Pendidikan

Informasi komprehensif seputar iklim akademik kampus, mulai dari rangkuman kuliah pakar, info seminar nasional, bedah kurikulum baru, peluncuran buku, hingga tips sukses menempuh studi di perguruan tinggi.

Kabar & Informasi, Karya Dosen, Pendidikan

Universitas Islam Mulia Yogyakarta Gelar Sosialisasi Juknis dan Demo Sistem SKKM

YOGYAKARTA – Dalam upaya memperkuat pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kesiapan kerja mahasiswa, Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) dan Demo Sistem Satuan Kredit Kegiatan Mahasiswa (SKKM) pada Jumat, 31 Juli 2026 secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.45 WIB ini diikuti secara antusias oleh mahasiswa aktif dari 8 Program Studi serta jajaran Dosen Penasihat Akademik (DPA) dari berbagai program studi di lingkungan UIM Yogyakarta. Jalannya acara dipandu oleh MC yaitu Junianto, M. Pd., selaku Dekan Fakultas Sains Psikologi dan Pendidikan. Acara dibuka langsung oleh Drs. Nur Hidayat Pamungkas, M.Pd., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Pesantren. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya SKKM sebagai instrumen pengakuan akademik atas aktivitas mahasiswa di luar perkuliahan. Beliau juga menyampaikan terkait kebijakan Universitas tentang kegiatan SKKM ini. “SKKM hadir bukan sekadar pemenuhan beban angka kredit, melainkan untuk menyeimbangkan kompetensi akademik (hard skills) dan kompetensi kepribadian (soft skills). Angka kredit SKKM ini menjadi syarat wajib bagi mahasiswa untuk menempuh Seminar Hasil/Skripsi serta pendorong penerbitan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).” — Drs. Nur Hidayat Pamungkas, M.Pd. Sesi kedua dilanjutkan dengan melihat video demo dan panduan teknis penggunaan Sistem SKKM yang disampaikan oleh Panggah Widiandana, M.Kom. Pada sesi ini, peserta dibekali tata cara pengajuan dokumen, alur verifikasi oleh DPA, hingga pemantauan akumulasi poin SKKM secara transparan melalui sistem informasi akademik. Informasi dan Akses Berkas Kegiatan Bagi seluruh akademika UIM Yogyakarta yang ingin meninjau kembali materi, mengunduh panduan, atau mengambil sertifikat kepesertaan, silakan mengakses tautan di bawah ini: 📚 Buku Panduan/Juknis SKKM 2026: https://drive.google.com/file/d/1v35EkTAzi_td278ENH90f_p7IMDmIH67/view?usp=sharing  📚 Materi Sosialisasi SKKM 2026: https://drive.google.com/file/d/1XYaFZsdfp5nUcZZ8OlB-TbLAFIdpOZG7/view?usp=sharing 🎥 Video Demo Sistem SKKM UIMY: [Saksikan Ulang di YouTube]  🎥 Rekaman Video Sesi Zoom: [Saksikan Ulang di YouTube] 📜 E-Sertifikat Peserta: https://drive.google.com/drive/folders/1qQegNDIPMcZ2-oTBFxz0FzMdynZYumuh?usp=sharing Pewarta : Nurul Ariningtyas

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan, RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Peduli Jiwa Remaja, Mahasiswa FPP UIMY Gelar Edukasi Kesehatan Mental di Panti Asuhan Mafaza

  Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan kehidupan yang dihadapi generasi muda saat ini, kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Banyak remaja yang belum memahami cara mengenali, menerima, dan mengelola perasaannya sendiri, oleh karena itu, edukasi mengenai kesehatan mental sejak dini menjadi kebutuhan mendesak yang harus terus digaungkan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa semester dua Fakultas Psikologi dan Pendidikan melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa kegiatan edukatif bertema “Literasi Kesehatan Mental: Edukasi dan Peningkatan Kesadaran Mental bagi Remaja”. Program ini bertujuan agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami konsep kesehatan mental serta mampu mengidentifikasi tanda-tanda stres, kecemasan, atau gangguan emosional sedini mungkin. Sebelum kegiatan dimulai, panitia yang terdiri dari Muhammad Arga Hidayatullah, Syai Mukti Hidayatul Falikhin, Ervita Sutarto, Sani Nuramalia, Azzahra Yasmin Aulia, dan Yusniar Hama Lelu telah menyiapkan segala perlengkapan dengan matang demi kelancaran acara. Kegiatan ini resmi dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Juli 2026 pukul 16.00 WIB–17.45 WIB bertempat di Panti Asuhan Yatim & Dhu’afa Mafaza, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan dihadiri oleh 11 anak panti asuhan. Acara berlangsung dengan lancar, penuh antusiasme, dan disambut hangat oleh para peserta.  Kegiatan diawali dengan salam pembuka, perkenalan, serta penyampaian tujuan acara. Selanjutnya, para peserta diajak untuk memahami apa itu kesehatan mental, mengenali tanda-tanda ketika pikiran atau hati terasa berat, serta belajar cara-cara sederhana namun bermakna dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, cerita, dan sesi diskusi terbuka. Menariknya, dalam kegiatan ini terdapat sesi khusus di mana anak-anak diminta untuk menuliskan keluh kesah, kecemasan, atau perasaan yang sedang mereka pendam di selembar kertas yang telah dibagikan oleh panitia. Untuk menjaga kenyamanan dan privasi, kertas-kertas yang telah dikumpulkan tersebut tidak dibacakan di depan umum. Sesi expressive writing (menulis ekspresif) ini bertujuan sebagai media katarsis atau pelepasan emosi, agar anak-anak tahu bahwa mengeluarkan isi hati melalui tulisan adalah salah satu cara sehat untuk meredakan beban pikiran. Dalam kegiatan ini, para pemateri turut berperan aktif sebagai fasilitator, pendengar, sekaligus pemandu jalannya sesi diskusi agar suasana tetap hangat, terbuka, dan penuh kebersamaan. Anak-anak panti tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pembukaan, penyampaian materi, hingga sesi foto bersama sebagai penutup kegiatan. Melalui kegiatan Literasi Kesehatan Mental ini, diharapkan anak-anak dan remaja penerima manfaat dapat semakin memiliki kesadaran serta pemahaman yang baik mengenai kesehatan mental, sekaligus mampu menerapkan langkah-langkah positif dalam menjaga keseimbangan emosional pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi kesehatan mental dapat disampaikan dengan cara yang hangat dan menyenangkan tanpa menghilangkan esensi pentingnya. Semoga semangat berbagi ilmu dan kepedulian ini terus dapat menginspirasi serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi tumbuh kembang anak-anak Panti Asuhan Yatim & Dhu’afa Mafaza. Pewarta:Yusniar hama lelu (Mahasiswa UIMY prodi PGSD) & Azzahra Yasmin Aulia ( Mahasiswa UIMY prodi Psikologi)

Kabar & Informasi, Karya Dosen, Pendidikan

Solusi Keterbatasan Asrama, UIM Yogyakarta Resmi Gandeng Pesantren Markaz Al Quran Utsman Bin Affan

YOGYAKARTA, Selasa, 21 Juli 2026 – Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Markaz Pesantren Al Quran Utsman Bin Affan Yogyakarta. Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) ini dilangsungkan secara khidmat sebagai bentuk komitmen kampus dalam memenuhi kebutuhan hunian bagi para mahasiswa. Kerja sama ini diprakarsai untuk merespons tingginya minat mahasiswa UIM Yogyakarta yang ingin bermukim di asrama. Seperti diketahui, fasilitas asrama internal milik kampus saat ini diprioritaskan bagi mahasiswa perempuan, sehingga kehadiran kemitraan ini menjadi angin segar, khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan fasilitas hunian berbasis pembinaan karakter. Melalui kemitraan strategis ini, mahasiswa UIM Yogyakarta yang bermukim di Yayasan Markaz Pesantren Al Quran Utsman Bin Affan tidak hanya mendapatkan fasilitas tempat tinggal yang representatif, tetapi juga program pembinaan Al-Quran (tahsin dan tahfidz) serta penguatan nilai-nilai keislaman secara berkelanjutan. Dalam sambutannya, Anwaruddin Hisyam, M.Sc., Ph.D selaku rektor UIM Yogyakarta menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan solusi holistik yang tidak hanya menyelesaikan keterbatasan fisik asrama kampus, tetapi juga memperkuat kualitas spiritual mahasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh mahasiswa UIM Yogyakarta mendapatkan lingkungan tinggal yang kondusif. Melalui kerja sama dengan Pesantren Markaz Al-Qur’an Utsman Bin Affan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga pembinaan karakter dan Al-Quran yang selaras dengan visi integrasi keilmuan kampus kami,” ungkap rektor UIM Yogyakarta. Senada dengan hal tersebut, pihak Yayasan Markaz Pesantren Al Quran Utsman Bin Affan diwakili oleh Ketua Yayasan ustadz Indra Gumilar, S.Si., M.Pd. menyambut hangat kedatangan para mahasiswa UIM Yogyakarta. Pihak yayasan siap memfasilitasi dan mendampingi para mahasiswa dalam kehidupan berpesantren yang inklusif dan suportif terhadap kegiatan akademik perkuliahan. Mengenai mekanisme dan tata cara pendaftaran asrama bagi mahasiswa UIM Yogyakarta, rincian biaya serta prosdur administratif telah dituangkan secara transparan dalam lampiran MoA dan dapat diakses oleh mahasiswa melalui bagian kemahasiswaan kampus yaitu dibawah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Pesantren. Dengan diresmikannya MoA ini, diharapkan sinergi antara UIM Yogyakarta dan Yayasan Markaz Pesantren Markaz Al-Quran Utsman Bin Affan dapat berjalan panjang serta memberikan dampak positif yang nyata bagi perkembangan akademik dan karakter mahasiswa. Pewarta: Nurul Ariningtyas

