Kabar & Informasi

Pusat kendali informasi resmi dan navigasi utama seputar ekosistem universitas. Kategori ini menyajikan kombinasi berita peristiwa terkini, khazanah spiritual keagamaan, serta perkembangan sains dan teknologi di lingkungan kampus.

Pendidikan

Sosialisasi Pengelolaan Limbah Ternak KKN UIMY Banaran Bersama DLH Kulon Progo

Mahasiswa KKN Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) di Dusun Banaran menggelar program Sosialisasi Pengelolaan Limbah Ternak. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo dan dilaksanakan di Posyandu Setia Menanti Banaran.    Sosialisasi ini ditujukan khusus bagi masyarakat, terutama para peternak, agar lebih memahami pentingnya mengelola limbah ternak secara benar—bukan hanya untuk mengurangi pencemaran, tetapi juga agar bisa memberi manfaat ekonomi. Materi Penting tentang Limbah Ternak    Dalam kegiatan ini, narasumber dari DLH Kulon Progo menyampaikan beberapa poin utama, di antaranya: dampak negatif limbah ternak jika tidak dikelola, metode sederhana untuk mengolah limbah, contoh pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik dan biogas ramah lingkungan.    Dengan pendekatan yang praktis, warga mendapatkan gambaran bahwa limbah ternak sesungguhnya bukan masalah, melainkan potensi yang bisa dimanfaatkan. Antusiasme Masyarakat Banaran    Sosialisasi berjalan dengan suasana interaktif. Warga tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai kendala sehari-hari yang mereka hadapi. Antusiasme terlihat jelas ketika topik pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik dan biogas dibahas, karena berhubungan langsung dengan peluang ekonomi yang menjanjikan. Tanggapan Positif dan Harapan Lanjutan    Program ini disambut hangat oleh masyarakat. Para peternak mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya pengelolaan limbah ternak. Meski begitu, keterbatasan waktu membuat detail teknis belum bisa dijabarkan secara mendalam.    Mahasiswa KKN UIMY berharap akan ada program lanjutan berupa pelatihan teknis, sehingga masyarakat dapat langsung mempraktikkan cara pengolahan limbah secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah Awal Menuju Desa Ramah Lingkungan    Sosialisasi ini menjadi langkah awal penting dalam membangun kesadaran masyarakat Banaran mengenai kelestarian lingkungan. Dengan dukungan mahasiswa KKN dan DLH, diharapkan pengelolaan limbah ternak dapat bertransformasi dari masalah menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus peluang ekonomi baru.

Pendidikan

Boxing Class KKN UIM Yogyakarta: Membangun Generasi Tangguh di Dukuh Kijan

Dukuh Kijan, Demangrejo, kembali dipenuhi semangat baru berkat kegiatan kreatif mahasiswa KKN Posko 1 UIM Yogyakarta. Salah satu program kerja (proker) yang menarik perhatian masyarakat adalah Class Boxing, sebuah kegiatan olahraga yang dikemas bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pembinaan karakter generasi muda. Olahraga Seru, Edukasi Bernilai    Class Boxing bukan sekadar mengajarkan teknik dasar pukulan atau gerak kaki. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media bagi anak-anak dan remaja Dukuh Kijan untuk belajar sportivitas, disiplin, kepercayaan diri, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membangun karakter positif yang akan terbawa hingga kehidupan sehari-hari.    Melalui latihan sederhana namun penuh makna, peserta diajak memahami bahwa boxing bukan soal siapa yang paling kuat, melainkan bagaimana mengendalikan diri, menghargai lawan, dan tetap semangat meski menghadapi tantangan. Dukungan untuk Generasi Sehat dan Tangguh    Tujuan utama dari Class Boxing ini adalah mencetak generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, dan memiliki kepribadian tangguh. Kegiatan ini juga memberikan warna baru bagi masyarakat desa, karena tidak semua daerah memiliki kesempatan belajar olahraga modern dengan pendekatan edukatif seperti ini.    Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak dan remaja Dukuh Kijan semakin percaya diri, berani mencoba hal baru, dan mampu mengembangkan potensi diri dengan cara yang positif. Harapan dan Dampak Nyata    Class Boxing tidak hanya meninggalkan keringat dan tawa, tetapi juga semangat baru yang tumbuh di hati masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa kegiatan KKN bisa lebih dari sekadar formalitas; ia bisa menjadi inspirasi dan motivasi nyata bagi lingkungan sekitar.    Ke depannya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda pedesaan.

