Pendidikan

UIMY Teken Kerja Sama Beasiswa Sleman Pintar, Dukung Akses Pendidikan Tinggi Berkualitas

Sleman, 22 Oktober 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung program Beasiswa Sleman Pintar. Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman bersama 51 perguruan tinggi lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph. D., yang menyampaikan apresiasi atas komitmen perguruan tinggi dalam mendukung akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Program Sleman Pintar merupakan inisiatif Pemkab Sleman untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga miskin, rentan miskin, dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui kerja sama ini, UIMY berkomitmen memberikan dukungan akademik dan finansial kepada mahasiswa penerima beasiswa agar dapat menempuh pendidikan tinggi secara optimal. Rektor Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph. D., menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi kampus sebagai institusi pendidikan yang unggul dalam mengabdi pada kepentingan Bangsa dengan dijiwai nilai-nilai islam holistik yang rahmatan lil’alaminin tahun 2044. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap warga. UIMY siap menjadi bagian dari gerakan pendidikan yang berpihak pada masyarakat dan mendukung generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa asal Sleman yang memenuhi kriteria akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan di UIMY, serta pendampingan akademik untuk memastikan keberhasilan studi mereka. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adil dan berkelanjutan. Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat Sleman Pintar untuk tahun 2026 dan menunjukkan komitmen UIMY sebagai kampus yang aktif dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan. Kampus UIMY juga membuka peluang bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk bergabung dalam penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Dengan berbagai program studi unggulan di bidang kesehatan, teknologi, dan pendidikan, serta lingkungan kampus yang religius dan modern, UIMY hadir sebagai pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin berkembang secara akademik dan spiritual. Informasi lengkap mengenai program studi, jalur pendaftaran, dan beasiswa dapat diakses melalui laman resmi kampus: www.uim-yogya.ac.id atau langsung mengunjungi layanan informasi di Kampus Utama UIMY, Sedayu, Bantul. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Universitas Islam Mulia Yogyakarta terus berkomitmen menjadi kampus yang aktif dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan tinggi yang berkualitas, religius, dan berdaya saing. Kontributor : Nurul Ariningtyas

Pendidikan

UIM Yogyakarta Selenggarakan Workshop Akademik: Penyiapan Pembelajaran dan Penyusunan RPS

Yogyakarta, 15 Oktober 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) menyelenggarakan kegiatan Workshop Akademik bertema “Penyiapan Pembelajaran dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)” pada tanggal 09 Oktober 2025. Kegiatan ini bertempat di Aula Utama Kampus UIMY dan diikuti oleh seluruh dosen tetap dan dosen luar biasa dari berbagai program studi. Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran dan kesiapan dosen dalam menyusun perangkat ajar, Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan workshop akademik yang berfokus pada penyiapan pembelajaran dan pembuatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk menjamin pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara profesional dan terstruktur. Tujuan Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dosen tentang prinsip-prinsip penyusunan RPS yang sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi, menyusun RPS yang berbasis capaian pembelajaran dan kebutuhan mahasiswa, menyelaraskan metode pembelajaran, penilaian, dan media ajar secara efektif serta mendorong kolaborasi antar dosen dalam pengembangan kurikulum dan perangkat ajar. Kegiatan dibuka oleh Rektor Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph. D., dengan menyampaikan “Sosialisasi Kebijakan akademik Tahun Ajaran Baru 2025/2026. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang sistematis dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “RPS bukan sekadar dokumen, tetapi cerminan filosofi pendidikan yang kita terapkan di kelas. Dosen harus mampu merancang pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada mahasiswa,” ujarnya. Selama satu hari, peserta mengikuti berbagai sesi seperti pemaparan kebijakan akademik terbaru, praktik penyusunan RPS berbasis OBE (Outcome-Based Education), serta diskusi kelompok. Diskusi berlangsung aktif dan produktif, menghasilkan draft RPS dari masing-masing program studi yang siap untuk difinalisasi dan diimplementasikan. Salah satu narasumber, Bapak Panggah Widiandana, M.Kom., Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Kesehatan sekaligus dosen Program Studi Informatika, menyampaikan bahwa workshop ini sangat membantu dalam menyelaraskan metode pembelajaran dengan kebutuhan mahasiswa. “Kami harapkan dosen di UIMY jadi lebih memahami bagaimana menyusun RPS yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga relevan dan aplikatif,” katanya. Narasumber lainnya, Bapak Yogi Andrianza, M.A., Kepala Biro Administrasi Akademik dan Manajemen Informasi sekaligus dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi menuturkan harapan bahwa “Semoga dengan kegiatan ini, proses akademik terutama sistem pelaporan akademik bisa lebih mudah dan akuntabel”. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta berharap seluruh dosen dapat mengembangkan pembelajaran yang unggul, religius, dan berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Pendidikan

