Pendidikan

Informasi komprehensif seputar iklim akademik kampus, mulai dari rangkuman kuliah pakar, info seminar nasional, bedah kurikulum baru, peluncuran buku, hingga tips sukses menempuh studi di perguruan tinggi.

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan, SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought), Uncategorized

Mengintegrasikan Wahyu dan Akal, FPP UIM Yogyakarta Sukses Luncurkan Islamic Psychology and Education Mini Conference (INSIGHT)

Mengintegrasikan Wahyu dan Akal, FPP UIM Yogyakarta Sukses Gelar INSIGHT 2026 Bantul–Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) sukses menyelenggarakan Islamic Psychology and Education Mini Conference (INSIGHT) 2026 pada Rabu (24/6/2026). Mengusung tema “Islam dan Pengetahuan: Integrasi Wahyu dan Akal dalam Pengembangan Ilmu dan Pendidikan”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun tradisi akademik dan budaya ilmiah di lingkungan FPP UIM Yogyakarta. INSIGHT 2026 merupakan forum ilmiah yang mewadahi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta mempresentasikan gagasan secara akademis. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan sebagai bentuk sinergi dalam menciptakan ekosistem akademik yang produktif. Ketua Panitia INSIGHT 2026, Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menekankan bahwa INSIGHT diharapkan menjadi agenda akademik tahunan Fakultas Psikologi dan Pendidikan yang mampu mendorong lahirnya budaya meneliti, menulis, dan berdiskusi ilmiah di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIMY serta dihadiri oleh berbagai tamu undangan, di antaranya Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta Ir. Anwaruddin Hisyam, Ph.D., Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan Junianto, S.Pd., M.Pd., Drs. Mujidin, M.Si., Ph.D. selaku Keynote Lecture, serta para dosen di lingkungan Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Dipandu oleh Muhammad Arga Hidayatullah dan Sani Nurmalia yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi sebagai Master of Ceremony (MC). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Moh. Hazam Alfian dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ervia Sutarto dari Program Studi Psikologi. Suasana semakin semarak dan meriah dengan penampilan tari yang dibawakan oleh mahasiswa FPP angkatan 2025. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Junianto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya INSIGHT 2026 dan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta aktif berkontribusi dalam lingkungan akademik. Antusiasme peserta semakin meningkat ketika Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta secara resmi meresmikan INSIGHT 2026 sebagai forum akademik baru di lingkungan FPP UIMY. Peresmian tersebut menjadi momentum penting yang menandai hadirnya INSIGHT sebagai ruang kolaborasi, inovasi, dan pengembangan wawasan akademik mahasiswa. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Pada sesi presentasi, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memaparkan artikel ilmiah yang telah mereka susun. Mahasiswa secara bergantian mempresentasikan gagasan, hasil kajian, dan pemikiran inovatif di hadapan dosen serta peserta lainnya. Suasana diskusi akademik berlangsung aktif, tertib, dan inspiratif, mencerminkan semangat mahasiswa dalam mengembangkan tradisi ilmiah di lingkungan kampus. Sesi Keynote Lecture, Drs. Mujidin, M.Si., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya INSIGHT 2026 sebagai langkah positif dalam membangun budaya akademik di Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIMY. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan yang terus menularkan ‘virus positif’ dalam semangat belajar, berkarya, dan berbagi manfaat melalui ilmu pengetahuan. Beliau juga menekankan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan perspektif Islam. Menurutnya, proses pengembangan ilmu tidak hanya bertumpu pada kemampuan akal manusia, tetapi juga perlu didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagai sumber petunjuk. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat memberikan kontribusi yang utuh bagi kemajuan akademik sekaligus pembentukan karakter yang berlandaskan ajaran Islam. Di penghujung acara, panitia mengumumkan penerima penghargaan Best Paper dan Best Presenter yang disampaikan oleh Andi Refan Setiawan (mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika). Penghargaan Best Paper diraih oleh Kelompok 7 yang beranggotakan Amalia Ulya, Adzkia Syamila, dan Musriyadi Kelrey, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024 dengan dosen pembimbing Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sementara itu, penghargaan Best Presenter diraih oleh Kelompok 3 yang beranggotakan Fatchi Abdulloh Ulwan, Indi Syahida, dan Anisah, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024 dengan dosen pembimbing Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas karya ilmiah, kemampuan presentasi, serta kontribusi peserta dalam menciptakan suasana diskusi akademik yang produktif selama kegiatan berlangsung. Melalui penyelenggaraan INSIGHT 2026, Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIM Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan budaya ilmiah di lingkungan kampus. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana yang mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta menyampaikan gagasan akademik secara konstruktif dan bertanggung jawab. Pewarta : Aji Pangestu (mahasiswa Program Studi Psikologi 2025) & Dinda Aura Latifah (Mahasiswa Program Studi PGSD 2025).