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan, RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Mahasiswa UIMY Hadirkan Edukasi Digital yang Bijak bagi Anak Panti Asuhan Mafaza

Semburat jingga di ufuk barat mengiringi langkah Hazzam, Nurul, dan Luqman saat memasuki pelataran Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Mafaza, Yogyakarta. Kedatangan ketiga mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) ini membawa misi yang lebih dari sekadar pemenuhan tugas mata kuliah Kewarganegaraan; mereka membawa semangat pemberdayaan bagi generasi muda. Sore itu, ruang pertemuan panti riuh dengan tawa dan antusiasme para remaja jenjang SMA yang sudah menanti kehadiran para kakak mahasiswa tersebut.Kegiatan yang bertajuk “Bijak Menggunakan Gawai dan Media” ini lahir dari sebuah keprihatinan mendalam akan derasnya arus informasi yang menuntut kedewasaan bersikap. Hazzam, Nurul, dan Luqman ingin memastikan bahwa adik-adik di Panti Mafaza tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu menjadi penguasa gawai yang berdaya guna. Materi yang disampaikan dalam sesi ini dirancang sedemikian rupa agar benar-benar menyentuh realitas kehidupan remaja saat ini. Hazzam, Nurul, dan Luqman mengajak adik-adik SMA untuk berdialog secara jujur mengenai bagaimana etika berkomunikasi di ruang digital seringkali terabaikan. Mereka menanamkan pemahaman bahwa apa yang kita ketik dan bagikan di media sosial adalah cerminan dari karakter diri sendiri. Lebih jauh lagi, para mahasiswa ini membekali mereka dengan “filter alami” agar tidak mudah termakan oleh berita bohong atau hoaks yang kerap memicu perpecahan. Yang tak kalah penting, mereka memberikan tips praktis bagaimana mengubah gawai yang biasanya hanya menjadi sarana hiburan, menjadi jendela untuk mengakses ilmu pengetahuan, mencari peluang beasiswa, hingga mengasah bakat kreatif yang bermanfaat untuk masa depan mereka. Sebagai bentuk ungkapan syukur dan simbol persaudaraan, kegiatan ditutup dengan sesi makan sore bersama.Momen sederhana ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat yang paling efektif sering kali dimulai dari hati dari kepedulian tulus yang dibangun melalui kebersamaan. Bagi Hazzam, Nurul, dan Luqman, pertemuan sore itu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bibit kesadaran digital yang mereka harapkan akan terus tumbuh di benak anak-anak Panti Asuhan Mafaza. Melalui tangan-tangan remaja inilah, mereka berharap masa depan bangsa akan diisi oleh generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga berakhlak mulia di dunia nyata maupun dunia maya. Pewarta :Nurul Septhia (251051015)(Psikologi)/Moh.Hazzam Alfian (251051010)(PGSD)/Luqman Arif Hibatullah (251051045)(Psikologi)

Kabar & Informasi, Pendidikan, RuMah (Rubrik Mahasiswa )

Kegiatan Inspire & Grow, Mahasiswa FPP UIMY Hadirkan EdukasiKarakter yang Menyenangkan bagi Anak Panti Asuhan