Universitas Islam Mulia Yogyakarta Gelar Matrikulasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026

Yogyakarta, 13 Oktober 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) sukses menyelenggarakan kegiatan matrikulasi bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 8 hingga 10 Oktober 2025, bertempat di ruang 3.4 Kampus UIMY. Kegiatan matrikulasi merupakan bagian dari proses penyambutan dan pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa baru Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan dasar yang menunjang pembelajaran di perguruan tinggi, menyelaraskan latar belakang akademik mahasiswa dari berbagai jurusan/sekolah  serta menumbuhkan kesiapan berpikir kritis dan literasi digital. Narasumber Matrikulasi berbeda tiap sesi, yaitu; untuk sesi Matematika Dasar oleh Bapak Muh Wildanul Firdaus, M. Pd yang merupakan Kaprodi Pendidikan Matematika, sesi Bahasa Inggris oleh Muhammad Fathur Rahman Khalik, M. Pd yang merupakan Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, sesi Filsafat Ilmu oleh Bapak rektor Anwaruddin Hisyam, M.sc., Ph. D dan sesi Literasi Komputer Dasar oleh Bapak Panggah Widiandana, M. Kom Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Kesehatan. Rektor UIMY, Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph. D., menyampaikan bahwa matrikulasi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan langkah awal membentuk generasi mahasiswa yang unggul dan berintegritas. “Kami ingin mahasiswa baru tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki semangat belajar, etika, dan nilai-nilai keislaman yang kuat,” ujarnya. Waktu Pelaksanaan kegiatan selama  3 hari (Rabu–Jumat, 8–10 Oktober 2025) pukul 09.00–15.00 WIB bertempat di ruang 3.4 dan Ruang Laboratorium Komputer. Pesertaadalah mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 dari seluruh program studi. Adapun jumlah peserta Matrikulasi terbagi menjadi 4 sesi: Sesi Matematika Dasar= 2 orang Sesi Bahasa Inggris Dasar= 18 orang Sesi Filsafat Ilmu= 4 orang Sesi Literasi Komputer Dasar= 3 orang Evaluasi menunjukkan bahwa Mahasiswa mempunyai antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh sesi. Namun, untuk sesi terakhir yaitu sesi Literasi Komputer Dasar, semua mahasiswa absen kegiatan dengan tanpa keterangan.  Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan observasi partisipasi aktif. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya diperlukan penguatan materi literasi digital dan pengenalan organisasi kemahasiswaan di tahun berikutnya. Dengan berakhirnya kegiatan matrikulasi, Universitas Islam Mulia Yogyakarta berharap mahasiswa baru dapat segera beradaptasi dan berkontribusi aktif dalam proses akademik dan kegiatan kemahasiswaan, sejalan dengan semangat kampus: religius, ilmiah, dan berdaya saing. Dokumen sertifikat peserta matrikulasi bisa di download dalam link berikut ini: http://bit.ly/4o8IAA2

RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Mahasiswi Amphibi#5 (Wejangan ala-ala untuk para MABA)

