Pendidikan

Informasi komprehensif seputar iklim akademik kampus, mulai dari rangkuman kuliah pakar, info seminar nasional, bedah kurikulum baru, peluncuran buku, hingga tips sukses menempuh studi di perguruan tinggi.

Pendidikan

Serunya jadi Mahasiswa “Doktoral” katanya?

Banyak anggapan bahwa mahasiswa doktoral menjalani hari-hari yang penuh tekanan: riset tanpa henti, tumpukan jurnal, serta presentasi yang seolah tak pernah selesai. Benarkah demikian? Citra akademik memang sering tampak berat. Namun, di balik itu semua, ada sisi lain yang jarang terlihat. Menjadi mahasiswa doktoral ternyata bukan semata soal publikasi, indeksasi, atau mengejar kuartil jurnal tertentu. Ada proses belajar yang jauh lebih mendalam daripada sekadar capaian akademik. Sebelum melanjutkan, izinkan saya berpantun sejenak. Pagi-pagi membeli koran,Singgah sebentar membeli roti.Katanya doktoral penuh beban,Nyatanya seru menantang hati. “Cakep.” Begitulah jawaban yang hampir selalu muncul setiap kali pantun itu saya sampaikan. Sebagai mahasiswa doktoral, cara berpikir kami banyak dibentuk oleh ruang-ruang diskusi. Pada tahap ini, belajar bukan lagi sekadar menjawab pertanyaan dosen di kelas. Setiap pertemuan justru menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan perspektif dari kampus asal masing-masing. Dari diskusi-diskusi itulah, sering lahir ide-ide baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Kami datang dari latar yang beragam. Ada yang menempuh studi melalui tugas belajar, ada yang izin belajar. Ada pula yang memperoleh beasiswa, dan ada juga yang membiayai studi secara mandiri. Perbedaan itu tidak menjadi jarak. Justru di situlah letak kekayaan pengalaman yang membuat proses belajar terasa lebih hidup. Keseruan lain yang selalu dinantikan adalah perkuliahan bersama guest lecturer dari luar negeri. Momen seperti ini terasa istimewa karena kami dapat berinteraksi langsung dengan para pakar di bidangnya. Dari mereka, kami tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga inspirasi untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Belajar memang tidak pernah mengenal usia. Belajar adalah jalan bagi siapa pun yang memiliki tekad untuk terus bertumbuh dan memberi manfaat. Kadang saya berpikir, jika kita hanya melihat lingkungan yang itu-itu saja, kita akan mudah merasa cukup. Padahal, rasa cukup yang terlalu cepat sering kali membuat kita berhenti berkembang. Kita merasa aman di zona nyaman, menjalani rutinitas, menyelesaikan Tri Dharma, lalu menganggap semuanya sudah selesai. Benarkah demikian? Mungkin benar, sebagian dari kami menempuh pendidikan doktoral karena tuntutan institusi. Mungkin juga karena sejak awal telah memilih jalan hidup sebagai dosen. Apa pun alasannya, pada akhirnya perjalanan ini menghadirkan ruang pembelajaran yang berharga bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, melainkan juga tentang cara memandang hidup. Karena itu, tetaplah bersemangat. Perjalanan masih panjang, dan di depan sana selalu ada tantangan baru yang menunggu untuk ditaklukkan. Di balik segala kesibukan dan tuntutan, menjadi mahasiswa doktoral tetaplah sebuah pengalaman yang patut dinikmati dengan perasaan bahagia. Pewarta : Nisrina Ajrina Nur Hidayah (Dosen PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta)

