
Yogyakarta, 28 November 2025 — Universitas Islam Mulia (UIM) Yogyakarta melalui Badan Pengurus Harian (BPH) kembali mengadakan kegiatan tasqif bertema “Keberkahan dalam Hidup”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen dan karyawan UIM sebagai upaya meningkatkan kualitas spiritual dan pemahaman keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Tadabbur Surah Al-Mulk sebagai Pembuka
Kegiatan dibuka dengan pembacaan Al Ma’tsurat Kubro yang dipimpin Ust. Nur Hidayat Pamungkas. Selanjutnya, peserta mendalami tafsir Surah Al-Mulk ayat 1:
“Tabārakalladzi bi yadihil mulk wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.”
Ust. Khudhori menjelaskan bahwa kata “tabāraka” menggambarkan kelimpahan kebaikan dan keberlanjutan nikmat dari Allah. Seorang muslim diajak untuk selalu berharap dan memohon keberkahan dalam segala aktivitas.
“Keberkahan bukan sekadar banyak, tetapi membuat sesuatu menjadi lebih bermanfaat dan menenangkan,” jelas Ust. Khudhori.
Memahami Makna Keberkahan dalam Kehidupan
Dalam sesi berikutnya, peserta diajak mengenali berbagai bentuk keberkahan yang hadir dalam hidup, meliputi:
Keberkahan usia
Keberkahan ilmu
Keberkahan harta
Keberkahan makanan
Keberkahan waktu
Keberkahan hubungan keluarga dan masyarakat
Pemateri menegaskan bahwa keberkahan akan lahir dari niat yang baik, adab yang benar, dan kebiasaan berdoa sebelum memulai aktivitas.
Contoh Ucapan dan Doa Keberkahan dalam Tradisi Islam
Tasqif semakin hidup dengan contoh doa keberkahan yang biasa diamalkan umat Islam:
Doa untuk Umur
“Barakallāhu fī umrik”
Bermakna harapan agar umur seseorang dipenuhi manfaat dan ketaatan.Doa Sebelum Makan
“Allāhumma bārik lanā fīma razaqtanā wa qinā ‘adzāban-nār”
Sebagai permohonan agar makanan menjadi sumber kebaikan dan kesehatan.Ucapan Saat Mendengar Kabar Baik
“Barakallahu laka” atau “Allahumma baarik”
Doa ini menunjukkan harapan agar nikmat yang diterima bernilai baik dan berkelanjutan.
Antusiasme Dosen dan Karyawan UIM
Sesi diskusi menjadi salah satu bagian paling berkesan. Para peserta berbagi pengalaman terkait keberkahan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari—baik dalam kemudahan belajar, ketenangan keluarga, maupun kelancaran rezeki.
“Keberkahan sering muncul dari hal-hal sederhana seperti doa sebelum makan atau saling mendoakan saat ulang tahun,” ungkap salah satu peserta.
Menjadikan Keberkahan sebagai Gaya Hidup
Menutup kegiatan, Ust. Ahsanul Fuadi selaku Ketua BPH UIM mengajak seluruh dosen dan karyawan untuk menjadikan keberkahan sebagai pedoman hidup, mulai dari memperbaiki niat hingga menjaga hubungan baik dengan sesama.
Beliau berharap kegiatan tasqif ini menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih tenang, produktif, dan penuh keberkahan bagi seluruh sivitas akademika UIM Yogyakarta.