Konsep ‘perkuliahan’ cukup rumit. Bukan tanpa alasan takarir twibbon ospek UIM mengandung kalimat berbunyi “Menyandang gelar MAHA di atas kata SlSWA berarti siap mengemban tanggung jawab yang lebih besar dan penuh arti”.    Teman saya menulis artikel berjudul “Belajar dari Jogja” (bila kalian sedang senggang, sangat dianjurkan untuk membaca sekalian artikel tersebut) bahwa ilmu tidak hanya sebatas apa yang kita dapat di kelas melainkan juga di forum-forum diskusi dalam tongkrongan-tongkrongan ringan bersama teman lain. Durasi hidup setiap manusia sangatlah terbatas untuk ilmu yang tiada batas. Menanggulangi hal tersebut, hei para mahasiswa, sadarilah betapa pentingnya kalian mencari komunitas intelektual. Mungkin kisah pengalamanku di bawah dapat menjadi refleksi. ***     Tidak ada yang dapat mengalahkan sensasi terkejut saat melihat realitas telah melampui ekspetasi. Setinggi-tingginya katak melompat, Ia akan sadar masih ada burung yang selalu berada jauh di atasnya. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali dosen menampilkan satu persatu tugas laman web (telah dibahas pada seri sebelumnya) di kelas.      Ide yang sebelumnya kuanggap ‘genial’ ternyata terhitung sangat normal. Bila dibandingkan tugas karya teman-temanku yang lain (contoh milik temanku yang mendapat pujian dosen: https://aimamarifaaa.wixsite.com/mysite) milikku benar-benar sangatlah standar. Tidak ada istimewanya. Bahkan untuk ide bisnisnya saja masih terlalu abstrak. Benar-benar tidak ada yang bisa dibanggakan. UGM berhasil membuatku ciut untuk ke sekian kalinya.     Tidak apa, mentalku sudah cukup terlatih. Justru aku menganggap semua ini adalah nilai lingkungan positif dimana aku terus disadarkan agar tak bosan mengembangkan diri. Seperti kata orang bijak, “Bila kau merasa menjadi orang paling pintar diantara yang lain, artinya kau salah ruangan,”       Meskipun dengan berdinamika bersama UGM menjadikan pola pikirku semakin liar (sempat ku-mention di seri ketiga mahasiswi amphibi), setidaknya aku bisa meng-klaim bahwa aku telah berada di ruang belajar yang benar. Tidak hanya pada matkul Bahasa Prancis Administrasi dan Bisnis, aku juga dibuat kerdil setelah sadar pengetahuanku tentang Sejarah Eropa sangatlah minim disbanding teman-temanku khususnya yang beragama kristen/katolik. Padahal, agamaku sendiri juga ikut berperan mencetak Sejarah penting pada akhir abad pertengahan dalam tragedi runtuhnya Byzantium ke tangan kekaisaran Ottoman. Tidak hanya itu, aku pun baru tahu secara kronologis mengapa Eropa bagian Selatan bisa sangat dipengaruhi oleh budaya islam.     Wah, terlalu luas ya ilmu di dunia ini. Ini baru di bidang Sejarah yang lingkupnya sekedar humaniora. Masih ada lingkup saintek yang juga terbagi menjadi puluhan bidang ilmu lainnya. Benar saja firman Allah di surat Al-Khafi ayat 109, “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”     Seringnya manusia berlagak pintar sebelum sadar bahwa yang Ia ketahui belum seberapa. Contohnya ya, aku. Mentang-mentang bisa kuliah di dua kampus dan bisa menguasai Bahasa Prancis dengan nilai A semua dalam waktu satu tahun, lagaknya bisa punya ide paling cemerlang di tugas pembuatan web. Dasar emang.     