Garden Of Feelings: Mendengar Dengan Empati Merawat Dengan Hati
Garden Of Feelings: Mendengar Dengan Empati Merawat Dengan Hati Oleh: Adzima Latifa Sakanty Layaknya tanaman yang membutuhkan perawatan dan perhatian agar dapat tumbuh dengan baik, perasaan kita pun membutuhkan ruang untuk dikenali, diterima, dan dipahami. Pada tanggal 12 Oktober 2026 dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, mahasiswa Psikologi mengadakan kegiatan bertajuk Garden of Feelings sebagai wadah bagi civitas akademika Universitas Islam Mulia untuk mengekspresikan perasaan, mengenali emosi, dan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk didengar. Dalam kegiatan tersebut mahasiswa psikologi membagikan coklat yang berbentuk antam kepada dosen, staff dan juga mahasiswa lintas prodi. Setiap coklat di berikan satu sticky note yang berisikan dua pertanyan singkat terkait perasaan yang di rasakan akhir-akhir ini dan juga harapan agar lebih sehat mental di lingkungan kampus. Kemudian pesan anonim yang telah di tuliskan pada sticky note digantung pada pohon jiwa yang telah di sediakan oleh panitia di lobby. Kegiatan ini berlangsung dari jam 11.00-12.00 Wib di lingkungan kampus UIM. Suasana kegiatan ini berlangsung dengan hangat dan penuh makna. Peserta diajak berhenti sejenak dari kesibukan untuk mengenali perasaan yang kadang sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata. Setiap ungkapan perasaan yang dituliskan menjadi pengingat bahwa kadang hal sederhana seperti menyediakan ruang untuk bercerita menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental. Dengan berlandaskan Q.S. Al-Anbiya ayat 107, “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”, mahasiwa psikologi dapat menebarkan kasih sayang, kedamaian dan juga ruang aman bagi setiap orang untuk mengenali, menerima, dan mengekspresikan perasaannya. Harapannya dengan mengadakan kegiatan ini juga dapat menjadi langkah yang baik bagi mahasiswa psikologi untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, membangun empati terhadap perasaan orang dan juga mengingatkan kita bahwa setiap perasaan layak untuk di dengar. Barokallahu Fiikum…
