TAZKIYA UIM

Singkatan: Tulisan Aktual, Zikir, dan Kajian Ilmiah Anak UIM

Rubrik karya tulis bernuansa Islami, kontemplatif, dan edukatif yang ditulis oleh mahasiswa UIM Yogyakarta.

TAZKIYA UIM

Jalan Pintas Santri Menjadi Mahasiswa

“Ingin memberikan kesempatan yang sama walaupun dengan bekal ilmu mereka yang berbeda,” Adalah jawaban Pak Nurhidayat selaku sekretaris BPH di Universitas Islam Mulia ketika ditanya terkait alasan pengadaan beasiswa-beasiswa yang menguntungkan para santri. Beliau bahkan mengungkap, mahasiswa dengan bekal ilmu dari pondok pesantren itu akan lebih menguntungkan pihak kampus dalam mencetak lulusan berintegrasi. Sekalipun kampus mengetahui fakta bahwa santri tidak memiliki banyak wawasan terkait pengetahuan umum, optimisme dari pihak kampus tetap terjaga. 📚 Mengapa Santri Perlu Kesempatan Sama   Fakta lain yang kampus sadari pula, “Pondok pesantren identik dengan kesederhanaan,” tambah Ust. Nur masih di sesi wawancara yang sama. Banyak sekali pondok pesantren, khususnya di Jawa Tengah, masih menggunakan konsep tradisional. Hal ini menandakan bahwa masih banyak santri yang membutuhkan jalur alternatif untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi. 🎓 Fakta Persaingan Lulusan Pondok Pesantren    Lulusan pondok seringkali kalah bersaing dengan lulusan SMA negeri atau sederajat pada seleksi PTN, karena seperti telah disinggung sebelumnya, bekal ilmu umum sudah pasti diungguli oleh siswa-siswi SMAN. Sedangkan seleksi-seleksi yang ditawarkan oleh PTN selalu berhubungan dengan kemampuan kognisi akademik.    Dikutip dari Suara Muhammadiyah, tahun lalu terdapat 70% santri lulusan Pondok Kauman yang diterima di PTN atau PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Angka yang cukup besar memang, namun bagaimana dengan nasib 30% yang tidak disebutkan? Apakah mereka memutuskan untuk tidak kuliah?   Data menarik lain berasal dari Kemenag RI terkait beasiswa santri. Penawaran tersebut hanya tersedia di beberapa jurusan khusus dan sangat terbatas. Dengan komposisi 51% rumpun ilmu keagamaan dan 49% untuk ilmu umum. Beasiswa keluaran Kemenag RI ini sudah pasti diincar seluruh santri nusantara yang berjumlah jutaan. Bila melihat data 13 tahun lalu, terhitung sudah 3,5 juta. Tidak menutup kemungkinan tahun ini menembus angka puluhan juta, mengingat pondok pesantren semakin menjamur di seluruh pelosok. Dengan jumlah sebanyak itu, bagaimana nasib mereka yang belum diberi kesempatan menerima beasiswa Kemenag?    Kini, persaingan sengit PTN juga PTKIN dapat ditanggulangi dengan mendaftarkan diri di Universitas Islam Mulia. Banyak jurusan ilmu umum favorit seperti psikologi, PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Informatika, dan masih banyak lagi. Untuk kalian para santri dimanapun berada, segera merapat kemari untuk mendapatkan jalur beasiswa untuk menempuh pendidikan di jurusan-jurusan tersebut. Universitas Islam Mulia siap menyambut kalian dengan berbagai kesempatan emas dan mendukung kalian untuk menggapai cita-cita. Penulis : Syifa Iswi Liani  Mahasiswi Perpustakaan Sains & Informasi UIM Yogyakarta Mahasiswi Bahasa & Sastra Prancis UGM Yogyakarta Instagram : @sil_syifa05

TAZKIYA UIM

Berkarya dengan Hati, Menginspirasi Dunia: Kebersamaan di Panti Disabilitas Terlantar Yayasan Sayap Ibu Jogja