Langit yang cerah dan udara yang masih sejuk menjadi awal yang hangat bagi berlangsungnya kegiatan Inspire & Grow. Suasana penuh keceriaan mulai terasa saat mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) berkumpul bersama anak-anak Panti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa (GYD), Yogyakarta, pada Sabtu (27/6). Melalui kegiatan yang merupakan implementasi Mata Kuliah Kewarganegaraan di bawah bimbingan Heru Siddik Nugroho, M.Pd., mahasiswa menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus penuh makna. Bukan sekedar berbagi pengetahuan, Inspire & Grow menjadi ruang bertumbuh yang mempertemukan semangat belajar, kepedulian, dan harapan dalam kebersamaan.  Mengusung tema “Membangun Kepercayaan Diri dan Membentuk Cita-Cita Melalui Edukasi Karakter”, kegiatan ini diinisiasi oleh Annisa Indah Nur K.F, Dinda Aura Latifah, Wita Wilasari, Refan Andi Setiawan, dan Risalda Padu Pinjang. Tema tersebut dipilih karena relevan dengan tahap perkembangan anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, khususnya dalam menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun keberanian untuk bermimpi dan meraih cita-cita. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak Panti Asuhan GYD jenjang SD hingga SMP ini menjadi ruang berbagi yang tidak hanya menghadirkan materi edukatif, namun juga pengalaman belajar yang hangat, interaktif, dan penuh makna. Melalui pendekatan yang menyenangkan, mahasiswa berupaya menghadirkan suasana belajar yang mampu mendorong anak-anak untuk berani mengenali potensi diri sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan kemudian dilanjutkan perkenalan antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan untuk menciptakan suasana yang lebih akrab. Memasuki inti acara anak-anak diajak untuk mengikuti sesi edukasi mengenai bagaimana pentingnya memiliki kepercayaan diri dan keberanian dalam meraih cita-cita. Penyampaian di kemas secara interaktif melalui permainan, diskusi hingga tanya jawab. Untuk mengukur pemahaman peserta, mahasiswa mengadakan kuis sederhana dengan hadiah menarik. Gelaktawa dan antusiasme anak-anak pun mewarnai setiap sesi, hal ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mepererat kedekatan antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan. Setelah itu kami mengajak anak-anak menuangkan impian mereka melalui kegiatan menggambar serta mewarnai sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dan memberikan ruang bagi anak-anak mengekepresikan diri, setiap anak mulai mewarnai gambar sesuai dengan imajinasi mereka masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut mendampingi, memberikan semangat, serta megapresiasi setiap hasil karya anak-anak,sehingga membuat lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide dan harapan mereka. Lebih dari sekedar menjalankan program pengabdian, Inspire & Grow menjadi ruang tumbuh yang menghadirkan pengalaman berharga, baik bagi anak-anak panti asuhan maupun mahasiswa. Anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus motivasi untuk terus percaya pada kemampuan diri mereka. Di sisi lain, mahasiswa belajar bahwa kepedulian, kebersamaan, dan pendidikan karakter dapat tumbuh melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan tulus. Pada akhirnya, kegiatan Inspire & Grow bukan hanya sekedar menghadirkan kegiatan edukatif, tetapi juga menjadi ruang yang menumbuhkan keberanian untuk bermimpi dan keyakinan untuk melangkah. Sebab, setiap anak memiliki potensi yang layak dikembangkan, dan setiap cita-cita pantas diberi ruang untuk tumbuh menjadi kenyataan. Pewarta : Dinda Aura Latifah (Mahasiswa UIMY Prodi PGSD) dan ⁠Annisa Indah Nur K.F (Mahasiswa UIMY Prodi Psikologi)

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan, SMART UIM (Student's Mind, Article, Reflection & Thought), Uncategorized

Mengintegrasikan Wahyu dan Akal, FPP UIM Yogyakarta Sukses Luncurkan Islamic Psychology and Education Mini Conference (INSIGHT)

