Teknologi

UIM Yogyakarta Resmi Launching SIAKAD Versi 15 “Digitalisasi Sistem Akademik”

Yogyakarta, 15 September 2025 — Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta secara resmi meluncurkan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) UIM Yogya Versi 15 pada Senin, 15 September 2025. Peluncuran ini menandai langkah penting UIM Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas layanan akademik berbasis digital yang semakin adaptif, responsif, dan ramah pengguna. Versi terbaru SIAKAD UIM Yogya hadir dengan sejumlah pembaruan signifikan, baik dari sisi tampilan maupun fitur. Antarmuka kini didesain lebih modern dan intuitif, sehingga memudahkan mahasiswa, dosen, maupun wali mahasiswa dalam mengakses berbagai layanan akademik. Beberapa fitur unggulan yang diperkenalkan pada versi 15 ini antara lain: Fitur Presensi Online: Memungkinkan mahasiswa dan dosen melakukan presensi secara lebih cepat, transparan, dan terintegrasi dengan jadwal perkuliahan. Notifikasi Akademik: Sistem kini dilengkapi dengan pemberitahuan otomatis terkait jadwal kuliah, ujian, pengumuman, maupun tenggat administrasi penting. Fitur Wali Mahasiswa: Inovasi baru yang memungkinkan orang tua atau wali mahasiswa memantau perkembangan akademik secara langsung, termasuk nilai, kehadiran, dan status administrasi. Perbaikan dan Optimalisasi: Berbagai fitur sebelumnya diperbaiki agar lebih stabil, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta, dalam sambutannya menyampaikan, “Peluncuran SIAKAD UIM Yogya Versi 15 merupakan wujud nyata komitmen kami dalam memberikan layanan akademik yang lebih berkualitas, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh civitas akademika. Dengan adanya fitur-fitur baru ini, kami berharap dapat mendukung peningkatan prestasi mahasiswa sekaligus mempererat keterlibatan wali mahasiswa dalam proses pendidikan.” Dengan hadirnya SIAKAD Versi 15, UIM Yogyakarta optimis mampu memperkuat ekosistem akademik digital yang lebih baik, sejalan dengan visi universitas untuk menjadi kampus unggul yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemajuan teknologi. Berikut SOP penggunaan Fitur-fitur terbaru dari SIAKAD UIM Yogya Versi 15

Pendidikan

UIM Yogyakarta Terbitkan Kalender Akademik 2025–2026: Sinergi Ilmu, Nilai, dan Peradaban

https://uim-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/video-posting-kaldik-20252026.mp4 Yogyakarta, 8 September 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta secara resmi menerbitkan Kalender Akademik Tahun 2025–2026 sebagai panduan utama bagi seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam menjalankan aktivitas akademik yang terstruktur, bernilai, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Kalender akademik adalah instrumen strategis yang mendukung keteraturan, transparansi, dan kualitas pendidikan serta merupakan pedoman pelaksanaan kegiatan akademik di lingkungan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta Nomor: 01/022/01.UIMY/VII/2025 tentang Kalender Akademik Universitas Islam Mulia Yogyakarta Tahun Akademik 2025-2026 akan berlangsung dari hari Senin tanggal 08 September 2025 sampai dengan hari Jum’at tanggal 4 September 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami sampaikan kepada seluruh mahasiswa agar dapat melakukan herregistrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun ketentuannya Adalah sebagai berikut: Pelaksanaan Heregistrasi dan Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dilaksanakan pada 08 September – 03 Oktober 2025. Heregistrasi dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pembayaran administrasi keuangan perkuliahan. Apabila menemui kendala terkait pembayaran administrasi silahkan mengisi formulir dan diserahkan ke Bendahara kampus. Pelaksanaan Kalender Akademik Universitas Islam Mulia Yogyakarta Tahun Akademik 2025/2026 secara rinci akan diatur dalam peraturan Fakultas dan Program Studi. Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2025–2026 bagi Prodi Vokasi akan dimulai pada Senin, 8 September 2025 dan 13 Oktober 2025 untuk Prodi Sarjana, dengan rangkaian kegiatan akademik yang telah disusun secara sistematis. Rektor UIM Yogyakarta, melalui Surat Edaran Akademik, menegaskan bahwa kalender ini tidak hanya menjadi acuan administratif, tetapi juga merupakan instrumen pembinaan atmosfer akademik yang menjunjung tinggi nilai spiritual, integritas, dan keunggulan ilmiah. “Setiap tanggal dalam kalender ini adalah peluang untuk membangun peradaban. Kita tidak sekadar belajar, tetapi membentuk jiwa dan karakter” ujar beliau dalam sambutan peluncuran kalender. Selain jadwal perkuliahan, kalender akademik juga memuat informasi penting terkait pelaksanaan ujian tengah semester, ujian akhir semester, masa pengajuan cuti akademik, serta periode yudisium dan wisuda. Seluruh kegiatan dirancang agar selaras dengan visi kampus sebagai pusat pendidikan yang mengintegrasikan ilmu, iman, dan amal. Mahasiswa diharapkan untuk aktif memantau kalender akademik melalui portal resmi kampus dan media komunikasi digital yang telah disediakan. Koordinasi lintas unit akademik juga akan diperkuat guna memastikan kelancaran pelaksanaan setiap tahapan semester. Dengan diterbitkannya kalender akademik ini, UIM Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar pada nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Informasi lengkap dan versi digital kalender akademik dapat diakses melalui link berikut: Kalender Akademik 2025/2026