Setelah disadarkan, aku sempat menghubungi temanku di jurusan informatika UIM. Kami mendiskusikan hal-hal terkait website, berujung aku kembali disadarkan bahwa wawasanku tentang software dan per-situs-an sangatlah minim. Padahal jurusanku di UIM masuk ke fakultas sains teknologi. Ranah digital anak perpustakaan memang tidak sebanyak anak informatika, namun harusnya bukan menjadi alasan untuk meremehkan ilmu tersebut di era yang sudah serba canggih ini.     Memiliki banyak teman pintar adalah sebuah privillage. Sisi menguntungkannya akan terasa ketika dia mulai menjelaskan berbagai hal yang tidak pernah kita dengar sebelumnya menggunakan bahasa paling sederhana. Bahkan, dia akan sengaja menghubung-hubungkan objek pembahasannya dengan apa yang lazim ditemui dalam jurusan kita. Contoh yang kualami, temanku memulai penjelasan terkait perbedaan situs berbayar dan gratisan dengan menganalogikan bahasa koding dengan Bahasa Prancis. “Koding itu kan Bahasa pengantar kita untuk berkomunikasi dengan computer, jenis bahasnaya ya khusus. Bisa python, javascript, atau php. Sama kayak kalo kamu ngomong sama bule Prancis kan pasti makeknya yo basa prancis toh, bukan boso Jawa atau Sunda? Nah, pada dasarnya kita kalau gunain Bahasa itu gratis, kamu gunain kosa kata prancis kan gak bayar, sama kalau ngoding terus buat system yang ngebuat situs itu gratis, itungannya kita cuma ‘ngobrol’ sama komputer,” Kurang lebih begitu kalimat yang dia lontarkan. Penjelasan berikutnya dia analogikan dengan sesuatu yang lain, namun masih di lingkup yang dekat denganku. “Yang berbayar itu kalau kita pengen situs yang dibuat ini bisa diakses orang. Disini kita butuh server. Anggep aja server tuh kayak penerbit, kalau kamu mau tulisanmu dibaca lebih banyak orang kan kamu perlu bayar buat pencetakkan dan pendistribusiannya. Server itu yang biasanya ada di akhir link itu loh, misal ‘.co.id.’ Dengan server itu, hasil kodingan kita jadi bisa dilihat orang lain dengan jumlah tertentu,”     Tidak berlebihan bila aku menganggap penjelasannya setara dengan matkul 2 sks Pengantar Situs Internet. Karena setelah itu dia juga memberikan contoh cara kerja situs canva sebagai pembeda dengan system hasil kodingan pribadi. Cukup rumit bila kujelaskan ulang, lagipula aku juga tak sehandal dia dalam menyederhanakan materi yang rumit. Kembali lagi pada teoriku di awal, semua ini bisa dia lakukan karena cukup baik mengenalku sehingga dapat merumuskan cara paling efektif saat membagikan wawasan yang dimilikinya.     Semoga kalian semakin faham betapa ilmu yang disampaikan teman akan sama bergunanya dengan kuliah dosen. Mulai sekarang, bila kalian berkesempatan ngobrol dengan teman antarjurusan atau bahkan kakak tingkat, tidak usah ragu untuk mengajak ‘TW’ (Tukar Wawasan). Kalau bisa sih, hindari motif receh semacam ‘modus pdkt’ ya! Masih banyak loh manfaat yang bisa kita dapat tanpa terlibat percintaan di dunia kampus, apalagi baru semester pertama.     Jangan juga sampai salah artikan tulisanku ini sebagai perintah untuk sering-sering nongkrong gak jelas loh ya. Ada hukum alam yang bekerja: syarat memperoleh teman-teman cerdas ber-value tinggi adalah dengan fokus meningkatkan kualitas pribadi terlebih dahulu. Pembahasan lebih jauh akan kubahas di tulisan selanjutnya ya!     Sebagai penutup, izinkan aku memamerkan tampakkan tugas web yang sudah diperbaharui temanku ini: *** Penulis : Syifa Iswi Liani Mahasiswi Perpustakaan Sains & Informasi UIM Yogyakarta Mahasiswi Bahasa & Sastra Prancis UGM Yogyakarta Instagram : @sil_syifa05

