Author name: Literasi UIM Yogyakarta

SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought)

Manajemen Krisis Akibat Bencana: Tahapan, Strategi, dan Implementasi di Indonesia

Identifikasi Krisis Kesehatan Akibat Bencana   Saat bencana alam seperti gempa atau banjir menerjang, krisis kesehatan langsung terjadi dengan lonjakan kebutuhan layanan medis yang ekstrem. Ribuan korban luka, trauma fisik maupun mental membanjiri fasilitas kesehatan yang sebagian besar rusak berat atau sulit diakses akibat infrastruktur putus. Selain itu, risiko wabah penyakit menular seperti diare, demam berdarah, atau infeksi pernapasan meningkat tajam karena air bersih langka dan sistem sanitasi lumpuh total.  Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak kecil, ibu hamil, serta penyandang disabilitas mengalami kondisi darurat paling kritis, di mana penyakit kronis seperti hipertensi sulit dikontrol akibat obat terbatas dan stres pascabencana. Akses ke perawatan dasar pun terhambat, sehingga angka morbiditas dan mortalitas bisa melonjak jika tidak ditangani segera, membuat seluruh sistem kesehatan berada di ambang overload. Perencanaan dan Aktivasi Manajemen Krisis Kesehatan  Perencanaan manajemen krisis Kesehatan merupakan salah satu langkah yang krusial yang menjadi awal meminimalisir risiko bencana yang terjadi tahap ini meliputi rencana tanggap darurat mulai dari penetapan struktur komando pembagian peran dan tanggung jawab dan juga penentuan prioritas layanan kesehatan tahap ini harus direncanakan secara matang untuk merespon dengan cepat dan terarah untuk menghadapi lonjakan kebutuhan pelayanan kesehatan yang terjadi akibat bencana.  Aktivitas dalam manajemen krisis kesehatan dilakukan setelah terjadinya bencana dengan mengkoordinasi seluruh sumber daya kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat mulai dari membuka pos pelayanan kesehatan memberikan layanan kesehatan darurat dan juga memastikan rujukan tetap berjalan secara efektif Selain itu koordinasi di semua hal ini atau sektor harus diperkuat untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan meminimalkan lonjakan penyakit atau korban akibat bencana 3. Pelaksanaan Layanan Kesehatan  Layanan kesehatan darurat saat manajemen krisis bencana di Indonesia menekankan respons cepat untuk keselamatan nyawa korban, stabilkan kondisi korban, dan cegah penyebaran wabah. Ini diatur dalam tahapan seperti pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta pemulihan, dengan dasar regulasi PERMENKES Nomor 47 Tahun 2018 yang soroti triase ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Environment). Tahapan Utama Manajemen krisis bencana di bidang kesehatan punya empat fase inti. Pencegahan dan mitigasi: Petakan risiko bencana, kuatkan fasilitas seperti rumah sakit dan puskesmas, dan pelatihan pada masyarakat. Kesiapsiagaan: Siapkan rencana cadangan, stok obat, ambulans, dan tim cepat seperti Rapid Health Assessment (RHA). Tanggap darurat: Evakuasi korban, lakukan triase (merah, kuning, hijau, hitam), beri pertolongan pertama, dan buka posko kesehatan darurat. Pemulihan: Pantau epidemiologi, perbaiki fasilitas, dan tangani trauma psikologis.  Triase dilakukan kilat untuk pilah korban berdasarkan urgensi, di mana kategori merah (ancaman jiwa langsung) dapat prioritas resusitasi dan stabilisasi dulu. Layanan di rumah sakit dibagi level I-IV sesuai kemampuan, mulai resusitasi dasar, bedah darurat, hingga rujuk antarfasilitas. Koordinasi dari desa hingga nasional pastikan evakuasi pakai ambulans gawat darurat.   PMK RI No. 47/2018 wajibkan rumah sakit, puskesmas, dan klinik memberikan layanan 24 jam dengan tenaga ahli dan alat lengkap. Pedoman Kemenkes tekankan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) untuk hubungkan layanan pra, intra, dan antarfasilitas. Di wilayah rawan seperti Yogyakarta, Dinkes Gunungkidul terapkan ini lewat tim tanggap darurat. 4. Manajemen Sumber Daya Kesehatan  Manajemen sumber daya kesehatan merupakan bagian penting dalam menghadapi krisis kesehatan akibat bencana. Saat terjadi situasi darurat, tenaga medis harus diatur dengan baik, termasuk penugasan, mobilisasi, dan sistem kerja yang aman agar layanan kesehatan tetap beroperasi meskipun jumlah pasien meningkat tinggi. Selain itu, distribusi obat dan alat kesehatan harus cepat dan tepat sasaran agar kebutuhan medis masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi tanpa hambatan.  Di sisi lain, manajemen logistik medis dan penggunaan fasilitas kesehatan darurat sangat penting untuk menjaga kelangsungan pelayanan kesehatan. Logistik medis mencakup pengelolaan penyimpanan, pengiriman, dan distribusi perbekalan kesehatan di area yang terkena dampak bencana. Selain itu, pembangunan rumah sakit lapangan dan pos kesehatan darurat menjadi solusi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara efektif dan berkelanjutan ketika fasilitas kesehatan tetap rusak. 5. Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi Krisis   Manajemen krisis kesehatan merupakan mekanisme koordinasi lintas sektor yang solid,alur komunikasi yang jelas dan penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat. Koordinasi lintas sektor melibatkan berbagai lembaga dan organisasi termasuk pemerintah, organisasi kesehatan, lembaga kemanusiaan dan masyarakat sipil. Mekanisme koordinasi ini memungkinkan pertukaran informasi, sumber daya dan keahlian untuk meningkatkan respon krisis.   Alur komunikasi antar lembaga harus jelas dan terstruktur untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa informasi yang akurat disampaikan kepada pihak yang berwenang agar lembaga-lembaga dapat berkoordinasi dalam pengambilan keputusan dan implementasi respons krisis. Penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat juga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan perilaku yang aman. Informasi yang akurat dan tepat waktu dapat membantu masyarakat memahami risiko dan tindakan yang harus di ambil untuk melindungi diri mereka, akan tetapi penyampaian informasi harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kepanikan dan kesalahpahaman.   Pengendalian isu dan kepanikan publik juga merupakan aspek penting dalam manajemen krisis kesehatan, karena informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap dapat memicu kepanikan dan menghambat respons krisis, oleh karena itu lembaga-lembaga harus memiliki strategi untuk mengendalikan isu dan kepanikan publik, termasuk menyediakan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat. 6. Monitoring, Evaluasi, dan Transisi Pemulihan Kesehatan   Monitoring kesehatan pasca bencana merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau dan risiko masalah kesehatan dapat dideteksi secara dini. Melalui pemantauan berkelanjutan terhadap status kesehatan, lingkungan, serta fungsi layanan kesehatan, pihak terkait dapat menyesuaikan intervensi sesuai dengan kebutuhan yang terus berubah. Monitoring yang efektif membantu mencegah terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat dampak lanjutan bencana.   Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan dan kelemahan dari berbagai upaya penanganan kesehatan yang telah dilaksanakan. Proses ini memberikan gambaran mengenai efektivitas pelayanan, pemanfaatan sumber daya, serta dampak intervensi terhadap kesehatan masyarakat. Hasil evaluasi menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan, perbaikan program, dan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi pasca bencana.   Transisi pemulihan kesehatan menandai peralihan dari fase tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkelanjutan. Pada tahap ini, fokus diarahkan pada pemulihan layanan kesehatan rutin, penguatan sistem kesehatan, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. Transisi yang terencana dan terkoordinasi dengan baik akan mendukung pemulihan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penulis : Adminke ’22

