pengabdian masyarakat

Pendidikan

Bimtek Kader Posyandu: Wujudkan Generasi Sehat, Remaja Hebat dan Launching Website Reaksi yang Bersinergi dengan Kelas Remaja Sehat

Bimtek Kader Posyandu: Wujudkan Generasi Sehat dan Remaja Hebat dengan Launching Website Reaksi Sambirejo, 12 Novermber – Bimtek Kader Posyandu Angkatan I kembali digelar di Kelurahan Sambirejo, Prambanan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama bagi remaja. Bimtek ini didanai oleh Kemendikti Saintek melalui Program Hibah Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Yulia Adhisty, SST., M.Kes bersama tim: Riadinata Shinta, SST., M.Kes; Mahardika Ratih Resti Andini, SKM., M.Kes; serta Anisa Anggraini dan Syahru Rizky Nasution. Sambutan Pembuka dari Lurah Sambirejo Kegiatan Bimtek Kader Posyandu dibuka oleh Lurah Sambirejo, Bapak Wahyu Nugroho, S.E., S.P. Beliau menegaskan bahwa kesehatan adalah investasi masa depan. Beliau mengapresiasi semangat kader posyandu dalam meningkatkan kompetensi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Pelatihan Dasar Kader Posyandu Materi utama disampaikan oleh Ibu Siti Puryanti. Pelatihan ini menekankan pentingnya penguasaan keterampilan dasar posyandu. Sistem layanan posyandu terdiri dari: Meja 1 – Pendaftaran Meja 2 – Pemeriksaan dan Pengukuran Meja 3 – Pencatatan dan Input Data Meja 4 – Tindak Lanjut oleh Tenaga Kesehatan Meja 5 – Edukasi dan Penyuluhan Melalui yel-yel “Sehat dimulai dari saya!”, peserta diingatkan bahwa perubahan gaya hidup sehat dimulai dari diri sendiri. Pencegahan Anemia dan Bahaya NAPZA Anemia pada remaja putri menjadi isu penting dalam Bimtek ini. Penyebab utama adalah kurangnya asupan zat besi dan pola makan tidak seimbang. Solusi yang dianjurkan antara lain: Konsumsi tablet tambah darah (TTD) Konsumsi makanan bergizi tinggi protein dan sayur Rutin berolahraga Materi juga menyoroti bahaya rokok dan NAPZA bagi remaja, terutama yang berpotensi memasuki masa kehamilan. Membangun Percaya Diri dan Kemampuan Kader Materi kedua disampaikan oleh Ibu Triwinarni dari Puskesmas Piyungan. Beliau menekankan pentingnya rasa percaya diri dan pemahaman kader terhadap sasaran layanan posyandu, mulai dari ibu hamil hingga lansia. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup: Hemoglobin (HB) Gula darah Kolesterol Asam urat Pemberian TTD Pelatihan ini tidak berhenti di ruangan, tetapi dilanjutkan melalui praktik langsung di posyandu masing-masing. Digitalisasi Posyandu: Website Reaksi Inovasi berikutnya dalam Bimtek Kader Posyandu ini adalah digitalisasi layanan melalui Website Reaksi. Sistem ini diperkenalkan oleh Bapak Masduki Rahmad dan memiliki dua keluaran utama: Basis data kesehatan remaja Sambirejo Notifikasi WhatsApp untuk pengingat pemeriksaan kesehatan Digitalisasi diharapkan mempercepat proses pencatatan dan meningkatkan akurasi data kesehatan masyarakat. Menggali Peluang Wirausaha Berbasis Herbal Sesi inspiratif diisi oleh Mba Septi, owner Sekar Jawi. Beliau berbagi pengalaman dalam mengolah rempah menjadi minuman sehat dan kosmetik herbal. Tradisi “Acaraki” yang sudah ada sejak Majapahit dinilai semakin relevan dengan tren wellness tourism saat ini. Kesimpulan Melalui Bimtek Kader Posyandu ini, para kader diharapkan semakin terampil, percaya diri, dan siap menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dan pelaku usaha lokal menjadi bukti bahwa gerakan kesehatan masyarakat dapat tumbuh dari bawah demi mewujudkan generasi remaja yang sehat dan berkualitas. Kontributor : Yulia Adhisty, SST., M.Kes

Pendidikan

Mahasiswa KKN UIMY Resmikan Pojok Baca di Masjid Al-Hidayah Demangan sebagai Program Akhir Pengabdian