Mengintegrasikan Wahyu dan Akal, FPP UIM Yogyakarta Sukses Gelar INSIGHT 2026 Bantul–Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) sukses menyelenggarakan Islamic Psychology and Education Mini Conference (INSIGHT) 2026 pada Rabu (24/6/2026). Mengusung tema “Islam dan Pengetahuan: Integrasi Wahyu dan Akal dalam Pengembangan Ilmu dan Pendidikan”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun tradisi akademik dan budaya ilmiah di lingkungan FPP UIM Yogyakarta. INSIGHT 2026 merupakan forum ilmiah yang mewadahi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta mempresentasikan gagasan secara akademis. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan sebagai bentuk sinergi dalam menciptakan ekosistem akademik yang produktif. Ketua Panitia INSIGHT 2026, Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menekankan bahwa INSIGHT diharapkan menjadi agenda akademik tahunan Fakultas Psikologi dan Pendidikan yang mampu mendorong lahirnya budaya meneliti, menulis, dan berdiskusi ilmiah di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIMY serta dihadiri oleh berbagai tamu undangan, di antaranya Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta Ir. Anwaruddin Hisyam, Ph.D., Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan Junianto, S.Pd., M.Pd., Drs. Mujidin, M.Si., Ph.D. selaku Keynote Lecture, serta para dosen di lingkungan Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Dipandu oleh Muhammad Arga Hidayatullah dan Sani Nurmalia yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi sebagai Master of Ceremony (MC). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Moh. Hazam Alfian dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ervia Sutarto dari Program Studi Psikologi. Suasana semakin semarak dan meriah dengan penampilan tari yang dibawakan oleh mahasiswa FPP angkatan 2025. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Junianto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya INSIGHT 2026 dan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta aktif berkontribusi dalam lingkungan akademik. Antusiasme peserta semakin meningkat ketika Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta secara resmi meresmikan INSIGHT 2026 sebagai forum akademik baru di lingkungan FPP UIMY. Peresmian tersebut menjadi momentum penting yang menandai hadirnya INSIGHT sebagai ruang kolaborasi, inovasi, dan pengembangan wawasan akademik mahasiswa. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Pada sesi presentasi, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memaparkan artikel ilmiah yang telah mereka susun. Mahasiswa secara bergantian mempresentasikan gagasan, hasil kajian, dan pemikiran inovatif di hadapan dosen serta peserta lainnya. Suasana diskusi akademik berlangsung aktif, tertib, dan inspiratif, mencerminkan semangat mahasiswa dalam mengembangkan tradisi ilmiah di lingkungan kampus. Sesi Keynote Lecture, Drs. Mujidin, M.Si., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya INSIGHT 2026 sebagai langkah positif dalam membangun budaya akademik di Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIMY. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan yang terus menularkan ‘virus positif’ dalam semangat belajar, berkarya, dan berbagi manfaat melalui ilmu pengetahuan. Beliau juga menekankan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan perspektif Islam. Menurutnya, proses pengembangan ilmu tidak hanya bertumpu pada kemampuan akal manusia, tetapi juga perlu didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagai sumber petunjuk. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat memberikan kontribusi yang utuh bagi kemajuan akademik sekaligus pembentukan karakter yang berlandaskan ajaran Islam. Di penghujung acara, panitia mengumumkan penerima penghargaan Best Paper dan Best Presenter yang disampaikan oleh Andi Refan Setiawan (mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika). Penghargaan Best Paper diraih oleh Kelompok 7 yang beranggotakan Amalia Ulya, Adzkia Syamila, dan Musriyadi Kelrey, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024 dengan dosen pembimbing Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sementara itu, penghargaan Best Presenter diraih oleh Kelompok 3 yang beranggotakan Fatchi Abdulloh Ulwan, Indi Syahida, dan Anisah, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024 dengan dosen pembimbing Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas karya ilmiah, kemampuan presentasi, serta kontribusi peserta dalam menciptakan suasana diskusi akademik yang produktif selama kegiatan berlangsung. Melalui penyelenggaraan INSIGHT 2026, Fakultas Psikologi dan Pendidikan UIM Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan budaya ilmiah di lingkungan kampus. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana yang mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis karya ilmiah, serta menyampaikan gagasan akademik secara konstruktif dan bertanggung jawab. Pewarta : Aji Pangestu (mahasiswa Program Studi Psikologi 2025) & Dinda Aura Latifah (Mahasiswa Program Studi PGSD 2025).

Pendidikan

Serunya jadi Mahasiswa “Doktoral” katanya?

