Author name: fakultas sains teknologi dan kesehatan

Uncategorized

PSYCHOVERSE 2026: Berakar dalam Adab, Bertumbuh dengan Ilmu, Berdampak bagi Lingkungan

Yogyakarta, 28 September 2026–Program Studi Psikologi Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan PSYCHOVERSE 2026 pada Senin (28/9/2026) sebagai bentuk penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dari angkatan 2024, 2025, dan 2026, serta dihadiri oleh dosen Prodi Psikologi UIM Yogyakarta. Mengusung tema “Berakar dalam Adab, Bertumbuh dengan Ilmu, Berdampak bagi Lingkungan”, PSYCHOVERSE 2026 menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun keakraban di antara seluruh keluarga besar Prodi Psikologi. Kegiatan ini diisi dengan penyambutan mahasiswa baru, sosialisasi aturan kedisiplinan, serta perkenalan dosen Prodi Psikologi. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi (Kaprodi) Psikologi, Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru angkatan 2026 sekaligus mengapresiasi kepercayaan mereka dalam memilih UIM Yogyakarta sebagai langkah awal untuk meraih cita-cita menjadi sarjana psikologi. Rahma menekankan pentingnya membangun keakraban dalam keluarga besar Prodi Psikologi yang dilandasi sikap saling menghormati, menyayangi, dan bekerja sama. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa untuk saling mendukung dan berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) tanpa memandang perbedaan angkatan. Sejalan dengan tema yang diusung, Rahma juga berharap mahasiswa Psikologi UIM tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan moral yang baik. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang berilmu, beradab, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Suasana kegiatan semakin meriah dengan sesi perkenalan dosen yang dipandu oleh Dian Juliarti Bantam, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sesi ini dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan seru yang mengundang antusiasme mahasiswa. Selain itu, mahasiswa angkatan 2024 dan 2025 turut memeriahkan acara melalui pentas seni berupa tarian cinta sebagai simbol kehangatan dan ungkapan selamat datang bagi adik-adik angkatan 2026. Rangkaian kegiatan PSYCHOVERSE 2026 ditutup dengan makan bakso bersama di Hall UIM Yogyakarta. Momen kebersamaan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk saling mengenal lebih dekat dalam suasana santai dan penuh keakraban.   Melalui PSYCHOVERSE 2026, Prodi Psikologi UIM Yogyakarta berharap dapat membangun lingkungan akademik yang hangat, inklusif, dan penuh kekeluargaan. Semangat kebersamaan yang terjalin diharapkan menjadi fondasi bagi seluruh mahasiswa untuk bertumbuh bersama, saling menguatkan, serta mengamalkan nilai-nilai keilmuan dan akhlak mulia selama menempuh pendidikan di UIM Yogyakarta.

Karya Dosen, Pendidikan, Uncategorized

Jelang Kongres HIMPSI 2026, HIMPSI DIY dan Psikologi UIM Hadirkan Konseling Psikologi Gratis

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong Kongres Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) 2026 yang akan berlangsung di Yogyakarta, HIMPSI Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama 13 perguruan tinggi di DIY menyelenggarakan Layanan Konseling Psikologi Gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak pada Jumat, 11 September 2026, pukul 09.00–16.00 WIB di 13 perguruan tinggi se-DIY. Salah satu lokasi pelaksanaan adalah Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta, yang menyelenggarakan layanan di Laboratorium Psikologi UIM, lantai 4. Diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di DIY, pelaksanaan konseling gratis di UIM Yogyakarta menghadirkan Isna Syamsiarief Hidayat, S.Psi., M.Psi., Psikolog., dan Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog. sebagai konselor atau psikolog yang memberikan layanan kepada peserta. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Psikologi UIM sebagai bagian dari dukungan pelaksanaan kegiatan. Mereka adalah Aisyah Nurhikmatul Azizah (mahasiswa Psikologi UIM angkatan 2024), serta Muhammad Arga Hidayatullah dan Sya’i Mukti Hidayatul Falikhin (mahasiswa Psikologi UIM angkatan 2025). Mengusung tema “Ruang Aman untuk Berbicara, Didengar, dan Dipahami”, layanan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat berusia 17 tahun ke atas untuk memperoleh layanan konseling psikologis secara profesional dan gratis. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi HIMPSI DIY dan institusi pendidikan psikologi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental. Kolaborasi 13 perguruan tinggi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen bersama untuk mendekatkan layanan psikologi kepada masyarakat. Kehadiran layanan konseling gratis di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi ruang yang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan psikologis, memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi yang dihadapi, serta mendapatkan arahan profesional sesuai kebutuhan. Ketua Program Studi Psikologi UIM Yogyakarta, Rahma Kusuma Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menyampaikan bahwa keterlibatan UIM dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Psikologi untuk mengimplementasikan ilmu psikologi secara langsung bagi masyarakat. “Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Psikologi UIM untuk berkolaborasi dengan HIMPSI DIY dan perguruan tinggi psikologi lainnya dalam menghadirkan ruang aman bagi masyarakat. Kami berharap layanan ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan akses konseling, tetapi juga semakin menguatkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dari kehidupan yang sehat dan bermakna.” Pelaksanaan layanan secara serentak di 13 perguruan tinggi se-DIY menjadi wujud semangat kolaborasi antar Program Studi Psikologi dalam menyongsong Kongres HIMPSI 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini juga mempertegas peran perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem layanan psikologi dan kesehatan mental yang hadir serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, HIMPSI DIY dan 13 perguruan tinggi di DIY berharap budaya terbuka untuk berbicara mengenai kesehatan mental dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat. “Ruang aman untuk berbicara, didengar, dan dipahami”, diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi menjadi semangat bersama dalam menghadirkan layanan psikologi yang profesional, humanis, mudah diakses, dan berkelanjutan.   Pewarta: Muhammad Arga Hidayatullah (Mahasiswa Psikologi UIM 2025) & Sya’i Mukti Hidayatul Falikhin (Mahasiswa Psikologi UIM 2025)

Scroll to Top