Uncategorized

Pengabdian Masyarakat UIMY: Literasi dan Sehat Bersama Ibu PKK

Pengabdian Masyarakat UIMY: Literasi dan Sehat Bersama Ibu PKK di Sleman Yogyakarta, 12 Oktober 2025 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY yang menyasar kelompok ibu-ibu PKK di Sukoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen lintas program studi, yaitu Nurul Ariningtyas, S.ST., MPH dari Prodi Kebidanan, Yogi Andrianza, M.A dari Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, serta Katon Agung Ramadhan, M.Pd dari Prodi Pendidikan Matematika. Kegiatan juga melibatkan empat mahasiswa Prodi Kebidanan semester 5 sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengabdian. Literasi Membaca dan Berhitung sebagai Gaya Hidup Ibu PKK Mengusung tema “Membaca dan Berhitung Itu Gaya Hidup: Literasi untuk Ibu PKK Masa Kini”, kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY ini bertujuan meningkatkan literasi dasar di kalangan ibu rumah tangga. Melalui pendekatan sederhana dan aplikatif, peserta diajak memahami bahwa membaca dan berhitung bukan sekadar keterampilan akademik, melainkan kebiasaan penting yang mendukung pengelolaan keuangan keluarga, pengambilan keputusan, serta pendampingan belajar anak dan cucu di rumah. Antusiasme Ibu PKK dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY Acara yang berlangsung di Gedung RW 16 Perumahan Sukoharjo Indah ini dihadiri oleh sekitar 50–60 ibu PKK dan dilaksanakan pada pukul 09.00–11.30 WIB. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan literasi, diskusi interaktif, hingga berbagi pengalaman seputar penerapan literasi dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan partisipatif. Layanan Pemeriksaan Kesehatan bagi Ibu PKK Selain edukasi literasi, tim Pengabdian Masyarakat UIMY juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Layanan yang diberikan meliputi: Pemeriksaan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) Pemeriksaan darah perifer, meliputi gula darah, asam urat, dan kolesterol Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran awal kondisi kesehatan peserta sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Sinergi Lintas Prodi dalam Pengabdian Masyarakat Kegiatan ini mencerminkan sinergi keilmuan antar program studi di UIMY. Prodi Kebidanan berperan dalam aspek kesehatan, Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi menekankan pentingnya literasi membaca, sementara Prodi Pendidikan Matematika menguatkan kemampuan berhitung sebagai keterampilan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi ini memperkaya materi pengabdian dan memberikan manfaat yang lebih komprehensif bagi masyarakat. Harapan UIMY bagi Masyarakat Sleman Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat UIMY ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi agen perubahan dalam membangun keluarga yang sehat, cerdas, dan literat. Dengan bekal pengetahuan literasi dan kesadaran kesehatan, diharapkan para ibu mampu berperan aktif dalam mendukung kualitas keluarga dan masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Pewarta : Nurul Ariningtyas

Pendidikan

Kegiatan Foto KTM dan Pengukuran Jas Almamater Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Yogyakarta, 8 Oktober 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) menggelar kegiatan foto Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan pengukuran jas almamater bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 6 hingga 7 Oktober 2025, bertempat di Ruang 3.4 Kampus Utama UIMY (https://drive.google.com/file/d/1Gmg2v5Y-PWNDitQzrgRULLdctrJLCzxJ/view?usp=sharing ) Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian orientasi akademik dan administrasi mahasiswa baru yang bertujuan untuk melengkapi identitas resmi serta atribut institusional sebagai bagian dari sivitas akademika UIMY. Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kepesantrenan, Drs. Nur Hidayat Pamungkas, M. Pd., kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai program studi. “Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa baru mendapatkan KTM dan jas almamater yang sesuai ukuran dan standar kampus. Ini bukan sekadar atribut, tapi simbol kebanggaan dan identitas sebagai bagian dari keluarga besar UIMY,” ujarnya. Proses pengambilan foto dan pengukuran atribut mahasiswa melibatkan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini, dengan tetap menjaga ketertiban dan protokol kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar mahasiswa baru dan pengenalan awal terhadap budaya kampus. Pihak universitas berharap, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih merasa memiliki dan siap menjalani proses pendidikan di lingkungan UIMY yang religius, ilmiah, dan berdaya saing. Bagi Mahasiswa yang belum berkesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut bisa mengisi link di bawah ini: https://forms.gle/8XcKMA92Xvr7A5t4

Pendidikan

Universitas Islam Mulia Yogyakarta Berpartisipasi dalam Festival Literasi DPAK Bantul

Yogyakarta, 4 Oktober 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) turut ambil bagian dalam kegiatan Festival Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten (DPAK) Bantul pada tanggal 1–3 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di kompleks Pemda II Manding Bantul dan diikuti oleh berbagai institusi pendidikan, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Bantul, TBM (Taman Bacaan Masyarakat), Perpustakaan Desa, serta masyarakat umum. Partisipasi UIMY dalam festival ini merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam mendukung gerakan literasi nasional dan penguatan budaya baca di masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, UIMY menghadirkan booth literasi yang menampilkan karya mahasiswa, informasi akademik, serta layanan pemeriksaan kesehatan (pemeriksaan tekanan darah, dan cek darah) dan konsultasi pendidikan tinggi. Selain itu, dosen dan mahasiswa UIMY juga terlibat aktif sebagai narasumber dalam sesi talkshow literasi bertema “Melek Literasi Melek Masa Depan”. Narasumber talkshow Moh. Musryid, SIP., M.A dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi UIMY berkolaborasi dengan Masduki Rahmad, SIP., Lurah Guwosari Pajangan Bantul serta moderator Syifa Iswi Liani mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi UIMY. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul dalam mendorong literasi sebagai gaya hidup masyarakat modern. Rektor UIMY, Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph. D, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. “Kami percaya bahwa literasi adalah fondasi peradaban. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. Kegiatan ini menghasilkan sejumlah output penting, seperti peningkatan jejaring kemitraan, serta edukasi langsung kepada masyarakat. Outcome jangka panjang yang diharapkan adalah meningkatnya kesadaran literasi di kalangan generasi muda dan penguatan peran kampus dalam pembangunan sosial berbasis pengetahuan. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Universitas Islam Mulia Yogyakarta terus berkomitmen menjadi kampus yang unggul, religius, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Uncategorized