Pada 14 Juni 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti 3 (Kemandirian Disabilitas Terlantar) Yayasan Sayap Ibu Jogja.    Dengan latar belakang kesadaran bahwa sebagai organisasi mahasiswa di Kota Pelajar ini kami sudah seharusnya mampu membawa tema DIVERSITY & INCLUSIVITY (Keberagaman dan Kesetaraan) dalam sebuah program kerja, maka kegiatan pengabdian di Panti 3 YSI menjadi bukti nyata akan tekad bulat kami tersebut.    Anak-anak di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian dalam aspek psikologis, sosial, dan pendidikan. Mereka sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari segi emosional, intelektual, maupun keterampilan hidup. Menyadari kompleksitas kebutuhan tersebut, kami memandang pentingnya menghadirkan sentuhan yang lebih bermakna melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini.    Kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi yang hangat, di mana anak-anak dapat mengekspresikan diri, belajar hal-hal baru, serta merasakan kebersamaan yang tulus. Melalui rangkaian aktivitas edukatif, rekreatif, hingga penyuluhan kesehatan dan pelatihan keterampilan, kami berupaya menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap anak. Lebih dari sekadar program sosial, pengabdian ini adalah upaya bersama untuk menyalakan harapan dan menghadirkan kebahagiaan sederhana di tengah keterbatasan. JENIS DISABILITAS Perlu kita ketahui dahulu ada apa saja jenis disabilitas itu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, jenis-jenis disabilitas yang diakui secara hukum di Indonesia adalah: Disabilitas Fisik Merupakan keterbatasan pada fungsi gerak tubuh, seperti amputasi, kelumpuhan, cerebral palsy, paraplegi, akibat stroke, atau kelainan bentuk tubuh lainnya. Disabilitas Sensorik (Penglihatan/Tunanetra) Gangguan pada indera penglihatan, mulai dari kebutaan total hingga penglihatan rendah yang tidak bisa dibantu dengan kacamata atau lensa kontak. Disabilitas Sensorik (Pendengaran/Tunarungu) Gangguan pada indera pendengaran, baik tuli total maupun sebagian, yang dapat menghambat komunikasi sehari-hari. Disabilitas Sensorik (Wicara/Tunawicara) Ketidakmampuan atau kesulitan dalam berbicara, baik sejak lahir maupun akibat penyakit atau kecelakaan. Disabilitas Intelektual Keterbatasan fungsi kecerdasan dan kemampuan adaptif, seperti tunagrahita, down syndrome, atau lambat belajar. Disabilitas Mental Gangguan pada fungsi pikir, emosi, dan perilaku, misalnya skizofrenia, bipolar, depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian. Disabilitas Perkembangan Gangguan yang memengaruhi perkembangan kemampuan sosial dan komunikasi, seperti autisme dan ADHD. Disabilitas Ganda Kondisi di mana seseorang mengalami dua atau lebih jenis disabilitas secara bersamaan, misalnya kombinasi tunarungu dan tunawicara, atau tunanetra dan tunarungu. PELAKSANAAN KEGIATAN    Acara dibuka oleh MC dan dilanjut dengan sambutan oleh Kepala Panti 3 YSI; Bapak Feri Rahmawan, S.Sos., M.A. serta Ketua Pelaksana Panitia BEM UIM Yogyakarta; Erma Zulfiana.   