Pendidikan

“Budidaya dan Pengolahan Aloe Vera: Inovasi Mahasiswa KKN UIMY Kelompok 06 Kenteng”

Pada hari Selasa, 9 September 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) kelompok 06 yang ditempatkan di Dusun Kenteng, Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo melaksanakan program unggulan bertajuk Budidaya dan Pengelolaan Aloe Vera. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi pertanian lokal sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa. LATAR BELAKANG    Wilayah pedesaan di Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, namun hasil panen sering kali dijual dalam bentuk mentah dengan harga rendah. Hal yang sama terjadi di Desa Kenteng, di mana sebagian besar masyarakat bekerja di sektor agraris namun belum maksimal dalam mengolah hasil pertanian.    Melihat kondisi ini, mahasiswa KKN UIMY kelompok 06 menghadirkan program budidaya dan pengolahan Aloe Vera (lidah buaya). Tanaman ini dipilih karena mudah dibudidayakan, cocok dengan iklim tropis, serta memiliki manfaat luas di bidang kesehatan, pangan, dan kecantikan. Lebih dari itu, Aloe Vera memiliki peluang pasar yang menjanjikan, baik dalam bentuk segar maupun olahan. PELAKSANAAN PROGRAM 1. Pembibitan dan Perawatan Aloe Vera Mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai manfaat tanaman Aloe Vera serta teknik dasar pembibitan. Warga diajak praktik langsung menyiapkan media tanam, memilih bibit, hingga menanam di pekarangan rumah. Selain itu, disampaikan pula teknik sederhana untuk perawatan, seperti penyiraman, pencahayaan, dan pengendalian hama. 2. Pengolahan Aloe Vera Menjadi Produk Bernilai Jual Tidak hanya pembibitan, warga juga diperkenalkan pada berbagai produk olahan berbasis Aloe Vera. Mahasiswa menghadirkan pemateri Ibu Etik Agus Tristiyani, S.Sos untuk memberikan pelatihan praktis. Dalam sesi tersebut, warga—khususnya ibu-ibu PKK—mempelajari cara membuat: Nata de Aloe Vera Jus Aloe Vera Squash Aloe Vera Cendol Aloe Vera Pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka wawasan masyarakat tentang peluang usaha rumahan yang sehat dan bernilai ekonomi. 3. Dukungan dan Antusiasme Warga    Antusiasme masyarakat Dusun Kenteng sangat tinggi. Warga mengikuti praktik pengolahan dengan semangat, bahkan muncul ide-ide usaha baru dari kalangan ibu-ibu PKK. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis keterampilan mampu mendorong kesadaran baru dan motivasi untuk memanfaatkan potensi lokal. https://uim-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/lv_7516555540500106549_20250909190317.mp4 *** CAPAIAN PROGRAM    Program budidaya dan pengolahan Aloe Vera berhasil mencapai beberapa capaian penting: Warga menguasai teknik dasar pembibitan Aloe Vera dan dapat mempraktikkannya di pekarangan rumah. Masyarakat mengenal produk olahan Aloe Vera yang sehat dan bernilai jual, seperti jus dan nata. Muncul minat usaha baru, terutama dari ibu-ibu PKK, untuk menjadikan Aloe Vera sebagai peluang ekonomi keluarga. Terjadi transfer pengetahuan yang sistematis berkat kehadiran pemateri ahli, sehingga masyarakat tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. DAMPAK PROGRAM    Program ini memberikan dampak nyata pada masyarakat Dusun Kenteng: Ekonomi: membuka peluang usaha berbasis produk olahan Aloe Vera. Lingkungan: memanfaatkan pekarangan kosong untuk budidaya tanaman produktif. Sosial: meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan hasil pertanian.    Namun, keberlanjutan program masih menjadi tantangan. Sebagian masyarakat memerlukan pendampingan lanjutan agar usaha pengolahan Aloe Vera bisa terus berkembang. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah, lembaga swasta, maupun komunitas terkait. *** KESIMPULAN & HARAPAN   Program Budidaya dan Pengelolaan Aloe Vera yang dilaksanakan mahasiswa KKN UIMY kelompok 06 Kenteng terbukti memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Warga tidak hanya belajar membudidayakan tanaman herbal yang kaya manfaat, tetapi juga mendapat keterampilan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.    Ke depan, diharapkan program ini tidak berhenti pada masa KKN saja, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan. Dengan pendampingan yang tepat, Aloe Vera dapat menjadi komoditas unggulan Desa Kenteng, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta menjadi contoh pengelolaan potensi lokal yang cerdas dan berdaya guna. Terimakasihhh…

Pendidikan

“CERMILIN: Inovasi Mahasiswa UIMY Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Ramah Lingkungan”