Universitas Islam Mulia Yogyakarta Terbitkan Buku Panduan Akademik 2025/2026

Yogyakarta, 1 Oktober 2025 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) resmi meluncurkan Buku Panduan Akademik Tahun 2025/2026 sebagai pedoman utama bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika dalam menjalani kegiatan akademik di tahun mendatang. Rektor UIMY dalam sambutannya menegaskan bahwa buku panduan ini bukan sekadar kumpulan aturan, melainkan sebuah kompas yang akan menuntun perjalanan akademik mahasiswa. “Panduan ini adalah wujud komitmen universitas untuk menghadirkan pendidikan yang terarah, transparan, dan sesuai dengan visi kami: mencetak insan mulia yang unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.   Latar Belakang Penyusunan Penyusunan buku panduan akademik dilakukan melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari senat akademik, fakultas, hingga unit layanan mahasiswa. Setiap ketentuan di dalamnya dirancang agar relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan mahasiswa, serta standar mutu pendidikan tinggi nasional. Selain itu, buku panduan ini juga menyesuaikan dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Sains, dan Teknologi, sehingga mahasiswa UIMY dapat menjalani perkuliahan dengan sistem yang selaras dengan regulasi nasional.   Isi Buku Panduan Struktur Kurikulum: Penjelasan detail mengenai mata kuliah wajib, pilihan, serta sistem kredit semester. Aturan Akademik: Ketentuan registrasi, ujian, tugas akhir, hingga mekanisme remediasi. Hak dan Kewajiban Mahasiswa: Panduan etika akademik, disiplin, serta layanan kemahasiswaan. Harapan Universitas Wakil Rektor Bidang Akademik menambahkan bahwa buku panduan ini diharapkan menjadi rujukan utama bagi mahasiswa dalam merencanakan studi. “Dengan adanya panduan ini, mahasiswa dapat lebih mudah memahami jalur akademiknya, sehingga tidak ada lagi kebingungan terkait aturan maupun prosedur,” jelasnya.   Distribusi dan Akses Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat mengakses buku pedoman akademik secara daring melalui laman resmi Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Buku tersedia dalam format digital (PDF) yang dapat diunduh pada link: https://bit.ly/4iZ8ODi  Ayo segera akses dan baca!Jangan lewatkan kesempatan untuk memahami lebih dalam aturan dan panduan akademik yang akan mendukung perjalanan studi Anda. Klik tautan resmi Universitas Islam Mulia Yogyakarta dan pastikan Anda selalu selangkah lebih siap dalam menghadapi setiap proses akademik. Penutup Peluncuran buku panduan ini menjadi momentum penting bagi UIMY dalam memperkuat tata kelola akademik. Dengan pedoman yang jelas, universitas berharap seluruh civitas akademika dapat menjalani kegiatan belajar mengajar dengan lebih terarah, disiplin, dan penuh semangat. Pewarta: Bidang Akademik 

Pendidikan

Mahasiswa KKN UIMY Resmikan Pojok Baca di Masjid Al-Hidayah Demangan sebagai Program Akhir Pengabdian

