Kreativitas Mahasiswa

Kawah candradimuka literasi dan wadah berekspresi bagi generasi muda UIM Yogyakarta. Kategori ini memayungi karya-karya orisinal mahasiswa dalam menuangkan idealisme, bakat seni, pandangan kritis, serta refleksi kehidupan kampus.

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan, RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Mahasiswa UIMY Hadirkan Edukasi Digital yang Bijak bagi Anak Panti Asuhan Mafaza

Semburat jingga di ufuk barat mengiringi langkah Hazzam, Nurul, dan Luqman saat memasuki pelataran Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Mafaza, Yogyakarta. Kedatangan ketiga mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) ini membawa misi yang lebih dari sekadar pemenuhan tugas mata kuliah Kewarganegaraan; mereka membawa semangat pemberdayaan bagi generasi muda. Sore itu, ruang pertemuan panti riuh dengan tawa dan antusiasme para remaja jenjang SMA yang sudah menanti kehadiran para kakak mahasiswa tersebut.Kegiatan yang bertajuk “Bijak Menggunakan Gawai dan Media” ini lahir dari sebuah keprihatinan mendalam akan derasnya arus informasi yang menuntut kedewasaan bersikap. Hazzam, Nurul, dan Luqman ingin memastikan bahwa adik-adik di Panti Mafaza tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu menjadi penguasa gawai yang berdaya guna. Materi yang disampaikan dalam sesi ini dirancang sedemikian rupa agar benar-benar menyentuh realitas kehidupan remaja saat ini. Hazzam, Nurul, dan Luqman mengajak adik-adik SMA untuk berdialog secara jujur mengenai bagaimana etika berkomunikasi di ruang digital seringkali terabaikan. Mereka menanamkan pemahaman bahwa apa yang kita ketik dan bagikan di media sosial adalah cerminan dari karakter diri sendiri. Lebih jauh lagi, para mahasiswa ini membekali mereka dengan “filter alami” agar tidak mudah termakan oleh berita bohong atau hoaks yang kerap memicu perpecahan. Yang tak kalah penting, mereka memberikan tips praktis bagaimana mengubah gawai yang biasanya hanya menjadi sarana hiburan, menjadi jendela untuk mengakses ilmu pengetahuan, mencari peluang beasiswa, hingga mengasah bakat kreatif yang bermanfaat untuk masa depan mereka. Sebagai bentuk ungkapan syukur dan simbol persaudaraan, kegiatan ditutup dengan sesi makan sore bersama.Momen sederhana ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat yang paling efektif sering kali dimulai dari hati dari kepedulian tulus yang dibangun melalui kebersamaan. Bagi Hazzam, Nurul, dan Luqman, pertemuan sore itu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bibit kesadaran digital yang mereka harapkan akan terus tumbuh di benak anak-anak Panti Asuhan Mafaza. Melalui tangan-tangan remaja inilah, mereka berharap masa depan bangsa akan diisi oleh generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga berakhlak mulia di dunia nyata maupun dunia maya. Pewarta :Nurul Septhia (251051015)(Psikologi)/Moh.Hazzam Alfian (251051010)(PGSD)/Luqman Arif Hibatullah (251051045)(Psikologi)

Kabar & Informasi, Pendidikan, RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Kegiatan Inspire & Grow, Mahasiswa FPP UIMY Hadirkan EdukasiKarakter yang Menyenangkan bagi Anak Panti Asuhan

Langit yang cerah dan udara yang masih sejuk menjadi awal yang hangat bagi berlangsungnya kegiatan Inspire & Grow. Suasana penuh keceriaan mulai terasa saat mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) berkumpul bersama anak-anak Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa (GYD), Yogyakarta, pada Sabtu (27/6). Melalui kegiatan yang merupakan implementasi Mata Kuliah Kewarganegaraan di bawah bimbingan Heru Siddik Nugroho, M.Pd., mahasiswa menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus penuh makna. Bukan sekedar berbagi pengetahuan, Inspire & Grow menjadi ruang bertumbuh yang mempertemukan semangat belajar, kepedulian, dan harapan dalam kebersamaan.  Mengusung tema “Membangun Kepercayaan Diri dan Membentuk Cita-Cita Melalui Edukasi Karakter”, kegiatan ini diinisiasi oleh Annisa Indah Nur K.F, Dinda Aura Latifah, Wita Wilasari, Refan Andi Setiawan, dan Risalda Padu Pinjang. Tema tersebut dipilih karena relevan dengan tahap perkembangan anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, khususnya dalam menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun keberanian untuk bermimpi dan meraih cita-cita. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak Panti Asuhan GYD jenjang SD hingga SMP ini menjadi ruang berbagi yang tidak hanya menghadirkan materi edukatif, namun juga pengalaman belajar yang hangat, interaktif, dan penuh makna. Melalui pendekatan yang menyenangkan, mahasiswa berupaya menghadirkan suasana belajar yang mampu mendorong anak-anak untuk berani mengenali potensi diri sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan kemudian dilanjutkan perkenalan antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan untuk menciptakan suasana yang lebih akrab. Memasuki inti acara anak-anak diajak untuk mengikuti sesi edukasi mengenai bagaimana pentingnya memiliki kepercayaan diri dan keberanian dalam meraih cita-cita. Penyampaian di kemas secara interaktif melalui permainan, diskusi hingga tanya jawab. Untuk mengukur pemahaman peserta, mahasiswa mengadakan kuis sederhana dengan hadiah menarik. Gelaktawa dan antusiasme anak-anak pun mewarnai setiap sesi, hal ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mepererat kedekatan antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan. Setelah itu kami mengajak anak-anak menuangkan impian mereka melalui kegiatan menggambar serta mewarnai sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dan memberikan ruang bagi anak-anak mengekepresikan diri, setiap anak mulai mewarnai gambar sesuai dengan imajinasi mereka masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut mendampingi, memberikan semangat, serta megapresiasi setiap hasil karya anak-anak,sehingga membuat lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide dan harapan mereka. Lebih dari sekedar menjalankan program pengabdian, Inspire & Grow menjadi ruang tumbuh yang menghadirkan pengalaman berharga, baik bagi anak-anak panti asuhan maupun mahasiswa. Anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus motivasi untuk terus percaya pada kemampuan diri mereka. Di sisi lain, mahasiswa belajar bahwa kepedulian, kebersamaan, dan pendidikan karakter dapat tumbuh melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan tulus. Pada akhirnya, kegiatan Inspire & Grow bukan hanya sekedar menghadirkan kegiatan edukatif, tetapi juga menjadi ruang yang menumbuhkan keberanian untuk bermimpi dan keyakinan untuk melangkah. Sebab, setiap anak memiliki potensi yang layak dikembangkan, dan setiap cita-cita pantas diberi ruang untuk tumbuh menjadi kenyataan. Pewarta : Dinda Aura Latifah (Mahasiswa UIMY Prodi PGSD) dan ⁠Annisa Indah Nur K.F (Mahasiswa UIMY Prodi Psikologi)

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan, SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought), Uncategorized