Latar Belakang Program CERMILIN Limbah rumah tangga sering kali menjadi masalah serius yang jarang mendapat perhatian. Salah satu limbah yang paling umum adalah minyak jelantah, yaitu minyak goreng bekas yang sudah tidak layak pakai. Banyak masyarakat masih membuangnya begitu saja ke saluran air atau tanah. Padahal, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem air, hingga penyumbatan saluran pembuangan.    Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) kelompok V posko Belik berinisiatif melahirkan sebuah inovasi sederhana namun bermanfaat. Pada hari Sabtu, 13 September 2025, mereka melaksanakan program unggulan bertajuk CERMILIN (Cerdas Kelola Minyak Jelantah Jadi Lilin). Program ini hadir sebagai solusi kreatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah dari minyak jelantah yang sering dianggap sampah. Proses Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah    Salah satu daya tarik utama program CERMILIN adalah proses pembuatannya yang mudah, praktis, dan bisa langsung dipraktikkan masyarakat. Lilin ramah lingkungan dari minyak jelantah ini tidak membutuhkan peralatan mahal ataupun bahan kimia berbahaya. Bahan-Bahan yang Digunakan Minyak jelantah yang sudah disaring Lilin bekas atau parafin sebagai pengikat Sumbu lilin Wadah cetakan sederhana (gelas kecil atau kaleng bekas) Langkah-Langkah Pembuatan CERMILIN Penyaringan Minyak JelantahMinyak bekas digodok terlebih dahulu agar kotoran dan sisa makanan dapat terpisah. Pencampuran BahanMinyak yang sudah bersih dicampur dengan lilin bekas atau parafin dalam perbandingan seimbang. PemanasanCampuran dipanaskan hingga mencair dan tercampur rata. PencetakanCairan dituangkan ke dalam wadah cetakan yang sudah diberi sumbu. PendinginanTunggu hingga cairan mengeras dan lilin siap digunakan. Dengan proses sederhana tersebut, minyak jelantah yang tadinya tidak berguna kini bisa berubah menjadi lilin ramah lingkungan yang bermanfaat sehari-hari. Manfaat Program CERMILIN bagi Masyarakat 1. Solusi Praktis dan Ekonomis Masyarakat dapat menghemat pengeluaran dengan memanfaatkan minyak jelantah yang sebelumnya hanya dibuang. Lilin hasil olahan ini bisa digunakan untuk penerangan darurat atau bahkan dijual kembali sebagai produk bernilai ekonomis. 2. Edukasi Lingkungan yang Kreatif Program CERMILIN tidak hanya memberi manfaat praktis, tetapi juga menjadi sarana edukasi. Warga belajar bahwa limbah rumah tangga bisa dikelola secara kreatif dan menghasilkan produk bermanfaat. Kesadaran ini penting untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dari rumah. 3. Dukungan dan Antusiasme Warga Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Belik. Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahap pembuatan lilin, mulai dari penyaringan minyak hingga proses pencetakan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis keterampilan lebih mudah diterima dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan Keberlanjutan Program CERMILIN    Inovasi mahasiswa KKN UIMY melalui program CERMILIN tidak berhenti sebagai kegiatan sekali jalan. Mahasiswa berharap masyarakat bisa melanjutkan gerakan ini secara mandiri dan menjadikannya bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.    Lebih jauh lagi, CERMILIN memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha kecil menengah (UKM) yang memberdayakan warga sekitar. Dengan pengemasan menarik, lilin dari minyak jelantah bisa dijual sebagai produk unik ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Peluang Kolaborasi dan Pengembangan    Ke depan, program ini bisa berkolaborasi dengan komunitas lingkungan, sekolah, maupun lembaga desa untuk memperluas dampaknya. Selain itu, penelitian lanjutan bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas lilin, misalnya dengan penambahan aroma terapi alami sehingga lebih bernilai jual. Kesimpulan Program CERMILIN (Cerdas Kelola Minyak Jelantah Jadi Lilin) yang digagas oleh mahasiswa KKN UIMY kelompok V posko Belik merupakan contoh nyata bahwa inovasi sederhana dapat memberi manfaat besar. Minyak jelantah yang biasanya mencemari lingkungan berhasil diubah menjadi lilin ramah lingkungan yang praktis, ekonomis, dan bernilai guna. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan produk baru, tetapi juga memperoleh pengetahuan penting tentang pengelolaan limbah rumah tangga. Antusiasme warga membuktikan bahwa edukasi berbasis keterampilan mampu menciptakan perubahan positif yang nyata. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan CERMILIN bisa menjadi gerakan masyarakat untuk hidup lebih cerdas, kreatif, dan peduli lingkungan.