Banyak anggapan bahwa mahasiswa doktoral menjalani hari-hari yang penuh tekanan: riset tanpa henti, tumpukan jurnal, serta presentasi yang seolah tak pernah selesai. Benarkah demikian? Citra akademik memang sering tampak berat. Namun, di balik itu semua, ada sisi lain yang jarang terlihat. Menjadi mahasiswa doktoral ternyata bukan semata soal publikasi, indeksasi, atau mengejar kuartil jurnal tertentu. Ada proses belajar yang jauh lebih mendalam daripada sekadar capaian akademik. Sebelum melanjutkan, izinkan saya berpantun sejenak. Pagi-pagi membeli koran,Singgah sebentar membeli roti.Katanya doktoral penuh beban,Nyatanya seru menantang hati. “Cakep.” Begitulah jawaban yang hampir selalu muncul setiap kali pantun itu saya sampaikan. Sebagai mahasiswa doktoral, cara berpikir kami banyak dibentuk oleh ruang-ruang diskusi. Pada tahap ini, belajar bukan lagi sekadar menjawab pertanyaan dosen di kelas. Setiap pertemuan justru menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan perspektif dari kampus asal masing-masing. Dari diskusi-diskusi itulah, sering lahir ide-ide baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Kami datang dari latar yang beragam. Ada yang menempuh studi melalui tugas belajar, ada yang izin belajar. Ada pula yang memperoleh beasiswa, dan ada juga yang membiayai studi secara mandiri. Perbedaan itu tidak menjadi jarak. Justru di situlah letak kekayaan pengalaman yang membuat proses belajar terasa lebih hidup. Keseruan lain yang selalu dinantikan adalah perkuliahan bersama guest lecturer dari luar negeri. Momen seperti ini terasa istimewa karena kami dapat berinteraksi langsung dengan para pakar di bidangnya. Dari mereka, kami tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga inspirasi untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Belajar memang tidak pernah mengenal usia. Belajar adalah jalan bagi siapa pun yang memiliki tekad untuk terus bertumbuh dan memberi manfaat. Kadang saya berpikir, jika kita hanya melihat lingkungan yang itu-itu saja, kita akan mudah merasa cukup. Padahal, rasa cukup yang terlalu cepat sering kali membuat kita berhenti berkembang. Kita merasa aman di zona nyaman, menjalani rutinitas, menyelesaikan Tri Dharma, lalu menganggap semuanya sudah selesai. Benarkah demikian? Mungkin benar, sebagian dari kami menempuh pendidikan doktoral karena tuntutan institusi. Mungkin juga karena sejak awal telah memilih jalan hidup sebagai dosen. Apa pun alasannya, pada akhirnya perjalanan ini menghadirkan ruang pembelajaran yang berharga bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, melainkan juga tentang cara memandang hidup. Karena itu, tetaplah bersemangat. Perjalanan masih panjang, dan di depan sana selalu ada tantangan baru yang menunggu untuk ditaklukkan. Di balik segala kesibukan dan tuntutan, menjadi mahasiswa doktoral tetaplah sebuah pengalaman yang patut dinikmati dengan perasaan bahagia. Pewarta : Nisrina Ajrina Nur Hidayah (Dosen PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta)

Kabar & Informasi, Kreativitas Mahasiswa, Pendidikan

Semarak Idul Adha: HIMA PGSD Gelar Cerdas Cermat Islami untuk Membangun Generasi Qur’ani yang Cerdas dan Berkarakter

Kegiatan dirancang guna menjadi sarana penguatan identitas keislaman sekaligus pengembangan potensi intelektual generasi muda, sejalan dengan cita-cita pendidikan karakter yang diusung dalam kurikulum PGSD. Tema ini mencerminkan semangat para mahasiswa HIMA PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dalam mendorong anak-anak santri TPA untuk tidak hanya unggul dalam hafalan dan pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan wawasan pengetahuan Islam yang luas. Kegiatan Cerdas Cermat dilaksanakan pada jumat 22 mei 2026 pukul 16.00 WIB – 18.00 WIB di Masjid Al – Amin Bale Asri Daerah Istimewa Yogyakarta dan dihadiri 40 Santri berjalan dengan sangat lancar, penuh antusias dan semangat. Pada hari pelaksanaan, para peserta yang merupakan santri-santri TPA dari berbagai kelompok usia telah hadir lebih awal dengan mengenakan seragam rapi dan wajah penuh antusias. Sebelum itu, Panitia mahasiswa HIMA PGSD menyiapkan seluruh perlengkapan, mulai dari papan skor, lembar soal yang tersusun rapi dalam tiga kategori, hingga dekorasi sederhana namun bermakna yang menambah semarak suasana. Acara dibuka dengan pembacaan doa Bersama dipimpin oleh MC, kemudian dilanjutkan sambutan hangat dari ketua panitia dan perwakilan pengasuh TPA Ibu Fitri.  Kegiatan di awali dengan salam, perkenalan, penyampaian tujuan kegiatan, serta menyanyikan lagu Islami. kegiatan pertama, dimulai dari pembagian kelompok di mana masing – masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Setiap kelompok didampingi pemateri dalam Langkah pembekalan. Selanjutnya, setiap kelompok dikumpulkan Kembali untuk memulai ajang perlombaan Cerdas Cermat Anak TPA. Dalam perlombaan setiap kelompok diberi 5 butir soal. Ketika salah satu kelompok tidak mampu menjawab maka soal dapat diserahkan kepada kelompok lain. Selanjutnya, terdapat sesi kuis cepat tepat setiap kelompok rebutan soal yang telah panitia bacakan. Pada tahap akhir perlombaan, yakni pengumuman pemenang serta pembagian hadiah. Dilanjutkan, pada tahap akhir acara Adalah penutupan. Para mahasiswa hima PGSD bertindak sebagai juri, pembaca soal dan pemandu acara secara bergantian dengan profesional. Keseluruhan rangkaian berjalan tepat waktu dan tertib berkat koordinasi yang matang. Di akhir acara, pengumuman pemenang disambut dengan antusias dan gembira oleh seluruh peserta. Para juara mendapatkan sertifikat penghargaan dan bingkisan menarik sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kecerdasan mereka. Melalui kegiatan Cerdas Cermat ini, seluruh mahasiswa hima PGSD yang terlibat berharap besar agar semangat belajar yang telah tumbuh dalam diri para santri TPA tidak padam begitu kegiatan selesai. Justru sebaliknya, kompetisi yang sehat dan menyenangkan ini diharapkan menjadi titik awal bagi para peserta untuk semakin mencintai ilmu agama, rajin mengulang hafalan, dan terus mengasah kemampuan berpikir mereka dalam suasana yang penuh kasih sayang dan kebersamaan. Hal serupa bagi mahasiswa HIMA PGSD sendiri, kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mengaplikasikan ilmu kependidikan yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Pengalaman ini menjadikan Langkah awal  serta pondasi yang kuat dalam meningkatkan kepekaan sosial dan kompetensi pedagogis mereka sebagai calon guru yang tidak hanya mampu mengajar di kelas formal, tetapi juga mampu merancang program pendidikan nonformal yang bermakna dan berdampak. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang terus digalakkan oleh mahasiswa HIMA PGSD di periode KKN berikutnya maupun oleh pengurus TPA secara mandiri. Dengan demikian, TPA Al-Amin Baleasr dapat tumbuh menjadi lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kecerdasan dan karakter anak-anak generasi penerus bangsa yang diharapkan menjadi pemimpin umat di masa mendatang. HIMA PGSD & Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd.

