Peduli Jiwa Remaja, Mahasiswa FPP UIMY Gelar Edukasi Kesehatan Mental di Panti Asuhan Mafaza

 

Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan kehidupan yang dihadapi generasi muda saat ini, kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Banyak remaja yang belum memahami cara mengenali, menerima, dan mengelola perasaannya sendiri, oleh karena itu, edukasi mengenai kesehatan mental sejak dini menjadi kebutuhan mendesak yang harus terus digaungkan.

Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa semester dua Fakultas Psikologi dan Pendidikan melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa kegiatan edukatif bertema “Literasi Kesehatan Mental: Edukasi dan Peningkatan Kesadaran Mental bagi Remaja”. Program ini bertujuan agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami konsep kesehatan mental serta mampu mengidentifikasi tanda-tanda stres, kecemasan, atau gangguan emosional sedini mungkin.

Sebelum kegiatan dimulai, panitia yang terdiri dari Muhammad Arga Hidayatullah, Syai Mukti Hidayatul Falikhin, Ervita Sutarto, Sani Nuramalia, Azzahra Yasmin Aulia, dan Yusniar Hama Lelu telah menyiapkan segala perlengkapan dengan matang demi kelancaran acara. Kegiatan ini resmi dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Juli 2026 pukul 16.00 WIB–17.45 WIB bertempat di Panti Asuhan Yatim & Dhu’afa Mafaza, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan dihadiri oleh 11 anak panti asuhan. Acara berlangsung dengan lancar, penuh antusiasme, dan disambut hangat oleh para peserta. 

Kegiatan diawali dengan salam pembuka, perkenalan, serta penyampaian tujuan acara. Selanjutnya, para peserta diajak untuk memahami apa itu kesehatan mental, mengenali tanda-tanda ketika pikiran atau hati terasa berat, serta belajar cara-cara sederhana namun bermakna dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, cerita, dan sesi diskusi terbuka.

Menariknya, dalam kegiatan ini terdapat sesi khusus di mana anak-anak diminta untuk menuliskan keluh kesah, kecemasan, atau perasaan yang sedang mereka pendam di selembar kertas yang telah dibagikan oleh panitia. Untuk menjaga kenyamanan dan privasi, kertas-kertas yang telah dikumpulkan tersebut tidak dibacakan di depan umum. Sesi expressive writing (menulis ekspresif) ini bertujuan sebagai media katarsis atau pelepasan emosi, agar anak-anak tahu bahwa mengeluarkan isi hati melalui tulisan adalah salah satu cara sehat untuk meredakan beban pikiran. Dalam kegiatan ini, para pemateri turut berperan aktif sebagai fasilitator, pendengar, sekaligus pemandu jalannya sesi diskusi agar suasana tetap hangat, terbuka, dan penuh kebersamaan. Anak-anak panti tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pembukaan, penyampaian materi, hingga sesi foto bersama sebagai penutup kegiatan.

Melalui kegiatan Literasi Kesehatan Mental ini, diharapkan anak-anak dan remaja penerima manfaat dapat semakin memiliki kesadaran serta pemahaman yang baik mengenai kesehatan mental, sekaligus mampu menerapkan langkah-langkah positif dalam menjaga keseimbangan emosional pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi kesehatan mental dapat disampaikan dengan cara yang hangat dan menyenangkan tanpa menghilangkan esensi pentingnya. Semoga semangat berbagi ilmu dan kepedulian ini terus dapat menginspirasi serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi tumbuh kembang anak-anak Panti Asuhan Yatim & Dhu’afa Mafaza.

Pewarta:Yusniar hama lelu (Mahasiswa UIMY prodi PGSD) & Azzahra Yasmin Aulia ( Mahasiswa UIMY prodi Psikologi)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top