Mengintegrasikan Wahyu dan Akal, FPP UIM Yogyakarta Sukses Luncurkan Islamic Psychology and Education Mini Conference (INSIGHT)

Mengintegrasikan Wahyu dan Akal, FPP UIM Yogyakarta Sukses Gelar INSIGHT 2026 Bantul–Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) sukses menyelenggarakan Islamic Psychology and Education Mini Conference (INSIGHT) 2026 pada Rabu (24/6/2026). Mengusung tema “Islam dan Pengetahuan: Integrasi Wahyu dan Akal dalam Pengembangan Ilmu dan Pendidikan”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun tradisi akademik dan budaya ilmiah di lingkungan FPP UIM Yogyakarta. INSIGHT 2026 merupakan forum ilmiah yang mewadahi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta mempresentasikan gagasan secara akademis. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan sebagai bentuk sinergi dalam menciptakan ekosistem akademik yang produktif. Ketua Panitia INSIGHT 2026, Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menekankan bahwa INSIGHT diharapkan menjadi agenda akademik tahunan Fakultas Psikologi dan Pendidikan yang mampu mendorong lahirnya budaya meneliti, menulis, dan berdiskusi ilmiah di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIMY serta dihadiri oleh berbagai tamu undangan, di antaranya Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta Ir. Anwaruddin Hisyam, Ph.D., Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan Junianto, S.Pd., M.Pd., Drs. Mujidin, M.Si., Ph.D. selaku Keynote Lecture, serta para dosen di lingkungan Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Dipandu oleh Muhammad Arga Hidayatullah dan Sani Nurmalia yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi sebagai Master of Ceremony (MC). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Moh. Hazam Alfian dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ervia Sutarto dari Program Studi Psikologi. Suasana semakin semarak dan meriah dengan penampilan tari yang dibawakan oleh mahasiswa FPP angkatan 2025. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Junianto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya INSIGHT 2026 dan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta aktif berkontribusi dalam lingkungan akademik. Antusiasme peserta semakin meningkat ketika Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta secara resmi meresmikan INSIGHT 2026 sebagai forum akademik baru di lingkungan FPP UIMY. Peresmian tersebut menjadi momentum penting yang menandai hadirnya INSIGHT sebagai ruang kolaborasi, inovasi, dan pengembangan wawasan akademik mahasiswa. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Pada sesi presentasi, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memaparkan artikel ilmiah yang telah mereka susun. Mahasiswa secara bergantian mempresentasikan gagasan, hasil kajian, dan pemikiran inovatif di hadapan dosen serta peserta lainnya. Suasana diskusi akademik berlangsung aktif, tertib, dan inspiratif, mencerminkan semangat mahasiswa dalam mengembangkan tradisi ilmiah di lingkungan kampus. Sesi Keynote Lecture, Drs. Mujidin, M.Si., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya INSIGHT 2026 sebagai langkah positif dalam membangun budaya akademik di Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIMY. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan yang terus menularkan ‘virus positif’ dalam semangat belajar, berkarya, dan berbagi manfaat melalui ilmu pengetahuan. Beliau juga menekankan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan perspektif Islam. Menurutnya, proses pengembangan ilmu tidak hanya bertumpu pada kemampuan akal manusia, tetapi juga perlu didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagai sumber petunjuk. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat memberikan kontribusi yang utuh bagi kemajuan akademik sekaligus pembentukan karakter yang berlandaskan ajaran Islam. Di penghujung acara, panitia mengumumkan penerima penghargaan Best Paper dan Best Presenter yang disampaikan oleh Andi Refan Setiawan (mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika). Penghargaan Best Paper diraih oleh Kelompok 7 yang beranggotakan Amalia Ulya, Adzkia Syamila, dan Musriyadi Kelrey, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024 dengan dosen pembimbing Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sementara itu, penghargaan Best Presenter diraih oleh Kelompok 3 yang beranggotakan Fatchi Abdulloh Ulwan, Indi Syahida, dan Anisah, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024 dengan dosen pembimbing Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas karya ilmiah, kemampuan presentasi, serta kontribusi peserta dalam menciptakan suasana diskusi akademik yang produktif selama kegiatan berlangsung. Melalui penyelenggaraan INSIGHT 2026, Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIM Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan budaya ilmiah di lingkungan kampus. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana yang mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta menyampaikan gagasan akademik secara konstruktif dan bertanggung jawab. Pewarta : Aji Pangestu (mahasiswa Program Studi Psikologi 2025) & Dinda Aura Latifah (Mahasiswa Program Studi PGSD 2025).

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan

Semarak Idul Adha: HIMA PGSD Gelar Cerdas Cermat Islami untuk Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Berkarakter

Kegiatan dirancang guna menjadi sarana penguatan identitas keislaman sekaligus pengembangan potensi intelektual generasi muda, sejalan dengan cita-cita pendidikan karakter yang diusung dalam kurikulum PGSD. Tema ini mencerminkan semangat para mahasiswa HIMA PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dalam mendorong anak-anak santri TPA untuk tidak hanya unggul dalam hafalan dan pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan wawasan pengetahuan Islam yang luas. Kegiatan Cerdas Cermat dilaksanakan pada jumat 22 mei 2026 pukul 16.00 WIB – 18.00 WIB di Masjid Al – Amin Bale Asri Daerah Istimewa Yogyakarta dan dihadiri 40 Santri berjalan dengan sangat lancar, penuh antusias dan semangat. Pada hari pelaksanaan, para peserta yang merupakan santri-santri TPA dari berbagai kelompok usia telah hadir lebih awal dengan mengenakan seragam rapi dan wajah penuh antusias. Sebelum itu, Panitia mahasiswa HIMA PGSD menyiapkan seluruh perlengkapan, mulai dari papan skor, lembar soal yang tersusun rapi dalam tiga kategori, hingga dekorasi sederhana namun bermakna yang menambah semarak suasana. Acara dibuka dengan pembacaan doa Bersama dipimpin oleh MC, kemudian dilanjutkan sambutan hangat dari ketua panitia dan perwakilan pengasuh TPA Ibu Fitri.  Kegiatan di awali dengan salam, perkenalan, penyampaian tujuan kegiatan, serta menyanyikan lagu Islami. kegiatan pertama, dimulai dari pembagian kelompok di mana masing – masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Setiap kelompok didampingi pemateri dalam Langkah pembekalan. Selanjutnya, setiap kelompok dikumpulkan Kembali untuk memulai ajang perlombaan Cerdas Cermat Anak TPA. Dalam perlombaan setiap kelompok diberi 5 butir soal. Ketika salah satu kelompok tidak mampu menjawab maka soal dapat diserahkan kepada kelompok lain. Selanjutnya, terdapat sesi kuis cepat tepat setiap kelompok rebutan soal yang telah panitia bacakan. Pada tahap akhir perlombaan, yakni pengumuman pemenang serta pembagian hadiah. Dilanjutkan, pada tahap akhir acara Adalah penutupan. Para mahasiswa hima PGSD bertindak sebagai juri, pembaca soal dan pemandu acara secara bergantian dengan profesional. Keseluruhan rangkaian berjalan tepat waktu dan tertib berkat koordinasi yang matang. Di akhir acara, pengumuman pemenang disambut dengan antusias dan gembira oleh seluruh peserta. Para juara mendapatkan sertifikat penghargaan dan bingkisan menarik sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kecerdasan mereka. Melalui kegiatan Cerdas Cermat ini, seluruh mahasiswa hima PGSD yang terlibat berharap besar agar semangat belajar yang telah tumbuh dalam diri para santri TPA tidak padam begitu kegiatan selesai. Justru sebaliknya, kompetisi yang sehat dan menyenangkan ini diharapkan menjadi titik awal bagi para peserta untuk semakin mencintai ilmu agama, rajin mengulang hafalan, dan terus mengasah kemampuan berpikir mereka dalam suasana yang penuh kasih sayang dan kebersamaan. Hal serupa bagi mahasiswa HIMA PGSD sendiri, kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mengaplikasikan ilmu kependidikan yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Pengalaman ini menjadikan Langkah awal  serta pondasi yang kuat dalam meningkatkan kepekaan sosial dan kompetensi pedagogis mereka sebagai calon guru yang tidak hanya mampu mengajar di kelas formal, tetapi juga mampu merancang program pendidikan nonformal yang bermakna dan berdampak. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang terus digalakkan oleh mahasiswa HIMA PGSD di periode KKN berikutnya maupun oleh pengurus TPA secara mandiri. Dengan demikian, TPA Al-Amin Baleasr dapat tumbuh menjadi lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kecerdasan dan karakter anak-anak generasi penerus bangsa yang diharapkan menjadi pemimpin umat di masa mendatang. HIMA PGSD & Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd.

SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought)

Manajemen Krisis Akibat Bencana: Tahapan, Strategi, dan Implementasi di Indonesia

Identifikasi Krisis Kesehatan Akibat Bencana   Saat bencana alam seperti gempa atau banjir menerjang, krisis kesehatan langsung terjadi dengan lonjakan kebutuhan layanan medis yang ekstrem. Ribuan korban luka, trauma fisik maupun mental membanjiri fasilitas kesehatan yang sebagian besar rusak berat atau sulit diakses akibat infrastruktur putus. Selain itu, risiko wabah penyakit menular seperti diare, demam berdarah, atau infeksi pernapasan meningkat tajam karena air bersih langka dan sistem sanitasi lumpuh total.  Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak kecil, ibu hamil, serta penyandang disabilitas mengalami kondisi darurat paling kritis, di mana penyakit kronis seperti hipertensi sulit dikontrol akibat obat terbatas dan stres pascabencana. Akses ke perawatan dasar pun terhambat, sehingga angka morbiditas dan mortalitas bisa melonjak jika tidak ditangani segera, membuat seluruh sistem kesehatan berada di ambang overload. Perencanaan dan Aktivasi Manajemen Krisis Kesehatan  Perencanaan manajemen krisis Kesehatan merupakan salah satu langkah yang krusial yang menjadi awal meminimalisir risiko bencana yang terjadi tahap ini meliputi rencana tanggap darurat mulai dari penetapan struktur komando pembagian peran dan tanggung jawab dan juga penentuan prioritas layanan kesehatan tahap ini harus direncanakan secara matang untuk merespon dengan cepat dan terarah untuk menghadapi lonjakan kebutuhan pelayanan kesehatan yang terjadi akibat bencana.  Aktivitas dalam manajemen krisis kesehatan dilakukan setelah terjadinya bencana dengan mengkoordinasi seluruh sumber daya kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat mulai dari membuka pos pelayanan kesehatan memberikan layanan kesehatan darurat dan juga memastikan rujukan tetap berjalan secara efektif Selain itu koordinasi di semua hal ini atau sektor harus diperkuat untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan meminimalkan lonjakan penyakit atau korban akibat bencana 3. Pelaksanaan Layanan Kesehatan  Layanan kesehatan darurat saat manajemen krisis bencana di Indonesia menekankan respons cepat untuk keselamatan nyawa korban, stabilkan kondisi korban, dan cegah penyebaran wabah. Ini diatur dalam tahapan seperti pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta pemulihan, dengan dasar regulasi PERMENKES Nomor 47 Tahun 2018 yang soroti triase ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Environment). Tahapan Utama Manajemen krisis bencana di bidang kesehatan punya empat fase inti. Pencegahan dan mitigasi: Petakan risiko bencana, kuatkan fasilitas seperti rumah sakit dan puskesmas, dan pelatihan pada masyarakat. Kesiapsiagaan: Siapkan rencana cadangan, stok obat, ambulans, dan tim cepat seperti Rapid Health Assessment (RHA). Tanggap darurat: Evakuasi korban, lakukan triase (merah, kuning, hijau, hitam), beri pertolongan pertama, dan buka posko kesehatan darurat. Pemulihan: Pantau epidemiologi, perbaiki fasilitas, dan tangani trauma psikologis.  Triase dilakukan kilat untuk pilah korban berdasarkan urgensi, di mana kategori merah (ancaman jiwa langsung) dapat prioritas resusitasi dan stabilisasi dulu. Layanan di rumah sakit dibagi level I-IV sesuai kemampuan, mulai resusitasi dasar, bedah darurat, hingga rujuk antarfasilitas. Koordinasi dari desa hingga nasional pastikan evakuasi pakai ambulans gawat darurat.   PMK RI No. 47/2018 wajibkan rumah sakit, puskesmas, dan klinik memberikan layanan 24 jam dengan tenaga ahli dan alat lengkap. Pedoman Kemenkes tekankan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) untuk hubungkan layanan pra, intra, dan antarfasilitas. Di wilayah rawan seperti Yogyakarta, Dinkes Gunungkidul terapkan ini lewat tim tanggap darurat. 4. Manajemen Sumber Daya Kesehatan  Manajemen sumber daya kesehatan merupakan bagian penting dalam menghadapi krisis kesehatan akibat bencana. Saat terjadi situasi darurat, tenaga medis harus diatur dengan baik, termasuk penugasan, mobilisasi, dan sistem kerja yang aman agar layanan kesehatan tetap beroperasi meskipun jumlah pasien meningkat tinggi. Selain itu, distribusi obat dan alat kesehatan harus cepat dan tepat sasaran agar kebutuhan medis masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi tanpa hambatan.  Di sisi lain, manajemen logistik medis dan penggunaan fasilitas kesehatan darurat sangat penting untuk menjaga kelangsungan pelayanan kesehatan. Logistik medis mencakup pengelolaan penyimpanan, pengiriman, dan distribusi perbekalan kesehatan di area yang terkena dampak bencana. Selain itu, pembangunan rumah sakit lapangan dan pos kesehatan darurat menjadi solusi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara efektif dan berkelanjutan ketika fasilitas kesehatan tetap rusak. 5. Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi Krisis   Manajemen krisis kesehatan merupakan mekanisme koordinasi lintas sektor yang solid,alur komunikasi yang jelas dan penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat. Koordinasi lintas sektor melibatkan berbagai lembaga dan organisasi termasuk pemerintah, organisasi kesehatan, lembaga kemanusiaan dan masyarakat sipil. Mekanisme koordinasi ini memungkinkan pertukaran informasi, sumber daya dan keahlian untuk meningkatkan respon krisis.   Alur komunikasi antar lembaga harus jelas dan terstruktur untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa informasi yang akurat disampaikan kepada pihak yang berwenang agar lembaga-lembaga dapat berkoordinasi dalam pengambilan keputusan dan implementasi respons krisis. Penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat juga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan perilaku yang aman. Informasi yang akurat dan tepat waktu dapat membantu masyarakat memahami risiko dan tindakan yang harus di ambil untuk melindungi diri mereka, akan tetapi penyampaian informasi harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kepanikan dan kesalahpahaman.   Pengendalian isu dan kepanikan publik juga merupakan aspek penting dalam manajemen krisis kesehatan, karena informasi yang tidak akurat atau tidak lengkap dapat memicu kepanikan dan menghambat respons krisis, oleh karena itu lembaga-lembaga harus memiliki strategi untuk mengendalikan isu dan kepanikan publik, termasuk menyediakan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat. 6. Monitoring, Evaluasi, dan Transisi Pemulihan Kesehatan   Monitoring kesehatan pasca bencana merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau dan risiko masalah kesehatan dapat dideteksi secara dini. Melalui pemantauan berkelanjutan terhadap status kesehatan, lingkungan, serta fungsi layanan kesehatan, pihak terkait dapat menyesuaikan intervensi sesuai dengan kebutuhan yang terus berubah. Monitoring yang efektif membantu mencegah terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat dampak lanjutan bencana.   Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan dan kelemahan dari berbagai upaya penanganan kesehatan yang telah dilaksanakan. Proses ini memberikan gambaran mengenai efektivitas pelayanan, pemanfaatan sumber daya, serta dampak intervensi terhadap kesehatan masyarakat. Hasil evaluasi menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan, perbaikan program, dan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi pasca bencana.   Transisi pemulihan kesehatan menandai peralihan dari fase tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkelanjutan. Pada tahap ini, fokus diarahkan pada pemulihan layanan kesehatan rutin, penguatan sistem kesehatan, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. Transisi yang terencana dan terkoordinasi dengan baik akan mendukung pemulihan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penulis : Adminke ’22