Pendidikan

Penyuluhan Promosi Kesehatan Tentang Keluarga Berencana (KB) untuk Pasangan Usia Subur di Pedes Argomulyo, Sedayu, Bantul oleh Mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) melaksanakan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan tentang Keluarga Berencana (KB) kepada pasangan usia subur (PUS) di wilayah RT 07, Pedes, Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.   Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 1 November 2025, dengan dosen pembimbing Ibu Sri Widarti, S.Si.T., MKM yang turut mendampingi dan memberikan arahan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkelanjutan melalui penggunaan alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan.      Dalam kegiatan penyuluhan ini, para mahasiswa D3 Kebidanan UIMY berperan aktif sebagai pendidik dan fasilitator kesehatan, dengan menyampaikan materi secara komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Penyuluhan dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan metode diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat berinteraksi secara terbuka dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penggunaan alat kontrasepsi. Suasana kegiatan berlangsung dengan sangat antusias, ditunjukkan oleh partisipasi aktif para pasangan usia subur yang hadir dan rasa ingin tahu mereka terhadap berbagai informasi mengenai KB.     Materi penyuluhan dimulai dengan penjelasan tentang pengertian Keluarga Berencana (KB). Para mahasiswa menjelaskan bahwa KB merupakan upaya untuk membantu pasangan suami istri dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak melalui penggunaan metode kontrasepsi yang aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan individu. Program KB juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat secara umum.     Selanjutnya, disampaikan pula materi mengenai macam-macam alat kontrasepsi (Alkon) yang umum digunakan di Indonesia. Jenis-jenis Alkon yang diperkenalkan antara lain kontrasepsi hormonal (seperti pil, suntik, dan implan), kontrasepsi non-hormonal (seperti kondom, IUD atau spiral), serta metode mantap (tubektomi dan vasektomi). Mahasiswa juga menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing metode agar peserta dapat menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan, usia, serta rencana kehamilan mereka di masa depan.       Bagian penting lain dalam penyuluhan ini adalah penjelasan mengenai cara kerja dari masing-masing alat kontrasepsi. Misalnya, kontrasepsi hormonal bekerja dengan menekan ovulasi dan mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit mencapai sel telur, sedangkan IUD berfungsi dengan mencegah pertemuan sperma dan ovum di dalam rahim. Pemahaman mengenai cara kerja ini diharapkan membantu peserta memahami mekanisme dasar dari alat kontrasepsi yang mereka pilih, sehingga dapat menggunakannya dengan benar dan efektif.    Mahasiswa juga memaparkan tentang efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan alat kontrasepsi, seperti perubahan pola haid, peningkatan berat badan, nyeri kepala ringan, atau gangguan emosional pada pengguna kontrasepsi hormonal. Penjelasan ini disampaikan dengan menekankan bahwa sebagian besar efek samping bersifat sementara dan tidak berbahaya, serta dapat diatasi dengan konsultasi kepada tenaga kesehatan. Selain itu, disampaikan pula kontraindikasi penggunaan Alkon, yaitu kondisi tertentu di mana seseorang tidak disarankan menggunakan metode kontrasepsi tertentu, misalnya pada wanita dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi berat, atau gangguan pembekuan darah untuk metode hormonal, serta infeksi panggul untuk metode IUD.     Selama sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta tampak sangat antusias dalam menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pengalaman mereka dalam menggunakan alat kontrasepsi, serta mencari saran mengenai metode yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga mereka. Mahasiswa menjawab setiap pertanyaan dengan penuh perhatian dan berdasarkan pengetahuan ilmiah yang telah mereka pelajari di bangku perkuliahan, dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan yang berlaku di masyarakat setempat.     Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari, tetapi juga memperkuat kemampuan komunikasi, empati, dan profesionalisme sebagai calon tenaga kesehatan yang akan terjun langsung ke masyarakat. Di sisi lain, masyarakat RT 07 Pedes Argomulyo mendapatkan manfaat nyata berupa peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya keluarga berencana sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga.    Kegiatan penyuluhan promosi kesehatan tentang KB ini diharapkan menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mendukung program pemerintah dalam menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan serta mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkualitas. Universitas Islam Mulia Yogyakarta melalui Program Studi D3 Kebidanan berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai wilayah sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dan kontribusi dalam mencetak bidan profesional yang berintegritas tinggi dan berorientasi pada pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Penulis : Ellina Qurrota A’yun Aulia Az Zahroh Mahasiswi Prodi D-3 Kebidanan ’23 Universitas Islam Mulia Yogyakarta