Teknologi

UIM Yogyakarta Resmi Launching SIAKAD Versi 15 “Digitalisasi Sistem Akademik”

Yogyakarta, 15 September 2025 — Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta secara resmi meluncurkan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) UIM Yogya Versi 15 pada Senin, 15 September 2025. Peluncuran ini menandai langkah penting UIM Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas layanan akademik berbasis digital yang semakin adaptif, responsif, dan ramah pengguna. Versi terbaru SIAKAD UIM Yogya hadir dengan sejumlah pembaruan signifikan, baik dari sisi tampilan maupun fitur. Antarmuka kini didesain lebih modern dan intuitif, sehingga memudahkan mahasiswa, dosen, maupun wali mahasiswa dalam mengakses berbagai layanan akademik. Beberapa fitur unggulan yang diperkenalkan pada versi 15 ini antara lain: Fitur Presensi Online: Memungkinkan mahasiswa dan dosen melakukan presensi secara lebih cepat, transparan, dan terintegrasi dengan jadwal perkuliahan. Notifikasi Akademik: Sistem kini dilengkapi dengan pemberitahuan otomatis terkait jadwal kuliah, ujian, pengumuman, maupun tenggat administrasi penting. Fitur Wali Mahasiswa: Inovasi baru yang memungkinkan orang tua atau wali mahasiswa memantau perkembangan akademik secara langsung, termasuk nilai, kehadiran, dan status administrasi. Perbaikan dan Optimalisasi: Berbagai fitur sebelumnya diperbaiki agar lebih stabil, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta, dalam sambutannya menyampaikan, “Peluncuran SIAKAD UIM Yogya Versi 15 merupakan wujud nyata komitmen kami dalam memberikan layanan akademik yang lebih berkualitas, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh civitas akademika. Dengan adanya fitur-fitur baru ini, kami berharap dapat mendukung peningkatan prestasi mahasiswa sekaligus mempererat keterlibatan wali mahasiswa dalam proses pendidikan.” Dengan hadirnya SIAKAD Versi 15, UIM Yogyakarta optimis mampu memperkuat ekosistem akademik digital yang lebih baik, sejalan dengan visi universitas untuk menjadi kampus unggul yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemajuan teknologi. Berikut SOP penggunaan Fitur-fitur terbaru dari SIAKAD UIM Yogya Versi 15

Pendidikan

UIM Yogyakarta Terbitkan Kalender Akademik 2025–2026: Sinergi Ilmu, Nilai, dan Peradaban

https://uim-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/video-posting-kaldik-20252026.mp4 Yogyakarta, 8 September 2025 — Universitas Islam Mulia Yogyakarta secara resmi menerbitkan Kalender Akademik Tahun 2025–2026 sebagai panduan utama bagi seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam menjalankan aktivitas akademik yang terstruktur, bernilai, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Kalender akademik adalah instrumen strategis yang mendukung keteraturan, transparansi, dan kualitas pendidikan serta merupakan pedoman pelaksanaan kegiatan akademik di lingkungan Universitas Islam Mulia Yogyakarta. Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Islam Mulia Yogyakarta Nomor: 01/022/01.UIMY/VII/2025 tentang Kalender Akademik Universitas Islam Mulia Yogyakarta Tahun Akademik 2025-2026 akan berlangsung dari hari Senin tanggal 08 September 2025 sampai dengan hari Jum’at tanggal 4 September 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami sampaikan kepada seluruh mahasiswa agar dapat melakukan herregistrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun ketentuannya Adalah sebagai berikut: Pelaksanaan Heregistrasi dan Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dilaksanakan pada 08 September – 03 Oktober 2025. Heregistrasi dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pembayaran administrasi keuangan perkuliahan. Apabila menemui kendala terkait pembayaran administrasi silahkan mengisi formulir dan diserahkan ke Bendahara kampus. Pelaksanaan Kalender Akademik Universitas Islam Mulia Yogyakarta Tahun Akademik 2025/2026 secara rinci akan diatur dalam peraturan Fakultas dan Program Studi. Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2025–2026 bagi Prodi Vokasi akan dimulai pada Senin, 8 September 2025 dan 13 Oktober 2025 untuk Prodi Sarjana, dengan rangkaian kegiatan akademik yang telah disusun secara sistematis. Rektor UIM Yogyakarta, melalui Surat Edaran Akademik, menegaskan bahwa kalender ini tidak hanya menjadi acuan administratif, tetapi juga merupakan instrumen pembinaan atmosfer akademik yang menjunjung tinggi nilai spiritual, integritas, dan keunggulan ilmiah. “Setiap tanggal dalam kalender ini adalah peluang untuk membangun peradaban. Kita tidak sekadar belajar, tetapi membentuk jiwa dan karakter” ujar beliau dalam sambutan peluncuran kalender. Selain jadwal perkuliahan, kalender akademik juga memuat informasi penting terkait pelaksanaan ujian tengah semester, ujian akhir semester, masa pengajuan cuti akademik, serta periode yudisium dan wisuda. Seluruh kegiatan dirancang agar selaras dengan visi kampus sebagai pusat pendidikan yang mengintegrasikan ilmu, iman, dan amal. Mahasiswa diharapkan untuk aktif memantau kalender akademik melalui portal resmi kampus dan media komunikasi digital yang telah disediakan. Koordinasi lintas unit akademik juga akan diperkuat guna memastikan kelancaran pelaksanaan setiap tahapan semester. Dengan diterbitkannya kalender akademik ini, UIM Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar pada nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Informasi lengkap dan versi digital kalender akademik dapat diakses melalui link berikut: Kalender Akademik 2025/2026