Selanjutnya, kami melakukan sesi perkenalan dengan gaya yang menyenangkan, kemudian teman-teman kami dari panti juga memperkenalkan diri dengan cara yang sama. Setelah itu, berbagai kegiatan seru pun dimulai, di antaranya: Ice Breaking Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan. Permainan sederhana dan interaktif dilakukan agar mereka merasa nyaman, senang, dan semangat mengikuti kegiatan selanjutnya. Ajang Menunjukkan Karya Mulai dari lukisan yang indah, gelang buatan sendiri, hingga kemampuan bernyanyi. Kami pun bernyanyi dan berjoget bersama, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan. Tarik Jajan Setelah sesi unjuk karya, kami mengadakan permainan tarik jajan yang diiringi musik. Saat musik diputar, mereka harus berjoget, dan ketika musik berhenti, barulah mereka boleh menarik jajanan. Semua mendapatkan jajanan dari hasil permainan tersebut dan langsung menikmatinya. Sementara itu, panitia lain menyiapkan manik-manik untuk sesi berikutnya. Pembuatan Gelang Pada sesi ini, kami mengajak semua membuat gelang dari manik-manik dan tali khusus yang telah disiapkan. Mereka memilih sendiri manik-manik yang diinginkan, dibantu dan didampingi panitia jika mengalami kesulitan. Panitia juga ikut membuat gelang bersama mereka, sehingga suasana semakin meriah. Edukasi Cuci Tangan Sebelum makan, panitia memberikan edukasi tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar. Mereka sangat antusias, bahkan ada yang sudah hafal enam langkah mencuci tangan yang benar. Makan Bersama Kami makan bersama di pendopo yayasan, ada yang disuapi oleh panitia, ada yang makan sendiri, dan ada juga yang membantu memotongkan ayam untuk teman-teman baru kami tersebut. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kami melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan, lalu menutup acara dengan penuh kehangatan. Kami berpamitan, dan beberapa panitia menerima lukisan sebagai tanda terima kasih dari mereka. Suasana sangat hangat dan penuh keceriaan. Setelah acara berakhir, anggota BEM melakukan evaluasi rutin. Saat evaluasi, kami diberi gelang oleh salah satu teman kami sebagai kenang-kenangan. Ketua BEM dan Ketua Pelaksana juga menyerahkan sembako dan kebutuhan lainnya kepada pengurus yayasan sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kami menutup hari itu dengan foto bersama, lagi. Kesan dan Harapan    Momen paling berkesan adalah ketika teman-teman kami menunjukkan hasil karya mereka yang langsung disambut tepuk tangan dan pujian, membuat mereka merasa bangga. Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan foto-foto yang semakin menambah rasa kekeluargaan. Kehadiran anggota BEM bukan hanya membawa hiburan, tetapi juga kasih sayang dan perhatian yang sangat berarti bagi mereka.    Sebagai panitia sekaligus anggota BEM, kami merasa sangat bersyukur dan bahagia bisa melaksanakan kegiatan di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu. Kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk pengabdian, tetapi juga pengalaman yang sangat berharga dan menyentuh hati. Melihat senyum dan semangat teman-teman kami saat bermain, bernyanyi, menunjukkan hasil karya, hingga makan bersama, membuat kami sadar bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal-hal sederhana.    Kami juga merasa semakin dekat satu sama lain sebagai tim, belajar bekerja sama, saling membantu, dan memperkuat rasa empati dalam diri. Momen ini menjadi pengingat bahwa kegiatan sosial seperti ini sangat penting untuk membentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan. Kegiatan di Panti 3 bukan hanya meninggalkan kenangan manis, tetapi juga membekas di hati kami sebagai pengalaman yang menginspirasi dan memotivasi untuk terus berbuat baik. Semoga ke depannya kami bisa kembali berkunjung dan membawa lebih banyak kebahagiaan. FOTO-FOTO SELAMA DI PANTI Penulis : Enci Kenia Deswita Mahasiswi Prodi Kebidanan UIM Yogyakarta