AKSI UIM (Artikel Kritis dan Solutif Mahasiswa UIM), Pendidikan

Divisi Keilmuan BEM Menyelenggarakan Kelas Penulis Akademik

Sebagai bagian dari upaya mahasiswa untuk membiasakan budaya akademik yang kuat dan berkelanjutan, Divisi Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Mulia Yogyakarta melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kelas Penulis Akademik (Dari Rumah Jurnal Ke Daftar Pustaka: Cara Nugas Yang Benar)”. Dipandu oleh Wahno (Administrasi Kesehatan ’22) dan Nurrida Shafa (Perpustakaan dan Sains Informasi ’23), kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Oktober 2025 dan ditujukan khusus bagi mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta sebagai langkah awal dalam mengenalkan dan membekali mereka dengan kemampuan dasar dalam penulisan ilmiah yang sistematis, kritis, dan beretika.    Dalam dunia akademik, kemampuan menulis karya ilmiah bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan merupakan sarana untuk mengekspresikan gagasan ilmiah, menganalisis fenomena, serta menyampaikan hasil pemikiran berdasarkan landasan teori dan referensi yang kredibel. Oleh karena itu, melalui program “Kelas Penulis Akademik” ini, UKM Literasi berusaha memberikan pendampingan intensif agar mahasiswa baru mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip penulisan akademik sejak dini.      Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dengan pengenalan dasar-dasar penyusunan makalah akademik yang meliputi struktur umum sebuah karya ilmiah, mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, pembahasan, hingga kesimpulan. Para peserta dibimbing untuk memahami bagaimana setiap bagian memiliki peran penting dalam menyampaikan gagasan secara runtut dan logis, serta bagaimana bahasa ilmiah digunakan untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas tulisan.       Selain itu, materi tentang pencarian referensi ilmiah yang kredibel juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai portal jurnal ilmiah nasional dan internasional, seperti Google Scholar, Garuda, dan DOAJ, serta diajarkan cara menilai keaslian dan relevansi sumber pustaka yang digunakan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara sumber referensi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan sumber informasi yang tidak memenuhi standar ilmiah.       Tidak hanya berhenti pada pencarian referensi, peserta juga diberikan pelatihan praktis tentang cara membuat kutipan dan daftar pustaka baik secara manual maupun otomatis menggunakan berbagai perangkat bantu seperti Mendeley. Melalui sesi ini, mahasiswa belajar pentingnya etika akademik, khususnya dalam menghindari praktik plagiarisme dan menghargai hak cipta penulis lain. Dengan memahami teknik sitasi yang benar, mahasiswa dapat menulis dengan jujur dan bertanggung jawab secara ilmiah. Kegiatan “Kelas Penulis Akademik” ini tidak hanya bersifat pembekalan teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk langsung mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh. Melalui sesi latihan penulisan, diskusi kelompok, serta pendampingan oleh mentor dari UKM Literasi, mahasiswa diajak untuk menghasilkan karya tulis sederhana yang sesuai dengan kaidah akademik. Proses ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk membangun portofolio akademik dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menulis.      Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Universitas Islam Mulia Yogyakarta dapat memahami bahwa menulis akademik bukanlah sekadar tugas kuliah, melainkan merupakan bentuk kontribusi ilmiah bagi masyarakat luas. Keterampilan ini akan menjadi modal penting dalam perjalanan akademik mereka, baik dalam menyusun tugas perkuliahan, karya ilmiah, maupun penelitian di masa mendatang.   Divisi Keilmuan BEM UIMY bersama UKM Literasi berkomitmen untuk terus menciptakan ruang belajar yang inspiratif dan produktif bagi seluruh mahasiswa. “Kelas Penulis Akademik” menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut—sebuah langkah kecil namun bermakna dalam membangun generasi akademisi muda yang literat, kritis, dan berintegritas tinggi. Nb. Kegiatan ini dikonsep dalam bentuk berseri, jadi bakal ada sesi keduanya. Sampai jumpa di sesi selanjutnya! Penulis : Ellina Qurrota A’yun Aulia Az Zahroh Koordinator Divisi Keilmuan & Bisnis

RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Mahasiswi Amphibi#5 (Wejangan ala-ala untuk para MABA)

Konsep ‘perkuliahan’ cukup rumit. Bukan tanpa alasan takarir twibbon ospek UIM mengandung kalimat berbunyi “Menyandang gelar MAHA di atas kata SlSWA berarti siap mengemban tanggung jawab yang lebih besar dan penuh arti”.    Teman saya menulis artikel berjudul “Belajar dari Jogja” (bila kalian sedang senggang, sangat dianjurkan untuk membaca sekalian artikel tersebut) bahwa ilmu tidak hanya sebatas apa yang kita dapat di kelas melainkan juga di forum-forum diskusi dalam tongkrongan-tongkrongan ringan bersama teman lain. Durasi hidup setiap manusia sangatlah terbatas untuk ilmu yang tiada batas. Menanggulangi hal tersebut, hei para mahasiswa, sadarilah betapa pentingnya kalian mencari komunitas intelektual. Mungkin kisah pengalamanku di bawah dapat menjadi refleksi. ***     Tidak ada yang dapat mengalahkan sensasi terkejut saat melihat realitas telah melampui ekspetasi. Setinggi-tingginya katak melompat, Ia akan sadar masih ada burung yang selalu berada jauh di atasnya. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali dosen menampilkan satu persatu tugas laman web (telah dibahas pada seri sebelumnya) di kelas.      Ide yang sebelumnya kuanggap ‘genial’ ternyata terhitung sangat normal. Bila dibandingkan tugas karya teman-temanku yang lain (contoh milik temanku yang mendapat pujian dosen: https://aimamarifaaa.wixsite.com/mysite) milikku benar-benar sangatlah standar. Tidak ada istimewanya. Bahkan untuk ide bisnisnya saja masih terlalu abstrak. Benar-benar tidak ada yang bisa dibanggakan. UGM berhasil membuatku ciut untuk ke sekian kalinya.     Tidak apa, mentalku sudah cukup terlatih. Justru aku menganggap semua ini adalah nilai lingkungan positif dimana aku terus disadarkan agar tak bosan mengembangkan diri. Seperti kata orang bijak, “Bila kau merasa menjadi orang paling pintar diantara yang lain, artinya kau salah ruangan,”       Meskipun dengan berdinamika bersama UGM menjadikan pola pikirku semakin liar (sempat ku-mention di seri ketiga mahasiswi amphibi), setidaknya aku bisa meng-klaim bahwa aku telah berada di ruang belajar yang benar. Tidak hanya pada matkul Bahasa Prancis Administrasi dan Bisnis, aku juga dibuat kerdil setelah sadar pengetahuanku tentang Sejarah Eropa sangatlah minim disbanding teman-temanku khususnya yang beragama kristen/katolik. Padahal, agamaku sendiri juga ikut berperan mencetak Sejarah penting pada akhir abad pertengahan dalam tragedi runtuhnya Byzantium ke tangan kekaisaran Ottoman. Tidak hanya itu, aku pun baru tahu secara kronologis mengapa Eropa bagian Selatan bisa sangat dipengaruhi oleh budaya islam.     Wah, terlalu luas ya ilmu di dunia ini. Ini baru di bidang Sejarah yang lingkupnya sekedar humaniora. Masih ada lingkup saintek yang juga terbagi menjadi puluhan bidang ilmu lainnya. Benar saja firman Allah di surat Al-Khafi ayat 109, “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”     Seringnya manusia berlagak pintar sebelum sadar bahwa yang Ia ketahui belum seberapa. Contohnya ya, aku. Mentang-mentang bisa kuliah di dua kampus dan bisa menguasai Bahasa Prancis dengan nilai A semua dalam waktu satu tahun, lagaknya bisa punya ide paling cemerlang di tugas pembuatan web. Dasar emang.     Setelah disadarkan, aku sempat menghubungi temanku di jurusan informatika UIM. Kami mendiskusikan hal-hal terkait website, berujung aku kembali disadarkan bahwa wawasanku tentang software dan per-situs-an sangatlah minim. Padahal jurusanku di UIM masuk ke fakultas sains teknologi. Ranah digital anak perpustakaan memang tidak sebanyak anak informatika, namun harusnya bukan menjadi alasan untuk meremehkan ilmu tersebut di era yang sudah serba canggih ini.     Memiliki banyak teman pintar adalah sebuah privillage. Sisi menguntungkannya akan terasa ketika dia mulai menjelaskan berbagai hal yang tidak pernah kita dengar sebelumnya menggunakan bahasa paling sederhana. Bahkan, dia akan sengaja menghubung-hubungkan objek pembahasannya dengan apa yang lazim ditemui dalam jurusan kita. Contoh yang kualami, temanku memulai penjelasan terkait perbedaan situs berbayar dan gratisan dengan menganalogikan bahasa koding dengan Bahasa Prancis. “Koding itu kan Bahasa pengantar kita untuk berkomunikasi dengan computer, jenis bahasnaya ya khusus. Bisa python, javascript, atau php. Sama kayak kalo kamu ngomong sama bule Prancis kan pasti makeknya yo basa prancis toh, bukan boso Jawa atau Sunda? Nah, pada dasarnya kita kalau gunain Bahasa itu gratis, kamu gunain kosa kata prancis kan gak bayar, sama kalau ngoding terus buat system yang ngebuat situs itu gratis, itungannya kita cuma ‘ngobrol’ sama komputer,” Kurang lebih begitu kalimat yang dia lontarkan. Penjelasan berikutnya dia analogikan dengan sesuatu yang lain, namun masih di lingkup yang dekat denganku. “Yang berbayar itu kalau kita pengen situs yang dibuat ini bisa diakses orang. Disini kita butuh server. Anggep aja server tuh kayak penerbit, kalau kamu mau tulisanmu dibaca lebih banyak orang kan kamu perlu bayar buat pencetakkan dan pendistribusiannya. Server itu yang biasanya ada di akhir link itu loh, misal ‘.co.id.’ Dengan server itu, hasil kodingan kita jadi bisa dilihat orang lain dengan jumlah tertentu,”     Tidak berlebihan bila aku menganggap penjelasannya setara dengan matkul 2 sks Pengantar Situs Internet. Karena setelah itu dia juga memberikan contoh cara kerja situs canva sebagai pembeda dengan system hasil kodingan pribadi. Cukup rumit bila kujelaskan ulang, lagipula aku juga tak sehandal dia dalam menyederhanakan materi yang rumit. Kembali lagi pada teoriku di awal, semua ini bisa dia lakukan karena cukup baik mengenalku sehingga dapat merumuskan cara paling efektif saat membagikan wawasan yang dimilikinya.     Semoga kalian semakin faham betapa ilmu yang disampaikan teman akan sama bergunanya dengan kuliah dosen. Mulai sekarang, bila kalian berkesempatan ngobrol dengan teman antarjurusan atau bahkan kakak tingkat, tidak usah ragu untuk mengajak ‘TW’ (Tukar Wawasan). Kalau bisa sih, hindari motif receh semacam ‘modus pdkt’ ya! Masih banyak loh manfaat yang bisa kita dapat tanpa terlibat percintaan di dunia kampus, apalagi baru semester pertama.     Jangan juga sampai salah artikan tulisanku ini sebagai perintah untuk sering-sering nongkrong gak jelas loh ya. Ada hukum alam yang bekerja: syarat memperoleh teman-teman cerdas ber-value tinggi adalah dengan fokus meningkatkan kualitas pribadi terlebih dahulu. Pembahasan lebih jauh akan kubahas di tulisan selanjutnya ya!     Sebagai penutup, izinkan aku memamerkan tampakkan tugas web yang sudah diperbaharui temanku ini: *** Penulis : Syifa Iswi Liani Mahasiswi Perpustakaan Sains & Informasi UIM Yogyakarta Mahasiswi Bahasa & Sastra Prancis UGM Yogyakarta Instagram : @sil_syifa05