AKSI UIM (Artikel Kritis dan Solutif Mahasiswa UIM), Pendidikan

Divisi Keilmuan BEM Menyelenggarakan Kelas Penulis Akademik

Sebagai bagian dari upaya mahasiswa untuk membiasakan budaya akademik yang kuat dan berkelanjutan, Divisi Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Mulia Yogyakarta melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kelas Penulis Akademik (Dari Rumah Jurnal Ke Daftar Pustaka: Cara Nugas Yang Benar)”. Dipandu oleh Wahno (Administrasi Kesehatan ’22) dan Nurrida Shafa (Perpustakaan dan Sains Informasi ’23), kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Oktober 2025 dan ditujukan khusus bagi mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta sebagai langkah awal dalam mengenalkan dan membekali mereka dengan kemampuan dasar dalam penulisan ilmiah yang sistematis, kritis, dan beretika.    Dalam dunia akademik, kemampuan menulis karya ilmiah bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan merupakan sarana untuk mengekspresikan gagasan ilmiah, menganalisis fenomena, serta menyampaikan hasil pemikiran berdasarkan landasan teori dan referensi yang kredibel. Oleh karena itu, melalui program “Kelas Penulis Akademik” ini, UKM Literasi berusaha memberikan pendampingan intensif agar mahasiswa baru mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip penulisan akademik sejak dini.      Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dengan pengenalan dasar-dasar penyusunan makalah akademik yang meliputi struktur umum sebuah karya ilmiah, mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, pembahasan, hingga kesimpulan. Para peserta dibimbing untuk memahami bagaimana setiap bagian memiliki peran penting dalam menyampaikan gagasan secara runtut dan logis, serta bagaimana bahasa ilmiah digunakan untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas tulisan.       Selain itu, materi tentang pencarian referensi ilmiah yang kredibel juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai portal jurnal ilmiah nasional dan internasional, seperti Google Scholar, Garuda, dan DOAJ, serta diajarkan cara menilai keaslian dan relevansi sumber pustaka yang digunakan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara sumber referensi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan sumber informasi yang tidak memenuhi standar ilmiah.       Tidak hanya berhenti pada pencarian referensi, peserta juga diberikan pelatihan praktis tentang cara membuat kutipan dan daftar pustaka baik secara manual maupun otomatis menggunakan berbagai perangkat bantu seperti Mendeley. Melalui sesi ini, mahasiswa belajar pentingnya etika akademik, khususnya dalam menghindari praktik plagiarisme dan menghargai hak cipta penulis lain. Dengan memahami teknik sitasi yang benar, mahasiswa dapat menulis dengan jujur dan bertanggung jawab secara ilmiah. Kegiatan “Kelas Penulis Akademik” ini tidak hanya bersifat pembekalan teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk langsung mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh. Melalui sesi latihan penulisan, diskusi kelompok, serta pendampingan oleh mentor dari UKM Literasi, mahasiswa diajak untuk menghasilkan karya tulis sederhana yang sesuai dengan kaidah akademik. Proses ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk membangun portofolio akademik dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menulis.      Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Universitas Islam Mulia Yogyakarta dapat memahami bahwa menulis akademik bukanlah sekadar tugas kuliah, melainkan merupakan bentuk kontribusi ilmiah bagi masyarakat luas. Keterampilan ini akan menjadi modal penting dalam perjalanan akademik mereka, baik dalam menyusun tugas perkuliahan, karya ilmiah, maupun penelitian di masa mendatang.   Divisi Keilmuan BEM UIMY bersama UKM Literasi berkomitmen untuk terus menciptakan ruang belajar yang inspiratif dan produktif bagi seluruh mahasiswa. “Kelas Penulis Akademik” menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut—sebuah langkah kecil namun bermakna dalam membangun generasi akademisi muda yang literat, kritis, dan berintegritas tinggi. Nb. Kegiatan ini dikonsep dalam bentuk berseri, jadi bakal ada sesi keduanya. Sampai jumpa di sesi selanjutnya! Penulis : Ellina Qurrota A’yun Aulia Az Zahroh Koordinator Divisi Keilmuan & Bisnis

RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Mahasiswi Amphibi#5 (Wejangan ala-ala untuk para MABA)