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) resmi menutup rangkaian pengabdian mereka dengan meresmikan Pojok Baca di Masjid Al-Hidayah, Padukuhan Demangan, pada Sabtu (13/9/2025). Program ini menjadi penutup kegiatan utama selama masa pelaksanaan KKN di wilayah tersebut.    Peresmian Pojok Baca dilakukan sebagai bentuk perhatian mahasiswa terhadap pentingnya literasi di lingkungan masyarakat, khususnya untuk anak-anak. Anak-anak TPA Al-Hidayah bersama warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan membaca berbagai koleksi buku Islami serta pengetahuan umum yang telah disediakan.    Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan, “Pojok baca ini diharapkan bisa menjadi sarana bagi anak-anak dan warga untuk lebih dekat dengan dunia literasi. Bukan hanya untuk membaca, tetapi juga membangun budaya belajar yang positif sejak dini.”    Tujuan utama program ini meliputi: Menumbuhkan minat baca masyarakat, Menjadi alternatif kegiatan edukatif bagi anak-anak, Mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran, selain ibadah.    Antusiasme masyarakat terlihat dari dukungan takmir masjid, warga setempat, dan pak Dukuh Demangan. Mereka menyambut baik program ini dan berkomitmen menjaga serta mengembangkan Pojok Baca agar tetap bermanfaat dalam jangka panjang.    Mahasiswa KKN berharap Pojok Baca ini dapat menjadi warisan program kerja yang berkelanjutan, memberikan dampak positif, serta meningkatkan kualitas literasi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

TAZKIYA UIM

Berkarya dengan Hati, Menginspirasi Dunia: Kebersamaan di Panti Disabilitas Terlantar Yayasan Sayap Ibu Jogja