Pendidikan

SEUTAS KAIN, SEJUTA MAKNA DI TANGAN MAHASISWA​

SEUTAS KAIN, SEJUTA MAKNA DI TANGAN MAHASISWA Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, mahasiswa kerap dituntut untuk berlari tanpa jeda; mengejar tugas, nilai, dan ambisi yang tak pernah benar-benar selesai. Dunia hari ini seakan memuja kecepatan, seolah siapa yang paling cepat, dialah yang paling hebat. Padahal, tidak semua hal berharga lahir dari tergesa-gesa. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 1 justru menemukan pengalaman berbeda melalui kegiatan Project STEAM membatik yang dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, di bawah bimbingan dosen pengampu mata kuliah, Nisrina Ajrina, M.Pd. Momen itu hadir dalam sebuah Project STEAM–membatik yang sederhana, namun bagi kami momen itu meninggalkan kesan yang begitu dalam. Membatik bukan sekedar aktivitas seni, melainkan perjalanan rasa. Setiap titik yang ditorehkan dengan canting bukan hanya membentuk motif, tetapi juga melatih kesabaran. Dari proses menggambar pola, mencanting, mewarnai, hingga melorodkan malam, semuanya membutuhkan ketelatenan dan ketenangan yang nyaris bertolak belakang dengan ritme kehidupan modern. Bagi kami, membatik menjadi ruang jeda, tempat untuk “melambat” sejenak dari hiruk pikuk akademik. Di sana, waktu terasa lebih panjang, pikiran menjadi lebih jernih, dan tangan bekerja selaras dengan hati. Tidak ada tuntutan untuk cepat selesai, hanya ada proses yang harus dinikmati.   Selain sebagai sarana pengembangan kreativitas. Kegiatan membatik juga memperkenalkan mahasiswa pada nilai budaya yang terkandung dalam batik sebagai salah satu warisan khas Indonesia. Setiap motif memiliki makna filosofis yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga ikut memahami pentingnya menjaga identitas budaya bangsa. Project ini juga menjadi wujud penerapan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pembelajaran. Mahasiswa mempelajari bagaimana lilin dipanaskan pada suhu tertentu sebagai bagian dari aspek sains, menggunakan alat dengan teknik yang tepat sebagai unsur rekayasa. Lalu, menyusun pola dengan perhitungan tertentu sebagai penerapan matematika. Selanjutnya, mengekspresikan keindahan melalui motif sebagai bagian dari seni. Lebih dari sekadar tugas kuliah, pengalaman membatik memberikan pelajaran penting tentang makna proses. Tidak semua goresan menghasilkan bentuk sempurna, tidak semua warna sesuai harapan. Namun justru dari ketidaksempurnaan itulah mahasiswa belajar bahwa proses belajar tidak selalu tentang hasil akhir, melainkan tentang bagaimana seseorang memahami setiap tahap yang dilalui. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengungkapkan bahwa melalui membatik, mereka diajak untuk lebih menghargai setiap proses kecil. “melalui kegiatan membatik, kami seperti diajak untuk “melambat”, menghargai setiap titik lilin yang ditorehkan, setiap motif yang perlahan terbentuk dan setiap kesalahan kecil justru menjadi bagian dari keindahan”. Pada akhirnya, selembar kain yang awalnya kosong berubah menjadi karya penuh makna. Di tangan mahasiswa, kain tersebut bukan hanya hasil praktik pembelajaran, melainkan simbol perjalanan belajar tentang kesabaran, ketekunan, kreativitas, dan penghargaan terhadap proses. Pewarta : Nisrina Ajrina Nur Hidayah (Dosen PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta) Dinda Aura Latifah (Mahasiswa PGSD Universitas Islam Mulia Yogyakarta)