Pendidikan

UIM Yogyakarta Perkuat Pembimbingan Akademik Berbasis Nilai dan Karakter

Yogyakarta, 1 September 2024 — Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai spiritual dan karakter Islami. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penguatan sistem Pembimbingan Akademik yang kini dijalankan secara lebih terstruktur, reflektif, dan berbasis nilai. Pembimbingan Akademik di UIM Yogyakarta bukan sekadar proses administratif, melainkan ruang pembinaan yang mendalam antara dosen pembimbing dan mahasiswa. Melalui pendekatan yang holistik, para dosen tidak hanya membimbing mahasiswa dalam hal studi dan rencana akademik, tetapi juga menjadi mitra dalam pengembangan karakter, etika, dan spiritualitas mahasiswa. “Kami percaya bahwa pendidikan yang bermakna lahir dari relasi yang tulus dan pembinaan yang berkelanjutan. Pembimbingan Akademik adalah jantung dari proses tersebut”ujar Anwaruddin Hisyam, M. Sc., Ph. D, Rektor UIM Yogyakarta yang turut merancang sistem pembimbingan berbasis nilai ini.    Dalam implementasinya, UIM Yogyakarta telah mengembangkan instrumen pembimbingan yang mencakup refleksi diri mahasiswa, pemetaan potensi, serta monitoring capaian akademik dan non-akademik. Setiap dosen pembimbing dibekali dengan panduan dan rubrik yang dirancang untuk mendorong dialog yang bermakna, serta mendeteksi secara dini tantangan yang dihadapi mahasiswa, baik secara akademik maupun personal.     Program ini juga terintegrasi dengan sistem pelaporan digital kampus, sehingga proses pembimbingan dapat terdokumentasi secara sistematis dan menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap atmosfer akademik dan kesejahteraan mahasiswa. Link pelaporan pembimbingan dapat di akses melalui link berikut: https://forms.gle/iN1knWLAJ3CfSfYJ9    Dengan semangat rahmatan lil ‘alamin, UIM Yogyakarta menegaskan bahwa pembimbingan akademik bukan hanya tentang menyelesaikan studi, tetapi tentang membentuk insan yang berilmu, berakhlak, dan siap memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Berikut link yang dapat diakses oleh civitas akademika UIM Yogyakarta: Buku Pembimbingan Akademik https://drive.google.com/file/d/1TXnvzkKZMbTCPhDW-zVDBpEn3rCflZ1F/view?usp=sharing   Form Evaluasi Pembimbingan Akademik https://forms.gle/7csJAGF8oLZuddSXA

RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Mahasiswi Amphibi#4

Halo sobat mulia yang berbahagia! Gimana liburan semesternya?😊 Tidak usah dijawab, kalimat sapaan di atas hanya bentuk penegasan bahwa tulisan ini ditujukan khusus untuk para mahasiswa UIM yang masih menikmati masa awal-awal liburan, ketika mahasiswa kampus negri lain sudah memasuki pekan ketiga perkuliahan. Termasuk UGM, tentunya. Hingga hari ini sudah terhitung 5 tugas yang perlu dikumpulkan sekian hari ke depan. Mohon jangan salah faham, mahasiswi amfibi ini tidak sedang membandingkan nasib. Aku hanya ingin memanfaatkan keadaan yang berbeda ini dengan menunjukkan pada kalian hasil kolaborasi kedua jurusan yang sedang kuemban; Perpustakaan Sains Informasi dan Sastra Prancis. Kuharap kalian bersedia meluangkan waktu untuk membacanya 😀 Berawal dari tugas individu dosen di mata kuliah Bahasa Prancis Adminstrasi dan Bisnis Kami diperintahkan untuk membuat blog berisi penjelasan ide bisnis yang belum pernah ada sebelumnya. Berhubung dosen tidak memberikan persyaratan apa pun terkait platform blog, aku pun memutuskan untuk menggunakan warta mulia sebagai laman beranda perusahaan lalu blog pribadiku sebagai salah satu layanannya. Beruntung, Keputusan tersebut didukung oleh editor web ini.😎 Sebagai mahasiswi amfibi, otakku sudah memiliki setting otomatis untuk berfikir secara ‘bi-majoring’, yaitu selalu mempertimbangkan ilmu dari kedua jurusanku sekaligus pada salah satunya. Contoh, pernah terjadi sebelumnya di UIM pada mata kuliah Kerjasama dan Jaringan Informasi Perpustakaan, dosen memberikan tugas untuk menganalisis bentuk Kerjasama internasional antar perpustakaan dan perguruan tinggi di Indonesia. Saat itu aku memilih anak lembaga dari IFI (Insititut Francais Indonesie) yang bernama Warung Prancis sebagai objek penelitian. Ide ini tentu tidak akan muncul bila aku tidak mengambil studi Saspran di UGM, karena kedua nama tempat tersebut saja baru kudengar setelah diperkenalkan oleh dosen dan kating disana. Metode berfikir yang sama kembali kugunakan untuk tugas kali ini. Berangkat dari matakuliah Klasifikasi 1 dan Klasifikasi 2 dari UIM yang telah kupelajari selama 2 semester, mucullah ide bisnis berupa jasa informasi literasi. Dengan nama ‘SIL Enterprise’, dimana inisial dari nama saya sendiri dijadikan akronim berbahasa Prancis dari Services Information des Litteraires’.  SIL Entreprise menawarkan 3 jenis layanan utama yaitu… Eh, maaf kesannya jadi sampai sini saja deh penjelasan berbahasa Indonesianya😁😁. Kalau kalian memang benar tertarik dimana letak pemanfaatan matkul klasifikasinya, silahkan terjemahkan sendiri ya laman di bawah. Biar ga keliatan banget aku excited sendirian :v Setelah ini, aku izin mengganti mode salamander yang ‘merayap di daratan’.😉 *** BIENVENUE ASIL ENTREPRISE!!! L’Introduction S = Services I = Informations de L = Littéraires Adaptée par le nom initiale de l’initiateur, Syifa Iswi Liani de 2024. Située dans la ville centre a Jogja Contact disponible: Tel. 6285708383876 Email. silentreprise@gmail.com Trois Services Principal de: Bibliothécaire .1 L’organisateur .2 Le consultant .3 Mettez vos besoins en accord avec des serveur précédent! Bibliothecaire, les serveurs ayant gros achat. Le plus indispensable. Redigée par le propiétaire directement. Les explications des 2 autres: L’organisateur -Organiser des evenements litteraires -Faire l’atelier du litterature -Promouvoir les evenements du communauté Le consultant -Aider le processus du mémoire -Reccomander des références -Realiser le soutenance et faire révisions nécessaire Penulis : Syifa Iswi Liani Mahasiswi Perpustakaan Sains & Informasi UIM Yogyakarta Mahasiswi Bahasa & Sastra Prancis UGM Yogyakarta Intagram : @sil_syifa05