Pendidikan

Mahasiswa KKN UIMY Resmikan Pojok Baca di Masjid Al-Hidayah Demangan sebagai Program Akhir Pengabdian

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) resmi menutup rangkaian pengabdian mereka dengan meresmikan Pojok Baca di Masjid Al-Hidayah, Padukuhan Demangan, pada Sabtu (13/9/2025). Program ini menjadi penutup kegiatan utama selama masa pelaksanaan KKN di wilayah tersebut.    Peresmian Pojok Baca dilakukan sebagai bentuk perhatian mahasiswa terhadap pentingnya literasi di lingkungan masyarakat, khususnya untuk anak-anak. Anak-anak TPA Al-Hidayah bersama warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan membaca berbagai koleksi buku Islami serta pengetahuan umum yang telah disediakan.    Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan, “Pojok baca ini diharapkan bisa menjadi sarana bagi anak-anak dan warga untuk lebih dekat dengan dunia literasi. Bukan hanya untuk membaca, tetapi juga membangun budaya belajar yang positif sejak dini.”    Tujuan utama program ini meliputi: Menumbuhkan minat baca masyarakat, Menjadi alternatif kegiatan edukatif bagi anak-anak, Mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran, selain ibadah.    Antusiasme masyarakat terlihat dari dukungan takmir masjid, warga setempat, dan pak Dukuh Demangan. Mereka menyambut baik program ini dan berkomitmen menjaga serta mengembangkan Pojok Baca agar tetap bermanfaat dalam jangka panjang.    Mahasiswa KKN berharap Pojok Baca ini dapat menjadi warisan program kerja yang berkelanjutan, memberikan dampak positif, serta meningkatkan kualitas literasi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Pendidikan

Les Sinau Bareng Karang Patihan: Kolaborasi Bu Wantik dan KKN UIM Posko II untuk Pendidikan Anak Desa