Pendidikan

UIM Yogyakarta Perkuat Pembimbingan Akademik Berbasis Nilai dan Karakter

Yogyakarta, 1 September 2024 — Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai spiritual dan karakter Islami. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penguatan sistem Pembimbingan Akademik yang kini dijalankan secara lebih terstruktur, reflektif, dan berbasis nilai. Pembimbingan Akademik di UIM Yogyakarta bukan sekadar proses administratif, melainkan ruang pembinaan yang mendalam antara dosen pembimbing dan mahasiswa. Melalui pendekatan yang holistik, para dosen tidak hanya membimbing mahasiswa dalam hal studi dan rencana akademik, tetapi juga menjadi mitra dalam pengembangan karakter, etika, dan spiritualitas mahasiswa. “Kami percaya bahwa pendidikan yang bermakna lahir dari relasi yang tulus dan pembinaan yang berkelanjutan. Pembimbingan Akademik adalah jantung dari proses tersebut”ujar Anwaruddin Hisyam, M. Sc., Ph. D, Rektor UIM Yogyakarta yang turut merancang sistem pembimbingan berbasis nilai ini.    Dalam implementasinya, UIM Yogyakarta telah mengembangkan instrumen pembimbingan yang mencakup refleksi diri mahasiswa, pemetaan potensi, serta monitoring capaian akademik dan non-akademik. Setiap dosen pembimbing dibekali dengan panduan dan rubrik yang dirancang untuk mendorong dialog yang bermakna, serta mendeteksi secara dini tantangan yang dihadapi mahasiswa, baik secara akademik maupun personal.     Program ini juga terintegrasi dengan sistem pelaporan digital kampus, sehingga proses pembimbingan dapat terdokumentasi secara sistematis dan menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap atmosfer akademik dan kesejahteraan mahasiswa. Link pelaporan pembimbingan dapat di akses melalui link berikut: https://forms.gle/iN1knWLAJ3CfSfYJ9    Dengan semangat rahmatan lil ‘alamin, UIM Yogyakarta menegaskan bahwa pembimbingan akademik bukan hanya tentang menyelesaikan studi, tetapi tentang membentuk insan yang berilmu, berakhlak, dan siap memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Berikut link yang dapat diakses oleh civitas akademika UIM Yogyakarta: Buku Pembimbingan Akademik https://drive.google.com/file/d/1TXnvzkKZMbTCPhDW-zVDBpEn3rCflZ1F/view?usp=sharing   Form Evaluasi Pembimbingan Akademik https://forms.gle/7csJAGF8oLZuddSXA