Pendidikan

Serunya jadi Mahasiswa “Doktoral” katanya?

Banyak anggapan bahwa mahasiswa doktoral menjalani hari-hari yang penuh tekanan: riset tanpa henti, tumpukan jurnal, serta presentasi yang seolah tak pernah selesai. Benarkah demikian? Citra akademik memang sering tampak berat. Namun, di balik itu semua, ada sisi lain yang jarang terlihat. Menjadi mahasiswa doktoral ternyata bukan semata soal publikasi, indeksasi, atau mengejar kuartil jurnal tertentu. Ada proses belajar yang jauh lebih mendalam daripada sekadar capaian akademik. Sebelum melanjutkan, izinkan saya berpantun sejenak. Pagi-pagi membeli koran,Singgah sebentar membeli roti.Katanya doktoral penuh beban,Nyatanya seru menantang hati. “Cakep.” Begitulah jawaban yang hampir selalu muncul setiap kali pantun itu saya sampaikan. Sebagai mahasiswa doktoral, cara berpikir kami banyak dibentuk oleh ruang-ruang diskusi. Pada tahap ini, belajar bukan lagi sekadar menjawab pertanyaan dosen di kelas. Setiap pertemuan justru menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan perspektif dari kampus asal masing-masing. Dari diskusi-diskusi itulah, sering lahir ide-ide baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Kami datang dari latar yang beragam. Ada yang menempuh studi melalui tugas belajar, ada yang izin belajar. Ada pula yang memperoleh beasiswa, dan ada juga yang membiayai studi secara mandiri. Perbedaan itu tidak menjadi jarak. Justru di situlah letak kekayaan pengalaman yang membuat proses belajar terasa lebih hidup. Keseruan lain yang selalu dinantikan adalah perkuliahan bersama guest lecturer dari luar negeri. Momen seperti ini terasa istimewa karena kami dapat berinteraksi langsung dengan para pakar di bidangnya. Dari mereka, kami tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga inspirasi untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Belajar memang tidak pernah mengenal usia. Belajar adalah jalan bagi siapa pun yang memiliki tekad untuk terus bertumbuh dan memberi manfaat. Kadang saya berpikir, jika kita hanya melihat lingkungan yang itu-itu saja, kita akan mudah merasa cukup. Padahal, rasa cukup yang terlalu cepat sering kali membuat kita berhenti berkembang. Kita merasa aman di zona nyaman, menjalani rutinitas, menyelesaikan Tri Dharma, lalu menganggap semuanya sudah selesai. Benarkah demikian? Mungkin benar, sebagian dari kami menempuh pendidikan doktoral karena tuntutan institusi. Mungkin juga karena sejak awal telah memilih jalan hidup sebagai dosen. Apa pun alasannya, pada akhirnya perjalanan ini menghadirkan ruang pembelajaran yang berharga bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, melainkan juga tentang cara memandang hidup. Karena itu, tetaplah bersemangat. Perjalanan masih panjang, dan di depan sana selalu ada tantangan baru yang menunggu untuk ditaklukkan. Di balik segala kesibukan dan tuntutan, menjadi mahasiswa doktoral tetaplah sebuah pengalaman yang patut dinikmati dengan perasaan bahagia. Pewarta : Nisrina Ajrina Nur Hidayah (Dosen PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta)