Pendidikan

SEUTAS KAIN, SEJUTA MAKNA DI TANGAN MAHASISWA​

SEUTAS KAIN, SEJUTA MAKNA DI TANGAN MAHASISWA Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, mahasiswa kerap dituntut untuk berlari tanpa jeda; mengejar tugas, nilai, dan ambisi yang tak pernah benar-benar selesai. Dunia hari ini seakan memuja kecepatan, seolah siapa yang paling cepat, dialah yang paling hebat. Padahal, tidak semua hal berharga lahir dari tergesa-gesa. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 1 justru menemukan pengalaman berbeda melalui kegiatan Project STEAM membatik yang dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, di bawah bimbingan dosen pengampu mata kuliah, Nisrina Ajrina, M.Pd. Momen itu hadir dalam sebuah Project STEAM–membatik yang sederhana, namun bagi kami momen itu meninggalkan kesan yang begitu dalam. Membatik bukan sekedar aktivitas seni, melainkan perjalanan rasa. Setiap titik yang ditorehkan dengan canting bukan hanya membentuk motif, tetapi juga melatih kesabaran. Dari proses menggambar pola, mencanting, mewarnai, hingga melorodkan malam, semuanya membutuhkan ketelatenan dan ketenangan yang nyaris bertolak belakang dengan ritme kehidupan modern. Bagi kami, membatik menjadi ruang jeda, tempat untuk “melambat” sejenak dari hiruk pikuk akademik. Di sana, waktu terasa lebih panjang, pikiran menjadi lebih jernih, dan tangan bekerja selaras dengan hati. Tidak ada tuntutan untuk cepat selesai, hanya ada proses yang harus dinikmati.   Selain sebagai sarana pengembangan kreativitas. Kegiatan membatik juga memperkenalkan mahasiswa pada nilai budaya yang terkandung dalam batik sebagai salah satu warisan khas Indonesia. Setiap motif memiliki makna filosofis yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga ikut memahami pentingnya menjaga identitas budaya bangsa. Project ini juga menjadi wujud penerapan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pembelajaran. Mahasiswa mempelajari bagaimana lilin dipanaskan pada suhu tertentu sebagai bagian dari aspek sains, menggunakan alat dengan teknik yang tepat sebagai unsur rekayasa. Lalu, menyusun pola dengan perhitungan tertentu sebagai penerapan matematika. Selanjutnya, mengekspresikan keindahan melalui motif sebagai bagian dari seni. Lebih dari sekadar tugas kuliah, pengalaman membatik memberikan pelajaran penting tentang makna proses. Tidak semua goresan menghasilkan bentuk sempurna, tidak semua warna sesuai harapan. Namun justru dari ketidaksempurnaan itulah mahasiswa belajar bahwa proses belajar tidak selalu tentang hasil akhir, melainkan tentang bagaimana seseorang memahami setiap tahap yang dilalui. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengungkapkan bahwa melalui membatik, mereka diajak untuk lebih menghargai setiap proses kecil. “melalui kegiatan membatik, kami seperti diajak untuk “melambat”, menghargai setiap titik lilin yang ditorehkan, setiap motif yang perlahan terbentuk dan setiap kesalahan kecil justru menjadi bagian dari keindahan”. Pada akhirnya, selembar kain yang awalnya kosong berubah menjadi karya penuh makna. Di tangan mahasiswa, kain tersebut bukan hanya hasil praktik pembelajaran, melainkan simbol perjalanan belajar tentang kesabaran, ketekunan, kreativitas, dan penghargaan terhadap proses. Pewarta : Nisrina Ajrina Nur Hidayah (Dosen PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta) Dinda Aura Latifah (Mahasiswa PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta)

Kabar & Informasi, Pendidikan

MILAD KE-2 & HALAL BI HALALUNIVERSITAS ISLAM MULIA YOGYAKARTA“Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan”