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) resmi menutup rangkaian pengabdian mereka dengan meresmikan Pojok Baca di Masjid Al-Hidayah, Padukuhan Demangan, pada Sabtu (13/9/2025). Program ini menjadi penutup kegiatan utama selama masa pelaksanaan KKN di wilayah tersebut.    Peresmian Pojok Baca dilakukan sebagai bentuk perhatian mahasiswa terhadap pentingnya literasi di lingkungan masyarakat, khususnya untuk anak-anak. Anak-anak TPA Al-Hidayah bersama warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan membaca berbagai koleksi buku Islami serta pengetahuan umum yang telah disediakan.    Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan, “Pojok baca ini diharapkan bisa menjadi sarana bagi anak-anak dan warga untuk lebih dekat dengan dunia literasi. Bukan hanya untuk membaca, tetapi juga membangun budaya belajar yang positif sejak dini.”    Tujuan utama program ini meliputi: Menumbuhkan minat baca masyarakat, Menjadi alternatif kegiatan edukatif bagi anak-anak, Mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran, selain ibadah.    Antusiasme masyarakat terlihat dari dukungan takmir masjid, warga setempat, dan pak Dukuh Demangan. Mereka menyambut baik program ini dan berkomitmen menjaga serta mengembangkan Pojok Baca agar tetap bermanfaat dalam jangka panjang.    Mahasiswa KKN berharap Pojok Baca ini dapat menjadi warisan program kerja yang berkelanjutan, memberikan dampak positif, serta meningkatkan kualitas literasi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Pendidikan

Les Sinau Bareng Karang Patihan: Kolaborasi Bu Wantik dan KKN UIM Posko II untuk Pendidikan Anak Desa

Les Sinau Bareng Karang Patihan merupakan program pendidikan yang lahir dari kepedulian warga terhadap kualitas pembelajaran anak-anak di Padukuhan Karang Patihan. Kegiatan ini berada di bawah naungan Jagawarga Karang Patihan dan diprakarsai oleh Bu Wantik selaku pengajar utama. LATAR BELAKANG    Sebagai lulusan Ilmu Matematika UIN Sunan Kalijaga, Bu Wantik memiliki keinginan kuat untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan Jagawarga. Namun karena sebagian besar anggotanya adalah bapak-bapak, beliau merasa perlu menciptakan peran yang sesuai dan relevan. Dari situlah muncul inisiatif mendirikan Les Sinau Bareng dengan fokus utama pembelajaran matematika untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 SD yang berdomisili di Padukuhan Karang Patihan.    Program ini bukan hanya menjadi wadah belajar tambahan, tetapi juga upaya nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak desa melalui pendekatan yang dekat dan adaptif. PERAN KKN UIM POSKO IIDALAM PENGEMBANGAN LES    Kehadiran KKN UIM Posko II menjadi angin segar bagi perkembangan Les Sinau Bareng. Program ini diangkat sebagai salah satu proker utama dengan tujuan berbagi ilmu sesuai bidang keilmuan tiap mahasiswa. Pembagian kontribusinya sebagai berikut: 1. Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi     Diampu oleh Ahmad Muntazar, kegiatan ini mengusung konsep literasi. Anak-anak diajak memahami: Apa itu literasi, Pentingnya literasi dalam kehidupan, Contoh penerapan literasi sehari-hari. Metode pembelajaran dikemas menarik melalui cerita mendongeng dan permainan tradisional seperti congklak/dakon. 2. Prodi Informatika   Diampu oleh Vendi Alif Putra Aryana dan Ilhan Mika Maulana. Mereka memperkenalkan teknologi dasar menggunakan aplikasi Canva. Anak-anak belajar membuat: Desain poster sederhana, Surat undangan, Desain kreatif lainnya. 3. Prodi Administrasi Kesehatan     Diampu oleh Nur Hasanah dan Nadia Agustin. Mereka mengajarkan: Pengetahuan kesehatan dasar, Anggota tubuh manusia dan fungsinya, Pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.    Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung ceria karena diselingi permainan edukatif yang menyenangkan dan informatif. Antusiasme anak-anak menjadi bukti bahwa metode yang digunakan tepat sasaran. HARAPAN KKN UNTUK MASA DEPAN LES SINAU BARENG    KKN UIM Posko II berharap Les Sinau Bareng Karang Patihan bukan hanya menjadi tempat belajar matematika, tetapi juga ruang untuk memperluas pengetahuan anak-anak terkait literasi, teknologi, dan kesehatan. Selain itu, mereka berharap: Program ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh KKN berikutnya dari UIM maupun kampus lain. Sistem dan fasilitas Les dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin besar. Anak-anak desa memiliki akses belajar yang lebih modern, kreatif, dan menyenangkan.    Les Sinau Bareng Karang Patihan kini menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi warga dan mahasiswa dalam membangun pendidikan desa secara berkelanjutan.

Scroll to Top