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan

Semarak Idul Adha: HIMA PGSD Gelar Cerdas Cermat Islami untuk Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Berkarakter

Kegiatan dirancang guna menjadi sarana penguatan identitas keislaman sekaligus pengembangan potensi intelektual generasi muda, sejalan dengan cita-cita pendidikan karakter yang diusung dalam kurikulum PGSD. Tema ini mencerminkan semangat para mahasiswa HIMA PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dalam mendorong anak-anak santri TPA untuk tidak hanya unggul dalam hafalan dan pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan wawasan pengetahuan Islam yang luas. Kegiatan Cerdas Cermat dilaksanakan pada jumat 22 mei 2026 pukul 16.00 WIB – 18.00 WIB di Masjid Al – Amin Bale Asri Daerah Istimewa Yogyakarta dan dihadiri 40 Santri berjalan dengan sangat lancar, penuh antusias dan semangat. Pada hari pelaksanaan, para peserta yang merupakan santri-santri TPA dari berbagai kelompok usia telah hadir lebih awal dengan mengenakan seragam rapi dan wajah penuh antusias. Sebelum itu, Panitia mahasiswa HIMA PGSD menyiapkan seluruh perlengkapan, mulai dari papan skor, lembar soal yang tersusun rapi dalam tiga kategori, hingga dekorasi sederhana namun bermakna yang menambah semarak suasana. Acara dibuka dengan pembacaan doa Bersama dipimpin oleh MC, kemudian dilanjutkan sambutan hangat dari ketua panitia dan perwakilan pengasuh TPA Ibu Fitri.  Kegiatan di awali dengan salam, perkenalan, penyampaian tujuan kegiatan, serta menyanyikan lagu Islami. kegiatan pertama, dimulai dari pembagian kelompok di mana masing – masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Setiap kelompok didampingi pemateri dalam Langkah pembekalan. Selanjutnya, setiap kelompok dikumpulkan Kembali untuk memulai ajang perlombaan Cerdas Cermat Anak TPA. Dalam perlombaan setiap kelompok diberi 5 butir soal. Ketika salah satu kelompok tidak mampu menjawab maka soal dapat diserahkan kepada kelompok lain. Selanjutnya, terdapat sesi kuis cepat tepat setiap kelompok rebutan soal yang telah panitia bacakan. Pada tahap akhir perlombaan, yakni pengumuman pemenang serta pembagian hadiah. Dilanjutkan, pada tahap akhir acara Adalah penutupan. Para mahasiswa hima PGSD bertindak sebagai juri, pembaca soal dan pemandu acara secara bergantian dengan profesional. Keseluruhan rangkaian berjalan tepat waktu dan tertib berkat koordinasi yang matang. Di akhir acara, pengumuman pemenang disambut dengan antusias dan gembira oleh seluruh peserta. Para juara mendapatkan sertifikat penghargaan dan bingkisan menarik sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kecerdasan mereka. Melalui kegiatan Cerdas Cermat ini, seluruh mahasiswa hima PGSD yang terlibat berharap besar agar semangat belajar yang telah tumbuh dalam diri para santri TPA tidak padam begitu kegiatan selesai. Justru sebaliknya, kompetisi yang sehat dan menyenangkan ini diharapkan menjadi titik awal bagi para peserta untuk semakin mencintai ilmu agama, rajin mengulang hafalan, dan terus mengasah kemampuan berpikir mereka dalam suasana yang penuh kasih sayang dan kebersamaan. Hal serupa bagi mahasiswa HIMA PGSD sendiri, kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mengaplikasikan ilmu kependidikan yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Pengalaman ini menjadikan Langkah awal  serta pondasi yang kuat dalam meningkatkan kepekaan sosial dan kompetensi pedagogis mereka sebagai calon guru yang tidak hanya mampu mengajar di kelas formal, tetapi juga mampu merancang program pendidikan nonformal yang bermakna dan berdampak. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang terus digalakkan oleh mahasiswa HIMA PGSD di periode KKN berikutnya maupun oleh pengurus TPA secara mandiri. Dengan demikian, TPA Al-Amin Baleasr dapat tumbuh menjadi lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kecerdasan dan karakter anak-anak generasi penerus bangsa yang diharapkan menjadi pemimpin umat di masa mendatang. HIMA PGSD & Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd.