Universitas Islam Mulia Yogyakarta telah melaksanakan kegiatan Milad ke-2 dan Halal Bi Halal pada Selasa, 14 April 2026 dengan tema “Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan”. Acara ini diikuti oleh seluruh Civitas Akademika dari Dosen, Karyawan, hingga seluruh Mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Ini bukan hanya sekedar tempat untuk saling memaafkan melainkan sebagai wadah untuk menyambung dan mempererat tali silaturahim oleh seluruh civitas akademika Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Acara ini juga dimeriahkan oleh Narasumber yang begitu hebat yaitu Dr. Caraka Putra Bhakti., M.Pd. Acara dibuka oleh MC dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an untuk menambah keberkahan, yang dilantunkan oleh Zaidan Najhan Albanna Mahasiswa Program Studi S1 Informatika, Acara selanjutnya adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Ami Rahayu Mahasiswi Program Studi Administrasi Kesehatan, Memasuki rangkaian acara selanjutnya ialah sambutan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Amalia Ulya dan dilanjutkan sambutan oleh Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta, Bapak Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph.D, Setelah melewati beberapa rangkaian acara, tibalah momen yang paling ditunggu-tunggu yaitu Orasi Ilmiah “Mengikat Persaudaraan Menyambut Kemenangan” bersama Bapak Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. dan beliau dibersamai oleh Anisah Mahasiswi Program Studi Psikologi selaku Moderator. Sampailah dipenghujung acara yakni Doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Dede Suratman, M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Acara ini ditutup oleh Halal Bi Halal sekaligus makan bersama oleh seluruh civitas akademika Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Kegiatan ini memberikan kesan tersendiri yaitu antusias para Dosen, Karyawan, Mahasiswa yang sangat luar biasa, sehingga kebersamaan bisa terbangun dengan begitu hangat. Harapannya kebersamaan ini dapat terjaga dengan baik sehingga mampu memberikan kesan terbaik untuk kedepannya dan dapat membawa nama baik Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Pewarta : Amaliya Ulya

Pendidikan

Bincang Pakar: Knowledge Sharing Akuisisi Pengetahuan Lokal Naskah Buku

Yogyakarta, 5 Maret 2026 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk Zoom Meeting bertajuk “Bincang Pakar: Knowledge Sharing Akuisisi Pengetahuan Lokal Naskah Buku” pada Kamis, 5 Maret 2026, pukul 10.00–12.00 WIB. Acara ini menghadirkan Risma Wahyu Hartiningsih, Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (API) Pelaksana Fungsi Akuisisi Pengetahuan Direktorat RMPI BRIN, sebagai narasumber utama. Bertindak sebagai MC sekaligus moderator adalah Khairunisa, Kepala Perpustakaan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Acara ini merupakan wujud implementasi kegiatan dalam kerjasama antara Universitas Islam Mulia Yogyakarta dengan Direktorat Repositori Multimedia dan Penerbitan Ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional (RMPI BRIN).  Kegiatan diikuti oleh sekitar 45–48 peserta, terdiri dari dosen Universitas Islam Mulia Yogyakarta serta perwakilan dosen dari perguruan tinggi mitra kerja sama, yaitu: Universitas Gunung Kidul Institut Pertanian Yogyakarta STIE Isti Ekatana Upaweda STIMIK El Rahma Yogyakarta Universitas Siber Muhammadiyah Sekolah Tinggi Multi Media Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL) sebagai sumber inspirasi dalam penulisan naskah buku. Materi yang disampaikan mencakup: Pemanfaatan Layanan RMPI Ruang Lingkup Pengetahuan Lokal Kekayaan Intelektual Komunal Pengusul dan Kategori Karya. Apresiasi kepada pengusul karya. Skema Penerbitan APL Kategori Buku Kategori Buku untuk Program APL Tahun 2026 Alur Pelaksanaan Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Peserta antusias mengikuti sesi tanya jawab yang memperkaya diskusi, terutama terkait strategi integrasi pengetahuan lokal ke dalam literatur akademik dan tantangan pengembangannya. Peserta semakin tertarik saat narasumber menyebutkan bahwa naskah yang lolos seleksi dalam program APL Tahun 2026 akan mendapatkan insentif dari Direktorat RMPI BRIN.  Dokumentasi dan Sertifikat Video rekaman kegiatan dapat diakses melalui kanal resmi YouTube Universitas Islam Mulia Yogyakarta: [http://www.youtube.com/@uimyogya ] [link video] Materi presentasi narasumber tersedia dalam bentuk file PDF: [Bincang Pakar_Knowledge Sharing APL Kategori Buku_5 Maret (1).pdf] Sertifikat peserta kegiatan dapat diunduh melalui tautan berikut: [SERTIFIKAT APL 2026] Melalui kegiatan Bincang Pakar ini, Universitas Islam Mulia Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi global, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan Islami. Kegiatan selanjutnya akan di arahkan untuk lebih instensif, seperti pendampingan atau workshop akuisisi pengetahuan lokal hingga bisa terbit dan diakuisisi oleh Direktorat RMPI BRIN. Lampiran Dokumentasi :  Pewarta: Nurul Ariningtyas