Pada 14 Juni 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti 3 (Kemandirian Disabilitas Terlantar) Yayasan Sayap Ibu Jogja.    Dengan latar belakang kesadaran bahwa sebagai organisasi mahasiswa di Kota Pelajar ini kami sudah seharusnya mampu membawa tema DIVERSITY & INCLUSIVITY (Keberagaman dan Kesetaraan) dalam sebuah program kerja, maka kegiatan pengabdian di Panti 3 YSI menjadi bukti nyata akan tekad bulat kami tersebut.    Anak-anak di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian dalam aspek psikologis, sosial, dan pendidikan. Mereka sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari segi emosional, intelektual, maupun keterampilan hidup. Menyadari kompleksitas kebutuhan tersebut, kami memandang pentingnya menghadirkan sentuhan yang lebih bermakna melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini.    Kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi yang hangat, di mana anak-anak dapat mengekspresikan diri, belajar hal-hal baru, serta merasakan kebersamaan yang tulus. Melalui rangkaian aktivitas edukatif, rekreatif, hingga penyuluhan kesehatan dan pelatihan keterampilan, kami berupaya menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap anak. Lebih dari sekadar program sosial, pengabdian ini adalah upaya bersama untuk menyalakan harapan dan menghadirkan kebahagiaan sederhana di tengah keterbatasan. JENIS DISABILITAS Perlu kita ketahui dahulu ada apa saja jenis disabilitas itu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, jenis-jenis disabilitas yang diakui secara hukum di Indonesia adalah: Disabilitas Fisik Merupakan keterbatasan pada fungsi gerak tubuh, seperti amputasi, kelumpuhan, cerebral palsy, paraplegi, akibat stroke, atau kelainan bentuk tubuh lainnya. Disabilitas Sensorik (Penglihatan/Tunanetra) Gangguan pada indera penglihatan, mulai dari kebutaan total hingga penglihatan rendah yang tidak bisa dibantu dengan kacamata atau lensa kontak. Disabilitas Sensorik (Pendengaran/Tunarungu) Gangguan pada indera pendengaran, baik tuli total maupun sebagian, yang dapat menghambat komunikasi sehari-hari. Disabilitas Sensorik (Wicara/Tunawicara) Ketidakmampuan atau kesulitan dalam berbicara, baik sejak lahir maupun akibat penyakit atau kecelakaan. Disabilitas Intelektual Keterbatasan fungsi kecerdasan dan kemampuan adaptif, seperti tunagrahita, down syndrome, atau lambat belajar. Disabilitas Mental Gangguan pada fungsi pikir, emosi, dan perilaku, misalnya skizofrenia, bipolar, depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian. Disabilitas Perkembangan Gangguan yang memengaruhi perkembangan kemampuan sosial dan komunikasi, seperti autisme dan ADHD. Disabilitas Ganda Kondisi di mana seseorang mengalami dua atau lebih jenis disabilitas secara bersamaan, misalnya kombinasi tunarungu dan tunawicara, atau tunanetra dan tunarungu. PELAKSANAAN KEGIATAN    Acara dibuka oleh MC dan dilanjut dengan sambutan oleh Kepala Panti 3 YSI; Bapak Feri Rahmawan, S.Sos., M.A. serta Ketua Pelaksana Panitia BEM UIM Yogyakarta; Erma Zulfiana.   Selanjutnya, kami melakukan sesi perkenalan dengan gaya yang menyenangkan, kemudian teman-teman kami dari panti juga memperkenalkan diri dengan cara yang sama. Setelah itu, berbagai kegiatan seru pun dimulai, di antaranya: Ice Breaking Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan. Permainan sederhana dan interaktif dilakukan agar mereka merasa nyaman, senang, dan semangat mengikuti kegiatan selanjutnya. Ajang Menunjukkan Karya Mulai dari lukisan yang indah, gelang buatan sendiri, hingga kemampuan bernyanyi. Kami pun bernyanyi dan berjoget bersama, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan. Tarik Jajan Setelah sesi unjuk karya, kami mengadakan permainan tarik jajan yang diiringi musik. Saat musik diputar, mereka harus berjoget, dan ketika musik berhenti, barulah mereka boleh menarik jajanan. Semua mendapatkan jajanan dari hasil permainan tersebut dan langsung menikmatinya. Sementara itu, panitia lain menyiapkan manik-manik untuk sesi berikutnya. Pembuatan Gelang Pada sesi ini, kami mengajak semua membuat gelang dari manik-manik dan tali khusus yang telah disiapkan. Mereka memilih sendiri manik-manik yang diinginkan, dibantu dan didampingi panitia jika mengalami kesulitan. Panitia juga ikut membuat gelang bersama mereka, sehingga suasana semakin meriah. Edukasi Cuci Tangan Sebelum makan, panitia memberikan edukasi tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar. Mereka sangat antusias, bahkan ada yang sudah hafal enam langkah mencuci tangan yang benar. Makan Bersama Kami makan bersama di pendopo yayasan, ada yang disuapi oleh panitia, ada yang makan sendiri, dan ada juga yang membantu memotongkan ayam untuk teman-teman baru kami tersebut. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kami melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan, lalu menutup acara dengan penuh kehangatan. Kami berpamitan, dan beberapa panitia menerima lukisan sebagai tanda terima kasih dari mereka. Suasana sangat hangat dan penuh keceriaan. Setelah acara berakhir, anggota BEM melakukan evaluasi rutin. Saat evaluasi, kami diberi gelang oleh salah satu teman kami sebagai kenang-kenangan. Ketua BEM dan Ketua Pelaksana juga menyerahkan sembako dan kebutuhan lainnya kepada pengurus yayasan sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kami menutup hari itu dengan foto bersama, lagi. Kesan dan Harapan    Momen paling berkesan adalah ketika teman-teman kami menunjukkan hasil karya mereka yang langsung disambut tepuk tangan dan pujian, membuat mereka merasa bangga. Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan foto-foto yang semakin menambah rasa kekeluargaan. Kehadiran anggota BEM bukan hanya membawa hiburan, tetapi juga kasih sayang dan perhatian yang sangat berarti bagi mereka.    Sebagai panitia sekaligus anggota BEM, kami merasa sangat bersyukur dan bahagia bisa melaksanakan kegiatan di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu. Kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk pengabdian, tetapi juga pengalaman yang sangat berharga dan menyentuh hati. Melihat senyum dan semangat teman-teman kami saat bermain, bernyanyi, menunjukkan hasil karya, hingga makan bersama, membuat kami sadar bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal-hal sederhana.    Kami juga merasa semakin dekat satu sama lain sebagai tim, belajar bekerja sama, saling membantu, dan memperkuat rasa empati dalam diri. Momen ini menjadi pengingat bahwa kegiatan sosial seperti ini sangat penting untuk membentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan. Kegiatan di Panti 3 bukan hanya meninggalkan kenangan manis, tetapi juga membekas di hati kami sebagai pengalaman yang menginspirasi dan memotivasi untuk terus berbuat baik. Semoga ke depannya kami bisa kembali berkunjung dan membawa lebih banyak kebahagiaan. FOTO-FOTO SELAMA DI PANTI Penulis : Enci Kenia Deswita Mahasiswi Prodi Kebidanan UIM Yogyakarta

Scroll to Top