TAZKIYA UIM

Webinar Literasi Perdana Warta Mulia: Kupas Tuntas Cara Menulis Blog yang Menarik dan Efektif

Bantul, 29 Mei 2025 – Warta Mulia Universitas Islam Mulia Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UIM) sukses menyelenggarakan webinar literasi perdana bertajuk “Rahasia Menulis Artikel Blog yang Menarik & Efektif”.    Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh 30 peserta yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa.    Webinar ini menandai peluncuran perdana Warta Mulia, media internal UIM yang bertujuan sebagai ruang kreasi dan ekspresi mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika kampus dalam bidang kepenulisan dan jurnalisme. Tidak hanya sebagai media informasi kampus, Warta Mulia diharapakan mampu menjadi wadah pengembangan literasi dan budaya akademik yang produktif.    Narasumber ahli dan berpengalaman yang mengisi acara utama adalah Moh. Mursyid, S.I.P., M.A. , yang juga merupakan dosen dari Program Studi Perpustakaan dan Informasi UIM Yogyakarta, penulis aktif, serta Direktur Penerbit Azyan Mitra Media & Mata Kata Inspirasi. Beliau dikenal melalui karya-karyanya yang komunikatif dan tajam serta dedikasinya dalam memajukan dunia literasi di kalangan akademisi dan pelajar.     Webinar ini dipandu oleh Syifa Iswi Liani, mahasiswi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UIM Yogyakarta, yang bertugas sebagai moderator sekaligus pembawa acara (MC). Dengan pembawaan yang lugas dan komunikatif.  Syifa berhasil menjaga alur diskusi tetap hidup, menarik, dan interaktif dari awal hingga akhir acara. Ia juga berhasil menghubungkan pertanyaan-pertanyaan peserta kepada narasumber secara efektif, sehingga suasana webinar menjadi semakin hidup.    Dalam pemaparannya, Pak. Mursyid menyampaikan bahwa menulis adalah keterampilan yang bisa dilatih dan dimulai dari keberanian untuk menuangkan ide. Ia menyebut bahwa banyak orang menganggap menulis itu berat, padahal hakikatnya sama seperti berbicara: “Menulis itu segampang ngomong,” ujarnya dengan tegas. Namun, ia juga menambahkan bahwa tanpa motivasi yang kuat, aktivitas menulis bisa terasa membebani. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk memiliki motivasi dan mimpi dalam menulis. Beberapa tips menulis yang disampaikan antara lain: Tulislah apa saja motivasimu – Mulailah dari hal yang paling dekat dengan diri sendiri. Harus berani bermimpi – Karena menulis juga sarana untuk menggapai cita-cita. Menentukan jenis konten dan topik blog. Menulis dengan sudut pandang yang jelas dan gaya bahasa yang komunikatif. Melakukan penyuntingan dan revisi sebelum mempublikasikan.    Beliau juga menyampaikan bahwa menulis bukan hanya soal menyampaikan gagasan, tetapi juga cara berbagi lintas ruang dan waktu, memperluas jejaring relasi, dan bahkan membuka peluang finansial. “Menulis itu mengayakan secara materi, relasi, dan intelegensi,” imbuhnya sambil mencontohkan penulis-penulis yang sukses secara ekonomi dari dunia literasi.    Webinar ini tidak hanya menjadi ajang belajar teknis menulis blog, tetapi juga menjadi ruang pembentukan pola pikir literasi yang lebih kuat di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk berani menuangkan ide dan berkontribusi dalam bentuk tulisan yang nantinya akan diterbitkan dalam Warta Mulia, baik dalam bentuk artikel, opini, panduan, maupun profil inspiratif. Menurut panitia, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya literasi digital dan peran strategis menulis dalam membangun citra pribadi maupun institusi.    Di akhir sesi, banyak peserta yang merasa termotivasi dan terinspirasi. Beberapa di antaranya bahkan sudah menyatakan ketertarikannya untuk mengirimkan tulisan ke redaksi Warta Mulia. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan komunitas literasi di lingkungan UIM Yogyakarta.    Dengan suksesnya webinar perdana ini, Warta Mulia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang kreatif, edukatif, dan produktif bagi mahasiswa. Acara ini menjadi langkah awal dari serangkaian kegiatan literasi yang akan rutin diadakan ke depannya. Sebagaimana yang disampaikan narasumber di akhir presentasi, “Menulislah sebelum hanya namamu yang tertulis di batu nisan. Janganlah kalian mati tanpa meninggalkan karya tulis.” Dokumentasi Acara : Penulis : Afwa Aulia Rahma : Mahasiswi Administrasi Kesehatan UIM Yogyakarta Salsabila Azizatul : Mahasiswi Kebidanan UIM Yogyakarta