Pendidikan

Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan : Aksi Nyata Divisi Keagamaan Hima PGSD

Yogyakarta 1 Maret 2026 – Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang penuh berkah dan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat tali silaturahmi. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci ini, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) menyelenggarakan kegiatan pembagian takjil sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh HIMA PGSD dan dilaksanakan pada Jum’at, 27 Februari 2026 Pukul 16:00 menjelang waktu berbuka puasa di Lampu merah Sedayu, Argomulyo Kab. Bantul, DIY. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini yakni “Berbagi Kebaikan, Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan”. Tema ini dipilih dengan maksud untuk menggambarkan semangat mahasiswa dalam berbagi kepada sesama serta menciptakan kebahagiaan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Pembagian takjil ditujukan kepada masyarakat umum, khususnya para pengguna jalan seperti pengendara motor, pejalan kaki, serta masyarakat sekitar yang melakukan perjalanan menjelang waktu berbuka guna membantu mereka yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka puasa. Para Panitia HIMA PGSD membagikan takjil dengan ramah dan tetap memperhatikan ketertiban lalu lintas sehingga kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh panitia. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat, serta menjadi ladang amal di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar. “Setiap langkah kecil yang kita lakukan dalam berbagi menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan yang luas. Mari terus menebar kebaikan, karena dari satu kebaikan yang tulus lahir kebahagiaan yang tak terhingga” Pewarta : Hima PGSD & Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd

Pendidikan

Mahasiswa UIM Yogyakarta Ikuti Pendampingan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di LLDIKTI Wilayah V

Yogyakarta, 6 Februari 2026 — Mahasiswa Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta mengikuti kegiatan Pendampingan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Kantor LLDIKTI Wilayah V pada Kamis–Jumat, 5–6 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan dari sekitar 24 perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, di antaranya Universitas Madani, Akademi Pertanian, Politeknik LPP Yogyakarta, Universitas Mercu Buana, Universitas Alma Ata, dan berbagai kampus lainnya. Pada kegiatan tersebut, UIM mengirimkan empat proposal PKM yang terdiri dari dua proposal dari Program Studi Psikologi, satu proposal dari Program Studi Kebidanan, dan satu proposal dari Program Studi Administrasi Kesehatan. Mahasiswa yang mewakili UIM adalah Amalia Ulya, Anissa Fahra, Ernita Armelia, dan Anisah (Prodi Psikologi), Widhi Triastika (Prodi Kebidanan), serta Amanda Awliyani (Prodi Administrasi Kesehatan). Kegiatan dibuka dengan arahan dari Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., yang menekankan pentingnya kualitas proposal serta kesiapan mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat nasional. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi seputar PKM dari tiga narasumber, yaitu Dr. apt. Lutfi Chabib, M.Sc. (Universitas Islam Indonesia), Dr. Sukinah, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Retno Purwandari, S.S., M.A. (Institut Seni Indonesia Yogyakarta). Setelah sesi pemaparan, mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai dengan narasumber untuk mendapatkan pendampingan intensif dalam penyusunan proposal, mulai dari penyusunan latar belakang, sistematika dan tata tulis, perencanaan anggaran biaya, hingga strategi penyusunan ide yang inovatif dan relevan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas, kemampuan riset, dan inovasi berbasis solusi nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai keterampilan penelitian, meningkatkan kemampuan analisis dalam mencari solusi atas berbagai persoalan, serta menumbuhkan kepekaan terhadap isu-isu strategis yang dihadapi bangsa Indonesia, baik dalam bidang sosial, pangan, energi, teknologi, maupun kesehatan. Partisipasi aktif mahasiswa UIM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik dan daya saing mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam menghadirkan gagasan inovatif bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Pewarta : Rahma