Pendidikan

SEUTAS KAIN, SEJUTA MAKNA DI TANGAN MAHASISWA​

SEUTAS KAIN, SEJUTA MAKNA DI TANGAN MAHASISWA Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, mahasiswa kerap dituntut untuk berlari tanpa jeda; mengejar tugas, nilai, dan ambisi yang tak pernah benar-benar selesai. Dunia hari ini seakan memuja kecepatan, seolah siapa yang paling cepat, dialah yang paling hebat. Padahal, tidak semua hal berharga lahir dari tergesa-gesa. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 1 justru menemukan pengalaman berbeda melalui kegiatan Project STEAM membatik yang dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, di bawah bimbingan dosen pengampu mata kuliah, Nisrina Ajrina, M.Pd. Momen itu hadir dalam sebuah Project STEAM–membatik yang sederhana, namun bagi kami momen itu meninggalkan kesan yang begitu dalam. Membatik bukan sekedar aktivitas seni, melainkan perjalanan rasa. Setiap titik yang ditorehkan dengan canting bukan hanya membentuk motif, tetapi juga melatih kesabaran. Dari proses menggambar pola, mencanting, mewarnai, hingga melorodkan malam, semuanya membutuhkan ketelatenan dan ketenangan yang nyaris bertolak belakang dengan ritme kehidupan modern. Bagi kami, membatik menjadi ruang jeda, tempat untuk “melambat” sejenak dari hiruk pikuk akademik. Di sana, waktu terasa lebih panjang, pikiran menjadi lebih jernih, dan tangan bekerja selaras dengan hati. Tidak ada tuntutan untuk cepat selesai, hanya ada proses yang harus dinikmati.   Selain sebagai sarana pengembangan kreativitas. Kegiatan membatik juga memperkenalkan mahasiswa pada nilai budaya yang terkandung dalam batik sebagai salah satu warisan khas Indonesia. Setiap motif memiliki makna filosofis yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga ikut memahami pentingnya menjaga identitas budaya bangsa. Project ini juga menjadi wujud penerapan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pembelajaran. Mahasiswa mempelajari bagaimana lilin dipanaskan pada suhu tertentu sebagai bagian dari aspek sains, menggunakan alat dengan teknik yang tepat sebagai unsur rekayasa. Lalu, menyusun pola dengan perhitungan tertentu sebagai penerapan matematika. Selanjutnya, mengekspresikan keindahan melalui motif sebagai bagian dari seni. Lebih dari sekadar tugas kuliah, pengalaman membatik memberikan pelajaran penting tentang makna proses. Tidak semua goresan menghasilkan bentuk sempurna, tidak semua warna sesuai harapan. Namun justru dari ketidaksempurnaan itulah mahasiswa belajar bahwa proses belajar tidak selalu tentang hasil akhir, melainkan tentang bagaimana seseorang memahami setiap tahap yang dilalui. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengungkapkan bahwa melalui membatik, mereka diajak untuk lebih menghargai setiap proses kecil. “melalui kegiatan membatik, kami seperti diajak untuk “melambat”, menghargai setiap titik lilin yang ditorehkan, setiap motif yang perlahan terbentuk dan setiap kesalahan kecil justru menjadi bagian dari keindahan”. Pada akhirnya, selembar kain yang awalnya kosong berubah menjadi karya penuh makna. Di tangan mahasiswa, kain tersebut bukan hanya hasil praktik pembelajaran, melainkan simbol perjalanan belajar tentang kesabaran, ketekunan, kreativitas, dan penghargaan terhadap proses. Pewarta : Nisrina Ajrina Nur Hidayah (Dosen PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta) Dinda Aura Latifah (Mahasiswa PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta)