Konsep ‘perkuliahan’ cukup rumit. Bukan tanpa alasan takarir twibbon ospek UIM mengandung kalimat berbunyi “Menyandang gelar MAHA di atas kata SlSWA berarti siap mengemban tanggung jawab yang lebih besar dan penuh arti”.    Teman saya menulis artikel berjudul “Belajar dari Jogja” (bila kalian sedang senggang, sangat dianjurkan untuk membaca sekalian artikel tersebut) bahwa ilmu tidak hanya sebatas apa yang kita dapat di kelas melainkan juga di forum-forum diskusi dalam tongkrongan-tongkrongan ringan bersama teman lain. Durasi hidup setiap manusia sangatlah terbatas untuk ilmu yang tiada batas. Menanggulangi hal tersebut, hei para mahasiswa, sadarilah betapa pentingnya kalian mencari komunitas intelektual. Mungkin kisah pengalamanku di bawah dapat menjadi refleksi. ***     Tidak ada yang dapat mengalahkan sensasi terkejut saat melihat realitas telah melampui ekspetasi. Setinggi-tingginya katak melompat, Ia akan sadar masih ada burung yang selalu berada jauh di atasnya. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali dosen menampilkan satu persatu tugas laman web (telah dibahas pada seri sebelumnya) di kelas.      Ide yang sebelumnya kuanggap ‘genial’ ternyata terhitung sangat normal. Bila dibandingkan tugas karya teman-temanku yang lain (contoh milik temanku yang mendapat pujian dosen: https://aimamarifaaa.wixsite.com/mysite) milikku benar-benar sangatlah standar. Tidak ada istimewanya. Bahkan untuk ide bisnisnya saja masih terlalu abstrak. Benar-benar tidak ada yang bisa dibanggakan. UGM berhasil membuatku ciut untuk ke sekian kalinya.     Tidak apa, mentalku sudah cukup terlatih. Justru aku menganggap semua ini adalah nilai lingkungan positif dimana aku terus disadarkan agar tak bosan mengembangkan diri. Seperti kata orang bijak, “Bila kau merasa menjadi orang paling pintar diantara yang lain, artinya kau salah ruangan,”       Meskipun dengan berdinamika bersama UGM menjadikan pola pikirku semakin liar (sempat ku-mention di seri ketiga mahasiswi amphibi), setidaknya aku bisa meng-klaim bahwa aku telah berada di ruang belajar yang benar. Tidak hanya pada matkul Bahasa Prancis Administrasi dan Bisnis, aku juga dibuat kerdil setelah sadar pengetahuanku tentang Sejarah Eropa sangatlah minim disbanding teman-temanku khususnya yang beragama kristen/katolik. Padahal, agamaku sendiri juga ikut berperan mencetak Sejarah penting pada akhir abad pertengahan dalam tragedi runtuhnya Byzantium ke tangan kekaisaran Ottoman. Tidak hanya itu, aku pun baru tahu secara kronologis mengapa Eropa bagian Selatan bisa sangat dipengaruhi oleh budaya islam.     Wah, terlalu luas ya ilmu di dunia ini. Ini baru di bidang Sejarah yang lingkupnya sekedar humaniora. Masih ada lingkup saintek yang juga terbagi menjadi puluhan bidang ilmu lainnya. Benar saja firman Allah di surat Al-Khafi ayat 109, “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”     Seringnya manusia berlagak pintar sebelum sadar bahwa yang Ia ketahui belum seberapa. Contohnya ya, aku. Mentang-mentang bisa kuliah di dua kampus dan bisa menguasai Bahasa Prancis dengan nilai A semua dalam waktu satu tahun, lagaknya bisa punya ide paling cemerlang di tugas pembuatan web. Dasar emang.     Setelah disadarkan, aku sempat menghubungi temanku di jurusan informatika UIM. Kami mendiskusikan hal-hal terkait website, berujung aku kembali disadarkan bahwa wawasanku tentang software dan per-situs-an sangatlah minim. Padahal jurusanku di UIM masuk ke fakultas sains teknologi. Ranah digital anak perpustakaan memang tidak sebanyak anak informatika, namun harusnya bukan menjadi alasan untuk meremehkan ilmu tersebut di era yang sudah serba canggih ini.     Memiliki banyak teman pintar adalah sebuah privillage. Sisi menguntungkannya akan terasa ketika dia mulai menjelaskan berbagai hal yang tidak pernah kita dengar sebelumnya menggunakan bahasa paling sederhana. Bahkan, dia akan sengaja menghubung-hubungkan objek pembahasannya dengan apa yang lazim ditemui dalam jurusan kita. Contoh yang kualami, temanku memulai penjelasan terkait perbedaan situs berbayar dan gratisan dengan menganalogikan bahasa koding dengan Bahasa Prancis. “Koding itu kan Bahasa pengantar kita untuk berkomunikasi dengan computer, jenis bahasnaya ya khusus. Bisa python, javascript, atau php. Sama kayak kalo kamu ngomong sama bule Prancis kan pasti makeknya yo basa prancis toh, bukan boso Jawa atau Sunda? Nah, pada dasarnya kita kalau gunain Bahasa itu gratis, kamu gunain kosa kata prancis kan gak bayar, sama kalau ngoding terus buat system yang ngebuat situs itu gratis, itungannya kita cuma ‘ngobrol’ sama komputer,” Kurang lebih begitu kalimat yang dia lontarkan. Penjelasan berikutnya dia analogikan dengan sesuatu yang lain, namun masih di lingkup yang dekat denganku. “Yang berbayar itu kalau kita pengen situs yang dibuat ini bisa diakses orang. Disini kita butuh server. Anggep aja server tuh kayak penerbit, kalau kamu mau tulisanmu dibaca lebih banyak orang kan kamu perlu bayar buat pencetakkan dan pendistribusiannya. Server itu yang biasanya ada di akhir link itu loh, misal ‘.co.id.’ Dengan server itu, hasil kodingan kita jadi bisa dilihat orang lain dengan jumlah tertentu,”     Tidak berlebihan bila aku menganggap penjelasannya setara dengan matkul 2 sks Pengantar Situs Internet. Karena setelah itu dia juga memberikan contoh cara kerja situs canva sebagai pembeda dengan system hasil kodingan pribadi. Cukup rumit bila kujelaskan ulang, lagipula aku juga tak sehandal dia dalam menyederhanakan materi yang rumit. Kembali lagi pada teoriku di awal, semua ini bisa dia lakukan karena cukup baik mengenalku sehingga dapat merumuskan cara paling efektif saat membagikan wawasan yang dimilikinya.     Semoga kalian semakin faham betapa ilmu yang disampaikan teman akan sama bergunanya dengan kuliah dosen. Mulai sekarang, bila kalian berkesempatan ngobrol dengan teman antarjurusan atau bahkan kakak tingkat, tidak usah ragu untuk mengajak ‘TW’ (Tukar Wawasan). Kalau bisa sih, hindari motif receh semacam ‘modus pdkt’ ya! Masih banyak loh manfaat yang bisa kita dapat tanpa terlibat percintaan di dunia kampus, apalagi baru semester pertama.     Jangan juga sampai salah artikan tulisanku ini sebagai perintah untuk sering-sering nongkrong gak jelas loh ya. Ada hukum alam yang bekerja: syarat memperoleh teman-teman cerdas ber-value tinggi adalah dengan fokus meningkatkan kualitas pribadi terlebih dahulu. Pembahasan lebih jauh akan kubahas di tulisan selanjutnya ya!     Sebagai penutup, izinkan aku memamerkan tampakkan tugas web yang sudah diperbaharui temanku ini: *** Penulis : Syifa Iswi Liani Mahasiswi Perpustakaan Sains & Informasi UIM Yogyakarta Mahasiswi Bahasa & Sastra Prancis UGM Yogyakarta Instagram : @sil_syifa05

RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Mahasiswi Amphibi#4

Halo sobat mulia yang berbahagia! Gimana liburan semesternya?😊 Tidak usah dijawab, kalimat sapaan di atas hanya bentuk penegasan bahwa tulisan ini ditujukan khusus untuk para mahasiswa UIM yang masih menikmati masa awal-awal liburan, ketika mahasiswa kampus negri lain sudah memasuki pekan ketiga perkuliahan. Termasuk UGM, tentunya. Hingga hari ini sudah terhitung 5 tugas yang perlu dikumpulkan sekian hari ke depan. Mohon jangan salah faham, mahasiswi amfibi ini tidak sedang membandingkan nasib. Aku hanya ingin memanfaatkan keadaan yang berbeda ini dengan menunjukkan pada kalian hasil kolaborasi kedua jurusan yang sedang kuemban; Perpustakaan Sains Informasi dan Sastra Prancis. Kuharap kalian bersedia meluangkan waktu untuk membacanya 😀 Berawal dari tugas individu dosen di mata kuliah Bahasa Prancis Adminstrasi dan Bisnis Kami diperintahkan untuk membuat blog berisi penjelasan ide bisnis yang belum pernah ada sebelumnya. Berhubung dosen tidak memberikan persyaratan apa pun terkait platform blog, aku pun memutuskan untuk menggunakan warta mulia sebagai laman beranda perusahaan lalu blog pribadiku sebagai salah satu layanannya. Beruntung, Keputusan tersebut didukung oleh editor web ini.😎 Sebagai mahasiswi amfibi, otakku sudah memiliki setting otomatis untuk berfikir secara ‘bi-majoring’, yaitu selalu mempertimbangkan ilmu dari kedua jurusanku sekaligus pada salah satunya. Contoh, pernah terjadi sebelumnya di UIM pada mata kuliah Kerjasama dan Jaringan Informasi Perpustakaan, dosen memberikan tugas untuk menganalisis bentuk Kerjasama internasional antar perpustakaan dan perguruan tinggi di Indonesia. Saat itu aku memilih anak lembaga dari IFI (Insititut Francais Indonesie) yang bernama Warung Prancis sebagai objek penelitian. Ide ini tentu tidak akan muncul bila aku tidak mengambil studi Saspran di UGM, karena kedua nama tempat tersebut saja baru kudengar setelah diperkenalkan oleh dosen dan kating disana. Metode berfikir yang sama kembali kugunakan untuk tugas kali ini. Berangkat dari matakuliah Klasifikasi 1 dan Klasifikasi 2 dari UIM yang telah kupelajari selama 2 semester, mucullah ide bisnis berupa jasa informasi literasi. Dengan nama ‘SIL Enterprise’, dimana inisial dari nama saya sendiri dijadikan akronim berbahasa Prancis dari Services Information des Litteraires’.  SIL Entreprise menawarkan 3 jenis layanan utama yaitu… Eh, maaf kesannya jadi sampai sini saja deh penjelasan berbahasa Indonesianya😁😁. Kalau kalian memang benar tertarik dimana letak pemanfaatan matkul klasifikasinya, silahkan terjemahkan sendiri ya laman di bawah. Biar ga keliatan banget aku excited sendirian :v Setelah ini, aku izin mengganti mode salamander yang ‘merayap di daratan’.😉 *** BIENVENUE ASIL ENTREPRISE!!! L’Introduction S = Services I = Informations de L = Littéraires Adaptée par le nom initiale de l’initiateur, Syifa Iswi Liani de 2024. Située dans la ville centre a Jogja Contact disponible: Tel. 6285708383876 Email. silentreprise@gmail.com Trois Services Principal de: Bibliothécaire .1 L’organisateur .2 Le consultant .3 Mettez vos besoins en accord avec des serveur précédent! Bibliothecaire, les serveurs ayant gros achat. Le plus indispensable. Redigée par le propiétaire directement. Les explications des 2 autres: L’organisateur -Organiser des evenements litteraires -Faire l’atelier du litterature -Promouvoir les evenements du communauté Le consultant -Aider le processus du mémoire -Reccomander des références -Realiser le soutenance et faire révisions nécessaire Penulis : Syifa Iswi Liani Mahasiswi Perpustakaan Sains & Informasi UIM Yogyakarta Mahasiswi Bahasa & Sastra Prancis UGM Yogyakarta Intagram : @sil_syifa05

RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Papua dalam Bingkai Positive: Alam, Budaya, dan Pendidikan yang Menginspirasi