Uncategorized

TINJAUAN VISI, MISI DAN KURIKULUM UNIVERSITAS ISLAM MULIA YOGYAKARTA TAHUN 2024

Yogyakarta, 24 Juli 2024 Dalam semangat refleksi dan pembaruan berkelanjutan, Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIM Yogyakarta) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Tinjauan Visi, Misi dan Kurikulum Tahun 2024. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meneguhkan arah institusi dalam menjawab tantangan zaman, memperkuat nilai-nilai spiritual, dan memastikan relevansi kurikulum terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 24 Juli 2024, jam 12.30-16.00 WIB bertempat di Gedung UIM Yogyakarta Lantai 3 dengan Peserta terdiri dari pihak Internal (yayasan, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa) dan pihak eksternal (narasumber, asosiasi profesi, Stakeholder dan alumni). Adapun Perwakilan Yayasan yang hadir adalah Ketua Konsorsium Yayasan Mulia Yogyakarta (Dr. Muhaimin, SH., M.Kn) dan Ketua Yayasan Mulia Yogyakarta (Dr. Mujidin, M. Sc). Narasumber dari kegiatan ini adalah Bapak Noor Akhmad Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM seorang dosen dan ahli di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Pihak eksternal dari asosiasi yang datang adalah Ibu Sri Subiyatun, S.Si.T, Bdn Bidan Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara dari stakeholder adalah Ibu drg. Budi Setyowati Kepala Seksi SDM, Sarana Prasarana Kesehatan Perizinan dan Kerjasama Dinas Kesehatan Bantul. Bapak Muh. Mufti dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Bantul juga turut menghadiri kegiatan. Selain itu stakeholder juga didatangkan dari Rumah Sakit Umum Sakina Idaman Yogyakarta yang dihadiri oleh Bidan Erna Fajar dan juga para alumni.Inti Kegiatan tersebut adalah: Pemaparan Visi Misi UIM Yogyakarta Pemaparan Kurikulum (Penciri) UIM Yogyakarta Pemaparan Visi dan Misi FSTK Pemaparan Visi dan Misi Prodi D3-Kebidanan Pemaparan Visi dan Misi Prodi S1 Administrasi Kesehatan Pemaparan Visi dan Misi Prodi S1 Perpustakaan dan Sains Informasi Pemaparan Visi dan Misi Prodi S1 Informatika Tanggapan peserta kegiatan (diskusi) Diskusi berlangsung dalam suasana ilmiah dan spiritual, dengan pendekatan reflektif yang mengedepankan prinsip rahmatan lil ‘alamin, keadilan akademik, dan keberlanjutan. Beberapa poin penting yang mengemuka: Peneguhan visi UIMY sebagai kampus yang memadukan keunggulan akademik dan spiritualitas Islam. Penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan lokal dan global, termasuk penguatan soft skills, literasi digital, dan kompetensi interprofesional. Pengembangan sistem evaluasi berbasis nilai, rubrik reflektif, dan pelaporan digital yang mendukung akuntabilitas dan transparansi. Sebagai hasil dari kegiatan ini, tim kurikulum UIMY telah: Menyusun dokumen revisi visi dan misi institusi yang lebih adaptif dan transformatif. Merancang SOP dan instrumen evaluasi kurikulum yang berbasis spiritual dan karakter. Menyiapkan pelatihan internal bagi dosen untuk implementasi kurikulum berbasis nilai dan interprofesional collaboration. Kegiatan ini menjadi fondasi penting bagi peluncuran program baru yaitu S1 dan Profesi Kebidanan, serta penguatan sistem pendidikan yang berorientasi pada kebermanfaatan, keadilan, dan keberlanjutan. Kontributor: Nurul Ariningtyas

TAZKIYA UIM

Jalan Pintas Santri Menjadi Mahasiswa

“Ingin memberikan kesempatan yang sama walaupun dengan bekal ilmu mereka yang berbeda,” Adalah jawaban Pak Nurhidayat selaku sekretaris BPH di Universitas Islam Mulia ketika ditanya terkait alasan pengadaan beasiswa-beasiswa yang menguntungkan para santri. Beliau bahkan mengungkap, mahasiswa dengan bekal ilmu dari pondok pesantren itu akan lebih menguntungkan pihak kampus dalam mencetak lulusan berintegrasi. Sekalipun kampus mengetahui fakta bahwa santri tidak memiliki banyak wawasan terkait pengetahuan umum, optimisme dari pihak kampus tetap terjaga. 📚 Mengapa Santri Perlu Kesempatan Sama   Fakta lain yang kampus sadari pula, “Pondok pesantren identik dengan kesederhanaan,” tambah Ust. Nur masih di sesi wawancara yang sama. Banyak sekali pondok pesantren, khususnya di Jawa Tengah, masih menggunakan konsep tradisional. Hal ini menandakan bahwa masih banyak santri yang membutuhkan jalur alternatif untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi. 🎓 Fakta Persaingan Lulusan Pondok Pesantren    Lulusan pondok seringkali kalah bersaing dengan lulusan SMA negeri atau sederajat pada seleksi PTN, karena seperti telah disinggung sebelumnya, bekal ilmu umum sudah pasti diungguli oleh siswa-siswi SMAN. Sedangkan seleksi-seleksi yang ditawarkan oleh PTN selalu berhubungan dengan kemampuan kognisi akademik.    Dikutip dari Suara Muhammadiyah, tahun lalu terdapat 70% santri lulusan Pondok Kauman yang diterima di PTN atau PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Angka yang cukup besar memang, namun bagaimana dengan nasib 30% yang tidak disebutkan? Apakah mereka memutuskan untuk tidak kuliah?   Data menarik lain berasal dari Kemenag RI terkait beasiswa santri. Penawaran tersebut hanya tersedia di beberapa jurusan khusus dan sangat terbatas. Dengan komposisi 51% rumpun ilmu keagamaan dan 49% untuk ilmu umum. Beasiswa keluaran Kemenag RI ini sudah pasti diincar seluruh santri nusantara yang berjumlah jutaan. Bila melihat data 13 tahun lalu, terhitung sudah 3,5 juta. Tidak menutup kemungkinan tahun ini menembus angka puluhan juta, mengingat pondok pesantren semakin menjamur di seluruh pelosok. Dengan jumlah sebanyak itu, bagaimana nasib mereka yang belum diberi kesempatan menerima beasiswa Kemenag?    Kini, persaingan sengit PTN juga PTKIN dapat ditanggulangi dengan mendaftarkan diri di Universitas Islam Mulia. Banyak jurusan ilmu umum favorit seperti psikologi, PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Informatika, dan masih banyak lagi. Untuk kalian para santri dimanapun berada, segera merapat kemari untuk mendapatkan jalur beasiswa untuk menempuh pendidikan di jurusan-jurusan tersebut. Universitas Islam Mulia siap menyambut kalian dengan berbagai kesempatan emas dan mendukung kalian untuk menggapai cita-cita. Penulis : Syifa Iswi Liani  Mahasiswi Perpustakaan Sains & Informasi UIM Yogyakarta Mahasiswi Bahasa & Sastra Prancis UGM Yogyakarta Instagram : @sil_syifa05

RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Papua dalam Bingkai Positive: Alam, Budaya, dan Pendidikan yang Menginspirasi

Apa yang kamu ketahui tentang PAPUA…apa yang anda pikirkan pertama kali ketika dengar nama PAPUA…apakah tentang hutan dan alamnya? Ataukah orang-orangnya? Apakah tanahnya yang subur? Ataukah lautnya yang biru terbentang luas dari timur ke barat?      Ataukah jangan-jangan anda hanya tahu PAPUA sebatas daerah yang belum maju baik secara infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan…ataukah anda berpikir selalu tentang konflik yang sering dengar di media?   Harapan penulis melalui tulisan ini dapat memperkenalkan “PAPUA Dalam Bingkai Positive”. Sebagai anak asli Papua, saya dengan bangga tanpa membusungkan dada ingin menyuarakan PAPUA tidak selamanya tentang “ketertinggalan, dan konflik, ”.  ***    Suatu daerah tidak dapat terpisahkan dari budaya dan adat istiadat. Budaya tidak dapat terpisahkan, karena budaya adalah identitas diri. Anda akan dikenal dari nilai budaya yang ada didalam diri, tanpa harus menjelaskan. Papua adalah tempat yang masih sangat kental dengan budaya. Zaman boleh canggih tetapi tidak untuk memunahkan. Nilai kebudayaan yang terkandung didalam suatu daerah sangat tinggi nilainya. Budaya yang diturunkan turun temurun memberikan nuansa abadi dalam bingkai penghargaan budaya. Budaya harus dilestarikan bukan menghilangkan hanya karena mengikuti perkembangan Zaman yang terus berubah dari waktu ke waktu.    Ketika menginjakan kaki kali pertama di tanah Papua anda akan di suguhkan dengan pemandangan hijau, udara yang sejuk sampe menembus sela-sela paru-paru, ukiran dan monumen yang biasanya dipajang baik di tepi jalan, bangunan rumah bahkan dari busana yang di gunakan hari-harinya. Pepohonan yang berdiri kokoh disetiap pekarangan utama maupun sebagai pembatas jalan antara jalur kiri dan kanan.    Seperti tempat-tempat lain pada umumnya, setiap pagi terlihat anak anak sekolah yang berseragam, berbagai seragam dari Paud sampai dengan SMA bahkan Ketika sedikit bergeser ke pertengahan kota milhat mahasiswa-mahasiswi dengan almet kuning yang adalah salah satu dari kampus ternama yang ada di ibu kota Jayapura Papua. Keseharian pada umumnya ada berangkat sekolah, mengikuti kegiatan belajar, kemudian berjumpa lagi dengan mereka yang berangkat untuk bercocok tanam. Di bagian lain ada yang sedang dengan seragam kantor berlarian mengejar apel pagi, masuk kantor haru tepat waktu.     Bergeser sedikit ke bagian pedesaan terpencil, mereka juga dengan aktivitas tidak beda jauh dengan bagian perkotaan. Berseragam sekolah berlarian memasuki ruang kelas. Dengan  keterbatasan teknologi jaringan dan infrastruktur tidak menjadi halangan untuk berangkat ke sekolah. Dengan jelas melihat guru-guru yang berusaha menyesuaikan diri, keseharian, dan mengupayakan segala hal untuk dapat membagikan ilmu yang mereka miliki.     Kedatangan mereka disana seringkali hanya mengandalkan pesawat missi kecil yang akan pulang balik untuk mengantar dan menjemput. Bahkan belajar seadanya dengan fasilitas seadanya tidak menjadi alasan untuk menjelajahi dunia lewat pembelajaran setiap harinya. Menjadi kebanggaan ketika ilmu yang disebar luaskan tanpa membatasi jarak, golongan dan status.    Tidak akan asing menemukan mereka yang sedang memegang buku bacaan, Papua memiliki banyak sekali tempat pelatihan atau kursus Bahasa inggris yang biasanya di manfaatkan untuk melanjutkan perkuliahan di luar negeri. Tetapi juga untuk kebutuhan kerja. Pentingnya pendidikan sangat di indahkan dengan bukti nyata didukung penuh langsung dari pemerintah daerah setempat untuk anak-anak asli Papua yang berhak menerima beasiswa pemerintah daerah. Yaitu mereka yang memenuhi beberapa kriteria untuk memperoleh biaya gratis bersekolah baik itu tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai dengan tingkat perkuliahan atau Perguruan Tinggi. Dengan harapan bahwa mereka di biayai untuk kembali membangun daearah asal mereka dengan skill dan talenta yang sudah ada diasah secara matang dan intelektual tinggi. Adapun program yang sudah menghasilakn banyak lulusan putra-putri asli Papua dari luar maupun dalam Indonesia adalah program Mantan Gubernur Papua Bapak Lukas Enembe, “Seribu dokter dan Guru” melalui Lembaga Badan Pengelolah Sumber Daya Manusia (BPSDM)     Tidak lupa jalannya proses pendidikan didukung oleh asupan gizi yang hampir 95% adalah bahan alami yang mana bahan makanan mentah diambil dan diolah secara manual. Berhubung memiliki tanah yang begitu subur sehingga semua jenis makanan yang bisa ditanam kemudian di olah untuk menjadi konsumsi keluarga seisi rumah. Makanan pokok kami bukanlah nasi melainkan semua jenis umbi-umbian dan sayuran serta buah buahan hijau dan segar. Porsi satu ubi manis sudah menjadi sarapan yang cukup untuk sampai pada jam 12 siang lalu kemudian akan berulang sampai dengan jam 5 sore. Ini adalah cara kami bertahan hidup dengan hasil alam yang begitu lengkap yang diciptakan oleh Tuhan begitu sempurna. Dan juga hasil laut yaitu segala jenis ikan segar yang biasanya dikonsumsi dengan berbagai menu masakan. Yang mana selalu menjadi perpaduan yang cocok dengan hidangan papeda.     Di sisi lain dengan minimnya jumlah kendaraan di bagian perkotaan, menjadi hal positive untuk bisa menghirup urada segar tanpa polusi udara. Walaupun di beberapa kota yang tersebebar di pulau PAPUA yang juga sudah cukup maju dalam memiliki dan mengendarai kendaraan bahkan beberapa wilayah kabupaten yang masih dalam pembangunan sudah menjadi jalur utama untuk akses keluar masuk antar kampung dan kota untuk men-supply bahan makan serta kebutuhan utama lainnya. Ketika bergeser di daerah ibu kota PAPUA. Terbentang luas danau sentai dengan keindahan perbukitan kecil yang mengelilingi danau dari timur ke barat kemudian lautan Jayapura yang terbentang luas di lengkapi dengan pasir putih yang membentang luas, serta aliran sungai yang begitu sejuk dan memiliki warna biru kehijauan. Kemudian bergeser sedikit ke Papua Barat disanalah destinasi tempat wisata dunia yaitu pulau Raja Ampat yang sudah masuk dalam daftar UNESCO menjadi ikon penting dalam keindahan alam Papua. Kemudian naik sedikit di pegunungan Papua terdapat gunung salju yaitu Gunung gartenz, lalua wamena dengan bunga mei yang hanya akan ada di bulan mei lalu danau hambema yang ada wamena. Danau Habema adalah salah satu danau yang ada di daerah pegunungan selain Danau Rombebai yang juga adalah danau terbesar setelah Danau Sentani, Danau Paniai, Danau Anggi yang terkenal dengan keindahan alamnya, Danau Anggi, Danau Rawa Biru yang menjadi daya Tarik wisatawan, dan Danau Emfote. Lalu Jembatan merah yang ada di kabupaten Jayapuran yang juga menghubungkan dua pantai, pantai Hamadi dan Holtekam.     Alam menjadi destinasi wisata dan hiburan utama tetapi juga dengan kehadiran beberapa mall besar yang tersebar luas di sana, menjadi pilihan lainnya untuk merefreshkan diri seperti Mall Matahari Jayapura, Mall Borobudur Sentani, dan masih banyak lagi. Ini adalah bukti bahwa Papua tidak hanya dari alamnya tetapi dari pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan

TAZKIYA UIM

Berkarya dengan Hati, Menginspirasi Dunia: Kebersamaan di Panti Disabilitas Terlantar Yayasan Sayap Ibu Jogja

Pada 14 Juni 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti 3 (Kemandirian Disabilitas Terlantar) Yayasan Sayap Ibu Jogja.    Dengan latar belakang kesadaran bahwa sebagai organisasi mahasiswa di Kota Pelajar ini kami sudah seharusnya mampu membawa tema DIVERSITY & INCLUSIVITY (Keberagaman dan Kesetaraan) dalam sebuah program kerja, maka kegiatan pengabdian di Panti 3 YSI menjadi bukti nyata akan tekad bulat kami tersebut.    Anak-anak di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian dalam aspek psikologis, sosial, dan pendidikan. Mereka sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari segi emosional, intelektual, maupun keterampilan hidup. Menyadari kompleksitas kebutuhan tersebut, kami memandang pentingnya menghadirkan sentuhan yang lebih bermakna melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini.    Kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi yang hangat, di mana anak-anak dapat mengekspresikan diri, belajar hal-hal baru, serta merasakan kebersamaan yang tulus. Melalui rangkaian aktivitas edukatif, rekreatif, hingga penyuluhan kesehatan dan pelatihan keterampilan, kami berupaya menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap anak. Lebih dari sekadar program sosial, pengabdian ini adalah upaya bersama untuk menyalakan harapan dan menghadirkan kebahagiaan sederhana di tengah keterbatasan. JENIS DISABILITAS Perlu kita ketahui dahulu ada apa saja jenis disabilitas itu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, jenis-jenis disabilitas yang diakui secara hukum di Indonesia adalah: Disabilitas Fisik Merupakan keterbatasan pada fungsi gerak tubuh, seperti amputasi, kelumpuhan, cerebral palsy, paraplegi, akibat stroke, atau kelainan bentuk tubuh lainnya. Disabilitas Sensorik (Penglihatan/Tunanetra) Gangguan pada indera penglihatan, mulai dari kebutaan total hingga penglihatan rendah yang tidak bisa dibantu dengan kacamata atau lensa kontak. Disabilitas Sensorik (Pendengaran/Tunarungu) Gangguan pada indera pendengaran, baik tuli total maupun sebagian, yang dapat menghambat komunikasi sehari-hari. Disabilitas Sensorik (Wicara/Tunawicara) Ketidakmampuan atau kesulitan dalam berbicara, baik sejak lahir maupun akibat penyakit atau kecelakaan. Disabilitas Intelektual Keterbatasan fungsi kecerdasan dan kemampuan adaptif, seperti tunagrahita, down syndrome, atau lambat belajar. Disabilitas Mental Gangguan pada fungsi pikir, emosi, dan perilaku, misalnya skizofrenia, bipolar, depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian. Disabilitas Perkembangan Gangguan yang memengaruhi perkembangan kemampuan sosial dan komunikasi, seperti autisme dan ADHD. Disabilitas Ganda Kondisi di mana seseorang mengalami dua atau lebih jenis disabilitas secara bersamaan, misalnya kombinasi tunarungu dan tunawicara, atau tunanetra dan tunarungu. PELAKSANAAN KEGIATAN    Acara dibuka oleh MC dan dilanjut dengan sambutan oleh Kepala Panti 3 YSI; Bapak Feri Rahmawan, S.Sos., M.A. serta Ketua Pelaksana Panitia BEM UIM Yogyakarta; Erma Zulfiana.   Selanjutnya, kami melakukan sesi perkenalan dengan gaya yang menyenangkan, kemudian teman-teman kami dari panti juga memperkenalkan diri dengan cara yang sama. Setelah itu, berbagai kegiatan seru pun dimulai, di antaranya: Ice Breaking Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan. Permainan sederhana dan interaktif dilakukan agar mereka merasa nyaman, senang, dan semangat mengikuti kegiatan selanjutnya. Ajang Menunjukkan Karya Mulai dari lukisan yang indah, gelang buatan sendiri, hingga kemampuan bernyanyi. Kami pun bernyanyi dan berjoget bersama, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan. Tarik Jajan Setelah sesi unjuk karya, kami mengadakan permainan tarik jajan yang diiringi musik. Saat musik diputar, mereka harus berjoget, dan ketika musik berhenti, barulah mereka boleh menarik jajanan. Semua mendapatkan jajanan dari hasil permainan tersebut dan langsung menikmatinya. Sementara itu, panitia lain menyiapkan manik-manik untuk sesi berikutnya. Pembuatan Gelang Pada sesi ini, kami mengajak semua membuat gelang dari manik-manik dan tali khusus yang telah disiapkan. Mereka memilih sendiri manik-manik yang diinginkan, dibantu dan didampingi panitia jika mengalami kesulitan. Panitia juga ikut membuat gelang bersama mereka, sehingga suasana semakin meriah. Edukasi Cuci Tangan Sebelum makan, panitia memberikan edukasi tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar. Mereka sangat antusias, bahkan ada yang sudah hafal enam langkah mencuci tangan yang benar. Makan Bersama Kami makan bersama di pendopo yayasan, ada yang disuapi oleh panitia, ada yang makan sendiri, dan ada juga yang membantu memotongkan ayam untuk teman-teman baru kami tersebut. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kami melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan, lalu menutup acara dengan penuh kehangatan. Kami berpamitan, dan beberapa panitia menerima lukisan sebagai tanda terima kasih dari mereka. Suasana sangat hangat dan penuh keceriaan. Setelah acara berakhir, anggota BEM melakukan evaluasi rutin. Saat evaluasi, kami diberi gelang oleh salah satu teman kami sebagai kenang-kenangan. Ketua BEM dan Ketua Pelaksana juga menyerahkan sembako dan kebutuhan lainnya kepada pengurus yayasan sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kami menutup hari itu dengan foto bersama, lagi. Kesan dan Harapan    Momen paling berkesan adalah ketika teman-teman kami menunjukkan hasil karya mereka yang langsung disambut tepuk tangan dan pujian, membuat mereka merasa bangga. Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan foto-foto yang semakin menambah rasa kekeluargaan. Kehadiran anggota BEM bukan hanya membawa hiburan, tetapi juga kasih sayang dan perhatian yang sangat berarti bagi mereka.    Sebagai panitia sekaligus anggota BEM, kami merasa sangat bersyukur dan bahagia bisa melaksanakan kegiatan di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu. Kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk pengabdian, tetapi juga pengalaman yang sangat berharga dan menyentuh hati. Melihat senyum dan semangat teman-teman kami saat bermain, bernyanyi, menunjukkan hasil karya, hingga makan bersama, membuat kami sadar bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal-hal sederhana.    Kami juga merasa semakin dekat satu sama lain sebagai tim, belajar bekerja sama, saling membantu, dan memperkuat rasa empati dalam diri. Momen ini menjadi pengingat bahwa kegiatan sosial seperti ini sangat penting untuk membentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan. Kegiatan di Panti 3 bukan hanya meninggalkan kenangan manis, tetapi juga membekas di hati kami sebagai pengalaman yang menginspirasi dan memotivasi untuk terus berbuat baik. Semoga ke depannya kami bisa kembali berkunjung dan membawa lebih banyak kebahagiaan. FOTO-FOTO SELAMA DI PANTI Penulis : Enci Kenia Deswita Mahasiswi Prodi Kebidanan UIM Yogyakarta

TAZKIYA UIM

Webinar Literasi Perdana Warta Mulia: Kupas Tuntas Cara Menulis Blog yang Menarik dan Efektif