Kabar & Informasi, Pendidikan

MILAD KE-2 & HALAL BI HALALUNIVERSITAS ISLAM MULIA YOGYAKARTA“Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan”

Universitas Islam Mulia Yogyakarta telah melaksanakan kegiatan Milad ke-2 dan Halal Bi Halal pada Selasa, 14 April 2026 dengan tema “Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan”. Acara ini diikuti oleh seluruh Civitas Akademika dari Dosen, Karyawan, hingga seluruh Mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Ini bukan hanya sekedar tempat untuk saling memaafkan melainkan sebagai wadah untuk menyambung dan mempererat tali silaturahim oleh seluruh civitas akademika Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Acara ini juga dimeriahkan oleh Narasumber yang begitu hebat yaitu Dr. Caraka Putra Bhakti., M.Pd. Acara dibuka oleh MC dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an untuk menambah keberkahan, yang dilantunkan oleh Zaidan Najhan Albanna Mahasiswa Program Studi S1 Informatika, Acara selanjutnya adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Ami Rahayu Mahasiswi Program Studi Administrasi Kesehatan, Memasuki rangkaian acara selanjutnya ialah sambutan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Amalia Ulya dan dilanjutkan sambutan oleh Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta, Bapak Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph.D, Setelah melewati beberapa rangkaian acara, tibalah momen yang paling ditunggu-tunggu yaitu Orasi Ilmiah “Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan” bersama Bapak Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. dan beliau dibersamai oleh Anisah Mahasiswi Program Studi Psikologi selaku Moderator. Sampailah dipenghujung acara yakni Doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Dede Suratman, M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Acara ini ditutup oleh Halal Bi Halal sekaligus makan bersama oleh seluruh civitas akademika Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Kegiatan ini memberikan kesan tersendiri yaitu antusias para Dosen, Karyawan, Mahasiswa yang sangat luar biasa, sehingga kebersamaan bisa terbangun dengan begitu hangat. Harapannya kebersamaan ini dapat terjaga dengan baik sehingga mampu memberikan kesan terbaik untuk kedepannya dan dapat membawa nama baik Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Pewarta : Amaliya Ulya