Pendidikan

Fakultas Pendidikan dan Humaniora UIM Yogyakarta Selenggarakan Kuliah Pakar tentang Motivasi Belajar

Yogyakarta — Fakultas Pendidikan dan Humaniora (FPH) Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Membangun Motivasi Belajar: Pendekatan Psikologi Humanistik dalam Pembelajaran dan Hubungannya dengan Nilai-nilai Keislaman” pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB dan dilaksanakan secara hibrid (luring dan daring). Kegiatan luring bertempat di Ruang Aula UIM Yogyakarta, sementara peserta daring mengikuti melalui platform zoom meeting. Kuliah pakar ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Humaniora (FPH) sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pengembangan keilmuan mahasiswa. Sebagai pemateri, FPH UIM Yogyakarta menghadirkan Dr. Raden Rachmy Diana, S.Psi., M.A., Psi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pendekatan psikologi humanistik menekankan pentingnya memahami peserta didik sebagai individu yang unik, memiliki potensi, kebutuhan, serta dorongan intrinsik dalam belajar. Motivasi belajar, menurutnya, tidak hanya dibangun melalui aspek kognitif, tetapi juga melalui pemenuhan aspek emosional dan nilai kemanusiaan. Lebih lanjut, Dr. Raden Rachmy Diana mengaitkan pendekatan psikologi humanistik dengan nilai-nilai keislaman, seperti penghargaan terhadap fitrah manusia, pengembangan potensi diri sebagai bentuk ibadah, serta pentingnya niat dan akhlak dalam proses pembelajaran. Integrasi ini dinilai relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan Islam guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkarakter. Melalui kegiatan kuliah pakar ini, Fakultas Pendidikan dan Humaniora UIM Yogyakarta berharap mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya motivasi belajar serta mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang humanis dan islami dalam praktik pendidikan di masa depan. Pewarta : Junianto, M.Pd.

Pendidikan

Bimtek Kader Posyandu: Wujudkan Generasi Sehat, Remaja Hebat dan Launching Website Reaksi yang Bersinergi dengan Kelas Remaja Sehat