Bantul, 29 Mei 2025 – Warta Mulia Universitas Islam Mulia Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UIM) sukses menyelenggarakan webinar literasi perdana bertajuk “Rahasia Menulis Artikel Blog yang Menarik & Efektif”.    Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh 30 peserta yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa.    Webinar ini menandai peluncuran perdana Warta Mulia, media internal UIM yang bertujuan sebagai ruang kreasi dan ekspresi mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika kampus dalam bidang kepenulisan dan jurnalisme. Tidak hanya sebagai media informasi kampus, Warta Mulia diharapakan mampu menjadi wadah pengembangan literasi dan budaya akademik yang produktif.    Narasumber ahli dan berpengalaman yang mengisi acara utama adalah Moh. Mursyid, S.I.P., M.A. , yang juga merupakan dosen dari Program Studi Perpustakaan dan Informasi UIM Yogyakarta, penulis aktif, serta Direktur Penerbit Azyan Mitra Media & Mata Kata Inspirasi. Beliau dikenal melalui karya-karyanya yang komunikatif dan tajam serta dedikasinya dalam memajukan dunia literasi di kalangan akademisi dan pelajar.     Webinar ini dipandu oleh Syifa Iswi Liani, mahasiswi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UIM Yogyakarta, yang bertugas sebagai moderator sekaligus pembawa acara (MC). Dengan pembawaan yang lugas dan komunikatif.  Syifa berhasil menjaga alur diskusi tetap hidup, menarik, dan interaktif dari awal hingga akhir acara. Ia juga berhasil menghubungkan pertanyaan-pertanyaan peserta kepada narasumber secara efektif, sehingga suasana webinar menjadi semakin hidup.    Dalam pemaparannya, Pak. Mursyid menyampaikan bahwa menulis adalah keterampilan yang bisa dilatih dan dimulai dari keberanian untuk menuangkan ide. Ia menyebut bahwa banyak orang menganggap menulis itu berat, padahal hakikatnya sama seperti berbicara: “Menulis itu segampang ngomong,” ujarnya dengan tegas. Namun, ia juga menambahkan bahwa tanpa motivasi yang kuat, aktivitas menulis bisa terasa membebani. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk memiliki motivasi dan mimpi dalam menulis. Beberapa tips menulis yang disampaikan antara lain: Tulislah apa saja motivasimu – Mulailah dari hal yang paling dekat dengan diri sendiri. Harus berani bermimpi – Karena menulis juga sarana untuk menggapai cita-cita. Menentukan jenis konten dan topik blog. Menulis dengan sudut pandang yang jelas dan gaya bahasa yang komunikatif. Melakukan penyuntingan dan revisi sebelum mempublikasikan.    Beliau juga menyampaikan bahwa menulis bukan hanya soal menyampaikan gagasan, tetapi juga cara berbagi lintas ruang dan waktu, memperluas jejaring relasi, dan bahkan membuka peluang finansial. “Menulis itu mengayakan secara materi, relasi, dan intelegensi,” imbuhnya sambil mencontohkan penulis-penulis yang sukses secara ekonomi dari dunia literasi.    Webinar ini tidak hanya menjadi ajang belajar teknis menulis blog, tetapi juga menjadi ruang pembentukan pola pikir literasi yang lebih kuat di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk berani menuangkan ide dan berkontribusi dalam bentuk tulisan yang nantinya akan diterbitkan dalam Warta Mulia, baik dalam bentuk artikel, opini, panduan, maupun profil inspiratif. Menurut panitia, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya literasi digital dan peran strategis menulis dalam membangun citra pribadi maupun institusi.    Di akhir sesi, banyak peserta yang merasa termotivasi dan terinspirasi. Beberapa di antaranya bahkan sudah menyatakan ketertarikannya untuk mengirimkan tulisan ke redaksi Warta Mulia. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan komunitas literasi di lingkungan UIM Yogyakarta.    Dengan suksesnya webinar perdana ini, Warta Mulia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang kreatif, edukatif, dan produktif bagi mahasiswa. Acara ini menjadi langkah awal dari serangkaian kegiatan literasi yang akan rutin diadakan ke depannya. Sebagaimana yang disampaikan narasumber di akhir presentasi, “Menulislah sebelum hanya namamu yang tertulis di batu nisan. Janganlah kalian mati tanpa meninggalkan karya tulis.” Dokumentasi Acara : Penulis : Afwa Aulia Rahma : Mahasiswi Administrasi Kesehatan UIM Yogyakarta Salsabila Azizatul : Mahasiswi Kebidanan UIM Yogyakarta

SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought)

Kesenjangan Ilmu di Dunia Akademik : Mengatasi Gap Knowledge dengan Nilai Filsafat dan Islam