Pendidikan

Bincang Pakar: Knowledge Sharing Akuisisi Pengetahuan Lokal Naskah Buku

Yogyakarta, 5 Maret 2026 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk Zoom Meeting bertajuk “Bincang Pakar: Knowledge Sharing Akuisisi Pengetahuan Lokal Naskah Buku” pada Kamis, 5 Maret 2026, pukul 10.00–12.00 WIB. Acara ini menghadirkan Risma Wahyu Hartiningsih, Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (API) Pelaksana Fungsi Akuisisi Pengetahuan Direktorat RMPI BRIN, sebagai narasumber utama. Bertindak sebagai MC sekaligus moderator adalah Khairunisa, Kepala Perpustakaan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Acara ini merupakan wujud implementasi kegiatan dalam kerjasama antara Universitas Islam Mulia Yogyakarta dengan Direktorat Repositori Multimedia dan Penerbitan Ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional (RMPI BRIN).  Kegiatan diikuti oleh sekitar 45–48 peserta, terdiri dari dosen Universitas Islam Mulia Yogyakarta serta perwakilan dosen dari perguruan tinggi mitra kerja sama, yaitu: Universitas Gunung Kidul Institut Pertanian Yogyakarta STIE Isti Ekatana Upaweda STIMIK El Rahma Yogyakarta Universitas Siber Muhammadiyah Sekolah Tinggi Multi Media Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL) sebagai sumber inspirasi dalam penulisan naskah buku. Materi yang disampaikan mencakup: Pemanfaatan Layanan RMPI Ruang Lingkup Pengetahuan Lokal Kekayaan Intelektual Komunal Pengusul dan Kategori Karya. Apresiasi kepada pengusul karya. Skema Penerbitan APL Kategori Buku Kategori Buku untuk Program APL Tahun 2026 Alur Pelaksanaan Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Peserta antusias mengikuti sesi tanya jawab yang memperkaya diskusi, terutama terkait strategi integrasi pengetahuan lokal ke dalam literatur akademik dan tantangan pengembangannya. Peserta semakin tertarik saat narasumber menyebutkan bahwa naskah yang lolos seleksi dalam program APL Tahun 2026 akan mendapatkan insentif dari Direktorat RMPI BRIN.  Dokumentasi dan Sertifikat Video rekaman kegiatan dapat diakses melalui kanal resmi YouTube Universitas Islam Mulia Yogyakarta: [http://www.youtube.com/@uimyogya ] [link video] Materi presentasi narasumber tersedia dalam bentuk file PDF: [Bincang Pakar_Knowledge Sharing APL Kategori Buku_5 Maret (1).pdf] Sertifikat peserta kegiatan dapat diunduh melalui tautan berikut: [SERTIFIKAT APL 2026] Melalui kegiatan Bincang Pakar ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi global, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan Islami. Kegiatan selanjutnya akan di arahkan untuk lebih instensif, seperti pendampingan atau workshop akuisisi pengetahuan lokal hingga bisa terbit dan diakuisisi oleh Direktorat RMPI BRIN. Lampiran Dokumentasi :  Pewarta: Nurul Ariningtyas

Pendidikan

Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan : Aksi Nyata Divisi Keagamaan Hima PGSD

Yogyakarta 1 Maret 2026 – Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang penuh berkah dan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat tali silaturahmi. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci ini, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) menyelenggarakan kegiatan pembagian takjil sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh HIMA PGSD dan dilaksanakan pada Jum’at, 27 Februari 2026 Pukul 16:00 menjelang waktu berbuka puasa di Lampu merah Sedayu, Argomulyo Kab. Bantul, DIY. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini yakni “Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan”. Tema ini dipilih dengan maksud untuk menggambarkan semangat mahasiswa dalam berbagi kepada sesama serta menciptakan kebahagiaan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Pembagian takjil ditujukan kepada masyarakat umum, khususnya para pengguna jalan seperti pengendara motor, pejalan kaki, serta masyarakat sekitar yang melakukan perjalanan menjelang waktu berbuka guna membantu mereka yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka puasa. Para Panitia HIMA PGSD membagikan takjil dengan ramah dan tetap memperhatikan ketertiban lalu lintas sehingga kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh panitia. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat, serta menjadi ladang amal di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar. “Setiap langkah kecil yang kita lakukan dalam berbagi menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan yang luas. Mari terus menebar kebaikan, karena dari satu kebaikan yang tulus lahir kebahagiaan yang tak terhingga” Pewarta : Hima PGSD & Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd

Pendidikan

Mahasiswa UIM Yogyakarta Ikuti Pendampingan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di LLDIKTI Wilayah V