TAZKIYA UIM

Jalan Pintas Santri Menjadi Mahasiswa

“Ingin memberikan kesempatan yang sama walaupun dengan bekal ilmu mereka yang berbeda,” Adalah jawaban Pak Nurhidayat selaku sekretaris BPH di Universitas Islam Mulia ketika ditanya terkait alasan pengadaan beasiswa-beasiswa yang menguntungkan para santri. Beliau bahkan mengungkap, mahasiswa dengan bekal ilmu dari pondok pesantren itu akan lebih menguntungkan pihak kampus dalam mencetak lulusan berintegrasi. Sekalipun kampus mengetahui fakta bahwa santri tidak memiliki banyak wawasan terkait pengetahuan umum, optimisme dari pihak kampus tetap terjaga. 📚 Mengapa Santri Perlu Kesempatan Sama   Fakta lain yang kampus sadari pula, “Pondok pesantren identik dengan kesederhanaan,” tambah Ust. Nur masih di sesi wawancara yang sama. Banyak sekali pondok pesantren, khususnya di Jawa Tengah, masih menggunakan konsep tradisional. Hal ini menandakan bahwa masih banyak santri yang membutuhkan jalur alternatif untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi. 🎓 Fakta Persaingan Lulusan Pondok Pesantren    Lulusan pondok seringkali kalah bersaing dengan lulusan SMA negeri atau sederajat pada seleksi PTN, karena seperti telah disinggung sebelumnya, bekal ilmu umum sudah pasti diungguli oleh siswa-siswi SMAN. Sedangkan seleksi-seleksi yang ditawarkan oleh PTN selalu berhubungan dengan kemampuan kognisi akademik.    Dikutip dari Suara Muhammadiyah, tahun lalu terdapat 70% santri lulusan Pondok Kauman yang diterima di PTN atau PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Angka yang cukup besar memang, namun bagaimana dengan nasib 30% yang tidak disebutkan? Apakah mereka memutuskan untuk tidak kuliah?   Data menarik lain berasal dari Kemenag RI terkait beasiswa santri. Penawaran tersebut hanya tersedia di beberapa jurusan khusus dan sangat terbatas. Dengan komposisi 51% rumpun ilmu keagamaan dan 49% untuk ilmu umum. Beasiswa keluaran Kemenag RI ini sudah pasti diincar seluruh santri nusantara yang berjumlah jutaan. Bila melihat data 13 tahun lalu, terhitung sudah 3,5 juta. Tidak menutup kemungkinan tahun ini menembus angka puluhan juta, mengingat pondok pesantren semakin menjamur di seluruh pelosok. Dengan jumlah sebanyak itu, bagaimana nasib mereka yang belum diberi kesempatan menerima beasiswa Kemenag?    Kini, persaingan sengit PTN juga PTKIN dapat ditanggulangi dengan mendaftarkan diri di Universitas Islam Mulia. Banyak jurusan ilmu umum favorit seperti psikologi, PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Informatika, dan masih banyak lagi. Untuk kalian para santri dimanapun berada, segera merapat kemari untuk mendapatkan jalur beasiswa untuk menempuh pendidikan di jurusan-jurusan tersebut. Universitas Islam Mulia siap menyambut kalian dengan berbagai kesempatan emas dan mendukung kalian untuk menggapai cita-cita. Penulis : Syifa Iswi Liani  Mahasiswi Perpustakaan Sains & Informasi UIM Yogyakarta Mahasiswi Bahasa & Sastra Prancis UGM Yogyakarta Instagram : @sil_syifa05

TAZKIYA UIM

Berkarya dengan Hati, Menginspirasi Dunia: Kebersamaan di Panti Disabilitas Terlantar Yayasan Sayap Ibu Jogja