Apa yang kamu ketahui tentang PAPUA…apa yang anda pikirkan pertama kali ketika dengar nama PAPUA…apakah tentang hutan dan alamnya? Ataukah orang-orangnya? Apakah tanahnya yang subur? Ataukah lautnya yang biru terbentang luas dari timur ke barat?      Ataukah jangan-jangan anda hanya tahu PAPUA sebatas daerah yang belum maju baik secara infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan…ataukah anda berpikir selalu tentang konflik yang sering dengar di media?   Harapan penulis melalui tulisan ini dapat memperkenalkan “PAPUA Dalam Bingkai Positive”. Sebagai anak asli Papua, saya dengan bangga tanpa membusungkan dada ingin menyuarakan PAPUA tidak selamanya tentang “ketertinggalan, dan konflik, ”.  ***    Suatu daerah tidak dapat terpisahkan dari budaya dan adat istiadat. Budaya tidak dapat terpisahkan, karena budaya adalah identitas diri. Anda akan dikenal dari nilai budaya yang ada didalam diri, tanpa harus menjelaskan. Papua adalah tempat yang masih sangat kental dengan budaya. Zaman boleh canggih tetapi tidak untuk memunahkan. Nilai kebudayaan yang terkandung didalam suatu daerah sangat tinggi nilainya. Budaya yang diturunkan turun temurun memberikan nuansa abadi dalam bingkai penghargaan budaya. Budaya harus dilestarikan bukan menghilangkan hanya karena mengikuti perkembangan Zaman yang terus berubah dari waktu ke waktu.    Ketika menginjakan kaki kali pertama di tanah Papua anda akan di suguhkan dengan pemandangan hijau, udara yang sejuk sampe menembus sela-sela paru-paru, ukiran dan monumen yang biasanya dipajang baik di tepi jalan, bangunan rumah bahkan dari busana yang di gunakan hari-harinya. Pepohonan yang berdiri kokoh disetiap pekarangan utama maupun sebagai pembatas jalan antara jalur kiri dan kanan.    Seperti tempat-tempat lain pada umumnya, setiap pagi terlihat anak anak sekolah yang berseragam, berbagai seragam dari Paud sampai dengan SMA bahkan Ketika sedikit bergeser ke pertengahan kota milhat mahasiswa-mahasiswi dengan almet kuning yang adalah salah satu dari kampus ternama yang ada di ibu kota Jayapura Papua. Keseharian pada umumnya ada berangkat sekolah, mengikuti kegiatan belajar, kemudian berjumpa lagi dengan mereka yang berangkat untuk bercocok tanam. Di bagian lain ada yang sedang dengan seragam kantor berlarian mengejar apel pagi, masuk kantor haru tepat waktu.     Bergeser sedikit ke bagian pedesaan terpencil, mereka juga dengan aktivitas tidak beda jauh dengan bagian perkotaan. Berseragam sekolah berlarian memasuki ruang kelas. Dengan  keterbatasan teknologi jaringan dan infrastruktur tidak menjadi halangan untuk berangkat ke sekolah. Dengan jelas melihat guru-guru yang berusaha menyesuaikan diri, keseharian, dan mengupayakan segala hal untuk dapat membagikan ilmu yang mereka miliki.     Kedatangan mereka disana seringkali hanya mengandalkan pesawat missi kecil yang akan pulang balik untuk mengantar dan menjemput. Bahkan belajar seadanya dengan fasilitas seadanya tidak menjadi alasan untuk menjelajahi dunia lewat pembelajaran setiap harinya. Menjadi kebanggaan ketika ilmu yang disebar luaskan tanpa membatasi jarak, golongan dan status.    Tidak akan asing menemukan mereka yang sedang memegang buku bacaan, Papua memiliki banyak sekali tempat pelatihan atau kursus Bahasa inggris yang biasanya di manfaatkan untuk melanjutkan perkuliahan di luar negeri. Tetapi juga untuk kebutuhan kerja. Pentingnya pendidikan sangat di indahkan dengan bukti nyata didukung penuh langsung dari pemerintah daerah setempat untuk anak-anak asli Papua yang berhak menerima beasiswa pemerintah daerah. Yaitu mereka yang memenuhi beberapa kriteria untuk memperoleh biaya gratis bersekolah baik itu tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai dengan tingkat perkuliahan atau Perguruan Tinggi. Dengan harapan bahwa mereka di biayai untuk kembali membangun daearah asal mereka dengan skill dan talenta yang sudah ada diasah secara matang dan intelektual tinggi. Adapun program yang sudah menghasilakn banyak lulusan putra-putri asli Papua dari luar maupun dalam Indonesia adalah program Mantan Gubernur Papua Bapak Lukas Enembe, “Seribu dokter dan Guru” melalui Lembaga Badan Pengelolah Sumber Daya Manusia (BPSDM)     Tidak lupa jalannya proses pendidikan didukung oleh asupan gizi yang hampir 95% adalah bahan alami yang mana bahan makanan mentah diambil dan diolah secara manual. Berhubung memiliki tanah yang begitu subur sehingga semua jenis makanan yang bisa ditanam kemudian di olah untuk menjadi konsumsi keluarga seisi rumah. Makanan pokok kami bukanlah nasi melainkan semua jenis umbi-umbian dan sayuran serta buah buahan hijau dan segar. Porsi satu ubi manis sudah menjadi sarapan yang cukup untuk sampai pada jam 12 siang lalu kemudian akan berulang sampai dengan jam 5 sore. Ini adalah cara kami bertahan hidup dengan hasil alam yang begitu lengkap yang diciptakan oleh Tuhan begitu sempurna. Dan juga hasil laut yaitu segala jenis ikan segar yang biasanya dikonsumsi dengan berbagai menu masakan. Yang mana selalu menjadi perpaduan yang cocok dengan hidangan papeda.     Di sisi lain dengan minimnya jumlah kendaraan di bagian perkotaan, menjadi hal positive untuk bisa menghirup urada segar tanpa polusi udara. Walaupun di beberapa kota yang tersebebar di pulau PAPUA yang juga sudah cukup maju dalam memiliki dan mengendarai kendaraan bahkan beberapa wilayah kabupaten yang masih dalam pembangunan sudah menjadi jalur utama untuk akses keluar masuk antar kampung dan kota untuk men-supply bahan makan serta kebutuhan utama lainnya. Ketika bergeser di daerah ibu kota PAPUA. Terbentang luas danau sentai dengan keindahan perbukitan kecil yang mengelilingi danau dari timur ke barat kemudian lautan Jayapura yang terbentang luas di lengkapi dengan pasir putih yang membentang luas, serta aliran sungai yang begitu sejuk dan memiliki warna biru kehijauan. Kemudian bergeser sedikit ke Papua Barat disanalah destinasi tempat wisata dunia yaitu pulau Raja Ampat yang sudah masuk dalam daftar UNESCO menjadi ikon penting dalam keindahan alam Papua. Kemudian naik sedikit di pegunungan Papua terdapat gunung salju yaitu Gunung gartenz, lalua wamena dengan bunga mei yang hanya akan ada di bulan mei lalu danau hambema yang ada wamena. Danau Habema adalah salah satu danau yang ada di daerah pegunungan selain Danau Rombebai yang juga adalah danau terbesar setelah Danau Sentani, Danau Paniai, Danau Anggi yang terkenal dengan keindahan alamnya, Danau Anggi, Danau Rawa Biru yang menjadi daya Tarik wisatawan, dan Danau Emfote. Lalu Jembatan merah yang ada di kabupaten Jayapuran yang juga menghubungkan dua pantai, pantai Hamadi dan Holtekam.     Alam menjadi destinasi wisata dan hiburan utama tetapi juga dengan kehadiran beberapa mall besar yang tersebar luas di sana, menjadi pilihan lainnya untuk merefreshkan diri seperti Mall Matahari Jayapura, Mall Borobudur Sentani, dan masih banyak lagi. Ini adalah bukti bahwa Papua tidak hanya dari alamnya tetapi dari pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan

SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought)

Kesenjangan Ilmu di Dunia Akademik : Mengatasi Gap Knowledge dengan Nilai Filsafat dan Islam