Yogyakarta, 6 Februari 2026 — Mahasiswa Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta mengikuti kegiatan Pendampingan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Kantor LLDIKTI Wilayah V pada Kamis–Jumat, 5–6 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan dari sekitar 24 perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, di antaranya Universitas Madani, Akademi Pertanian, Politeknik LPP Yogyakarta, Universitas Mercu Buana, Universitas Alma Ata, dan berbagai kampus lainnya. Pada kegiatan tersebut, UIM mengirimkan empat proposal PKM yang terdiri dari dua proposal dari Program Studi Psikologi, satu proposal dari Program Studi Kebidanan, dan satu proposal dari Program Studi Administrasi Kesehatan. Mahasiswa yang mewakili UIM adalah Amalia Ulya, Anissa Fahra, Ernita Armelia, dan Anisah (Prodi Psikologi), Widhi Triastika (Prodi Kebidanan), serta Amanda Awliyani (Prodi Administrasi Kesehatan). Kegiatan dibuka dengan arahan dari Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., yang menekankan pentingnya kualitas proposal serta kesiapan mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat nasional. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi seputar PKM dari tiga narasumber, yaitu Dr. apt. Lutfi Chabib, M.Sc. (Universitas Islam Indonesia), Dr. Sukinah, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Retno Purwandari, S.S., M.A. (Institut Seni Indonesia Yogyakarta). Setelah sesi pemaparan, mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai dengan narasumber untuk mendapatkan pendampingan intensif dalam penyusunan proposal, mulai dari penyusunan latar belakang, sistematika dan tata tulis, perencanaan anggaran biaya, hingga strategi penyusunan ide yang inovatif dan relevan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas, kemampuan riset, dan inovasi berbasis solusi nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai keterampilan penelitian, meningkatkan kemampuan analisis dalam mencari solusi atas berbagai persoalan, serta menumbuhkan kepekaan terhadap isu-isu strategis yang dihadapi bangsa Indonesia, baik dalam bidang sosial, pangan, energi, teknologi, maupun kesehatan. Partisipasi aktif mahasiswa UIM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik dan daya saing mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam menghadirkan gagasan inovatif bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Pewarta : Rahma

Pendidikan

Fakultas Pendidikan dan Humaniora UIM Yogyakarta Selenggarakan Kuliah Pakar tentang Motivasi Belajar

Yogyakarta — Fakultas Pendidikan dan Humaniora (FPH) Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Membangun Motivasi Belajar: Pendekatan Psikologi Humanistik dalam Pembelajaran dan Hubungannya dengan Nilai-nilai Keislaman” pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB dan dilaksanakan secara hibrid (luring dan daring). Kegiatan luring bertempat di Ruang Aula UIM Yogyakarta, sementara peserta daring mengikuti melalui platform zoom meeting. Kuliah pakar ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Humaniora (FPH) sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pengembangan keilmuan mahasiswa. Sebagai pemateri, FPH UIM Yogyakarta menghadirkan Dr. Raden Rachmy Diana, S.Psi., M.A., Psi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pendekatan psikologi humanistik menekankan pentingnya memahami peserta didik sebagai individu yang unik, memiliki potensi, kebutuhan, serta dorongan intrinsik dalam belajar. Motivasi belajar, menurutnya, tidak hanya dibangun melalui aspek kognitif, tetapi juga melalui pemenuhan aspek emosional dan nilai kemanusiaan. Lebih lanjut, Dr. Raden Rachmy Diana mengaitkan pendekatan psikologi humanistik dengan nilai-nilai keislaman, seperti penghargaan terhadap fitrah manusia, pengembangan potensi diri sebagai bentuk ibadah, serta pentingnya niat dan akhlak dalam proses pembelajaran. Integrasi ini dinilai relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan Islam guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkarakter. Melalui kegiatan kuliah pakar ini, Fakultas Pendidikan dan Humaniora UIM Yogyakarta berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya motivasi belajar serta mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang humanis dan islami dalam praktik pendidikan di masa depan. Pewarta : Junianto, M.Pd.