Kabar & Informasi, Karya Dosen, Pendidikan

Perkuat Perlindungan Karya Inovasi, UIM Yogyakarta Resmi Buka Sentra KI dan Jalin Kerja Sama dengan Kanwil Kemenkumham DIY

YOGYAKARTA – Universitas Islam Mulia  Yogyakarta (UIMY) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tatalaksana kelembagaan dan perlindungan karya intelektual civitas akademika. Komitmen ini diwujudkan melalui pembentukan lembaga Sentra Kekayaan Intelektual (Sentra KI), hingga penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Kanwil Kemenkumham DIY. Rangkaian milestone strategis ini berawal dari undangan resmi Kementerian Hukum Kantor Wilayah DIY melalui LLDIKTI Wilayah V untuk menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi di Yogyakarta”. Kegiatan tersebut berlangsung pada 27 April 2026 di Hotel Grand Mercure Yogyakarta. Dalam forum FGD tersebut, UIM Yogyakarta diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Nurul Ariningtyas, S.ST., MPH., didampingi oleh Ketua LPPM UIM Yogyakarta, Sarif Febriandi, S.K.M., M.Kes.. Pertemuan ini menjadi momentum krusial, di mana Kanwil Kemenkumham DIY menyampaikan niatnya untuk mempererat kerja sama dengan PTS se-DIY sekaligus melakukan pendataan serta optimalisasi Sentra KI di lingkungan kampus. — Langkah Cepat: Pembentukan Sentra KI UIM Yogyakarta Merespons arahan dan potensi kerja sama strategis tersebut, UIM Yogyakarta bergerak cepat melakukan konsolidasi internal. Pada 29 April 2026, Rektor UIM Yogyakarta secara resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor: 01/004/01.UIMY/IV/2026 tentang Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual (Sentra KI) Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Melalui SK tersebut, tersusun struktur kepengurusan Sentra KI UIM Yogyakarta yang digawangi oleh: Ketua                      : Bdn. Fauzul Husna, S.ST., M.Kes. Sekretaris              : Putri Indah Wahyuningsih, M.Pd. Bidang Layanan KI dan Literasi         : Moh Mursyid, S.I.P., M.A. Bidang Hilirisasi dan Regulasi            : Heru Siddik Nugroho, M.Pd. — Peresmian Kerja Sama dan Hasil Konkret Langkah penguatan kelembagaan ini berlanjut pada 12 Mei 2026, di mana UIM Yogyakarta bersama sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah DIY secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kanwil Kemenkumham DIY di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta. Kerja sama yang terjalin tidak sekadar berhenti di atas kertas. Pasca-penandatanganan MoU, UIM Yogyakarta langsung mengambil peran aktif dalam kegiatan  “Sosialisasi dan Pendampingan Pendaftaran Hak Cipta” yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenkumham DIY di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta. Dalam kegiatan pendampingan tersebut, UIM Yogyakarta mengirimkan tiga perwakilannya, yaitu Bdn. Fika Pratiwi, S.ST., M.Tr.Keb., Bdn. Yulia Adhisty, S.ST., M.Kes., dan Nurul Ariningtyas, S.ST., MPH. Hasil konkret dari pendampingan ini sangat membanggakan, di mana UIM Yogyakarta berhasil memfasilitasi dan mencatatkan 3 Hak Cipta KI resmi karya civitas akademika kampus. Hadirnya Sentra KI dan sinergi bersama Kanwil Kemenkumham DIY ini diharapkan dapat menjadi wadah akselerasi bagi para dosen dan mahasiswa UIM Yogyakarta dalam mengamankan hak cipta, paten, serta melakukan hilirisasi atas hasil riset dan karya inovasi mereka ke depannya. Pewarta: Nurul Ariningtyas

Scroll to Top