Kesenjangan ilmu (gap knowledge) adalah fenomena yang kerap terjadi di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam lingkungan akademik. Kesenjangan ini tidak hanya memengaruhi kehidupan sehari-hari mahasiswa, tetapi juga perjalanan akademik mereka di kampus, bahkan hingga mereka lulus dan mengimplementasikan keilmuan dalam dunia kerja atau pengabdian masyarakat. Artikel ini akan mengulas dampak kesenjangan ilmu, strategi mengatasinya dengan pendekatan filsafat dan ajaran Islam, serta langkah praktis untuk memperkaya wawasan akademik. Apa Itu Kesenjangan Ilmu?    Kesenjangan ilmu merujuk pada perbedaan tingkat pengetahuan, keterampilan, atau pemahaman antara individu atau kelompok dalam suatu lingkungan. Dalam konteks akademik, kesenjangan ini bisa terjadi karena akses terbatas terhadap sumber belajar, kurangnya motivasi, atau perbedaan metode pembelajaran. Filsuf Yunani, Socrates, pernah berkata, “Saya hanya tahu bahwa saya tidak tahu apa-apa.” Pernyataan ini mencerminkan kesadaran akan keterbatasan pengetahuan sebagai langkah awal menuju pembelajaran yang mendalam. Dalam Islam, Al-Qur’an mengajarkan pentingnya menuntut ilmu, seperti dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11, yang menegaskan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.      Kesenjangan ilmu bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan tantangan yang dapat diatasi dengan kesadaran, usaha, dan pendekatan yang tepat. Mahasiswa, sebagai agen perubahan, memiliki tanggung jawab untuk menutup kesenjangan ini melalui kehausan akan ilmu dan pemanfaatan sumber daya yang ada. Dampak Kesenjangan Ilmu di Lingkungan Akademik Kesenjangan ilmu dapat menghambat potensi mahasiswa dalam beberapa cara: Kurangnya Kesiapan Akademik: Mahasiswa yang tidak memiliki akses ke sumber belajar berkualitas mungkin kesulitan mengikuti perkuliahan atau penelitian. Rendahnya Inovasi: Kurangnya wawasan dapat membatasi kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan ide-ide kreatif atau solusi inovatif. – Kesulitan di Dunia Kerja: Setelah lulus, kesenjangan ilmu dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bersaing di pasar kerja atau berkontribusi secara maksimal dalam profesi mereka. Seorang filsuf modern, Michel Foucault, menekankan bahwa pengetahuan adalah kuasa (power). Dalam konteks akademik, memiliki ilmu yang memadai memberi mahasiswa keunggulan untuk menghadapi tantangan global. Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah ibadah yang membawa keberkahan. Strategi Menutup Kesenjangan Ilmu   Berikut adalah beberapa strategi praktis untuk mengatasi kesenjangan ilmu dalam lingkungan akademik, yang diperkaya dengan nilai-nilai filsafat dan ajaran Islam: 1. Kembangkan Rasa Haus akan Ilmu   Filsuf Stoa, Epictetus, mengajarkan bahwa kebijaksanaan datang dari kesadaran akan keterbatasan diri. Mahasiswa harus menanamkan sikap “haus dan lapar” terhadap ilmu, sebagaimana yang diajarkan dalam Islam bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban seumur hidup. Dengan semangat ini, mahasiswa dapat terus mencari pengetahuan baru dari berbagai sumber, baik buku, internet, maupun diskusi dengan orang lain. 2. Manfaatkan Teknologi dan Media Sosial Secara Bijak    Di era digital, platform seperti internet dan media sosial dapat menjadi alat yang powerful untuk belajar. YouTube, Coursera, atau jurnal akademik daring dapat menjadi sumber ilmu yang tak terbatas. Namun, Islam mengajarkan pentingnya menyaring informasi dengan akal dan hati, sebagaimana dalam Surah Al-Hujurat ayat 6, yang memerintahkan untuk memverifikasi kebenaran informasi. 