Les Sinau Bareng Karang Patihan merupakan program pendidikan yang lahir dari kepedulian warga terhadap kualitas pembelajaran anak-anak di Padukuhan Karang Patihan. Kegiatan ini berada di bawah naungan Jagawarga Karang Patihan dan diprakarsai oleh Bu Wantik selaku pengajar utama. LATAR BELAKANG    Sebagai lulusan Ilmu Matematika UIN Sunan Kalijaga, Bu Wantik memiliki keinginan kuat untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan Jagawarga. Namun karena sebagian besar anggotanya adalah bapak-bapak, beliau merasa perlu menciptakan peran yang sesuai dan relevan. Dari situlah muncul inisiatif mendirikan Les Sinau Bareng dengan fokus utama pembelajaran matematika untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 SD yang berdomisili di Padukuhan Karang Patihan.    Program ini bukan hanya menjadi wadah belajar tambahan, tetapi juga upaya nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak desa melalui pendekatan yang dekat dan adaptif. PERAN KKN UIM POSKO IIDALAM PENGEMBANGAN LES    Kehadiran KKN UIM Posko II menjadi angin segar bagi perkembangan Les Sinau Bareng. Program ini diangkat sebagai salah satu proker utama dengan tujuan berbagi ilmu sesuai bidang keilmuan tiap mahasiswa. Pembagian kontribusinya sebagai berikut: 1. Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi     Diampu oleh Ahmad Muntazar, kegiatan ini mengusung konsep literasi. Anak-anak diajak memahami: Apa itu literasi, Pentingnya literasi dalam kehidupan, Contoh penerapan literasi sehari-hari. Metode pembelajaran dikemas menarik melalui cerita mendongeng dan permainan tradisional seperti congklak/dakon. 2. Prodi Informatika   Diampu oleh Vendi Alif Putra Aryana dan Ilhan Mika Maulana. Mereka memperkenalkan teknologi dasar menggunakan aplikasi Canva. Anak-anak belajar membuat: Desain poster sederhana, Surat undangan, Desain kreatif lainnya. 3. Prodi Administrasi Kesehatan     Diampu oleh Nur Hasanah dan Nadia Agustin. Mereka mengajarkan: Pengetahuan kesehatan dasar, Anggota tubuh manusia dan fungsinya, Pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.    Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung ceria karena diselingi permainan edukatif yang menyenangkan dan informatif. Antusiasme anak-anak menjadi bukti bahwa metode yang digunakan tepat sasaran. HARAPAN KKN UNTUK MASA DEPAN LES SINAU BARENG    KKN UIM Posko II berharap Les Sinau Bareng Karang Patihan bukan hanya menjadi tempat belajar matematika, tetapi juga ruang untuk memperluas pengetahuan anak-anak terkait literasi, teknologi, dan kesehatan. Selain itu, mereka berharap: Program ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh KKN berikutnya dari UIM maupun kampus lain. Sistem dan fasilitas Les dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin besar. Anak-anak desa memiliki akses belajar yang lebih modern, kreatif, dan menyenangkan.    Les Sinau Bareng Karang Patihan kini menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi warga dan mahasiswa dalam membangun pendidikan desa secara berkelanjutan.

Pendidikan

Sosialisasi Pengelolaan Limbah Ternak KKN UIMY Banaran Bersama DLH Kulon Progo

Mahasiswa KKN Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) di Dusun Banaran menggelar program Sosialisasi Pengelolaan Limbah Ternak. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo dan dilaksanakan di Posyandu Setia Menanti Banaran.    Sosialisasi ini ditujukan khusus bagi masyarakat, terutama para peternak, agar lebih memahami pentingnya mengelola limbah ternak secara benar—bukan hanya untuk mengurangi pencemaran, tetapi juga agar bisa memberi manfaat ekonomi. Materi Penting tentang Limbah Ternak    Dalam kegiatan ini, narasumber dari DLH Kulon Progo menyampaikan beberapa poin utama, di antaranya: dampak negatif limbah ternak jika tidak dikelola, metode sederhana untuk mengolah limbah, contoh pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik dan biogas ramah lingkungan.    Dengan pendekatan yang praktis, warga mendapatkan gambaran bahwa limbah ternak sesungguhnya bukan masalah, melainkan potensi yang bisa dimanfaatkan. Antusiasme Masyarakat Banaran    Sosialisasi berjalan dengan suasana interaktif. Warga tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai kendala sehari-hari yang mereka hadapi. Antusiasme terlihat jelas ketika topik pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik dan biogas dibahas, karena berhubungan langsung dengan peluang ekonomi yang menjanjikan. Tanggapan Positif dan Harapan Lanjutan    Program ini disambut hangat oleh masyarakat. Para peternak mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya pengelolaan limbah ternak. Meski begitu, keterbatasan waktu membuat detail teknis belum bisa dijabarkan secara mendalam.    Mahasiswa KKN UIMY berharap akan ada program lanjutan berupa pelatihan teknis, sehingga masyarakat dapat langsung mempraktikkan cara pengolahan limbah secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah Awal Menuju Desa Ramah Lingkungan    Sosialisasi ini menjadi langkah awal penting dalam membangun kesadaran masyarakat Banaran mengenai kelestarian lingkungan. Dengan dukungan mahasiswa KKN dan DLH, diharapkan pengelolaan limbah ternak dapat bertransformasi dari masalah menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus peluang ekonomi baru.