Pada 14 Juni 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Mulia Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti 3 (Kemandirian Disabilitas Terlantar) Yayasan Sayap Ibu Jogja.    Dengan latar belakang kesadaran bahwa sebagai organisasi mahasiswa di Kota Pelajar ini kami sudah seharusnya mampu membawa tema DIVERSITY & INCLUSIVITY (Keberagaman dan Kesetaraan) dalam sebuah program kerja, maka kegiatan pengabdian di Panti 3 YSI menjadi bukti nyata akan tekad bulat kami tersebut.    Anak-anak di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian dalam aspek psikologis, sosial, dan pendidikan. Mereka sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari segi emosional, intelektual, maupun keterampilan hidup. Menyadari kompleksitas kebutuhan tersebut, kami memandang pentingnya menghadirkan sentuhan yang lebih bermakna melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini.    Kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi yang hangat, di mana anak-anak dapat mengekspresikan diri, belajar hal-hal baru, serta merasakan kebersamaan yang tulus. Melalui rangkaian aktivitas edukatif, rekreatif, hingga penyuluhan kesehatan dan pelatihan keterampilan, kami berupaya menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap anak. Lebih dari sekadar program sosial, pengabdian ini adalah upaya bersama untuk menyalakan harapan dan menghadirkan kebahagiaan sederhana di tengah keterbatasan. JENIS DISABILITAS Perlu kita ketahui dahulu ada apa saja jenis disabilitas itu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, jenis-jenis disabilitas yang diakui secara hukum di Indonesia adalah: Disabilitas Fisik Merupakan keterbatasan pada fungsi gerak tubuh, seperti amputasi, kelumpuhan, cerebral palsy, paraplegi, akibat stroke, atau kelainan bentuk tubuh lainnya. Disabilitas Sensorik (Penglihatan/Tunanetra) Gangguan pada indera penglihatan, mulai dari kebutaan total hingga penglihatan rendah yang tidak bisa dibantu dengan kacamata atau lensa kontak. Disabilitas Sensorik (Pendengaran/Tunarungu) Gangguan pada indera pendengaran, baik tuli total maupun sebagian, yang dapat menghambat komunikasi sehari-hari. Disabilitas Sensorik (Wicara/Tunawicara) Ketidakmampuan atau kesulitan dalam berbicara, baik sejak lahir maupun akibat penyakit atau kecelakaan. Disabilitas Intelektual Keterbatasan fungsi kecerdasan dan kemampuan adaptif, seperti tunagrahita, down syndrome, atau lambat belajar. Disabilitas Mental Gangguan pada fungsi pikir, emosi, dan perilaku, misalnya skizofrenia, bipolar, depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian. Disabilitas Perkembangan Gangguan yang memengaruhi perkembangan kemampuan sosial dan komunikasi, seperti autisme dan ADHD. Disabilitas Ganda Kondisi di mana seseorang mengalami dua atau lebih jenis disabilitas secara bersamaan, misalnya kombinasi tunarungu dan tunawicara, atau tunanetra dan tunarungu. PELAKSANAAN KEGIATAN    Acara dibuka oleh MC dan dilanjut dengan sambutan oleh Kepala Panti 3 YSI; Bapak Feri Rahmawan, S.Sos., M.A. serta Ketua Pelaksana Panitia BEM UIM Yogyakarta; Erma Zulfiana.   Selanjutnya, kami melakukan sesi perkenalan dengan gaya yang menyenangkan, kemudian teman-teman kami dari panti juga memperkenalkan diri dengan cara yang sama. Setelah itu, berbagai kegiatan seru pun dimulai, di antaranya: Ice Breaking Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan. Permainan sederhana dan interaktif dilakukan agar mereka merasa nyaman, senang, dan semangat mengikuti kegiatan selanjutnya. Ajang Menunjukkan Karya Mulai dari lukisan yang indah, gelang buatan sendiri, hingga kemampuan bernyanyi. Kami pun bernyanyi dan berjoget bersama, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan. Tarik Jajan Setelah sesi unjuk karya, kami mengadakan permainan tarik jajan yang diiringi musik. Saat musik diputar, mereka harus berjoget, dan ketika musik berhenti, barulah mereka boleh menarik jajanan. Semua mendapatkan jajanan dari hasil permainan tersebut dan langsung menikmatinya. Sementara itu, panitia lain menyiapkan manik-manik untuk sesi berikutnya. Pembuatan Gelang Pada sesi ini, kami mengajak semua membuat gelang dari manik-manik dan tali khusus yang telah disiapkan. Mereka memilih sendiri manik-manik yang diinginkan, dibantu dan didampingi panitia jika mengalami kesulitan. Panitia juga ikut membuat gelang bersama mereka, sehingga suasana semakin meriah. Edukasi Cuci Tangan Sebelum makan, panitia memberikan edukasi tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar. Mereka sangat antusias, bahkan ada yang sudah hafal enam langkah mencuci tangan yang benar. Makan Bersama Kami makan bersama di pendopo yayasan, ada yang disuapi oleh panitia, ada yang makan sendiri, dan ada juga yang membantu memotongkan ayam untuk teman-teman baru kami tersebut. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kami melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan, lalu menutup acara dengan penuh kehangatan. Kami berpamitan, dan beberapa panitia menerima lukisan sebagai tanda terima kasih dari mereka. Suasana sangat hangat dan penuh keceriaan. Setelah acara berakhir, anggota BEM melakukan evaluasi rutin. Saat evaluasi, kami diberi gelang oleh salah satu teman kami sebagai kenang-kenangan. Ketua BEM dan Ketua Pelaksana juga menyerahkan sembako dan kebutuhan lainnya kepada pengurus yayasan sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kami menutup hari itu dengan foto bersama, lagi. Kesan dan Harapan    Momen paling berkesan adalah ketika teman-teman kami menunjukkan hasil karya mereka yang langsung disambut tepuk tangan dan pujian, membuat mereka merasa bangga. Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan foto-foto yang semakin menambah rasa kekeluargaan. Kehadiran anggota BEM bukan hanya membawa hiburan, tetapi juga kasih sayang dan perhatian yang sangat berarti bagi mereka.    Sebagai panitia sekaligus anggota BEM, kami merasa sangat bersyukur dan bahagia bisa melaksanakan kegiatan di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu. Kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk pengabdian, tetapi juga pengalaman yang sangat berharga dan menyentuh hati. Melihat senyum dan semangat teman-teman kami saat bermain, bernyanyi, menunjukkan hasil karya, hingga makan bersama, membuat kami sadar bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal-hal sederhana.    Kami juga merasa semakin dekat satu sama lain sebagai tim, belajar bekerja sama, saling membantu, dan memperkuat rasa empati dalam diri. Momen ini menjadi pengingat bahwa kegiatan sosial seperti ini sangat penting untuk membentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan. Kegiatan di Panti 3 bukan hanya meninggalkan kenangan manis, tetapi juga membekas di hati kami sebagai pengalaman yang menginspirasi dan memotivasi untuk terus berbuat baik. Semoga ke depannya kami bisa kembali berkunjung dan membawa lebih banyak kebahagiaan. FOTO-FOTO SELAMA DI PANTI Penulis : Enci Kenia Deswita Mahasiswi Prodi Kebidanan UIM Yogyakarta