Bimtek Kader Posyandu: Wujudkan Generasi Sehat dan Remaja Hebat dengan Launching Website Reaksi Sambirejo, 12 Novermber – Bimtek Kader Posyandu Angkatan I kembali digelar di Kelurahan Sambirejo, Prambanan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama bagi remaja. Bimtek ini didanai oleh Kemendikti Saintek melalui Program Hibah Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Yulia Adhisty, SST., M.Kes bersama tim: Riadinata Shinta, SST., M.Kes; Mahardika Ratih Resti Andini, SKM., M.Kes; serta Anisa Anggraini dan Syahru Rizky Nasution. Sambutan Pembuka dari Lurah Sambirejo Kegiatan Bimtek Kader Posyandu dibuka oleh Lurah Sambirejo, Bapak Wahyu Nugroho, S.E., S.P. Beliau menegaskan bahwa kesehatan adalah investasi masa depan. Beliau mengapresiasi semangat kader posyandu dalam meningkatkan kompetensi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Pelatihan Dasar Kader Posyandu Materi utama disampaikan oleh Ibu Siti Puryanti. Pelatihan ini menekankan pentingnya penguasaan keterampilan dasar posyandu. Sistem layanan posyandu terdiri dari: Meja 1 – Pendaftaran Meja 2 – Pemeriksaan dan Pengukuran Meja 3 – Pencatatan dan Input Data Meja 4 – Tindak Lanjut oleh Tenaga Kesehatan Meja 5 – Edukasi dan Penyuluhan Melalui yel-yel “Sehat dimulai dari saya!”, peserta diingatkan bahwa perubahan gaya hidup sehat dimulai dari diri sendiri. Pencegahan Anemia dan Bahaya NAPZA Anemia pada remaja putri menjadi isu penting dalam Bimtek ini. Penyebab utama adalah kurangnya asupan zat besi dan pola makan tidak seimbang. Solusi yang dianjurkan antara lain: Konsumsi tablet tambah darah (TTD) Konsumsi makanan bergizi tinggi protein dan sayur Rutin berolahraga Materi juga menyoroti bahaya rokok dan NAPZA bagi remaja, terutama yang berpotensi memasuki masa kehamilan. Membangun Percaya Diri dan Kemampuan Kader Materi kedua disampaikan oleh Ibu Triwinarni dari Puskesmas Piyungan. Beliau menekankan pentingnya rasa percaya diri dan pemahaman kader terhadap sasaran layanan posyandu, mulai dari ibu hamil hingga lansia. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup: Hemoglobin (HB) Gula darah Kolesterol Asam urat Pemberian TTD Pelatihan ini tidak berhenti di ruangan, tetapi dilanjutkan melalui praktik langsung di posyandu masing-masing. Digitalisasi Posyandu: Website Reaksi Inovasi berikutnya dalam Bimtek Kader Posyandu ini adalah digitalisasi layanan melalui Website Reaksi. Sistem ini diperkenalkan oleh Bapak Masduki Rahmad dan memiliki dua keluaran utama: Basis data kesehatan remaja Sambirejo Notifikasi WhatsApp untuk pengingat pemeriksaan kesehatan Digitalisasi diharapkan mempercepat proses pencatatan dan meningkatkan akurasi data kesehatan masyarakat. Menggali Peluang Wirausaha Berbasis Herbal Sesi inspiratif diisi oleh Mba Septi, owner Sekar Jawi. Beliau berbagi pengalaman dalam mengolah rempah menjadi minuman sehat dan kosmetik herbal. Tradisi “Acaraki” yang sudah ada sejak Majapahit dinilai semakin relevan dengan tren wellness tourism saat ini. Kesimpulan Melalui Bimtek Kader Posyandu ini, para kader diharapkan semakin terampil, percaya diri, dan siap menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dan pelaku usaha lokal menjadi bukti bahwa gerakan kesehatan masyarakat dapat tumbuh dari bawah demi mewujudkan generasi remaja yang sehat dan berkualitas. Kontributor : Yulia Adhisty, SST., M.Kes

Pendidikan

Penyuluhan Promosi Kesehatan Tentang Keluarga Berencana (KB) untuk Pasangan Usia Subur di Pedes Argomulyo, Sedayu, Bantul oleh Mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta

Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) melaksanakan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan tentang Keluarga Berencana (KB) kepada pasangan usia subur (PUS) di wilayah RT 07, Pedes, Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.   Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 1 November 2025, dengan dosen pembimbing Ibu Sri Widarti, S.Si.T., MKM yang turut mendampingi dan memberikan arahan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkelanjutan melalui penggunaan alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan.      Dalam kegiatan penyuluhan ini, para mahasiswa D3 Kebidanan UIMY berperan aktif sebagai pendidik dan fasilitator kesehatan, dengan menyampaikan materi secara komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Penyuluhan dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan metode diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat berinteraksi secara terbuka dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penggunaan alat kontrasepsi. Suasana kegiatan berlangsung dengan sangat antusias, ditunjukkan oleh partisipasi aktif para pasangan usia subur yang hadir dan rasa ingin tahu mereka terhadap berbagai informasi mengenai KB.     Materi penyuluhan dimulai dengan penjelasan tentang pengertian Keluarga Berencana (KB). Para mahasiswa menjelaskan bahwa KB merupakan upaya untuk membantu pasangan suami istri dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak melalui penggunaan metode kontrasepsi yang aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan individu. Program KB juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat secara umum.     Selanjutnya, disampaikan pula materi mengenai macam-macam alat kontrasepsi (Alkon) yang umum digunakan di Indonesia. Jenis-jenis Alkon yang diperkenalkan antara lain kontrasepsi hormonal (seperti pil, suntik, dan implan), kontrasepsi non-hormonal (seperti kondom, IUD atau spiral), serta metode mantap (tubektomi dan vasektomi). Mahasiswa juga menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing metode agar peserta dapat menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan, usia, serta rencana kehamilan mereka di masa depan.       Bagian penting lain dalam penyuluhan ini adalah penjelasan mengenai cara kerja dari masing-masing alat kontrasepsi. Misalnya, kontrasepsi hormonal bekerja dengan menekan ovulasi dan mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit mencapai sel telur, sedangkan IUD berfungsi dengan mencegah pertemuan sperma dan ovum di dalam rahim. Pemahaman mengenai cara kerja ini diharapkan membantu peserta memahami mekanisme dasar dari alat kontrasepsi yang mereka pilih, sehingga dapat menggunakannya dengan benar dan efektif.    Mahasiswa juga memaparkan tentang efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan alat kontrasepsi, seperti perubahan pola haid, peningkatan berat badan, nyeri kepala ringan, atau gangguan emosional pada pengguna kontrasepsi hormonal. Penjelasan ini disampaikan dengan menekankan bahwa sebagian besar efek samping bersifat sementara dan tidak berbahaya, serta dapat diatasi dengan konsultasi kepada tenaga kesehatan. Selain itu, disampaikan pula kontraindikasi penggunaan Alkon, yaitu kondisi tertentu di mana seseorang tidak disarankan menggunakan metode kontrasepsi tertentu, misalnya pada wanita dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi berat, atau gangguan pembekuan darah untuk metode hormonal, serta infeksi panggul untuk metode IUD.     Selama sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta tampak sangat antusias dalam menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pengalaman mereka dalam menggunakan alat kontrasepsi, serta mencari saran mengenai metode yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga mereka. Mahasiswa menjawab setiap pertanyaan dengan penuh perhatian dan berdasarkan pengetahuan ilmiah yang telah mereka pelajari di bangku perkuliahan, dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan yang berlaku di masyarakat setempat.     Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari, tetapi juga memperkuat kemampuan komunikasi, empati, dan profesionalisme sebagai calon tenaga kesehatan yang akan terjun langsung ke masyarakat. Di sisi lain, masyarakat RT 07 Pedes Argomulyo mendapatkan manfaat nyata berupa peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya keluarga berencana sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga.    Kegiatan penyuluhan promosi kesehatan tentang KB ini diharapkan menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mendukung program pemerintah dalam menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan serta mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkualitas. Universitas Islam Mulia Yogyakarta melalui Program Studi D3 Kebidanan berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai wilayah sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dan kontribusi dalam mencetak bidan profesional yang berintegritas tinggi dan berorientasi pada pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Penulis : Ellina Qurrota A’yun Aulia Az Zahroh Mahasiswi Prodi D-3 Kebidanan ’23 Universitas Islam Mulia Yogyakarta