TAZKIYA UIM

Sirkel Jiwa Pendidik

  Ada hadist yang berbunyi : Al arwaahu junuudun mujannadah famaa ta’aarafa minhaa intalafa. Memiliki arti “Ruh-ruh manusia bagaikan pasukan yang besar. Selagi ruh-ruh itu saling mengenal, maka mereka akan bersatu padu.” [HR. Muslim] Penafsiran hadist tersebut banyak mengarah pada proses pembentukan lingkaran sosial, atau yang akhir-akhir ini lebih lazim disebut ‘sirkel’. Hadist tersebut memaparkan bahwa sirkel seseorang akan terbentuk ketika memiliki ketertarikan yang sama pada sesuatu. Sebagai perincian kaidah tersebut, banyak teori ilmiah yang membahasnya dan membahasakan kondisi ini dengan sebutan ‘clique’. Sedikit disclaimer, artikel ini tidak akan menjelaskan lebih lanjut terkait hal tersebut, tetapi fokus pada kisah kehidupan salah satu tokoh UIM yang dapat menjadi bukti nyata berlakunya kaidah pembentukan sirkel tersebut yaitu Drs. H. Nur Hidayat Pamungkas. M.Pd. Memiliki latar belakang keluarga pendidik, Pak Nur Hidayat terus dipertemukan dengan lingkungan yang menyongsong pendidikan bangsa. Prinsip ‘berperan di dunia pendidikan tidak akan pernah rugi’ yang dipegang, mengantarkan beliau pada 3 kampus di Yogyakarta yaitu STIKES, UAD, dan AKBID MMY. Tidak hanya itu, Pak Nur pun aktif mengunjungi banyak pesantren dan masjid untuk menyebarkan ilmu. Tak tertinggal, sebagai ilmu spesifik Pak Nur juga menjadi Pembimbing haji dan umroh di Hasuna Tour. Jiwa pendidik mendorong beliau untuk memberikan jalan kepada anak-anak yatim dan dhu’afa untuk dapat melanjutkan pendidikan. Maka posisi beliau sebagai Direktur Lembaga Pendamping dan Pengembangan (LP2U) Ummu Salamah mengambil peran tersebut. Beliau terus mengupayakan agar kesempatan menempuh pendidikan dapat dirasakan siapapun. Selama menjadi staf pengajar di kampus STIKES dan UAD, beliau kerap diajak diskusi pendidikan. Berbagai wawasan terkait perguruan tinggi akhirnya banyak didapat dari sesi-sesi diskusi tersebut. Pak Nur melanjutkan perjalanan ‘panggilan hati’-nya dengan merancang konsep universitas islami. Kaidah sirkel kembali bekerja, Pak Nur dipertemukan dengan Konsorsium Yayasan Mulia saat sedang bekerja di AKBID MMY (Akademi Bidan Mulia Madani Yogyakarta). Berbagai rapat diadakan, penyamaan konsep dilaksanakan, berdirilah ISTEK Mulia (Institut Sains & Teknologi Kesehatan) sebagai kampus adik dari AKBID MMY pada tahun 2022. Lengkap dengan banyaknya tawaran beasiswa seperti harapan Pak Nur sejak lama. Pada saat itu Pak Nur dipercayakan menjadi wakil rektor di ISTEK sekaligus membimbing AKBID MMY selama jalan berdampingan. Tak lama setelah itu, kini kedua kampus tersebut telah resmi menjadi universitas dengan mengusung nama UIM Yogyakarta (Universitas Islam Mulia Yogyakarta). Kurun waktu yang cukup cepat ini pun lagi-lagi adalah efek sirkel para pendidik yang memiliki visi sama sehingga saling bekerja sama dalam menghasilkan lembaga pendidikan berkualitas untuk para pemuda calon pemimpin bangsa. Penulis :  Syifa Iswi Liani Mahasiswi Perpustakaan Sains & Informasi UIM Yogyakarta Mahasiswi Bahasa & Sastra Prancis UGM Yogyakarta Instagram : @sil_syifa05

Scroll to Top

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1607603/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/media.cls.php on line 1038

Warning: getimagesize(https://s01.flagcounter.com/count/QvdR/bg_FFFFFF/txt_000000/border_022ACC/columns_2/maxflags_6/viewers_0/labels_0/pageviews_1/flags_0/percent_0/): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1607603/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/media.cls.php on line 1038

Fatal error: Uncaught ErrorException: md5_file(/home/u1607603/public_html/wp-content/litespeed/js/b963b879375148931d225ba44229000c.js.tmp): Failed to open stream: No such file or directory in /home/u1607603/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php:148 Stack trace: #0 [internal function]: litespeed_exception_handler() #1 /home/u1607603/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php(148): md5_file() #2 /home/u1607603/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(842): LiteSpeed\Optimizer->serve() #3 /home/u1607603/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(392): LiteSpeed\Optimize->_build_hash_url() #4 /home/u1607603/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(265): LiteSpeed\Optimize->_optimize() #5 /home/u1607603/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(226): LiteSpeed\Optimize->_finalize() #6 /home/u1607603/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(341): LiteSpeed\Optimize->finalize() #7 /home/u1607603/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #8 /home/u1607603/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/core.cls.php(464): apply_filters() #9 [internal function]: LiteSpeed\Core->send_headers_force() #10 /home/u1607603/public_html/wp-includes/functions.php(5481): ob_end_flush() #11 /home/u1607603/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(341): wp_ob_end_flush_all() #12 /home/u1607603/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(365): WP_Hook->apply_filters() #13 /home/u1607603/public_html/wp-includes/plugin.php(522): WP_Hook->do_action() #14 /home/u1607603/public_html/wp-includes/load.php(1308): do_action() #15 [internal function]: shutdown_action_hook() #16 {main} thrown in /home/u1607603/public_html/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php on line 148