TAZKIYA UIM

Webinar Literasi Perdana Warta Mulia: Kupas Tuntas Cara Menulis Blog yang Menarik dan Efektif

Bantul, 29 Mei 2025 – Warta Mulia Universitas Islam Mulia Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UIM) sukses menyelenggarakan webinar literasi perdana bertajuk “Rahasia Menulis Artikel Blog yang Menarik & Efektif”.    Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh 30 peserta yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa.    Webinar ini menandai peluncuran perdana Warta Mulia, media internal UIM yang bertujuan sebagai ruang kreasi dan ekspresi mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika kampus dalam bidang kepenulisan dan jurnalisme. Tidak hanya sebagai media informasi kampus, Warta Mulia diharapakan mampu menjadi wadah pengembangan literasi dan budaya akademik yang produktif.    Narasumber ahli dan berpengalaman yang mengisi acara utama adalah Moh. Mursyid, S.I.P., M.A. , yang juga merupakan dosen dari Program Studi Perpustakaan dan Informasi UIM Yogyakarta, penulis aktif, serta Direktur Penerbit Azyan Mitra Media & Mata Kata Inspirasi. Beliau dikenal melalui karya-karyanya yang komunikatif dan tajam serta dedikasinya dalam memajukan dunia literasi di kalangan akademisi dan pelajar.     Webinar ini dipandu oleh Syifa Iswi Liani, mahasiswi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UIM Yogyakarta, yang bertugas sebagai moderator sekaligus pembawa acara (MC). Dengan pembawaan yang lugas dan komunikatif.  Syifa berhasil menjaga alur diskusi tetap hidup, menarik, dan interaktif dari awal hingga akhir acara. Ia juga berhasil menghubungkan pertanyaan-pertanyaan peserta kepada narasumber secara efektif, sehingga suasana webinar menjadi semakin hidup.    Dalam pemaparannya, Pak. Mursyid menyampaikan bahwa menulis adalah keterampilan yang bisa dilatih dan dimulai dari keberanian untuk menuangkan ide. Ia menyebut bahwa banyak orang menganggap menulis itu berat, padahal hakikatnya sama seperti berbicara: “Menulis itu segampang ngomong,” ujarnya dengan tegas. Namun, ia juga menambahkan bahwa tanpa motivasi yang kuat, aktivitas menulis bisa terasa membebani. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk memiliki motivasi dan mimpi dalam menulis. Beberapa tips menulis yang disampaikan antara lain: Tulislah apa saja motivasimu – Mulailah dari hal yang paling dekat dengan diri sendiri. Harus berani bermimpi – Karena menulis juga sarana untuk menggapai cita-cita. Menentukan jenis konten dan topik blog. Menulis dengan sudut pandang yang jelas dan gaya bahasa yang komunikatif. Melakukan penyuntingan dan revisi sebelum mempublikasikan.    Beliau juga menyampaikan bahwa menulis bukan hanya soal menyampaikan gagasan, tetapi juga cara berbagi lintas ruang dan waktu, memperluas jejaring relasi, dan bahkan membuka peluang finansial. “Menulis itu mengayakan secara materi, relasi, dan intelegensi,” imbuhnya sambil mencontohkan penulis-penulis yang sukses secara ekonomi dari dunia literasi.    Webinar ini tidak hanya menjadi ajang belajar teknis menulis blog, tetapi juga menjadi ruang pembentukan pola pikir literasi yang lebih kuat di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk berani menuangkan ide dan berkontribusi dalam bentuk tulisan yang nantinya akan diterbitkan dalam Warta Mulia, baik dalam bentuk artikel, opini, panduan, maupun profil inspiratif. Menurut panitia, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya literasi digital dan peran strategis menulis dalam membangun citra pribadi maupun institusi.    Di akhir sesi, banyak peserta yang merasa termotivasi dan terinspirasi. Beberapa di antaranya bahkan sudah menyatakan ketertarikannya untuk mengirimkan tulisan ke redaksi Warta Mulia. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan komunitas literasi di lingkungan UIM Yogyakarta.    Dengan suksesnya webinar perdana ini, Warta Mulia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang kreatif, edukatif, dan produktif bagi mahasiswa. Acara ini menjadi langkah awal dari serangkaian kegiatan literasi yang akan rutin diadakan ke depannya. Sebagaimana yang disampaikan narasumber di akhir presentasi, “Menulislah sebelum hanya namamu yang tertulis di batu nisan. Janganlah kalian mati tanpa meninggalkan karya tulis.” Dokumentasi Acara : Penulis : Afwa Aulia Rahma : Mahasiswi Administrasi Kesehatan UIM Yogyakarta Salsabila Azizatul : Mahasiswi Kebidanan UIM Yogyakarta

Scroll to Top