Pendidikan

Boxing Class KKN UIM Yogyakarta: Membangun Generasi Tangguh di Dukuh Kijan

Dukuh Kijan, Demangrejo, kembali dipenuhi semangat baru berkat kegiatan kreatif mahasiswa KKN Posko 1 UIM Yogyakarta. Salah satu program kerja (proker) yang menarik perhatian masyarakat adalah Class Boxing, sebuah kegiatan olahraga yang dikemas bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pembinaan karakter generasi muda. Olahraga Seru, Edukasi Bernilai    Class Boxing bukan sekadar mengajarkan teknik dasar pukulan atau gerak kaki. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media bagi anak-anak dan remaja Dukuh Kijan untuk belajar sportivitas, disiplin, kepercayaan diri, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membangun karakter positif yang akan terbawa hingga kehidupan sehari-hari.    Melalui latihan sederhana namun penuh makna, peserta diajak memahami bahwa boxing bukan soal siapa yang paling kuat, melainkan bagaimana mengendalikan diri, menghargai lawan, dan tetap semangat meski menghadapi tantangan. Dukungan untuk Generasi Sehat dan Tangguh    Tujuan utama dari Class Boxing ini adalah mencetak generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, dan memiliki kepribadian tangguh. Kegiatan ini juga memberikan warna baru bagi masyarakat desa, karena tidak semua daerah memiliki kesempatan belajar olahraga modern dengan pendekatan edukatif seperti ini.    Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak dan remaja Dukuh Kijan semakin percaya diri, berani mencoba hal baru, dan mampu mengembangkan potensi diri dengan cara yang positif. Harapan dan Dampak Nyata    Class Boxing tidak hanya meninggalkan keringat dan tawa, tetapi juga semangat baru yang tumbuh di hati masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa kegiatan KKN bisa lebih dari sekadar formalitas; ia bisa menjadi inspirasi dan motivasi nyata bagi lingkungan sekitar.    Ke depannya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda pedesaan.

Pendidikan

“Budidaya dan Pengolahan Aloe Vera: Inovasi Mahasiswa KKN UIMY Kelompok 06 Kenteng”

Pada hari Selasa, 9 September 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) kelompok 06 yang ditempatkan di Dusun Kenteng, Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo melaksanakan program unggulan bertajuk Budidaya dan Pengelolaan Aloe Vera. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi pertanian lokal sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa. LATAR BELAKANG    Wilayah pedesaan di Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, namun hasil panen sering kali dijual dalam bentuk mentah dengan harga rendah. Hal yang sama terjadi di Desa Kenteng, di mana sebagian besar masyarakat bekerja di sektor agraris namun belum maksimal dalam mengolah hasil pertanian.    Melihat kondisi ini, mahasiswa KKN UIMY kelompok 06 menghadirkan program budidaya dan pengolahan Aloe Vera (lidah buaya). Tanaman ini dipilih karena mudah dibudidayakan, cocok dengan iklim tropis, serta memiliki manfaat luas di bidang kesehatan, pangan, dan kecantikan. Lebih dari itu, Aloe Vera memiliki peluang pasar yang menjanjikan, baik dalam bentuk segar maupun olahan. PELAKSANAAN PROGRAM 1. Pembibitan dan Perawatan Aloe Vera Mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai manfaat tanaman Aloe Vera serta teknik dasar pembibitan. Warga diajak praktik langsung menyiapkan media tanam, memilih bibit, hingga menanam di pekarangan rumah. Selain itu, disampaikan pula teknik sederhana untuk perawatan, seperti penyiraman, pencahayaan, dan pengendalian hama. 2. Pengolahan Aloe Vera Menjadi Produk Bernilai Jual Tidak hanya pembibitan, warga juga diperkenalkan pada berbagai produk olahan berbasis Aloe Vera. Mahasiswa menghadirkan pemateri Ibu Etik Agus Tristiyani, S.Sos untuk memberikan pelatihan praktis. Dalam sesi tersebut, warga—khususnya ibu-ibu PKK—mempelajari cara membuat: Nata de Aloe Vera Jus Aloe Vera Squash Aloe Vera Cendol Aloe Vera Pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka wawasan masyarakat tentang peluang usaha rumahan yang sehat dan bernilai ekonomi. 3. Dukungan dan Antusiasme Warga    Antusiasme masyarakat Dusun Kenteng sangat tinggi. Warga mengikuti praktik pengolahan dengan semangat, bahkan muncul ide-ide usaha baru dari kalangan ibu-ibu PKK. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis keterampilan mampu mendorong kesadaran baru dan motivasi untuk memanfaatkan potensi lokal. https://uim-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/lv_7516555540500106549_20250909190317.mp4 *** CAPAIAN PROGRAM    Program budidaya dan pengolahan Aloe Vera berhasil mencapai beberapa capaian penting: Warga menguasai teknik dasar pembibitan Aloe Vera dan dapat mempraktikkannya di pekarangan rumah. Masyarakat mengenal produk olahan Aloe Vera yang sehat dan bernilai jual, seperti jus dan nata. Muncul minat usaha baru, terutama dari ibu-ibu PKK, untuk menjadikan Aloe Vera sebagai peluang ekonomi keluarga. Terjadi transfer pengetahuan yang sistematis berkat kehadiran pemateri ahli, sehingga masyarakat tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. DAMPAK PROGRAM    Program ini memberikan dampak nyata pada masyarakat Dusun Kenteng: Ekonomi: membuka peluang usaha berbasis produk olahan Aloe Vera. Lingkungan: memanfaatkan pekarangan kosong untuk budidaya tanaman produktif. Sosial: meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan hasil pertanian.    Namun, keberlanjutan program masih menjadi tantangan. Sebagian masyarakat memerlukan pendampingan lanjutan agar usaha pengolahan Aloe Vera bisa terus berkembang. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah, lembaga swasta, maupun komunitas terkait. *** KESIMPULAN & HARAPAN   Program Budidaya dan Pengelolaan Aloe Vera yang dilaksanakan mahasiswa KKN UIMY kelompok 06 Kenteng terbukti memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Warga tidak hanya belajar membudidayakan tanaman herbal yang kaya manfaat, tetapi juga mendapat keterampilan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.    Ke depan, diharapkan program ini tidak berhenti pada masa KKN saja, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan. Dengan pendampingan yang tepat, Aloe Vera dapat menjadi komoditas unggulan Desa Kenteng, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta menjadi contoh pengelolaan potensi lokal yang cerdas dan berdaya guna. Terimakasihhh…