3. Optimalkan Fasilitas Kampus    Fasilitas seperti perpustakaan, laboratorium komputer, dan konsultasi dengan dosen adalah aset berharga yang sering diabaikan. Mahasiswa harus proaktif memanfaatkan sumber daya ini untuk mendalami minat akademik mereka. Seperti yang dikatakan oleh filsuf Islam, Al-Ghazali, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan. 4. Budayakan Membaca dan Diskusi    Membaca adalah jendela dunia, dan kebiasaan ini harus ditanamkan sejak dini. Mahasiswa dapat membentuk kelompok baca atau forum diskusi untuk berbagi pengetahuan. Dalam tradisi Islam, majelis ilmu dianggap sebagai tempat turunnya rahmat Allah. 5. Terlibat dalam Penelitian dan Kegiatan Akademik    Berpartisipasi dalam penelitian bersama dosen atau lintas program studi dapat memperluas wawasan dan keterampilan. Ini juga membantu mahasiswa mengembangkan pola pikir kritis, yang merupakan inti dari filsafat Barat dan ajaran Islam tentang tafakur (perenungan). 6. Aktif di Organisasi Kampus    Forum seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), atau Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dapat menjadi wadah untuk mengasah keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi. Aktivitas ini juga mencerminkan nilai ukhuwah dalam Islam, yaitu kebersamaan dalam kebaikan. 7. Pahami Proses sebagai Bagian dari Pembelajaran    Filsuf eksistensialis, Jean-Paul Sartre, menegaskan bahwa manusia didefinisikan oleh tindakan dan prosesnya. Dalam Islam, proses menuntut ilmu adalah jihad yang mulia. Ketidaktahuan bukanlah kebodohan, melainkan peluang untuk belajar. Setiap mahasiswa memiliki waktu dan momen unik untuk berkembang, sebagaimana Allah menciptakan setiap manusia dengan kapasitasnya masing-masing. Pengalaman Pribadi: Langkah Kecil Menuju Tujuan Besar    Saya ingin berbagi pengalaman pribadi sebagai mahasiswa S1 di usia 20-an. Berbeda dengan teman sekelas, saya mulai memikirkan topik skripsi sejak semester awal. Pepatah “langkah kecil adalah awal dari langkah besar” menjadi pemicu inisiatif saya. Saya merencanakan 2-10 langkah ke depan, memanfaatkan waktu luang untuk membaca, berdiskusi dengan dosen, dan mengeksplorasi ide. Pertanyaan “bagaimana saya bisa menjaga semangat akademik?” menjadi pengingat untuk tetap fokus di tengah godaan hobi atau aktivitas lain. Kesadaran ini, yang saya yakini sebagai tanda dari Allah, membantu saya menutup kesenjangan ilmu secara bertahap. Kesimpulan: Ilmu sebagai Jembatan Kehidupan   Kesenjangan ilmu adalah tantangan universal yang dapat diatasi dengan semangat belajar, pemanfaatan sumber daya, dan kesadaran akan proses. Dalam perspektif filsafat, ilmu adalah alat untuk memahami eksistensi manusia. Dalam ajaran Islam, ilmu adalah cahaya yang membimbing menuju kebenaran. Dengan menggabungkan pendekatan ini, mahasiswa dapat menjadikan lingkungan akademik sebagai ladang untuk menanam benih pengetahuan yang akan terus tumbuh sepanjang hidup.     Apakah Anda siap berproses untuk menutup kesenjangan ilmu? Ingatlah, seperti yang dikatakan oleh filsuf Islam Ibnu Sina, “Ilmu adalah harta yang tidak pernah habis.” Mulailah dari langkah kecil, dan biarkan Allah memudahkan jalan Anda menuju keberhasilan akademik dan spiritual. Glosarium Kesenjangan Ilmu (Gap Knowledge): Perbedaan tingkat pengetahuan atau keterampilan antara individu atau kelompok dalam suatu lingkungan. Filsafat: Ilmu yang mempelajari hakikat keberadaan, pengetahuan, dan nilai-nilai dalam kehidupan manusia. Tafakur: Perenungan mendalam dalam Islam untuk memahami kebesaran Allah dan hikmah ciptaan-Nya. Ukhuwah: Persaudaraan dalam Islam yang menekankan kebersamaan dan saling mendukung dalam kebaikan. Majelis Ilmu: Pertemuan untuk mempelajari dan mendiskusikan ilmu, yang dalam Islam dianggap sebagai tempat turunnya rahmat Allah. Penulis : Muhammad Immawan Aulia “Berprogres lah walau hanya 0,001%!”

Scroll to Top