederhana dapat memberi manfaat besar. Minyak jelantah yang biasanya mencemari lingkungan berhasil diubah menjadi lilin ramah lingkungan yang praktis, ekonomis, dan bernilai guna. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan produk baru, tetapi juga memperoleh pengetahuan penting tentang pengelolaan limbah rumah tangga. Antusiasme warga membuktikan bahwa edukasi berbasis keterampilan mampu menciptakan perubahan positif yang nyata. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan CERMILIN bisa menjadi gerakan masyarakat untuk hidup lebih cerdas, kreatif, dan peduli lingkungan.

Scroll to Top