Kesenjangan ilmu (gap knowledge) adalah fenomena yang kerap terjadi di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam lingkungan akademik. Kesenjangan ini tidak hanya memengaruhi kehidupan sehari-hari mahasiswa, tetapi juga perjalanan akademik mereka di kampus, bahkan hingga mereka lulus dan mengimplementasikan keilmuan dalam dunia kerja atau pengabdian masyarakat. Artikel ini akan mengulas dampak kesenjangan ilmu, strategi mengatasinya dengan pendekatan filsafat dan ajaran Islam, serta langkah praktis untuk memperkaya wawasan akademik. Apa Itu Kesenjangan Ilmu?    Kesenjangan ilmu merujuk pada perbedaan tingkat pengetahuan, keterampilan, atau pemahaman antara individu atau kelompok dalam suatu lingkungan. Dalam konteks akademik, kesenjangan ini bisa terjadi karena akses terbatas terhadap sumber belajar, kurangnya motivasi, atau perbedaan metode pembelajaran. Filsuf Yunani, Socrates, pernah berkata, “Saya hanya tahu bahwa saya tidak tahu apa-apa.” Pernyataan ini mencerminkan kesadaran akan keterbatasan pengetahuan sebagai langkah awal menuju pembelajaran yang mendalam. Dalam Islam, Al-Qur’an mengajarkan pentingnya menuntut ilmu, seperti dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11, yang menegaskan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.      Kesenjangan ilmu bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan tantangan yang dapat diatasi dengan kesadaran, usaha, dan pendekatan yang tepat. Mahasiswa, sebagai agen perubahan, memiliki tanggung jawab untuk menutup kesenjangan ini melalui kehausan akan ilmu dan pemanfaatan sumber daya yang ada. Dampak Kesenjangan Ilmu di Lingkungan Akademik Kesenjangan ilmu dapat menghambat potensi mahasiswa dalam beberapa cara: Kurangnya Kesiapan Akademik: Mahasiswa yang tidak memiliki akses ke sumber belajar berkualitas mungkin kesulitan mengikuti perkuliahan atau penelitian. Rendahnya Inovasi: Kurangnya wawasan dapat membatasi kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan ide-ide kreatif atau solusi inovatif. – Kesulitan di Dunia Kerja: Setelah lulus, kesenjangan ilmu dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bersaing di pasar kerja atau berkontribusi secara maksimal dalam profesi mereka. Seorang filsuf modern, Michel Foucault, menekankan bahwa pengetahuan adalah kuasa (power). Dalam konteks akademik, memiliki ilmu yang memadai memberi mahasiswa keunggulan untuk menghadapi tantangan global. Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah ibadah yang membawa keberkahan. Strategi Menutup Kesenjangan Ilmu   Berikut adalah beberapa strategi praktis untuk mengatasi kesenjangan ilmu dalam lingkungan akademik, yang diperkaya dengan nilai-nilai filsafat dan ajaran Islam: 1. Kembangkan Rasa Haus akan Ilmu   Filsuf Stoa, Epictetus, mengajarkan bahwa kebijaksanaan datang dari kesadaran akan keterbatasan diri. Mahasiswa harus menanamkan sikap “haus dan lapar” terhadap ilmu, sebagaimana yang diajarkan dalam Islam bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban seumur hidup. Dengan semangat ini, mahasiswa dapat terus mencari pengetahuan baru dari berbagai sumber, baik buku, internet, maupun diskusi dengan orang lain. 2. Manfaatkan Teknologi dan Media Sosial Secara Bijak    Di era digital, platform seperti internet dan media sosial dapat menjadi alat yang powerful untuk belajar. YouTube, Coursera, atau jurnal akademik daring dapat menjadi sumber ilmu yang tak terbatas. Namun, Islam mengajarkan pentingnya menyaring informasi dengan akal dan hati, sebagaimana dalam Surah Al-Hujurat ayat 6, yang memerintahkan untuk memverifikasi kebenaran informasi. 3. Optimalkan Fasilitas Kampus    Fasilitas seperti perpustakaan, laboratorium komputer, dan konsultasi dengan dosen adalah aset berharga yang sering diabaikan. Mahasiswa harus proaktif memanfaatkan sumber daya ini untuk mendalami minat akademik mereka. Seperti yang dikatakan oleh filsuf Islam, Al-Ghazali, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan. 4. Budayakan Membaca dan Diskusi    Membaca adalah jendela dunia, dan kebiasaan ini harus ditanamkan sejak dini. Mahasiswa dapat membentuk kelompok baca atau forum diskusi untuk berbagi pengetahuan. Dalam tradisi Islam, majelis ilmu dianggap sebagai tempat turunnya rahmat Allah. 5. Terlibat dalam Penelitian dan Kegiatan Akademik    Berpartisipasi dalam penelitian bersama dosen atau lintas program studi dapat memperluas wawasan dan keterampilan. Ini juga membantu mahasiswa mengembangkan pola pikir kritis, yang merupakan inti dari filsafat Barat dan ajaran Islam tentang tafakur (perenungan). 6. Aktif di Organisasi Kampus    Forum seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), atau Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dapat menjadi wadah untuk mengasah keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi. Aktivitas ini juga mencerminkan nilai ukhuwah dalam Islam, yaitu kebersamaan dalam kebaikan. 7. Pahami Proses sebagai Bagian dari Pembelajaran    Filsuf eksistensialis, Jean-Paul Sartre, menegaskan bahwa manusia didefinisikan oleh tindakan dan prosesnya. Dalam Islam, proses menuntut ilmu adalah jihad yang mulia. Ketidaktahuan bukanlah kebodohan, melainkan peluang untuk belajar. Setiap mahasiswa memiliki waktu dan momen unik untuk berkembang, sebagaimana Allah menciptakan setiap manusia dengan kapasitasnya masing-masing. Pengalaman Pribadi: Langkah Kecil Menuju Tujuan Besar    Saya ingin berbagi pengalaman pribadi sebagai mahasiswa S1 di usia 20-an. Berbeda dengan teman sekelas, saya mulai memikirkan topik skripsi sejak semester awal. Pepatah “langkah kecil adalah awal dari langkah besar” menjadi pemicu inisiatif saya. Saya merencanakan 2-10 langkah ke depan, memanfaatkan waktu luang untuk membaca, berdiskusi dengan dosen, dan mengeksplorasi ide. Pertanyaan “bagaimana saya bisa menjaga semangat akademik?” menjadi pengingat untuk tetap fokus di tengah godaan hobi atau aktivitas lain. Kesadaran ini, yang saya yakini sebagai tanda dari Allah, membantu saya menutup kesenjangan ilmu secara bertahap. Kesimpulan: Ilmu sebagai Jembatan Kehidupan   Kesenjangan ilmu adalah tantangan universal yang dapat diatasi dengan semangat belajar, pemanfaatan sumber daya, dan kesadaran akan proses. Dalam perspektif filsafat, ilmu adalah alat untuk memahami eksistensi manusia. Dalam ajaran Islam, ilmu adalah cahaya yang membimbing menuju kebenaran. Dengan menggabungkan pendekatan ini, mahasiswa dapat menjadikan lingkungan akademik sebagai ladang untuk menanam benih pengetahuan yang akan terus tumbuh sepanjang hidup.     Apakah Anda siap berproses untuk menutup kesenjangan ilmu? Ingatlah, seperti yang dikatakan oleh filsuf Islam Ibnu Sina, “Ilmu adalah harta yang tidak pernah habis.” Mulailah dari langkah kecil, dan biarkan Allah memudahkan jalan Anda menuju keberhasilan akademik dan spiritual. Glosarium Kesenjangan Ilmu (Gap Knowledge): Perbedaan tingkat pengetahuan atau keterampilan antara individu atau kelompok dalam suatu lingkungan. Filsafat: Ilmu yang mempelajari hakikat keberadaan, pengetahuan, dan nilai-nilai dalam kehidupan manusia. Tafakur: Perenungan mendalam dalam Islam untuk memahami kebesaran Allah dan hikmah ciptaan-Nya. Ukhuwah: Persaudaraan dalam Islam yang menekankan kebersamaan dan saling mendukung dalam kebaikan. Majelis Ilmu: Pertemuan untuk mempelajari dan mendiskusikan ilmu, yang dalam Islam dianggap sebagai tempat turunnya rahmat Allah. Penulis : Muhammad Immawan Aulia “Berprogres lah walau hanya 0,001%!”

Scroll to Top