Pendidikan

“CERMILIN: Inovasi Mahasiswa UIMY Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Ramah Lingkungan”

Latar Belakang Program CERMILIN Limbah rumah tangga sering kali menjadi masalah serius yang jarang mendapat perhatian. Salah satu limbah yang paling umum adalah minyak jelantah, yaitu minyak goreng bekas yang sudah tidak layak pakai. Banyak masyarakat masih membuangnya begitu saja ke saluran air atau tanah. Padahal, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem air, hingga penyumbatan saluran pembuangan.    Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) kelompok V posko Belik berinisiatif melahirkan sebuah inovasi sederhana namun bermanfaat. Pada hari Sabtu, 13 September 2025, mereka melaksanakan program unggulan bertajuk CERMILIN (Cerdas Kelola Minyak Jelantah Jadi Lilin). Program ini hadir sebagai solusi kreatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah dari minyak jelantah yang sering dianggap sampah. Proses Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah    Salah satu daya tarik utama program CERMILIN adalah proses pembuatannya yang mudah, praktis, dan bisa langsung dipraktikkan masyarakat. Lilin ramah lingkungan dari minyak jelantah ini tidak membutuhkan peralatan mahal ataupun bahan kimia berbahaya. Bahan-Bahan yang Digunakan Minyak jelantah yang sudah disaring Lilin bekas atau parafin sebagai pengikat Sumbu lilin Wadah cetakan sederhana (gelas kecil atau kaleng bekas) Langkah-Langkah Pembuatan CERMILIN Penyaringan Minyak JelantahMinyak bekas digodok terlebih dahulu agar kotoran dan sisa makanan dapat terpisah. Pencampuran BahanMinyak yang sudah bersih dicampur dengan lilin bekas atau parafin dalam perbandingan seimbang. PemanasanCampuran dipanaskan hingga mencair dan tercampur rata. PencetakanCairan dituangkan ke dalam wadah cetakan yang sudah diberi sumbu. PendinginanTunggu hingga cairan mengeras dan lilin siap digunakan. Dengan proses sederhana tersebut, minyak jelantah yang tadinya tidak berguna kini bisa berubah menjadi lilin ramah lingkungan yang bermanfaat sehari-hari. Manfaat Program CERMILIN bagi Masyarakat 1. Solusi Praktis dan Ekonomis Masyarakat dapat menghemat pengeluaran dengan memanfaatkan minyak jelantah yang sebelumnya hanya dibuang. Lilin hasil olahan ini bisa digunakan untuk penerangan darurat atau bahkan dijual kembali sebagai produk bernilai ekonomis. 2. Edukasi Lingkungan yang Kreatif Program CERMILIN tidak hanya memberi manfaat praktis, tetapi juga menjadi sarana edukasi. Warga belajar bahwa limbah rumah tangga bisa dikelola secara kreatif dan menghasilkan produk bermanfaat. Kesadaran ini penting untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dari rumah. 3. Dukungan dan Antusiasme Warga Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Belik. Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahap pembuatan lilin, mulai dari penyaringan minyak hingga proses pencetakan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis keterampilan lebih mudah diterima dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan Keberlanjutan Program CERMILIN    Inovasi mahasiswa KKN UIMY melalui program CERMILIN tidak berhenti sebagai kegiatan sekali jalan. Mahasiswa berharap masyarakat bisa melanjutkan gerakan ini secara mandiri dan menjadikannya bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.    Lebih jauh lagi, CERMILIN memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha kecil menengah (UKM) yang memberdayakan warga sekitar. Dengan pengemasan menarik, lilin dari minyak jelantah bisa dijual sebagai produk unik ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Peluang Kolaborasi dan Pengembangan    Ke depan, program ini bisa berkolaborasi dengan komunitas lingkungan, sekolah, maupun lembaga desa untuk memperluas dampaknya. Selain itu, penelitian lanjutan bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas lilin, misalnya dengan penambahan aroma terapi alami sehingga lebih bernilai jual. Kesimpulan Program CERMILIN (Cerdas Kelola Minyak Jelantah Jadi Lilin) yang digagas oleh mahasiswa KKN UIMY kelompok V posko Belik merupakan contoh nyata bahwa inovasi sederhana dapat memberi manfaat besar. Minyak jelantah yang biasanya mencemari lingkungan berhasil diubah menjadi lilin ramah lingkungan yang praktis, ekonomis, dan bernilai guna. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan produk baru, tetapi juga memperoleh pengetahuan penting tentang pengelolaan limbah rumah tangga. Antusiasme warga membuktikan bahwa edukasi berbasis keterampilan mampu menciptakan perubahan positif yang nyata. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan CERMILIN bisa menjadi gerakan masyarakat untuk hidup lebih cerdas, kreatif, dan peduli lingkungan.

Scroll to Top