Pendidikan

Bimtek Kader Posyandu: Wujudkan Generasi Sehat, Remaja Hebat dan Launching Website Reaksi yang Bersinergi dengan Kelas Remaja Sehat

Bimtek Kader Posyandu: Wujudkan Generasi Sehat dan Remaja Hebat dengan Launching Website Reaksi Sambirejo, 12 Novermber – Bimtek Kader Posyandu Angkatan I kembali digelar di Kelurahan Sambirejo, Prambanan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama bagi remaja. Bimtek ini didanai oleh Kemendikti Saintek melalui Program Hibah Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Yulia Adhisty, SST., M.Kes bersama tim: Riadinata Shinta, SST., M.Kes; Mahardika Ratih Resti Andini, SKM., M.Kes; serta Anisa Anggraini dan Syahru Rizky Nasution. Sambutan Pembuka dari Lurah Sambirejo Kegiatan Bimtek Kader Posyandu dibuka oleh Lurah Sambirejo, Bapak Wahyu Nugroho, S.E., S.P. Beliau menegaskan bahwa kesehatan adalah investasi masa depan. Beliau mengapresiasi semangat kader posyandu dalam meningkatkan kompetensi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Pelatihan Dasar Kader Posyandu Materi utama disampaikan oleh Ibu Siti Puryanti. Pelatihan ini menekankan pentingnya penguasaan keterampilan dasar posyandu. Sistem layanan posyandu terdiri dari: Meja 1 – Pendaftaran Meja 2 – Pemeriksaan dan Pengukuran Meja 3 – Pencatatan dan Input Data Meja 4 – Tindak Lanjut oleh Tenaga Kesehatan Meja 5 – Edukasi dan Penyuluhan Melalui yel-yel “Sehat dimulai dari saya!”, peserta diingatkan bahwa perubahan gaya hidup sehat dimulai dari diri sendiri. Pencegahan Anemia dan Bahaya NAPZA Anemia pada remaja putri menjadi isu penting dalam Bimtek ini. Penyebab utama adalah kurangnya asupan zat besi dan pola makan tidak seimbang. Solusi yang dianjurkan antara lain: Konsumsi tablet tambah darah (TTD) Konsumsi makanan bergizi tinggi protein dan sayur Rutin berolahraga Materi juga menyoroti bahaya rokok dan NAPZA bagi remaja, terutama yang berpotensi memasuki masa kehamilan. Membangun Percaya Diri dan Kemampuan Kader Materi kedua disampaikan oleh Ibu Triwinarni dari Puskesmas Piyungan. Beliau menekankan pentingnya rasa percaya diri dan pemahaman kader terhadap sasaran layanan posyandu, mulai dari ibu hamil hingga lansia. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup: Hemoglobin (HB) Gula darah Kolesterol Asam urat Pemberian TTD Pelatihan ini tidak berhenti di ruangan, tetapi dilanjutkan melalui praktik langsung di posyandu masing-masing. Digitalisasi Posyandu: Website Reaksi Inovasi berikutnya dalam Bimtek Kader Posyandu ini adalah digitalisasi layanan melalui Website Reaksi. Sistem ini diperkenalkan oleh Bapak Masduki Rahmad dan memiliki dua keluaran utama: Basis data kesehatan remaja Sambirejo Notifikasi WhatsApp untuk pengingat pemeriksaan kesehatan Digitalisasi diharapkan mempercepat proses pencatatan dan meningkatkan akurasi data kesehatan masyarakat. Menggali Peluang Wirausaha Berbasis Herbal Sesi inspiratif diisi oleh Mba Septi, owner Sekar Jawi. Beliau berbagi pengalaman dalam mengolah rempah menjadi minuman sehat dan kosmetik herbal. Tradisi “Acaraki” yang sudah ada sejak Majapahit dinilai semakin relevan dengan tren wellness tourism saat ini. Kesimpulan Melalui Bimtek Kader Posyandu ini, para kader diharapkan semakin terampil, percaya diri, dan siap menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dan pelaku usaha lokal menjadi bukti bahwa gerakan kesehatan masyarakat dapat tumbuh dari bawah demi mewujudkan generasi remaja yang sehat dan berkualitas. Kontributor : Yulia Adhisty, SST., M.Kes

Scroll to Top