“CERMILIN: Inovasi Mahasiswa UIMY Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Ramah Lingkungan”
Latar Belakang Program CERMILIN Limbah rumah tangga sering kali menjadi masalah serius yang jarang mendapat perhatian. Salah satu limbah yang paling umum adalah minyak jelantah, yaitu minyak goreng bekas yang sudah tidak layak pakai. Banyak masyarakat masih membuangnya begitu saja ke saluran air atau tanah. Padahal, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem air, hingga penyumbatan saluran pembuangan. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Mulia Yogyakarta (UIMY) kelompok V posko Belik berinisiatif melahirkan sebuah inovasi sederhana namun bermanfaat. Pada hari Sabtu, 13 September 2025, mereka melaksanakan program unggulan bertajuk CERMILIN (Cerdas Kelola Minyak Jelantah Jadi Lilin). Program ini hadir sebagai solusi kreatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah dari minyak jelantah yang sering dianggap sampah. Proses Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah Salah satu daya tarik utama program CERMILIN adalah proses pembuatannya yang mudah, praktis, dan bisa langsung dipraktikkan masyarakat. Lilin ramah lingkungan dari minyak jelantah ini tidak membutuhkan peralatan mahal ataupun bahan kimia berbahaya. Bahan-Bahan yang Digunakan Minyak jelantah yang sudah disaring Lilin bekas atau parafin sebagai pengikat Sumbu lilin Wadah cetakan sederhana (gelas kecil atau kaleng bekas) Langkah-Langkah Pembuatan CERMILIN Penyaringan Minyak JelantahMinyak bekas digodok terlebih dahulu agar kotoran dan sisa makanan dapat terpisah. Pencampuran BahanMinyak yang sudah bersih dicampur dengan lilin bekas atau parafin dalam perbandingan seimbang. PemanasanCampuran dipanaskan hingga mencair dan tercampur rata. PencetakanCairan dituangkan ke dalam wadah cetakan yang sudah diberi sumbu. PendinginanTunggu hingga cairan mengeras dan lilin siap digunakan. Dengan proses sederhana tersebut, minyak jelantah yang tadinya tidak berguna kini bisa berubah menjadi lilin ramah lingkungan yang bermanfaat sehari-hari. Manfaat Program CERMILIN bagi Masyarakat 1. Solusi Praktis dan Ekonomis Masyarakat dapat menghemat pengeluaran dengan memanfaatkan minyak jelantah yang sebelumnya hanya dibuang. Lilin hasil olahan ini bisa digunakan untuk penerangan darurat atau bahkan dijual kembali sebagai produk bernilai ekonomis. 2. Edukasi Lingkungan yang Kreatif Program CERMILIN tidak hanya memberi manfaat praktis, tetapi juga menjadi sarana edukasi. Warga belajar bahwa limbah rumah tangga bisa dikelola secara kreatif dan menghasilkan produk bermanfaat. Kesadaran ini penting untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dari rumah. 3. Dukungan dan Antusiasme Warga Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Belik. Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahap pembuatan lilin, mulai dari penyaringan minyak hingga proses pencetakan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis keterampilan lebih mudah diterima dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan Keberlanjutan Program CERMILIN Inovasi mahasiswa KKN UIMY melalui program CERMILIN tidak berhenti sebagai kegiatan sekali jalan. Mahasiswa berharap masyarakat bisa melanjutkan gerakan ini secara mandiri dan menjadikannya bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Lebih jauh lagi, CERMILIN memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha kecil menengah (UKM) yang memberdayakan warga sekitar. Dengan pengemasan menarik, lilin dari minyak jelantah bisa dijual sebagai produk unik ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Peluang Kolaborasi dan Pengembangan Ke depan, program ini bisa berkolaborasi dengan komunitas lingkungan, sekolah, maupun lembaga desa untuk memperluas dampaknya. Selain itu, penelitian lanjutan bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas lilin, misalnya dengan penambahan aroma terapi alami sehingga lebih bernilai jual. Kesimpulan Program CERMILIN (Cerdas Kelola Minyak Jelantah Jadi Lilin) yang digagas oleh mahasiswa KKN UIMY kelompok V posko Belik merupakan contoh nyata bahwa inovasi sederhana dapat memberi manfaat besar. Minyak jelantah yang biasanya mencemari lingkungan berhasil diubah menjadi lilin ramah lingkungan yang praktis, ekonomis, dan bernilai guna. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan produk baru, tetapi juga memperoleh pengetahuan penting tentang pengelolaan limbah rumah tangga. Antusiasme warga membuktikan bahwa edukasi berbasis keterampilan mampu menciptakan perubahan positif yang nyata. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan CERMILIN bisa menjadi gerakan masyarakat untuk hidup lebih cerdas, kreatif, dan peduli lingkungan.