AKSI UIM (Artikel Kritis dan Solutif Mahasiswa UIM), Pendidikan

Divisi Keilmuan BEM Menyelenggarakan Kelas Penulis Akademik

Sebagai bagian dari upaya mahasiswa untuk membiasakan budaya akademik yang kuat dan berkelanjutan, Divisi Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Mulia Yogyakarta melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kelas Penulis Akademik (Dari Rumah Jurnal Ke Daftar Pustaka: Cara Nugas Yang Benar)”. Dipandu oleh Wahno (Administrasi Kesehatan ’22) dan Nurrida Shafa (Perpustakaan dan Sains Informasi ’23), kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Oktober 2025 dan ditujukan khusus bagi mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta sebagai langkah awal dalam mengenalkan dan membekali mereka dengan kemampuan dasar dalam penulisan ilmiah yang sistematis, kritis, dan beretika.    Dalam dunia akademik, kemampuan menulis karya ilmiah bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan merupakan sarana untuk mengekspresikan gagasan ilmiah, menganalisis fenomena, serta menyampaikan hasil pemikiran berdasarkan landasan teori dan referensi yang kredibel. Oleh karena itu, melalui program “Kelas Penulis Akademik” ini, UKM Literasi berusaha memberikan pendampingan intensif agar mahasiswa baru mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip penulisan akademik sejak dini.      Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dengan pengenalan dasar-dasar penyusunan makalah akademik yang meliputi struktur umum sebuah karya ilmiah, mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, pembahasan, hingga kesimpulan. Para peserta dibimbing untuk memahami bagaimana setiap bagian memiliki peran penting dalam menyampaikan gagasan secara runtut dan logis, serta bagaimana bahasa ilmiah digunakan untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas tulisan.       Selain itu, materi tentang pencarian referensi ilmiah yang kredibel juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai portal jurnal ilmiah nasional dan internasional, seperti Google Scholar, Garuda, dan DOAJ, serta diajarkan cara menilai keaslian dan relevansi sumber pustaka yang digunakan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara sumber referensi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan sumber informasi yang tidak memenuhi standar ilmiah.       Tidak hanya berhenti pada pencarian referensi, peserta juga diberikan pelatihan praktis tentang cara membuat kutipan dan daftar pustaka baik secara manual maupun otomatis menggunakan berbagai perangkat bantu seperti Mendeley. Melalui sesi ini, mahasiswa belajar pentingnya etika akademik, khususnya dalam menghindari praktik plagiarisme dan menghargai hak cipta penulis lain. Dengan memahami teknik sitasi yang benar, mahasiswa dapat menulis dengan jujur dan bertanggung jawab secara ilmiah. Kegiatan “Kelas Penulis Akademik” ini tidak hanya bersifat pembekalan teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk langsung mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh. Melalui sesi latihan penulisan, diskusi kelompok, serta pendampingan oleh mentor dari UKM Literasi, mahasiswa diajak untuk menghasilkan karya tulis sederhana yang sesuai dengan kaidah akademik. Proses ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk membangun portofolio akademik dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menulis.      Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Universitas Islam Mulia Yogyakarta dapat memahami bahwa menulis akademik bukanlah sekadar tugas kuliah, melainkan merupakan bentuk kontribusi ilmiah bagi masyarakat luas. Keterampilan ini akan menjadi modal penting dalam perjalanan akademik mereka, baik dalam menyusun tugas perkuliahan, karya ilmiah, maupun penelitian di masa mendatang.   Divisi Keilmuan BEM UIMY bersama UKM Literasi berkomitmen untuk terus menciptakan ruang belajar yang inspiratif dan produktif bagi seluruh mahasiswa. “Kelas Penulis Akademik” menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut—sebuah langkah kecil namun bermakna dalam membangun generasi akademisi muda yang literat, kritis, dan berintegritas tinggi. Nb. Kegiatan ini dikonsep dalam bentuk berseri, jadi bakal ada sesi keduanya. Sampai jumpa di sesi selanjutnya! Penulis : Ellina Qurrota A’yun Aulia Az Zahroh Koordinator Divisi Keilmuan & Bisnis

Scroll to Top